top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Peranakan Tionghoa dan Lagu Indonesia Raya

    LAGU kebangsaan Indonesia Raya jadi senandung paling familiar di kuping orang Indonesia. Lagu yang diperdengarkan di acara-acara setingkat RT hingga Istana Negara itu turut menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia yang majemuk, termasuk. Lagu yang digubah Wage Rudolf Supratman, pemain biola cum wartawan suratkabar Sin Po, pada 1924 itu pertamakali direkam dalam bentuk piringan hitam oleh seorang peranakan Tionghoa bernama Yo Kim Tjan (Johan Kertayasa) pada 1928. Sebelumnya, usai diperdengarkan pertamakali di Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, Indonesia Raya diangkat lengkap dengan partitur dan liriknya oleh Sin Po di edisi 10 November 1928. “Judulnya saat itu masih ‘Indonesia’. Zaman sekarang di media-media sosial banyak yang mengakui itu salah satu lagu kebangsaan terindah. Lagunya baru pada tahun 1929 diubah menjadi Indonesia Raya. Lalu tahun 1950 muncul gagasan untuk merekam dan mengaransemennya dengan simfonik lengkap,” terang musisi Addie Muljadi Sumaatmadja dalam webinar “Tionghoa dalam Alunan Musik Klasik, Pop, & Jazz” yang digagas Roemah Bhinneka Surabaya, Senin (16/11/2020) malam.

  • Tanggal Hari Musik Nasional Diperdebatkan

    PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 10 Tahun 2013. Pemerintah merasa perlu mengeluarkan Keppres tersebut karena selama ini insan musik Indonesia bersama masyarakat telah memperingati tanggal 9 Maret sebagai hari musik nasional. Sebenarnya, Hari Musik Nasional sudah dicanangkan Presiden Megawati Sukarnoputri di Istana Negara, Jakarta, pada 10 Maret 2003 dengan ditandai pemencetan tombol situs resmi Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI).

  • Sukarno dan Anjingnya

    UNTUK edisi Maulid April 1940, redaksi Pandji Islam meminta Sukarno menulis artikel tentang Maulid Nabi Muhammad Saw. Dia memenuhi permintaan itu dan menulis artikel berjudul “Masyarakat Onta dan Masyarakat Kapal Udara.” Sukarno membuka dan menutup tulisannya dengan tamsil yang mengejutkan: Pada suatu hari, anjingnya menjilat air di panci dekat sumur. Anak angkatnya, Ratna Djuami berteriak, “Papie, si Ketuk menjilat air di dalam panci!” Sukarno menjawab, “Buanglah air itu, dan cucilah panci itu beberapa kali bersih-bersih dengan sabun dan kreolin.” Ratna termenung sebentar, kemudian dia bertanya, “Tidakkah Nabi bersabda bahwa panci ini musti dicuci tujuh kali, di antaranya satu kali dengan tanah?”

  • Henk Sneevliet dan Anjingnya

    ADA beragam nama unik yang diberikan kepada hewan peliharaan. Salah satunya yang dilakukan oleh Henk Sneevliet pada anjing kesayangannya. Ellen Santen, 75 tahun, cucu Henk Sneevliet menunjukkan selembar foto bergambar kakeknya yang sedang bercengkrama dengan anjing kesayangannya. Dalam gambar, terlihat anjing jenis English Springer Spaniel itu sedang berdiri memanjat tubuh tuannya. Foto yang dibuat sekitar tahun 1939 itu masih tersimpan rapi dan terawat baik oleh keluarga Ellen. “Anjing ini diberi nama Toedjoe, ya si Toedjoe, seperti nama kapal Zeven Provincien yang dibelanya,” ujar Ellen kepada Historia di rumahnya di Amsterdam.

