Hasil pencarian
Cari di situs ini
10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Kemelut Bismarck di Atlantik
PAGI 27 Mei 1941 itu, di Samudera Atlantik sekitar 300 mil laut sebelah barat kota pelabuhan Brest, Prancis, cuaca masih mendung dan angin kencang membuat lautan mulai ganas. Meski begitu, Armada Dalam Negeri Angkatan Laut (AL) Inggris masih terus melanjutkan misi menghabisi kapal tempur Jerman, Bismarck. Sebelumnya, Bismarck sudah jadi sasaran pengeroyokan armada Inggris sejak 26 Mei tengah malam dan berhasil melarikan diri dengan bantuan kegelapan malam. Namun karena cuaca buruk pula, Panglima Armada Dalam Negeri Laksamana John Tovey minta menunda perburuan itu sampai paginya. Adalah kapal penjelajah berat HMS Norfolk yang berhasil menemukan lokasi Bismarck pada pukul 08.43 pagi. Ia kemudian menginformasikan temuannya kepada kapal tempur HMS King George V. Pertempuran terakhir pun dimulai empat menit selang Bismarck terlacak.
- Kitab Para Penyair
LARUT MALAM. Sesudah salat Isya, dia mulai mengetik. Lampu 40 waat dengan kap khusus menyorot Al-Qur'an yang terbuka. Lirih-lirih terdengar surah an-Nisaa dari qariah favoritnya, Saidah Ahmad. Dia merenung. Dipasangnya kaset lain dan terdengarlah suaranya melantunkan surah Yassin. Disusul terjemahannya dalam puisi bahasa Inggris, petikan dari Yusuf Ali. Juga suaranya sendiri, seperti deklamasi. Membangun suasana seperti itu membantu pekerjaannya menerjemahkan Al-Qur'an. Setelah menelan Bodrex, dia mengetik lagi. H.B. Jassin sedang mengerjakan terjemahan Al-Qur'an. “Saya melihatnya dari sudut sastra. Dan ini bukan tafsir melainkan terjemahan dalam bentuk puisi,” ujar Jassin dalam wawancara dengan Tempo, 29 Maret 1975. Sosoknya tak pernah lepas dari kontroversi. Belum juga rampung masalah cerita pendek “Langit Makin Mendung” karya Kipandjikusmin, dimuat di majalah Sastra edisi Agustus 1968 dan dianggap menghina Tuhan, yang membuatnya duduk di kursi pesakitan dan mendapat vonis setahun penjara dengan masa percobaan dua tahun –salinan putusannya tak pernah dia terima– H.B. Jassin mempersiapkan sebuah karya yang juga memantik kegalauan sejumlah ulama.
- KNILM, Maskapai yang Lekas Mati
KERAMAIAN memenuhi Lapangan Udara Tjililitan, Batavia (kini Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta). Penduduk berjubel. Di bawah tarup sederhana, sejumlah tokoh penting hadir. Di hadapan mereka, dua pesawat Fokker terparkir rapi. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan. Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff mendapat giliran terakhir. Setelah memberikan sepatah dua patah kata, de Graeff menyingkirkan pengganjal roda kiri pesawat dengan nomor registrasi H-NAFB –kemudian diregistrasi ulang jadi PK-AFB. Maka, Maskapai Penerbangan Hindia Belanda (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij atau KNILM) pun resmi beroperasi. De Graeff lalu menaiki pesawat. Sejurus kemudian, pesawat melakukan penerbangan komersial perdananya menuju Semarang. Pesawat kedua dengan registrasi H-NAFA menyusul kemudian dengan tujuan Bandung.
