top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Buya Hamka Ulama Panutan

    SEJAK remaja, Chand Parwez Servia (61) ikut membantu kakaknya yang jadi pengusaha bioskop di kota kelahirannya, Tasikmalaya. Ketika duduk di bangku kuliah, kakaknya mempercayakan sebuah bioskop di Cirebon kepadanya. Pada masa itulah, pria berdarah Pakistan ini belajar negosiasi dengan produser sekaligus mempelajari cara kerja produser film. Kegiatan Chand Parwez di bisnis film mulai dikenal luas ketika dia ikut mendirikan Festival Film Bandung, yang kemudian dilarang pemerintah Orde Baru. Agar festival film itu tetap berjalan, dia mengubah nama kegiatan menjadi Forum Film Bandung. Tahun 1995, dia mendirikan rumah produksi Starvision. Sampai sekarang, rumah produksinya telah memproduksi puluhan film, sinetron, dan acara televisi. Beberapa film di antaranya box office  dan meraih penghargaan bergengsi. Ditemui dalam diskusi Hari Film Nasional di Museum Nasional, kepada Historia , Chand Parwez berbagi cerita kekagumannya pada Buya Hamka, seorang ulama, sastrawan, sejarawan, dan politisi. Abdul Malik Karim Amrullah, atau lebih dikenal dengan Buya Hamka, lahir di Desa Kampung Molek, Maninjau, Sumatra Barat, pada 17 Februari 1908. Namanya diabadikan Muhammadiyah sebagai Universitas Hamka. Dia pun masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia. Lewat karyanya  Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck , nama Hamka melambung sebagai sastrawan. Bagaimana Hamka menjadi sosok yang inspiratif untuk anda? Dia mengajarkan kehidupan, menjadi sosok muslim yang tepat, rahmatan lil ‘alamin. Dia ahli agama, budayawan, dan juga orang yang rendah hati, sangat positif dan dalam banyak hal dia dedikasikan hidupnya untuk kepentingan umat. Sejak kapan anda mengidolakan Hamka? Dari dulu. Sudah lama dia menjadi tokoh favorit saya. Pelajaran apa yang bisa dipetik untuk kehidupan masa sekarang? Tokoh seperti dialah yang kita nantikan di era sekarang. Dia bisa hidup dalam keberagaman kita, pluralisme, dengan sangat baik. Bagaimana cara anda mewujudkan kekaguman itu? Saya mau buat filmnya. Alhamdulillah saya bisa menjadikan sosoknya sebagai tokoh dalam film biopic. ( Film Buya Hamka diperankan Vino G. Bastian diproduksi tahun 2020 ). Apa yang diharapkan dengan menampilkan sosok Buya Hamka dalam film? Kata-kata, ungkapan yang dikatakan Buya, menjadi pesan positif. Orang mengenalnya dari karyanya dan buku-bukunya juga difilmkan. Ucapan-ucapannya menjadi materi sosial media. Tapi dia secara real seperti apa? Nah, menurut saya beliau adalah seorang panutan. Apa yang paling anda ingat dari sosok Buya Hamka? Banyak. Dia adalah sosok ulama yang bersahaja. Itu luar biasa. Karyanya yang saya sangat suka adalah  Tafsir Al-Azhar . Kadang membaca Al-Qur'an sulit kalau cuma membaca artinya. Di situ Anda bisa menemukan banyak hal.*

  • Kegemaran Buya Hamka Menonton Film

    HAJI Abdul Malik Karim Amarullah atau Buya Hamka merupakan ulama sekaligus intelektual besar Indonesia. Sumbangsihnya untuk bangsa ini tidak bisa dianggap enteng. Ia memerankan peran penting dalam pergerakan umat Islam di Indonesia. Hamka turut mendirikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan membangun Muhammadiyah. Hamka juga seorang pujangga besar Minangkabau. Selama hidupnya ia telah melahirkan banyak karya fenomenal, seperti Tafsir al-Azhar, Empat Bulan di Amerika, Sejarah Umat Islam, serta roman Angkatan Baru dan Tenggelamnya Kapal van der Wijk. Rupanya salah satu sumber inspirasi Hamka dalam membuat karya-karya tersebut berasal dari kegemarannya menonton film. Dalam otobiografinya, Kenang-Kenangan Hidup, Hamka bercerita jika tidak jarang dari film-film itu ia akan menemukan ide untuk mengarang.

