top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kerikil Bernama Nobby Stiles

    KECIL-kecil cabe rawit. Walau posturnya cilik, sosok Nobby Stiles acap jadi batu kerikil yang menyusahkan para pemain lawan. Bersama Sir Bobby Charlton, ia jadi legenda dengan catatan unik yang belum bisa disamai pemain Inggris manapun, hingga akhir hayatnya. Stiles menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya pada Jumat (30/10/2020) di usia 78 tahun. Selain mengalami demensia atau penyakit penurunan daya ingat, Stiles mengidap kanker prostat. “Keluarga Stiles dengan bersedih menyampaikan bahwa Nobby Stiles meninggal dalam damai dikelilingi keluarganya setelah lama menderita sakit. Kami meminta pengertian dan privasi di masa-masa duka ini,” demikian pernyataan keluarga, disitat ITV, Jumat (31/10/2020).

  • Mula Haji Nusantara

    LUDOVICO di Varthema, orang Roma pertama yang mengunjungi Makkah dan menuliskan kesan-kesannya. Dengan menyaru sebagai muslim, dia ikut kafilah besar Mamluk dari Damaskus. Mereka tiba di Makkah pada 18 Mei 1503. Varthema melihat para jemaah haji dari kepulauan Nusantara, yang dia sebut “India Timur Kecil”, sebuah catatan awal tentang keberadaan jemaah haji dari Nusantara. “Kita tidak mempunyai bukti tentang kehadiran jemaah haji Nusantara sebelum Varthema di Makkah,” tulis Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jemaah haji yang dijumpai Varthema itu, menurut M. Shaleh Putuhena, Guru Besar Sejarah dan Kebudayaan UIN Alauddin Makassar, barangkali orang-orang Nusantara yang pertama menunaikan ibadah haji.

  • Pesawat CIA dalam PRRI/Permesta

    PADA 12 Maret 1958, Lenan Kolonel Sukendro, kepala intelijen Angkatan Darat, menunjukkan kepada para wartawan bukti-bukti pesawat DC-4 yang menjatuhkan senjata bagi pemberontak PRRI/Permesta. Pesawat lain yang mengangkut persenjataan mendarat di Manado. Pemerintah pusat mengetahui nama pilot dan nomor pesawat itu. Foto-foto pesawat yang mendrop senjata itu dipamerkan di Departemen Penerangan. “Dia juga menuduh –dengan tepat– para pemberontak telah membeli sebuah pesawat DC-4, tetapi dia tidak mengetahui bahwa CIA-lah pemilik CAT yang bermarkas di Taiwan dan menjual pesawat itu dengan harga murah, yang sangat mungkin diatur Soemitro Djojohadikusumo,” tulis Audrey R. Kahin dan George McT. Kahin dalam Subversi Sebagai Politik Luar Negeri: Menyingkap Keterlibatan CIA di Indonesia. Menurut Audrey dan George, Taiwan di bawah pimpinan Chiang Kai-shek sangat penting bagi Amerika. Taiwan merupakan jalur utama Amerika untuk menyalurkan peralatan perang kepada para pemberontak di Sumatra dan Sulawesi. Taiwan juga menjual persenjataan tambahan dan menyediakan sejumlah pilot serta instruktur artileri untuk pasukan pemberontak. Banyak anggota tentara PRRI/Permesta dikirim untuk mendapatkan pelatihan dalam menggunakan senjata dan peralatan komunikasi ke Taiwan, Okinawa, dan Saipan.

  • Alkisah Kertas Tua dari Kastil Batavia

    SELEMBAR kertas tua tampak diletakkan di atas alat pemindai. Sejurus kemudian alat tersebut bekerja, merekam lembaran kertas tua menjadi sebuah gambar digital yang tersimpan di dalam komputer. Tak hanya selembar, ada ribuan lembar kertas tua yang sedang dan telah didigitalisasi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Ribuan lembar kertas tua rapuh itu berasal dari abad 17 sampai dengan 18, berbahasa Belanda lama dan ditulis tangan. Hampir semua informasi di dalamnya memuat keterangan tentang aktivitas Vereeniging Oostindie Compagnie (VOC), kompeni dagang Belanda di wilayah Nusantara. Sebagai bekas wilayah pusat kegiatan VOC yang terluas, Indonesia mewarisi berlimpah arsip yang apabila diletakkan dalam posisi berdiri berjajar, panjangnya bisa mencapai 2,5 kilometer. Direktur Pengolahan Arsip ANRI Azmi mengatakan kekayaan arsip VOC di Indonesia melebihi jumlah arsip VOC yang ada di Belanda.

