Hasil pencarian
Cari di situs ini
10064 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Pengawal Raja Charles Melawan Bajak Laut
BARU juga dua minggu Mayor Just Jean Étienne Roy (1794-1871) pulang dari Solo, tugas baru sudah datang padanya. Bersama satu batalyon dari resimennya, Mayor Roy dikirim ke Belitung. Misinya: melawan bajak laut. Buku Gedenkschrift Koninklijk Nederlands-Indisch Leger 1830-1950 menyebut tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) dikirim untuk misi tersebut pada 1835. “Saya menerima perintah itu dengan senang hati, setidak-tidaknya menyelingi kehidupan monoton yang saya jalani sejak tiba di Pulau Jawa,” aku Mayor Roy, yang sudah dua tahun bertugas di Solo, dalam Quinze Ans De Séjour À Java (1861) yang dikutip Bernard Dorleans dalam Orang Indonesia dan Orang Perancis. Pengiriman pasukan ke daerah yang merupakan sarang bajak laut itu dilatari oleh perampokan dua kapal pemerintah oleh bajak laut. Tak hanya merampok isi kapal, awak kapal dan tentara yang ikut kapal pun juga dihabisi. Para perompak kapal itu menurut Mayor Roy adalah orang Melayu pemberani.
- Bajak Laut Tobelo
TIGA orang suku Tobelo Dalam atau Togutil yang keluar dari hutan tempat mereka hidup untuk menyambangi sebuah pertambangan di Kaorehe, Pulau Halmahera, menjadi berita viral. Mereka disebut O’Hongana Manyawa (orang yang mendiami hutan), berpakaian sangat sederhana layaknya tribal dari masa lalu. Hidup ketiganya tampak terganggu dengan banyaknya pembukaan hutan. “Sebagian orang mungkin beranggapan ini kejadian biasa, bahkan jadi tontonan menarik. Namun bagi saya, ada sesuatu yang tidak benar di sini. Ya, mereka kehilangan habitat penting itu yang sekian tahun lamanya menopang hidup mereka, habitat yang mereka pertahankan sebagai rumah dan karena itu, habitat tersebut berkontribusi terhadap kelangsungan hidup manusia dan ekosistem lainnya,” ujar Munadi Kilkoda, aktivis masyarakat adat di Maluku Utara, dikutip news.detik.com, 27 Mei 2024. Suku Tobelo adalah penghuni sisi utara Pulau Halmahera, Maluku Utara. Sisi utara Halmahera berseberangan dan dekat dengan Pulau Morotai. Di antara orang Morotai sendiri ada yang merasa bahwa mereka adalah keturunan Tobelo.
- Mengejar Perahu Layar
DULU ada balap perahu yang menjadi tradisi tahunan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Perahu-perahu layar yang membawa muatan saling adu cepat dan kelincahan di lautan lepas untuk mencapai garis finis. Perlombaan ini eksis pada 1960-an dan pernah dihidupkan kembali pada 1990-an. Gagasan mengadakan perlombaan perahu layar timbul di kalangan pengurus Persatuan Olahraga Perairan Indonesia (Peropi) pada 1959. Peropi, yang didirikan tahun 1956, adalah organisasi payung untuk menyatukan dan mengembangkan seluruh cabang olahraga air di Indonesia. Saat itu Peropi diketuai oleh Mayjen Hidajat, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Karena beragam kendala, gagasan tersebut tak bisa direalisasikan tahun itu. Maka, “Peropi menugaskan salah satu anggotanya, yaitu Brigjen A. Saleh untuk menyelenggarakannya pada tahun 1960,” catat buku Perlombaan Perahu Lajar Pinisi, 17 Augustus 1960-1961, yang diterbitkan Departemen Perhubungan Laut tahun 1960.
- Gelar Juara Dunia yang Tak Disangka
ENAKNYA jadi atlet zaman sekarang, prestasi berbanding lurus dengan bonus. Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan yang belum lama ini menjuarai Kejuaraan Dunia di Basel Swiss, 19-25 Agustus 2019, langsung diguyur bonus oleh Menpora Imam Nahrowi masing-masing Rp240 juta. Nasib keduanya jelas berbeda dari pasangan Christian Hadinata/Ade Chandra kendati beban yang harus dipikul untuk menjadi juara sama beratnya. Tiada guyuran bonus untuk Christian/Ade setelah juara dunia 39 tahun silam. “Hadiahnya ya medali emas saja sama ucapan terimakasih. Kayak langit dan bumi seperti sekarang. Makanya saya sering guyon, saya lahirnya ‘kecepetan’,” kata Christian kepada Historia.