  • Asal Usul Anjing Sahabat Manusia dalam Film Alpha

    PADA zaman prasejarah, seorang pemuda bernama Keda gagal melakukan perburuan pertamanya. Dia jatuh dari tebing dan dikira mati oleh kelompoknya. Terbangun dari pingsan, dia sadar telah ditinggalkan di tengah ladang berburu yang liar. Dengan tubuh penuh luka, pemburu amatir itu bertekad kembali pulang ke sukunya sambil mencoba bertahan hidup. Di tengah perjuangannya, Keda diserang kawanan serigala yang akan memangsanya. Dia obati seekor serigala yang terluka. Mereka pun bersahabat. Selama perjalanan, serigala yang dinamai Daya itu berulang kali membantu menangkap hewan. Sepintas film berjudul Alpha ini seolah hanya berkisah soal balas budi seekor serigala kepada manusia yang menyelamatkan hidupnya. Tema dari film ini memang soal persahabatan manusia dan binatang.

  • Mengapa Orang Batak Suka Daging Anjing?

    MAKAN daging anjing dengan sayur kol. Kalimat tersebut merupakan nukilan lirik lagu berjudul Sayur Kol yang dipopulerkan band Punxgoaran. Band punk asal Siantar, Sumatera Utara ini memang kerap mengusung budaya Batak dalam lagunya. Lagu Sayur Kolberkisah tentang seorang pemuda Batak yang berkelana ke Siborong-borong. Di tengah jalan dia terjebak hujan deras. Beruntung, seorang namboru (tante) boru Panjaitan mengajak sang pemuda berteduh di rumahnya. Di rumah namboru, mereka menyantap daging anjing dan sayur kol dengan nikmatnya. Karena terdengar lucu, lagu itu kini jadi viral, bahkan anak bocah ikut menyanyikannya. Namun kritik datang dari komunitas pecinta satwa. Salah satunya Garda Satwa Indonesia yang menganggap lagu itu kurang etis. Sebabnya, yang tak banyak diketahui orang adalah proses pengolahan daging anjing terbilang sadis. Investigasi membuktikan, anjing-anjing mengalami penyiksaan sebelum dihidangkan.

  • Para Tapol dan Anjingnya

    “Leo ini besok kita sembelih,” kata seorang tahanan politik (tapol) Pulau Buru kepada kawan-kawannya. “Oh jangan! Leo ini kalau masuk hutan, di depan ada ular dia cepet. Jangan, jangan Leo!” sergah majikan Leo. “Hercules kita potong,” usul yang lainnya. “Jangan Hercules!” seru majikan Hercules. Keributan pun terjadi. Setiap sebuah nama diajukan, selalu ada yang menolaknya. Leo, Hercules, dan nama-nama itu adalah nama anjing peliharaan para tapol Pulau Buru. Anjing mana yang akan disembelih besok, bisa menjadi topik perdebatan yang panas.

  • Kisah Anjing Piaraan Sukarno

    BIDUK rumah tangga Bung Karno goyah sewaktu masa pengasingannya di Bengkulu. Dia kerap bersitegang dengan istrinya Inggit karena kehadiran Fatmawati, gadis yang mondok di rumah mereka. Konflik suami-istri itu membuat hari-hari di rumah terasa hampa. Dalam otobiografinya, Sukarno mengakui kegalauan hatinya. Untuk melegakan batin, Sukarno mencari keasyikan dengan bekerja. Mulai dari mengerjakan rencana rumah untuk rakyat, aktif dalam organisasi Muhammadiyah, hingga mengajar bahasa Jawa. “Akupun menerima calon menantu dari Residen sebagai murid dalam pelajaran bahasa Jawa, karena dia bekerja sebagai asisten kebun di suatu perkebunan teh dan para pekerjanya berasal dari Jawa,” kata Sukarno kepada Cindy Adams dalam otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