- Kerajaan Tarumanagara dalam Berita Cina
NEGARA Lang-ga-su atau Lang-ga terletak di samudra selatan. Tembok kotanya dibuat dari susunan bata disertai menara-menara pengawas. Memiliki gerbang masuk ganda. Raja Lang-ga-su bepergian dengan mengendarai seekor gajah. Wajahnya ditutupi kanopi putih, dikelilingi bendera-bendera bulu, umbul-umbul, dan diiringi genderang. Kekuatan militernya sungguh lengkap. Begitulah Sejarah Dinasti Liang (502–557 M) menyebutkan adanya kerajaan di pantai selatan bernama Lang-ga-su atau Lang-ga. Letaknya membingungkan para ahli geografi Cina. Apalagi nama itu tak ada dalam catatan lain. Menurut W.P. Groeneveldt dalam Nusantara dalam Catatan Tionghoa, para ahli geografi Cina yang mempelajarinya secara mendalam menempatkan negara Lang-ga-su di pantai utara Jawa, di Jawa bagian barat. “Terdapat sejumlah alasan untuk menyetujui pendapat ini,” tulisnya.
- Kekuasaan Tarumanagara di Bawah Tapak Kaki Purnawarman
RAJA Purnawarman, penguasa Negeri Tarumanagara yang mulia, bijaksana, melakukan pembangunan saluran-saluran air setelah banjir melanda istana kerajaan dan istana neneknya. Disebutkan dirinya melakukan selamatan dan memberikan hadiah 1000 ekor sapi. Kisah itu terdapat dalam Prasasti Tugu yang ditemukan di Kampung Batu Tumbuh, Kelurahan Tugu, Koja, Jakarta Utara. Berdasarkan penelitian Chaidir Ashari dan tim peneliti arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dan Balai Konservasi DKI Jakarta pada 2019 mengenai “Kajian Tapak Sejarah Prasejarah Tugu”, disebutkan bahwa Prasasti Tugu adalah satu-satunya prasasti masa Kerajaan Tarumanagara yang tak menunjukan ancaman.
- Banjir di Kerajaan Tarumanegara
DAHULU sungai yang bernama Candrabhaga digali oleh maharaja yang mulia dan memiliki lengan kencang serta kuat, yaitu Purnnawarmman. Alirannya ditujukan ke laut. Itu setelah saluran sungainya sampai di istana kerajaan yang termasyhur. Pada tahun ke-22 bertakhtanya Yang Mulia Raja Purnawarmman yang berkilau-kilauan karena kepandaian dan kebijaksanaannya serta menjadi panji-panji segala raja, ia menitahkan pula menggali kali yang permai dan berair jernih. Gomati namanya. Itu setelah alirannya melintas di tengah-tengah tanah kediaman Yang Mulia Sang Pendeta Nenekda Sang Purnnawarmman.
- Bukan Seniman Lapo Tuak Biasa
MENJELANG Kongres Pemuda II, panitia menggelar sayembara. Isinya “menantang” para pemuda untuk menciptakan lagu kebangsaan. Pemenang akan tercatat sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia. Berbagai surat kabar menyiarkan sayembara itu. Berita sayembara sampai kepada Nahum Situmorang, pemuda dari Tapanuli. Usianya belum genap 20 tahun dan baru lulus dari Hollandsche Inlandsche Kweekschool (HIK) Goenoeng Sari di Lembang, Bandung. Sekolah guru swasta ini memiliki jurusan seni suara dan musik, yang jadi minat Nahum. Ilmu musik yang ditimba di Kweekschool memungkinkannya menulis lagu dalam notasi musik Barat. Nahum tertarik ikut sayembara.
- Nahum Situmorang, Raja Senandung Orang Batak
SETIAP warga Indonesia tentu tahu lagu kebangsaan Indonesia berjudul Indonesia Raya. Lagu tersebut diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dalam perhelatan akbar kongres Sumpah Pemuda. Begitu kesohornya karya Supratman itu hingga hari kelahirannya, 9 Maret diperingati sebagai hari musik nasional. Namun, tidak banyak diketahui bahwa lagu kebangsaan Indonesia terpilih lewat sayembara. Dalam sayembara tersebut, muncul berbagai karya lagu para peserta sayembara dari berbagai kalangan. Lagu peringkat kedua karya Nahum Situmorang sama sekali terabaikan dari ingatan kolektif maupun narasi sejarah. “Tak banyak yang tahu bahwa pilihan kedua adalah lagu ciptaan Nahum Situmorang (1908-1969), pencipta lagu Batak Toba yang paling prolifik dan terkenal,” kata Julia Byl, etnomusikolog University of Michigan dalam Anthiponal Histories: Resonant Past in the Toba Batak Musical Present.