  • 17 Februari: Hamka dan Amerika

    TEPAT 115 tahun yang lalu, Buya Hamka lahir. Ia menaruh minat besar terhadap sastra. Keingintahuannya yang tinggi mendorongnya menyelidiki beragam karya para pujangga maupun sarjana asal berbagai negara. Ini pula yang kemudian menampilkannya sebagai sosok yang piawai menciptakan karya-karya ilmiah maupun sastra. Berkesempatan melakukan lawatan ke berbagai negara, Hamka mengenang kisah perjalanannya melalui karya tulisan. Seperti pada 1952, misalnya, ia diundang oleh Departemen Luar Negeri Amerika untuk mengunjungi negeri Paman Sam selama empat bulan lamanya. Dari hasil perjalanan itu, Hamka berhasil menciptakan buku yang berjudul 4 Bulan di Amerika.

  • Akar Ranting Keluarga Hamka

    RAIHANA telah menjatuhkan pilihannya pada Haji Rasul untuk jadi suaminya. Dia menampik lamaran pemuda lain yang kabarnya jadi sakit karena keputusannya itu. Begitu sakit hatinya si pemuda, dia pun menempuh jalan lain: mengirim sihir supaya pasangan muda itu ditimpa bencana. Seperti dikutip buku antropolog James L. Peacock, Pembaharu dan Pembaharuan Agama: Kasus Dahlan dan Rasul, terlepas benar atau tidaknya, serangan sihir itu membuat Rasul cukup terganggu. Terlebih, “teluh itu juga membuat istrinya menderita tumor yang hampir merenggut nyawanya,” tulis Peacock.

  • Sekolah Islam ala Hamka

    LEPAS Ashar pada pertengahan 1952, Gazali dan Salim dari Yayasan Pesantren Islam (YPI) berkunjung ke rumah Hamka di Gang Toa Hong II. Mereka meminta saran Hamka tentang rencana YPI membangun masjid dan gedung kuliah di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masalahnya dana YPI hanya cukup untuk membangun salah satunya. Mereka bertanya, “Manakah yang harus didahulukan?” Hamka menjawab, “Bangunlah masjid lebih dahulu! Tetapi bangunan itu hendaklah sedemikian rupa mempunyai ruangan-ruangan kantor, aula untuk rapat, kuliah…,” diceritakan oleh Gazali Syahlan dalam “Nasehat Yang Tulus Ikhlas” termuat di Kenang-Kenangan 70 Tahun Buya Hamka. Hamka bersedia jadi khadam-nya (imam) kalau masjid sudah jadi.

  • Buya Hamka dan Musik

    BUYA Hamka bukan ulama biasa. Ia juga seorang sastrawan. Karya romannya yang terkenal dan melambungkan namanya adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka’bah yang terbit tahun 1938. Setelah membaca karya tersebut, masyarakat muslim pada saat itu ribut bukan main. Mereka menganggap seorang ulama tak pantas menulis roman percintaan. Bahkan, Hamka disebut kiai cabul. “Ada yang mengatakan saya kiai roman. Bahkan ada yang mengatakan saya kiai cabul,” kata Hamka dalam Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia.

  • Hamka “Monk” Islam

    BUYA Hamka dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina pada awal bulan Ramadan, 18 Juli 1981. Dr. Karnen Bratawijaya, yang lama menjaga kesehatan Hamka, memberi tahu bahwa Hamka terkena serangan jantung berat. Penyakit itu telah dirasakan Hamka sejak Februari. Tokoh-tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdatangan ke rumah sakit untuk menjenguk ketua umum MUI pertama itu. Anggota MUI yang kemudian menjadi menteri agama, dr. Tarmizi Taher bilang kepada Rusydi Hamka, anak ketiga Hamka, seharusnya Hamka tidak melakukan perjalanan ke Bangladesh dan Irak. Sangat berbahaya bagi penderita jantung seperti Hamka melakukan perjalanan jarak jauh. Khawatir terjadi anfal (serangan jantung mendadak) di udara.

