top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10077 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Libur Puasa Anak Sekolah Zaman Belanda

    SABAN datang bulan puasa, anak sekolah kebagian jatah libur cukup banyak. Mereka libur pada jelang puasa sampai hari-hari awal puasa. Kemudian mereka masuk sekolah lagi beberapa hari. Mereka kembali libur ketika dekat lebaran sampai seminggu lepas lebaran. Bagaimana sejarahnya? Libur puasa anak sekolah bermula ketika sistem pendidikan modern masuk ke Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Sistem ini garapan pemerintah kolonial dan berada di bawah naungan Departemen Pendidikan, Agama, dan Kerajinan yang kemudian berubah jadi Departemen Pendidikan dan Agama pada 1912.

  • Boedi Oetomo di Bulan Puasa

    BOEDI Oetomo didirikan oleh para pelajar STOVIA (Sekolah Dokter Pribumi) di Batavia pada 20 Mei 1908 . Ia disebut sebagai organisasi modern pertama sehingga tanggal pendiriannya, 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sebulan kemudian, Soewarno, sekretaris Boedi Oetomo, mengumumkan pendirian Boedi Oetomo di koran Bataviaasch Nieuwsblad. “Dalam pernyataannya yang pertama ini Soewarno mengumumkan bahwa sidang umum (kongres, red.) pertama Boedi Oetomo akan diselenggarakan pada bulan puasa (Oktober) di Yogyakarta,” tulis sejarawan Akira Nagazumi dalam Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo, 1908-1918.

  • Letusan Gunung Tambora Musnahkan Dua Kerajaan

    BARU sehari masuk bulan Jumadilawal. Subuh tak kunjung benderang tatkala petaka menyembur dari dalam Tanah Bima. Seakan meriam perang tengah diletuskan. Batuan dan hujan abu seperti dituang. Tiga hari dua malam tak berkesudahan. Ketika tiba terang, tampaklah rumah dan tanaman rusak seperti diterjang perang. Gunung Tambora telah membawa tamat bagi dua negeri: Tambora dan Pekat. Dari penuturan naskah Bo’ Sangaji Kai itu bisa dibayangkan letusan Gunung Tambora seakan kiamat khususnya bagi Kerajaan Tambora dan Pekat. Penyebabnya, menurut naskah itu akibat tindakan jahat Sultan Tambora, Abdul Gafur. Malapetaka baru berakhir berkat orang bersembahyang. Namun, kemelaratan, kelaparan, dan penyakit tak bisa tertolong.

  • Gunung Tambora Meletus dalam Naskah Kuno

    BEBERAPA naskah kuno menyebutkan Gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, meletus lantaran Abdul Gafur, raja kerajaan Tambora, melakukan kelalaian. Dia memerintahkan pembunuhan seorang warga keturunan Arab dengan alasan telah menghina kerajaan. Dalam Syair Kerajaan Bima karya Khatib Lukman, sebagaimana termuat dalam Kerajaan Bima dalam Sastra dan Sejarah karya Henri Chambert-Loir, orang yang dibunuh itu bernama Haji Mustafa. Syair yang ditulis sekitar tahun 1830 itu mengisahkan tentang Haji Mustafa yang segala permintaannya selalu dikabulkan Allah karena dirinya pernah mengunjungi Baitullah. Penduduk setempat meyakininya sebagai orang keramat.

  • Tambora Disangka Letusan Meriam Nyi Roro Kidul

    GUNUNG Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mulai meletus pada 5 April 1815. Lahar menyelimuti permukaan gunung dan bergerak menyapu desa-desa di sekitarnya. Abu vulkanik menyebar sampai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, diikuti hujan abu seminggu kemudian. Kala itu, mereka yang berada di pulau lain hanya bisa bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Laporan dari petugas kolonial di Makassar, Maluku, dan Jawa senada menyebutkan bahwa pada 5 April 1815 terdengar suara tembakan meriam dari seberang lautan, tetapi tak diketahui dari mana asal-usulnya.

  • Siapakah Sebenarnya Nyi Roro Kidul?

    NYI Roro Kidul telah hidup lama dalam ingatan masyarakat Jawa. Ia disebut memiliki hubungan dengan para raja Jawa. Konon, setiap penobatan raja Jawa sekaligus ritual pernikahan mistis dengan Ratu Pantai Selatan itu. Siapa sebenarnya Nyi Roro Kidul? Asal usulnya ada beberapa versi. Antropolog Robert Wessing dalam “A Princess from Sunda: Some Aspects of Nyi Roro Kidul,” Asian Folklore Studies Vol. 56 tahun 1997, menyatakan bahwa Ratu Kidul ini mulanya adalah putri dari Kerajaan Galuh, sekira abad 13. Ada pula versi yang menyebut dia adalah keturunan penguasa Pajajaran. Kemudian ada yang mengatakan dia keturunan Raja Airlangga dari Kahuripan, bahkan masih ada yang mengaitkannya dengan Raja Kediri Jayabaya.

  • Wiji Thukul di Mana Rimbanya?