- Torehan Medali Olimpiade dari Sabetan Raket
SKUAD tim nasional Indonesia yang turun pada cabang bulutangkis Olimpiade Paris 2024 sudah menggelar proses adaptasi dan latihan perdananya di Chambly Maville pada Senin (15/7/2024). Cabang bulutangkis sendiri memulai event-nya di Porte de la Chapelle alias Adidas Arena pada 27 Juli 2024 atau sehari pasca-upacara pembukaan. PBSI (federasi bulutangkis Indonesia) sendiri mengirim sembilan pendekar raketnya. Mereka akan turun di lima nomor untuk bertarung memperebutkan medali emas dengan 163 pebulutangkis dari 48 kontingen negara lain, baik di event individu maupun beregu. Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting akan jadi andalan kontingen Merah-Putih di nomor tunggal putra. Sedangkan di nomor tunggal putri, hanya diwakili Gregoria Mariska Tunjung. Untuk nomor ganda putra, diperkuat pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan di nomor ganda putri diisi Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Tarakhir di nomor ganda campuran, wakilnya duet Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
- Katie dan Margaret yang Berjasa dalam Riset Antariksa
KATIE Bouman membuat gebrakan. Berkat algoritma yang disusunnya, foto lubang hitam bisa terwujud pertamakali dalam sejarah. “Saya sangat senang akhirnya kami dapat membagikan apa yang telah kami kerjakan selama beberapa tahun terakhir. Gambar yang ditampilkan hari ini adalah kombinasi dari gambar yang dihasilkan oleh berbagai metode,” tulis Katie dalam akun Facebook-nya. Gambar yang dirilis NASA menunjukkan bayangan lubang hitam supermasif di pusat galaksi Messier 87 (M87), sebuah galaksi elips berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Lubang hitam M87 punya masa 6,5 miliar lebih berat dari Matahari. Pengambilan foto lubang hitam tersebut menggunakan delapan teleskop radio (Event Horizon Telescope, EHT). Kedelapan teleskop tersebar itu berada di Hawaii, Meksiko, Arizona, Sierra Nevada Spanyol, Gurun Atacama Chili, dan Antartika. Semuanya beroperasi secara bersamaan untuk menagkap foto lubang hitam. Katherine Louise Bouman lahir di Indiana, 9 May 1989. Ahli komputer itu menyelesaikan studi doktoralnya di Massachusetts Institute of Technology (MIT). The Guardian menyebut, Katie bergabung dengan tim proyek penyusunan algoritma enam tahun lalu, ketika usianya masih 23 tahun. Ia duduk sebagai peneliti muda, mengembangkan alogaritma untuk menyusun data dari teleskop menjadi satu gambar yang koheren.
- Beta di Langit Indonesia
AWAL Juli 1959, penduduk Kepulauan Alor geger setelah munculnya kawanan manusia ajaib: tinggi rata-rata 1,8 meter, berkulit merah, berpakaian biru tua lengan panjang, dengan tangan menggenggam tongkat dari logam. Di Pulau Pantar, enam manusia ajaib itu bahkan memeriksa rumah-rumah penduduk yang ketakutan dan menculik seorang anak berusia enam tahun. Anak itu berhasil ditemukan tapi tak bisa mengingat apapun yang terjadi. Kesatuan polisi di bawah Komandan Polisi Alwi Alhadad pun bergerak. Mereka bertugas menangkap orang-orang tersebut di tempat mereka biasa muncul, yakni di hutan sebelah timur Kalabahi. Pada tepat tengah malam, kawanan manusia ajaib itu muncul. Polisi yang panik mulai menembak. Ketika situasi mereda mereka dibuat keheranan. Tak ada sesosok jenazah, bahkan setetes darah pun yang tercecer; hanya pohon-pohon yang berlubang. Tak lama setelah peristiwa penyergapan tersebut, penduduk Kepulauan Alor melihat sebuah benda berwarna putih bergemerlapan terbang dengan cepat dari arah barat ke timur.
- Ada Apa di Area 51?