  • Soeharto Tidak Percaya Kahar Muzakkar

    DI MASA revolusi, siapapun tidak ada yang benar-benar aman. Bahkan, tentara sekalipun. Hal itulah yang dialami Mayor Soekardi. Suatu hari, kepala Bagian Keuangan di sebuah resimen tentara di Yogyakarta itu dirampok dan dibunuh. Dari pemeriksaan kemudian diketahui, pelakunya adalah Sersan Mahmud dan teman-temannya dari Pasukan 1001 Brigade Seberang, yang pernah dipimpin Mayor Andi Mattalata. Brigade Seberang, yang berisi orang-orang Sulawesi Selatan atau Sulawesi Utara yang berjuang di ibukota Yogyakarta, dekat pula dengan Letnan Kolonel Kahar Muzakkar. Setelah ditangkap, para pelaku diperiksa oleh Kapten Frits Runtunuwu dan Kapten Felix Tuyuh sebagai komandan dan wakil komandan Sektor 1. Pelaku kemudian dipecat dan ditugaskan menyusup ke Kalimantan untuk membangun kekuatan RI di sana. Frits dan Felix juga kemudian ditugaskan ke Sulawesi membangun kekuatan RI.

  • Berkaca pada Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta

    PERAYAAN HUT RI ke-76 tampaknya tak akan dimeriahkan perlombaan-perlombaan gembira seperti tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 bakal mewarnai peringatan 17-an nanti dengan “perlombaan” bertahan hidup rakyat Indonesia, terutama kelas menengah-bawah. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 melanda dua tahun silam, perekonomian rakyat kecil paling terdampak. Terlebih sejak pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juli 2021, sementara bantuan sosial yang mestinya mereka terima carut-marut entah siapa yang mencatut. Kendati tidak akan sepenuhnya mengatasi masalah, tidak ada salahnya kita kembali menengok pemikiran ekonomi kerakyatan Bung Hatta, yang bulan ini sedang diperingati hari kelahirannya. Pemikiran ekonomi kerakyatan yang divisikan Bung Hatta masih sangat relevan untuk diteladani generasi muda dan para pengambil kebijakan saat ini.

  • Bangsawan Jawa Memilih KNIL

    PADA masa pendudukan Jepang, para tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger) ditahan. Kendati jadi tawanan perang, mereka masih disuruh melakukan apel (upacara) tiap hari. Para perwira yang ditawan bahkan masih harus memimpin prajurit bawahannya untuk apel. Setidaknya itu dilakukan hingga tahun 1945. Masa penawanan membuat disiplin para prajurit menjadi longgar. Poerbo Soemitro, seorang tawanan bekas letnan satu KNIL dan masih keturunan bangsawan Jawa, ditugaskan memimpin apel pada suatu pagi. Keributan kecil terjadi karena seorang sersan KNIL datang terlambat sambil berceloteh tak jelas.

  • Mantan KNIL yang Menolak Masuk TNI

    KONFERENSI Meja Bundar di Den Haag, Belanda, juga membahas nasib anggota Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL), yang akan bubar pada pertengahan 1950 setelah pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949. Anggota KNIL diberi kesempatan masuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tawaran itu disambut gembira bahkan oleh orang-orang Indo. Namun, ada pula yang menolaknya. Anggota KNIL yang menolak tawaran itu ikut ke Negeri Belanda atau ditugaskan ke daerah koloni Belanda lain. Di antara mereka kemudian ada yang terlibat kekacauan pada paruh pertama tahun 1950, seperti Peristiwa Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung, Peristiwa Andi Azis di Makassar, Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon dan sekitarnya, kekacauan kecil di Balikpapan yang melibatkan Batalion Andjing NICA, dan penyerangan Bioskop Rex di Malang. Pelaku kerusuhan-kerusuhan itu adalah anggota KNIL dari Ambon. Golongan yang dikecewakan di awal revolusi kemerdekaan Indonesia.

