top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Makam Firaun di Indonesia?

    SEKELOMPOK orang yang tergabung dalam Yayasan Turangga Seta mengklaim menemukan ratusan piramida yang tersembunyi di bawah bukit dan tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dua di antaranya di Gunung Lalakon, Bandung; dan di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Menurut mereka, hasil uji geolistrik –pengujian untuk mengukur resistivitas suatu batuan– menangkap keberadaan sebuah struktur batuan tak alami yang mirip dengan bangunan piramida. Dalam struktur bangunan itu ada bentuk mirip lorong atau pintu. Penemuan tersebut dianggap sebagai bukti arkeologis bahwa Atlantis terletak di Indonesia.

  • Ketika Firaun Keliling Dunia

    TAK ada firaun yang lebih terkenal ketimbang Tuthankhamun. Relik-relik dari makamnya sering keliling dunia. Membangunkan imajinasi banyak orang akan sosok firaun muda ini. Tuthankhamun memerintah Mesir selama tahun 1332-1323 SM. Ia naik takhta saat berusia 9-10 tahun, menikahi saudari tirinya (Ankhesenamun) dan punya dua anak perempuan, kemudian meninggal dunia saat berusia 18-19 tahun. Menikahi saudari perempuan adalah kebiasaan di Mesir Kuno. Ibunda Tuthankamun adalah istri dan juga saudari perempuan sang ayahandanya, firaun Amenhotep IV.

  • Di Balik Kutukan Makam Firaun

    PADA 1923, makam Tutankhamun di Lembah Para Raja Mesir untuk pertama kali ditemukan dan digali. Penelitinya adalah ahli Mesir Kuno Howard Carter dengan dukungan dana dari seorang bangsawan Inggris, Lord Carnarvon. Kutukan menyeramkan seakan menjaga makam firaun yang kerap disebut Raja Tut itu. "Kematian akan datang dengan sangat cepat kepada dia yang mengganggu kedamaian raja," tulis kutukan itu. Di ruang makam penguasa Mesir pada sekira 1333 SM yang sempit itu, mereka menemukan beragam barang berharga. Di antaranya patung-patung emas, perhiasan indah, kotak-kotak dan perahu berhias. Ada juga bahan pangan seperti roti, daging, dan keranjang kacang buncis, dan kurma. Bahkan ada karangan bunga.

  • Mengintip Isi Dapur Firaun

    PENEMUAN arkeologi telah mengungkap banyak hal tentang Mesir Kuno. Kuil-kuil fantastis, makam-makam kuno yang mengesankan, piramida-piramida yang ajaib, yang masih mampu berdiri setelah 4.500 tahun berlalu. Namun, penemuan ini juga menunjukkan makanan apa yang dikonsumsi oleh penguasa dan masyarakatnya. Misalnya, relief dinding dan makam menggambarkan persiapan makanan, peralatan memasak, dan bahan-bahan makanan. Sebagaimana dilansir History, roti dan bir adalah makanan pokok masyarakat Mesir Kuno, di samping makanan yang dihasilkan oleh tanahnya seperti bawang merah, bawang putih, lentil (kacang-kacangan), daun bawang, lobak, selada, dan timun. Magda Mehdawy dan Amr Hussein dalam The Pharaoh’s Kitchen menyebutkan, sejak periode pra-dinasti, orang Mesir Kuno mengonsumsi berbagai roti yang terbuat dari biji-bijian yang berbeda. Biji-bijian utama yang dibudidayakan orang Mesir Kuno adalah gandum emmer. Emmer merupakan sumber nutrisi yang cukup seimbang, tinggi mineral dan serat dibandingkan biji-bijian lain yang sejenis.

  • Riwayat Para Firaun di Lembah Sungai Nil

    SEJARAH Mesir Kuno mengalir selama lebih dari 3.000 tahun. Dari penyatuan dua kekuatan Mesir di utara dan selatan pada sekira 3.100 SM hingga penaklukkan oleh Alexander Agung pada 332 SM Mesir Kuno tumbuh menjadi peradaban terkemuka di kawasan Mediterania. Firaun adalah tokoh kunci dalam sejarah peradaban di lembah Sungai Nil itu. Menurut Jean Yoyotte, ahli egiptologi dari Prancis, dalam “Pharaonic Egypt: Society, Economy, and Culture” yang terbit dalam General History of Africa II: Ancient Civilizations of Africa, istilah “Firaun” berasal dari per-ao. Istilah ini pada era Kerajaan Lama bermaksud merujuk pada “Rumah Besar” bagi sang pangeran, termasuk kediamannya dan para menterinya. Baru pada masa Kerajaan Baru (1570–1070 SM), istilah Firaun menjadi sebutan bagi raja.

  • Raja Mesir dari Firaun sampai Farouk

    SALAH satu Firaun hadir dalam Al-Qur’an. Firaun ini digambarkan sebagai sosok tiran dan mendapat hukuman di Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa AS dan pengikutnya. “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” Begitu cerita Firaun disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 50. Firaun yang dimaksud dalam Al-Qur’an itu adalah Ramses II. Firaun atau Pharaoh dalam sejarah Mesir kuno tak hanya menjadi sebutan bagi Ramses II, tapi raja-raja Mesir lain selama ribuan tahun.

  • Para Firaun Perempuan Mesir Kuno

    FIRAUN identik dengan laki-laki. Namun, bukan berarti masyarakat Mesir Kuno menolak sama sekali perempuan menjadi penguasa. “Mesir pada dasarnya adalah patriarki, [namun] ini tidak berarti bahwa tidak mungkin bagi wanita kerajaan untuk memegang posisi otoritas,” tulis Carolyn Graves-Brown, kurator Egypt Centre, University of Wales Swansea, dalam Dancing for Hathor, Women in Ancient Egypt. Sayangnya, perempuan tetap tak bisa lepas dari laki-laki ketika punya kesempatan memegang kendali pemerintahan. Menurut Kara Cooney, egiptolog dan arkeolog, dalam When Women Ruled the World: Six Queens of Egypt, perempuan naik ke singgasana hanya untuk memastikan laki-laki dalam urutan pewaris takhta berikutnya bisa masuk ke lingkaran kekuasaan.