    WAHYU Susilo berdiri tegak di muka panggung. Melipat tangan kirinya ke punggung tetapi mantap memegang sebuah catatan di tangan kanannya. Dengan ekspresi tegar ia pun melantangkan sebuah puisi di depan mikrofon. Apakah nasib kita akan terus seperti sepeda rongsokan karatan itu? Oh, tidak, dik! Kita akan terus melawan. Waktu yang bijak bestari kan sudah mengajari kita. Bagaimana bertahan menghadapi derita. Kitalah yang akan memberi senyum kepada masa depan. Jangan menyerahkan diri kepada ketakutan. Kita akan terus bergulat. Apakah nasib kita akan terus seperti sepeda rongsokan karatan itu? Oh, tidak, dik! Kita harus membaca lagi. Agar bisa menuliskan isi kepala dan memahami dunia.

  • Memberi Roh Arsitektur

    TERPESONA dan melihat masa depan gemilang, P.A.J. Moojen merantau ke Hindia Belanda pada Januari 1904. Sebagai seorang arsitek, dia mengamati dan mempelajari perkembangan arsitektur di Hindia Belanda. Dia bukan hanya melihat kurangnya pendidikan arsitektur dan tidak adanya arsitek, menyebut arsitek hanyalah opziter plus atau pengawas bangunan plus, tapi juga arsitektur kolonial masa itu bermutu rendah. “Arsitektur di Hindia Belanda hingga abad ke-19 hanyalah tiruan-tiruan tanpa roh atas gaya neo- Hellenisme yang tanpa jiwa. Jiplakan-jiplakan buruk dari contoh-contoh yang murung. Semuanya menjadi saksi polos yang bisu untuk abad yang tanpa rasa dan tanpa kemampuan mencipta,” tulis Moojen dalam artikel “Bouwkunst” yang dimuat Weekblad voor Indie, volume 2, 1907.

  • Cerita di Balik Pembentukan Badan Intelijen Strategis

    INDONESIA memiliki dua lembaga intelijen: BIN (Badan Intelijen Negara) dan BAIS (Badan Intelijen Strategis), selain satuan intelijen di internal lembaga penegakan hukum. BIN berakar pada Badan Istimewa yang dibentuk Zulkifli Lubis di awal Indonesia merdeka. Sedangkan BAIS merupakan hasil penggabungan beberapa satuan intelijen militer. Selain pertimbangan strategis, ternyata ada cerita menarik di balik pembentukan BAIS. Suatu hari, Kolonel Soedibyo Rahardjo mengeluh kepada temannya, Kolonel M. Arifin. Dia ingin keluar dari Sintel Hankam/ABRI yang dipimpin oleh Mayjen TNI Benny Moerdani.

  • Heinrich Himmler, Arsitek Genosida Nazi

    MUSISI Ahmad Dhani membuat lagu dan video klip “Prabowo Hatta: We Will Rock You” sebagai dukungan kepada calon presiden Prabowo Subianto. Selain Dhani, video klip tersebut dibintangi finalis Indonesian Idol: Nowela, Husein, dan Virzha. Dalam akun resmi facebook, Prabowo berterimakasih dan menyatakan “video ini semakin menambah semangat juang kami.” Namun, yang mengejutkan, dalam video itu Dhani memakain baju mirip petinggi Nazi-Jerman: Heinrich Himmler. Entah apa yang ada dalam benak Dhani ketika memilih dan memakai baju itu?

  • Ketika Arsitek Belanda Masuk Islam

    PESULAP sohor Deddy Corbuzier mengumumkan telah memeluk agama Islam pada 21 Juni 2019. Sebelumnya dia penganut Katolik. Dia berkeputusan pindah agama setelah mempelajari Islam selama hampir setahun. Kabar itu memperoleh beragam tanggapan dari khalayak. Tanggapan itu mirip dengan sikap orang-orang pada masa kolonial terhadap seorang Eropa yang masuk agama Islam. Tidak banyak orang Eropa masuk Islam di Hindia Belanda. Dua nama dapat menjadi contoh dari yang sedikit itu: Snouck Hurgronje dan Charles Prosper (C.P.) Wolff Schoemaker. Nama pertama sudah begitu sohor. Kisahnya kontroversial. Snouck seorang mata-mata pemerintah kolonial, mantan penganut Protestan, kemudian menjadi seorang muslim. Dia fasih beragam bahasa dan ilmu-ilmu humaniora sehingga berhasil duduk di kursi profesor Universitas Leiden.

  • Demonstrasi Buruh Sritex Terbesar

    PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) dan tiga anak perusahaannya (PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya) dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang pada 24 Oktober 2024. Perusahaan Sritex yang didirikan oleh Loo Kie Hian atau H.M. Lukminto berawal dari UD Sri Redjeki, sebuah kios di pasar Klewer yang berdagang tekstil sejak tahun 1966. Pada 1980, UD Sri Redjeki berubah menjadi PT Sritex yang berkantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah. Melalui kerja keras Lukminto, Sritex akhirnya memiliki pabrik pertama yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 2 Maret 1992. Hermawan Kertajaya dan Ardhi Ridwansyah dalam Local Champion menyebut Sritex kemudian menjadi pabrik tekstil terpadu terbesar di Asia Tenggara. Sritex menempati lahan 130 hektare dengan 50 gedung dan 30.000 karyawan (kini mencapai 50.000) serta memiliki 15 anak perusahaan.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page