SUDAH beberapa dekade belakangan umat manusia penasaran dengan makhluk dari angkasa luar yang tenar disebut alien. Disinyalir, bukti pesawat alien tersimpan dalam sebuah fasilitas rahasia Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS) yang populer disebut Area 51. Fasilitas “super” rahasia ini diserbu ribuan penggila alien dari seluruh dunia pada 20-22 September 2019. Los Angeles Times Minggu (22/9/2019) melaporkan, sekira tiga ribu orang berkemping, trekking, berpesta dengan harapan bisa melihat dan bertemu alien di sekitar fasilitas yang berdekatan dengan Kota Hiko di Negara Bagian Nevada itu. Ribuan enthusiast itu tak hanya dari segenap penjuru Amerika, melainkan juga dari Prancis, Jerman, Rusia, Peru, Swedia, hingga Australia. Mereka datang gegara menanggapi posting-an lelucon seorang netizen, Matty Roberts, di Facebook pada 27 Juni 2019. Ia mengunggah ajakan bertajuk, “Storm Area 51, They Can’t Stop All of Us”. Posting-annya mengglobal hingga memicu respon “going” dari dua juta orang.
- Independensi yang Memihak
MOCHTAR kecil terhenyak menyaksikan tiga kuli kontrak perkebunan dicambuk. Kendati sudah dilarang, ia nekat memanjat pohon, supaya bisa melihat langsung hukuman badan yang dipimpin oleh ayahnya itu. “Perlakuan kejam itu meninggalkan bekas pada saya dan menyebabkan trauma,” kata Mochtar seperti dikutip David T. Hill dalam buku ini. Hukuman tersebut menjadi pengalaman awal dari kepeduliannya terhadap hak asasi manusia dan bertumbuhnya kepedulian sosial dalam dirinya. Tapi memang Mochtar berbeda sejak kecil. Saat anak-anak lain lebih suka bermain dalam aktivitas fisik, Mochtar memilih menyendiri. Menenggelamkan diri ke dalam buku-buku bacaan. Berpuluh tahun kemudian, jalan takdir membawanya menjadi seseorang di atas panggung sejarah di Indonesia. Mochtar Lubis dikenal sebagai wartawan terkemuka, pemimpin redaksi surat kabar Indonesia Raya, sastrawan yang sangat produktif, salah satu penentang Sukarno di masa demokrasi terpimpin, antikomunis yang gigih, dan pengikut setia Sutan Sjahrir.
- Mak Wok, Pemeran Film Sepanjang Zaman
SAAT ini sangat langka pemain pendukung di dalam sebuah film bisa dikenal publik. Dahulu ada Wolly Sutinah yang terkenal dengan nama Mak Wok. Mak Wok bermain di banyak film, dengan peran sebagai pemain pendukung, tapi dikenal luas para penggemar film dan dunia hiburan tanah air. Bahkan orang-orang masih mengenangnya hingga kini. Mak Wok lahir dengan nama Sutinah di Magelang pada 17 Juli 1915. Kedua orangtuanya seniman opera (sandiwara), yang masuk-keluar perkumpulan-perkumpulan opera dan kerap manggung dari satu kota ke kota lainnya.
- Bumi Manusia dalam Film
BUMI Manusia, novel pertama dari Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer, diangkat ke layar lebar. Film ini disutradarai Hanung Bramantyo, naskah skenario oleh Salman Aristo, dan diproduksi Falcon Picture. Film ini tayang di bioskop mulai 15 Agustus 2019. Rencana pembuatan film itu sempat menimbulkan kegaduhan nasional. Banyak orang seakan tak rela mahakarya Pramoedya itu disutradarai oleh Hanung. Apalagi tokoh utama dalam Bumi Manusia, yaitu Minke, diperankan oleh Iqbaal Ramadhan yang namanya melambung setelah memerankan film Dilan 1990. Hanung memang beberapa kali membuat film sejarah, seperti Sang Pencerah (KH Ahmad Dahlan, 2010), Soekarno (2013), dan RA Kartini (2016). Namun, karya-karyanya itu menuai kritikan, bahkan film terakhirnya, Benyamin Biang Kerok, diprotes masyarakat Betawi. Film-filmnya yang lain juga memicu kontroversi. Namun, Hanung tak jera.





