  • Merias Wajah Seperti Orang Mesir Kuno

    SENI merias wajah telah dianggap penting sejak zaman kuno. Bahkan, orang Mesir Kuno menghubungkannya dengan kepercayaan dan kesehatan. Semua orang di Mesir Kuno menggunakan riasan wajah. Laki-laki maupun perempuan menggunakan riasan mata, pemulas bibir, dan pemerah pipi. Menurut Fenja Gunn dalam The Artificial Face, a History of Cosmetics, semua masyarakat dari budaya awal ini selalu lebih menonjolkan mata dibanding bagian wajah lainnya. “Mata selalu disebut sebagai cermin jiwa manusia dan di dunia kuno adalah simbol baik dan jahat,” jelasnya. Di Mesir Kuno, mata adalah simbol Dewa Matahari, Re. Simbol mata pun muncul secara signifikan dalam tulisan hieroglif. “Dengan demikian logis bahwa mata manusia harus diberikan perhatian khusus oleh aksentuasi kosmetik,” lanjut Gunn.

  • Rahasia Membuat Mumi di Mesir Kuno

    BELUM lama ini catatan kuno lain berisi tata cara mumifikasi yang lebih detail sekaligus tertua yang pernah ditemukan di Mesir Kuno, dipublikasikan. Naskah sepanjang 6 m itu diberi nama Papirus Louvre-Carlsberg. Dinamakan demikian karena setengah dari papirus adalah milik Museum Louvre di Paris dan separuh lainnya bagian dari Koleksi Papirus Carlsberg Universitas Kopenhagen. Dua bagian papirus ini awalnya adalah milik dua kolektor. Beberapa bagiannya masih hilang. Naskah itu tengah didalami oleh ahli Mesir Kuno, Sofie Schiødt untuk meraih gelar Ph.D. Berdasarkan paleografinya naskah itu diperkirakan berasal dari sekira 1450 SM.

  • Mumi Berlidah Emas dari Mesir

    BARU-baru ini, penggalian di dekat Alexandria menemukan mumi berusia 2.000 tahun dengan lidah emas. Mumi ini ditemukan oleh tim peneliti gabungan Mesir dan Dominika saat bekerja di Kuil Taposiris Magna, yang berada di pinggiran barat daya Alexandria, di pantai Mediterania Mesir. “Makam itu berisi beberapa mumi yang tidak diawetkan dengan baik, tetapi memiliki jimat berdaun emas berbentuk lidah,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, sebagimana dikutip laman DW. Lidah yang ditemukan di Taposiris Magna dimaksudkan untuk membantu almarhum berkomunikasi dengan Osiris dalam perjalanan menuju alam baka. Osiris adalah dewa kematian dan dunia bawah dalam kepercayaan Mesir Kuno.

  • Ratu Mesir di Antara Temuan Baru Saqqara

    MESIR mengumumkan penemuan baru di Situs Saqqara, selatan Kairo pada Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 54 sarkofagus kayu berwarna-warni dari periode Kerajaan Baru, yang berlangsung sejak sekira abad ke-16 hingga 11 SM, ditemukan di 22 lubang penguburan pada kedalaman 10-12 m. “Biasanya peti mati kayu dengan mumi di dalamnya adalah milik Kerajaan Lama, tetapi menemukan peti kayu dari Kerajaan Baru itu sendiri merupakan tambahan baru untuk Saqqara,” kata kepala Supreme Council of Antiquities (SCA), Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, Mostafa Waziri kepada Xinhua. Ketua tim arkeolog, Zahi Hawass, menyebutkan pihaknya juga menemukan papirus sepanjang 4 m yang mewakili bab 17 dari Kitab Orang Mati (Book of the Dead). Kitab ini merupakan kumpulan mantra yang ditujukan untuk mengarahkan orang mati melalui dunia bawah di Mesir Kuno.

  • 8 April 1970: Sekolah Dasar di Mesir Dibombardir AU Israel

    HARI ini, 8 April 1970, 50 tahun silam. Ahmed Demeri, bocah berusia delapan tahun penduduk Desa Bahr El-Baqar di Sharqiyah, Mesir, bersama teman sebangkunya yang juga bernama Ahmed, pagi itu sedang antusias memperhatikan guru matematika menerangkan pelajaran. Saat tengah serius mengikuti pelajaran itulah pensil Demeri terjatuh. Demeri langsung membungkukkan badannya untuk mengambil pensilnya di bawah meja. Namun, dia tak sempat kembali ke posisi duduknya semula karena sesuatu yang mengerikan tiba-tiba mendatangi kelas dan sekolah mereka. Demeri tak ingat apa-apa lagi setelah membungkukkan badannya. Saat itu, Mesir dan negara-negara Arab sedang berperang melawan Israel dalam Perang Atrisi. Setelah kalah dari Israel dalam Perang Enam Hari (1967), pertempuran skala kecil antara negara-negara Arab dan Israel terus terjadi. Negara-negara Arab menetapkan kebijakan “Three nos”, yang menetapkan larangan perdamaian dengan Israel, larangan pengakuan terhadap Israel, dan larangan negosiasi dengan Israel sebagai prasyarat sebelum tindakan militer skala besar bisa diambil untuk merebut kembali Sinai Timur, wilayah Mesir yang direbut Israel.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page