top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10063 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Richard Jewell dalam Kemelut Bom Olimpiade

    SUATU hari pada 1986 di Kantor Biro Usaha Kecil Menengah (UMKM) kota Atlanta, Georgia, Richard Jewell (diperankan Paul Walter Hauser) melakoni rutinitasnya sebagai karyawan toko alat tulis kantor (ATK). Ketika bekerja itulah ia tak sengaja menguping pembicaraan telepon dengan nada tinggi dan kasar seorang staf legal, Watson Bryant (Sam Rockwell). Alih-alih tersinggung ketika pembicaraannya didengar, Watson justru menghargai kejujuran Richard. Keduanya lalu menjalin persahabatan baik yang satu dekade berselang akan sangat berpengaruh pada sebuah kejadian yang menimpa Richard. Alur cerita beralih ke 10 tahun kemudian ketika Watson sudah membuka firma hukum sendiri. Kala itu Richard menjadi satpam di Centennial Olympic Park, taman di bawah naungan Komite Olmpiade Atlanta (ACOG) yang menggelar beragam agenda acara hiburan dalam rangka meramaikan Olimpiade Atlanta 1996.

  • Aneka Cerita Menembak Sasaran di Olimpiade

    SEJAK karpet merah Olimpiade Tokyo digelar pada 23 Juli 2021, kontingen Indonesia sudah mengoleksi dua medali dari cabang olahraga (cabor) angkat besi. Sekeping perunggu didapat dari lifter putri Windy Cantika Aisah dan sekeping perak dari lifter putra Eko Yuli. Potensi bertambahnya medali masih terbuka dari beberapa cabor yang diikuti putra-putri terbaik tanah air. Salah satunya dari cabang menembak. Tak seperti cabor bulutangkis, atletik, panahan, angkat besi, dayung, dan renang yang diikuti banyak perwakilan, cabor menembak hanya diwakili Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Penembak putri berusia 20 tahun itu turun di dua nomor: 10 meter Air Rifle dan 50 meter Rifle 3 Positions. Namun, di nomor pertama, atlet yang biasa disapa Fika itu masih nirmedali. Ia gagal menembus delapan besar putaran final. Fika hanya bertengger di urutan ke-35 di fase kualifikasi, Sabtu (24/7/2021). Tinggallah asa tersisa di nomor kedua, 50 Meter Rifle 3 Positions, yang akan diikutinya pada Sabtu (31/7/2021) besok.

  • Perempuan Dobrak Patriarki Olimpiade

    OLIMPIADE Tokyo 2020 menjadi momen makin ditinggalkannya budaya patriarki. Keikutsertaan para atletnya yang imbang antara putra dan putri merupakan salah satu indikatornya. Selain itu, olimpiade kali ini juga menjadi yang pertama kali mengikutsertakan seorang transgender, yakni Laura Hubbard (Selandia Baru), yang bertanding di cabang angkat besi nomor +87 kg putri. Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga memprogramkan, setiap kontingen diwajibkan membawa dua pengusung bendera, satu atlet putra dan satu putri, dalam defile upacara pembukaan. “IOC berkomitmen terhadap kesetaraan gender di semua area, dari atlet-atlet yang bertanding maupun perempuan yang berperan dalam kepemimpinan di organisasi olahraga. Gerakan Olimpiade mulai bersiap menyongsong tonggak sejarah baru dalam upaya menciptakan dunia olahraga yang setara bagi semua gender –menjadi Olimpiade yang paling berimbang dalam sejarah,” ujar Presiden IOC Thomas Bach di laman IOC. Mengutip laman resmi IOC, 8 Maret 2021, keikutsertaan atlet putri nyaris mencapai 48,8 persen dari keseluruhan 11.090 atlet yang berlaga. Angka tersebut naik dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang mencapai 45 persen. Kontingen China menjadi kontingen dengan atlet putri terbanyak. Dari 433 atlet yang ikut serta, 69 persennya adalah atlet putri.