  • Romusha Jadi Serdadu KNIL

    SEBUAH desa di utara rel kereta api, Bagelen, Purworejo, menjadi salah satu daerah asal romusha (pekerja paksa) untuk kepentingan militer Jepang. Kepala desanya, Menten, memilih siapa saja warganya yang akan diberangkatkan sebagai romusha ke luar daerah. Penunjukan itu sulit ditolak. Di antara warga yang terpilih terdapat seorang suami yang belum lama kawin. Tentu saja ia berat meninggalkan istri di masa sulit itu. Bahan pangan dan sandang sangat sukar didapat. Mau tak mau ia harus meninggalkan istrinya. Warga mencurigai Menten mendapat uang dari Jepang sebagai imbalan merekrut romusha. Beberapa tahun setelah pengiriman romusha, Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Menten menghilang dari desanya. Ia takut diamuk massa karena Jepang tak melindunginya lagi.

  • Bekas KNIL di Jawa Timur Dikirim Perang

    MAU tak mau anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus menerima kenyataan masuknya bekas tentara Koninklijk Nederlandsche Indische Leger (KNIL) ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Ini konsekuensi dari kesepakatan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949. Padahal, KNIL adalah lawan TNI pada masa revolusi kemerdekaan 1945–1949. Divisi I APRIS di Jawa Timur, sebelum bernama Brawijaya, juga menampung bekas KNIL. Buku Sam Karya Bhirawa Anoraga menyebut serah terima pasukan dari KNIL ke APRIS terjadi dari Maret hingga Juni 1950. Ketika masuk APRIS, bekas KNIL mendapat kenaikan pangkat setidaknya dua tingkat. Prajurit jadi Sersan, Kopral jadi Pembantu Letnan (Ajudan), dan Sersan jadi Letnan atau Kapten. Sementara anggota APRIS dari TNI malah mengalami penurunan pangkat. Bahkan, tidak sedikit anggota TNI yang tidak diterima di APRS.

  • Katarsis Bekas KNIL yang Merindukan Tanah Kelahiran

    WAJAHNYA kusam ditumbuhi jenggot rimbun tak terawat. Pakaiannya lusuh. Tidurnya pun tak pernah tenang. Moses (diperankan Alex Lekatompessy), lelaki itu, terbangun dengan keresahan. Orang-orang dalam mimpinya mulai menghilang seiring sayup-sayup terdengar lantunan lagu lawas yang memancing kerinduannya akan tanah kelahiran. Beta ingin mau pulang, ke Amboina e Pulang ke kampungku di Maluku Beta ingin mau pulang ke Amboina e Di tengah lautan, lautan teduh Orang-orang dalam mimpinya seakan nyata. Lantunan itu pun terus terngiang meski Moses mulai tersadarkan. Akan tetapi ingatan akan kampung halamannya tak datang sendirian. Stres, depresi, dan trauma mengikutinya dan mengkristal menjadi rasa sakit yang tak terperikan.

  • Bekas KNIL Masuk APRIS di Jawa Tengah

    SERAH terima pasukan terjadi di Jawa Tengah pada Juni 1950. Dalam acara yang berlangsung 15 menit itu, Indonesia diwakili Panglima Divisi III Kolonel Gatot Subroto. Sementara pihak Belanda diwakili Komandan Teritorial Belanda di Jawa Tengah Kolonel Van Zanten. Serah terima pasukan itu sebagai konsekuensi dari Konferensi Meja Bundar yang membuat Indonesia menerima bekas KNIL ke dalam APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat). Koran De Locomotief, 23 Juni 1950, menyebut dua kompi infanteri KNIL masuk ke dalam APRIS. Dua kompi itu dipimpin bekas Sersan Mayor KNIL De Jong, yang setelah masuk APRIS, menjadi Letnan Satu. Selain dua kompi infanteri itu, satu pasukan musik KNIL juga bergabung ke dalam APRIS. Kapelmeester (komandan pasukan musik), Sersan Mayor KNIL Atta Kwassie, mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Dua. Acara itu ditutup dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page