  • Kalung Anjing Identitas Budak di Belanda

    BENDA melingkar berbahan kuningan itu terukir dengan beberapa hiasan. Salah satunya menggambarkan sebuah crest atau lambang keluarga ternama Belanda. Rijksmuseum Belanda, yang mendapatkan benda itu pada 1881, mencatatnya sebagai kalung anjing meski ironisnya, acapkali dikenakan pelayan berkulit hitam di Belanda pada abad ke-17 yang datang sebagai budak. Valika Smeulders dan Lisa Lambrechts dalam “Paulus: A ‘Moor’ in the Dutch Republic” yang termaktub di buku katalog Slavernij: Het verhaal van João, Wally, Oopjen, Paulus, Van Bengalen, Surapati, Sapali, Tula, Dirk, Lohkay, mengidentifikasi guratan ukiran di kalung anjing itu. Crest-nya terlacak sebagai lambang keluarga Van Bieren, sementara inisial “B” dan “S” di sekitar tulisan “Het wapen van Nassov” menandakan kalung anjing itu berasal dari kediaman Anna Isabella van Bieren van Schagen, istri dari bangsawan Maurits Lodewijk I van Nassau-LaLecq.

  • Anjing Super Penjaga Galaksi

    KECIL-KECIL cabe rawit. Meski sosoknya kecil, anjing antariksa super Cosmo the Spacedog (di-voice over Maria Bakalova) punya peran besar dalam misi kelompok superhero Guardians of the Galaxy. Dengan berbalut kostum kosmonot beremblem “CCCP”, Cosmo mengerahkan kekuatannya guna menyelamatkan ratusan anak dan hewan yang jadi tawanan High Evolutionary (Chukwudi Iwuji). Sebelumnya, di sela upaya mengalahkan High Evolutionary, para Guardians of the Galaxy –digawangi Star-Lord/Peter Quill (Chris Pratt), Gamora (Zoë Saldaña), Rocket (di-voice over Bradley Cooper), Groot (di-voice over Vin Diesel), Drax (Dave Bautista), Mantis (Pom Klementieff), dan Nebula (Karen Gillan)– turut membebaskan ratusan tawanan anak ciptaan High Evolutionary dan sejumlah hewan. Mereka merupakan objek percobaan sang “raja terkhir” di kapal Osgocorp.

  • Hachiko, Sepuluh Tahun Penantian

    CERITA berawal ketika Prof. Parker Wilson (Richard Gere) menemukan seekor anjing kecil di stasiun kereta api Bedridge, Wonsocked, Amerika Serikat, tempat ia biasa pergi dan pulang bekerja. Ia membawa pulang anjing berjenis akita itu ke rumah dan memberinya nama Hachiko. Parker dan istrinya Cate (Joan Allen) merawat Hachiko hingga tumbuh besar. Tiada hari yang dilewatkan Parker tanpa bermain dengan Hachiko. Suatu hari, ketika Hachiko sudah beranjak dewasa, tanpa disangka ia mengikuti Parker, yang hendak berangkat kerja, ke stasiun. Parker terpaksa keluar dari kereta untuk memulangkan Hachiko ke rumah. Namun, sorenya, Hachiko menjemputnya di stasiun. Sejak itu Parker membiarkan Hachiko mengantar-jemputnya di stasiun. Sampai suatu hari, Hachiko tak menemukan Parker di stasiun. Parker meninggal dunia karena serangan jantung ketika ia tengah mengajar.

  • Masa Pahit Kesultanan Langkat

    ISTANA Kesultanan Langkat di Tanjung Pura dirongrong massa pada hari-hari pekan pertama Maret 1946. Belum pulih dari rasa terkejut, Sultan Mahmud Abdul Djalil Rahmat Shah, raja Kesultanan Langkat, kedatangan sepasang tamu tak diundang. Mereka antara lain Marwan dan Usman Parinduri, dua orang pentolan front rakyat (volksfront) Langkat. Di selasar Istana, Sultan menerima mereka dengan hati berat dan jantung berdebar-debar. Berkatalah seorang dari kedua bandit tadi dengan petantang-petenteng kepada Sultan. “Rakyat meminta Anda untuk menyerahkan kedaulatan,” ujar Marwan membuka percakapan. “Rakyat yang mana? Kedaulatan yang mana?” tanya Sultan, “Kalau yang kau maksud rakyat adalah orang-orang yang datang dan menembaki istanaku semalam, maka rakyat yang kau bicarakan itu cuma sekumpulan penyamun, pencuri, dan tukang rusuh.” Sultan memaki Marwan dengan sumpah serapah.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page