  • Epilog Tragis Sang Pengusung Bendera Palestina di Olimpiade

    KAMP Pengungsian Nuseirat di Deir al-Balah, Jalur Gaza, Palestina jadi salah satu kamp pengungsi yang paling dibidik tentara zionis Israel baik lewat gempuran maupun blokade bantuan kemanusiaan. Di kamp ini pula atlet legendaris Palestina Majed Abu Maraheel (kadang ditulis Abu Marahil) turut jadi korban. Abu Maraheel menghembuskan nafas terakhir di usia 61 tahun pada 11 Juni 2024 setelah kondisi gagal ginjalnya memburuk. Keadaannya makin miris karena tak bisa mendapatkan pertolongan akibat kekurangan peralatan medis dan obat-obatan sebagai dampak diputusnya listrik oleh Israel. “Ia seorang ikon Palestina dan ia akan terus dikenang demikian. Kami sudah berusaha untuk mengevakuasinya ke Mesir tapi kemudian pos penyeberangan Rafah diblokade (Israel) dan kondisinya terus memburuk,” ungkap seorang kerabatnya kepada Paltoday TV, dilansirMiddle East Eye, Jumat (14/6/2024).

  • Enam Olimpiade yang Direcoki Boikot (Bagian I)

    ISU boikot menghantui Olimpiade Paris 2024 yang mengusung slogan OUVRONS grand les jeux (Olahraga terbuka lebar). Salah satu yang jadi perhatian, soal keikutsertaan Rusia dan Belarusia, serta negara Zionis Israel di pesta olahraga terbesar yang edisi ke-33 (26 Juli-11 Agustus 2024) tersebut. Terkait Belarusia dan Rusia, Komite Olimpiade Internasional (IOC) sendiri yang merekomendasikan sejumlah federasi olahraga untuk mengeluarkan larangan bertanding bagi atlet-atlet Belarusia dan Rusia, imbas invasi Rusia ke Ukraina sejak 2022. Sejumlah kontingen, seperti Denmark, Finlandia, Islandia, Swedia, Polandia hingga Ukraina, sempat mengancam akan memboikot Olimpiade Paris 2024. Akhirnya ditetapkan para atlet Rusia dan Belarusia tetap diperbolehkan bertanding sebagai atlet individu berstatus netral tanpa identitas nasional. Sedangkan soal Israel, beberapa kontingen asal dunia Arab, bahkan sejumlah politisi sayap kiri Prancis juga menyerukan sanksi larangan kepada kontingen dan atlet Israel. Negara zionis itu tak bergeming kendati seluruh dunia mengecam aksi-aksi genosidanya terhadap Palestina sejak Oktober 2023.

  • Enam Olimpiade yang Direcoki Boikot (Bagian II)

    KENDATI Israel ramai dikecam akibat aksi genosidanya di Palestina dan seruan boikot terhadap kontingennya di Olimpiade Paris 2024 mengemuka, International Olympic Committe (IOC) tutup mata dan telinga. Kontingen Israel diistimewakan dengan dibolehkan mengusung benderanya. Perlakuan berbeda diterima kontingen Rusia, di mana atlet-atletnya hanya dipaksa berstatus negara netral tanpa boleh mengusung bendera negaranya. “Adanya sejumlah boikot menjadi ironis tersendiri karena salah satu gagasan utama di balik olimpiade modern adalah menciptakan komunitas olahraga internasional yang bebas dan tidak akan termanipulasi politik negara,” ungkap John Horne dan Garry Whannel dalam Understanding the Olympics. Namun seruan boikot bukan kali ini saja terjadi. Dalam beberapa olimpiade musim panas modern, boikot bahkan pernah terjadi, bukan hanya seruan. Berikut beberapa Olimpiade yang direcoki boikot sejumlah partisipannya:

  • Satu Abad Olimpiade Paris

    UPACARA pembukaan Olimpiade XXXIII Paris, Prancis, pada Jumat (26/7/2024) banjir kecaman. Bukan hanya soal pengibaran bendera Olimpiade yang dikibarkan terbalik, tradisi defile kontingen atlet di stadion utama pun diganti dengan defile menggunakan perahu di Sungai Seine. Beberapa segmen hiburannya dinilai kelewatan dan sama sekali tidak menyampaikan pesan dan spirit olimpiade sebagaimana mestinya. Salah satu perkaranya adalah penampilan laiknya agenda promosi LGBTQ+ dengan diramaikan para drag queen yang memparodikan scene relijius “Perjamuan Terakhir” yang terdapat dalam lukisan karya Leonardo da Vinci. Dalam penampilan itu para drag queen memparodikan diri sebagai Yesus Kristus dan para rasul dan muridnya dalam Perjamuan Terakhir. Sejumlah pihak ramai-ramai mengutuk. Mulai dari sejumlah politisi sayap kanan Prancis, Donald Trump mantan sekaligus calon presiden Amerika Serikat, hingga Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdoğan. Jika Trump menilai penampilan kontroversial itu merupakan aib bagi olimpide, Presiden Erdoğan mengklaim tidak akan datang menghadiri event apapun di Olimpiade Paris 2024 dan akan mengadukan pelecehan agama itu ke Paus Fransiskus.

  • Kemenangan Tak Terduga Atlet Kanada di Olimpiade Los Angeles 1932

    DUNCAN McNaughton sukses menorehkan sejarah bagi Kanada dalam Olimpiade 1932 di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu atlet yang berhasil meraih medali emas. Kemenangan McNaughton semakin dramatis karena, selain tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik, ia juga pada awalnya tidak dilirik untuk bergabung dalam kontingen Kanada yang akan berlaga di pesta olahraga terbesar di dunia itu. McNaughton memang bukan atlet yang buruk, tetapi kemampuan dan prestasinya di nomor lompat tinggi dianggap kurang mentereng. Oleh karena itu, namanya tidak berada dalam daftar teratas atlet-atlet yang diperkirakan memiliki prospek besar meraih medali di Olimpiade. Kendati demikian, atlet kelahiran Cornwall, Ontario, Kanadatahun 1910 itu tak putus asa. McNaughton mencoba meyakinkan sejumlah pihak yang meragukan kemampuannya. Menurut Ellen Galford dalam X Olympiad, salah satu cara yang dilakukan McNaughton adalah dengan meyakinkan mereka bahwa ia akan menjadi anggota tambahan yang sangat murah untuk kontingen Kanada.

  • Kontroversi Identias Gender Atlet di Olimpiade

    ATLET Aljazair Imane Khelif yang bertanding dalam cabang tinju Olimpiade Paris 2024 menjadi sorotan publik dunia. Kontroversi muncul ketika Khelif mengalahkan petinju Angela Carini dari Italia di babak 16 besar kelas welter putri hanya dalam waktu 46 detik. Ini kemudian memunculkan pro dan kontra, sebab tak sedikit orang yang meragukan identitas gender Khelif karena kekuatannya dianggap seperti pria. Kontroversi itu mendorong sejumlah pihak angkat bicara. Pihak Aljazair membantah tudingan yang menyebut Khelif bukan wanita. Juru bicara International Olympic Committee (IOC), Mark Adams juga menegaskan bahwa tidak ada catatan mengenai transgender dalam riwayat sang atlet. Khelif sendiri menegaskan bahwa dia adalah wanita tulen. Pro dan kontra terkait jenis kelamin Khelif membuat Carini buka suara. Dia meminta maaf kepada Khelif atas kontroversi yang muncul setelah keduanya bertanding. Keraguan terhadap identitas gender atlet wanita bukan kali ini saja terjadi. Di masa lalu, sejumlah atlet seperti Stella Walsh dan Helen Stephens juga pernah menjadi sorotan publik karena penampilan serta keahliannya di lapangan dianggap seperti laki-laki.