- Masa Sebelum Tarumanagara
DARI daerah beriklim cenderung panas dan lembap di pesisir pantai utara Jawa bagian barat hingga pegunungan sejuk di pedalaman, semua tercakup dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanagara. Kerajaan bercorak Hindu itu pernah jadi kerajaan terbesar di bagian barat Pulau Jawa. Merujuk peninggalan-peninggalan fisiknya, yakni tujuh prasasti dan satu kompleks percandian, wilayah kekuasaan kerajaan yang disebut kerajaan tertua di Pulau Jawa itu jika dikonversikan di masa kini, membentang dari Pandeglang (Provinsi Banten) di ujung barat, Koja (DKI Jakarta) di utara, Sungai Cimanuk (Kabupaten Indramayu) di ujung timur, dan Nanggung (Kabupaten Bogor) di sisi paling selatan. Diperkirakan, kerajaannya eksis sejak abad ke-4, sebagaimana juga Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.
- Theodor Herzl, Orang di Balik Negeri Zionis
WINA, Austria, 14 Februari 1896. Jurnalis Theodor Herzl menerima 500 dari 3000 eksemplar pamfletnya yang baru terbit: Der Judenstaat. Pamflet yang menawarkan ide pembentukan negara Yahudi itu segera tersebar luas dan menuai beragam tanggapan. Sejak itu, Theodor Herzl telah menancapkan tonggak sejarah sebagai “Bapak Zionisme Modern”. Di kemudian hari, makamnya ditempatkan di sebuah bukit dekat Jerusalem yang diberi nama Gunung Herzl. Theodor Herzl lahir pada 2 Mei 1860 di Budapest dari keluarga kelas menengah kaya. Pada 1878, keluarganya pindah ke Wina dan Herzl belajar hukum di Universitas Wina. Sempat bekerja di bidang hukum, Herzl belakangan menemukan minat menulisnya. Ia bekerja sebagai jurnalis dan koresponden untuk Neue Freie Presse di Wina.
- Peristiwa Merah Putih di Hari Valentine
JELANG hari Valentine tahun 1946, sebuah pesta ulang tahun diadakan di rumah keluarga Servius Dumais Wuisan. Kepala keluarga ini dikenal dengan Mais Wuisan. Rupanya itu hanya kedok yang bagus untuk rapat rahasia. Rapat rahasia yang dipimpin oleh Charles Chosei Taulu itu memutuskan untuk bergerak pada pukul 03.00 dini hari pada 14 Februari 1946. Rapat yang dibalut pesta ulang tahun itu tentu saja merepotkan Petronella Maas Tangkilisan, istri Mais Wuisan. “Sudah tentu ibu Maas Wuisan harus mengalihkan perhatian umum dari rapat tertutup ini ke arah pesta ulang tahun yang dibuat-buat itu,” catat Ben Wowor dalam Sulawesi Utara Bergolak: Peristiwa Patriotik 14 Februari 1946 dalam Rangka Revolusi Bangsa Indonesia. Maksudnya untuk mengelabui aparat Belanda.
- Asal Usul Hari Valentine
VALENS atau Val marah karena Jay, rekan duetnya dalam grup musik Valentino, lalai dan mementingkan diri sendiri. Teman-temannya berusaha membuat mereka rujuk. Apalagi mereka harus mengadakan pertunjukan di Hari Valentine. Ketika pertunjukan dimulai, Jay muncul di panggung. Pertunjukan berlangsung sukses. Sebelum pertunjukan, sempat muncul dialog pembelaan terhadap Hari Valentine, yang entah bagaimana mulai dirayakan di Indonesia dengan bermacam acara dan cukup menimbulkan kontroversi dalam masyarakat. Sinopsis film Valentine, Kasih Sayang Bagimu tersebut, tayang 1989, tampaknya dibuat untuk menyambut Hari Valentine. Di Indonesia, tulis Charlie Lie dalam Kilas Kilau Bisnis, Hari Valentine mulai dikenal sejak 1970-an dan pada 1980-an kegilaan terhadap Hari Valentine memuncak.





