  • Perjuangan M.H. Thamrin Lewat Sepakbola

    ADA sebuah babak unik dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Politik dan sepakbola pernah begitu identik. Di dua lapangan inilah tokoh-tokoh pergerakan nasional berupaya menumbuhkan gagasan kebangsaaan dan memperbaiki nasib golongan anak bangsa. Salah satu tokoh tersebut adalah Mohammad Hoesni Thamrin, lahir pada 16 Februari 1894. “Thamrin adalah seorang unpredictable. Begitu luas, begitu lapang penjelajahan aktivitas politik Thamrin,” kata sejarawan JJ Rizal dalam diskusi Dari Stadion VIJ menuju Stadion M.H. Thamrin di Balaikota, Jakarta, 15 Februari 2019. Thamrin bergerak dalam lapangan politik melalui Gemeenteraad (Dewan Kota), Volksraad (Dewan Rakyat), Kaoem Betawi, dan Partai Indonesia Raya (Parindra). Dia berupaya mengangkat nasib warga kampung di Batavia melalui sidang-sidang Gemeenteraad (Dewan Kota) sejak 1919. Wujudnya berupa desakan terhadap pemerintah kolonial untuk melaksanakan program perbaikan kampung (Kampongs Verbetering).

  • Enam Pelaut Amerika jadi Presiden

    Perang membuat banyak pemuda masuk AL Amerika. Enam di antara mereka, kelak jadi presiden.

  • Enam Pelaut Amerika di Perang Pasifik yang Menjadi Presiden

    Serangan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii, pada 7 Desember 1941, menyebabkan pecahnya Perang Pasifik. Kedua negara mengerahkan sebagian besar kekuatan militernya untuk saling mengalahkan. Sebelum masuk ke perang darat, pertempuran laut dan udara mendominasi hingga akhir perang. Berbagai jenis kapal perang dan pesawat dikerahkan kedua belah pihak, mulai yang usang hingga keluaran terbaru. Pun para kombatan. Amerika Serikat tak hanya mengerahkan pasukan reguler tapi juga wajib militer. Ada yang sebagai marinir, ada juga yang pelaut.

  • JFK dari Front Pasifik ke Berlin yang Luluh Lantak

    KEGELAPAN nan pekat perlahan buyar di langit Selat Blackett, Kepulauan Solomon, Pasifik Selatan saat pagi (2/8/43) menyapa. Letnan Satu (Lettu) John Fitzgerald Kennedy alias JFK menatap nanar pada puing-puing kapalnya, motor torpedo boat (MTB) PT-109 dan para krunya. Beberapa jam sebelumnya, kapal yang dinakhodai Lettu JFK itu dihantam kapal perusak Jepang, Amagiri, hingga terbelah dua dan terbakar sebelum meluncur ke dasar laut. Ian Martin dalam In Harm’s Way: JFK, World War II, and the Heroic Rescue of PT 19 mencatat, dari 12 krunya, dua di antaranya langsung tewas di tempat.

  • Ketika JFK Nyaris Meregang Nyawa di Perang Pasifik

    TIADA secercah pun cahaya bulan di Selat Blackett, perairan Kolombangara, Kepulauan Solomon dini hari 2 Agustus 1943 itu. Tetapi dengan setengah nekat Mayor Laut Kohei Hanami memutuskan untuk menambah kecepatan kapal yang dinakhodainya, kapal perusak Amagiri, untuk menembus kegelapan nan pekat itu. Mayor Hanami masih terbebani tugas untuk memimpin konvoi angkut pasukan darat beserta kargo amunisi, makanan, dan beberapa suplai lain dari Rabaul ke Vila di selatan Pulau Kolombangara. Amagiri dari satuan Flotilla Perusak ke-11 Kaigun (Angkatan Laut Jepang) jadi ujung tombak konvoi yang juga diperkuat tiga kapal perusak lainnya: Arashi, Shigure, dan Hagikaze.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page