  • Kampung Atlet Olimpiade dari Masa ke Masa

    OLIMPIADE Paris 2024 resmi berakhir seiring upacara penutupannya pada Minggu (11/8/2024). Tetapi kampung atletnya masih sibuk akan beragam aktivitas, mengingat akan kembali jadi akomodasi para atlet di Paralimpiade Paris 2024 (28 Agustus-8 September 2024). Kampung atlet olimpiade di Paris yang terletak di kawasan Saint-Denis, île-Saint-Denis, dan Saint-Ouen, dibangun mulai 2019. Mengutip laman resmi olimpiade, kampung atletnya bisa menampung 14.250 atlet olimpiade dan sekitar 8 ribu atlet paralimpiade. Tidak hanya mengakomodir tempat-tempat peristirahatan, kampung atlet Paris 2024 juga dilengkapi satu hotel elit, satu residence pelajar, taman-taman nan cantik dengan total luas 10 hektare, serta sejumlah bangunan perkantoran dan layanan jasa umum untuk memenuhi kebutuhan para atletnya. Meski begitu, kampung atletnya masih jauh dari sempurna. Terutama bagi kebutuhan atlet. Salah satu problem yang dihadapi adalah ketiadaan penyejuk ruangan di setiap kamarnya. Bahkan, kontingen Indonesia harus membawa AC portable sendiri agar para atlet nyaman beristirahat di kamar.

  • Pencemaran Sungai Seine yang Mengkhawatirkan

    AGENDA uji coba cabang renang marathon Olimpiade Paris 2024 di Sungai Seine tetap dihelat pada Rabu (7/8/2024). Padahal, dua hari sebelumnya sejumlah atlet cabang triathlon jatuh sakit usai berlaga di sungai legendaris itu. Selain jadi salah satu venue dalam rangkaian defile atlet pada upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024, Sungai Seine juga jadi venue untuk dua cabang: triathlon (relay renang 1,5 km; sepeda 40 km; dan lari 10 km) pada 31 Juli-5 Agustus 2024 dan renang marathon pada 8-9 Agustus 2024. Namun polusi bakteri E. coli (Escherichia coli) akibat kontaminasi tinja manusia dan hewan memicu kekhawatiran banyak pihak sejak sebelum digelarnya Olimpiade Paris 2024. Pemerintah Kota Paris sebagai host mengaku sudah berupaya melakukan pembersihan dengan menggelontorkan dana mencapai 1,4 miliar euro pada 2018, jauh sebelum olimpiade digelar. Bahkan, Walikota Paris Anne Hidalgo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sesumbar dengan janji berenang di Sungai Seine untuk membuktikan kualitas airnya sudah baik. Pada 17 Juli 2024, sembilan hari pra-upacara pembukaan, Walikota Hidalgo menunaikan janjinya mencemplungkan diri ke Sungai Seine. Sementara, Presiden Macron masih sekadar jadi janji manis.

  • Saat Sungai Seine Berwarna Merah

    OLIMPIADE modern ke-33 yang digelar di Paris, Prancis resmi dibuka pada Jumat (26/7/2024). Untuk pertamakalinya, rangkaian upacara pembukaan olimpiade dihelat di luar stadion, tepatnya di Alun-Alun Jardins du Trocadéro dan Sungai Seine, tempat ratusan kontingen berdefile dengan perahu. Terlepas dari kontroversi glorifikasi kaum LGBT dengan aksi berbau penghinaan terhadap parodi “Perjamuan Terakhir”, seremoni defile para kontingen juga jadi sorotan. Selain kontingen Israel dicemooh penonton dan kontingen Palestina mendapat aplaus, kontingen Aljazair menabur bunga mawar ke Sungai Seine. Dari atas perahunya, para anggota kontingen Aljazair melambaikan tangan kepada penonton dan mengibarkan benderanya sekaligus melemparkan mawar-mawar merah yang mereka bawa ke sungai. Aksi itu dilakukan untuk menghormati para martir Aljazair dan massa pro-kemerdekaan Aljazair yang jadi korban Pembantaian Paris pada 62 tahun lampau yang jenazah-jenazahnya dibuang di Sungai Seine.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page