Hasil pencarian
Cari di situs ini
10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Wallace Menemukan Surga Kupu-kupu
ALFRED Russel Wallace, antropolog sekaligus naturalis Inggris, dua kali berkunjung ke Sulawesi Selatan pada 1856 dan 1857. Selain kagum dengan bentang alamnya yang kaya, ia juga menemukan surga tersembunyi di dalam hutan Maros: surga kupu-kupu Bantimurung Bulusaraung.
- Sambil Berhaji Menimba Ilmu
PERIODE keemasan Islam di Asia Barat, utamanya Baghdad, memang perlahan runtuh di abad ke-14. Namun, komunitas cendekiawan sains maupun agama masih bertahan di kawasan Hejaz, khususnya di Makkah dan Madinah. Ke dua kota suci itu pula kalangan Islam terpelajar di Nusantara berhaji sekaligus menimba ilmu. Sebab, sedari abad ke-15 hingga ke-20, menjalankan rukun Islam yang kelima itu bukanlah hal mudah apalagi murah bagi para muslim Nusantara. Tak ayal banyak yang memanfaatkan momen berhaji untuk sekaligus belajar dengan para cendekiawan dan ulama di Makkah dan Madinah.
- Bos Sawit Tewas di Siantar
PERANG mengubah banyak aspek kehidupan. Hal itulah yang dialami Karel, orang Belanda kelahiran Lumajang, Jawa Timur, 22 Maret 1910, saat Perang Dunia II pecah. Hal-hal mengerikan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjadi bagian dari hidupnya. Karel bernama lengkap Willem Gideon Catharinus. Dia putra dari Willem Christoffel Catharinus dan Elisabeth Pauline Hendrika Geraerds Thesingh. Ibunya adalah orang Belanda Lumajang. Namun, dalam kartu tawanan perangnya, Karel menyebut dia berasal dari Perlanaan.
- Bergaya Lewat Karung
DEPRESI Besar yang melanda Amerika Serikat pada 1930-an mengubah banyak aspek dalam kehidupan masyarakat di Negeri Paman Sam. Lemahnya daya beli imbas krisis ekonomi membuat mereka harus memutar otak untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak hanya mencari alternatif untuk kebutuhan pangan, para penduduk khususnya yang berada di kawasan perdesaan miskin juga mulai membuat pakaian dari berbagai karung bekas pakan hewan tepung, gula, maupun biji-bijian.
- Dari Manggulai hingga Marandang
RENDANG atau randang merupakan hidangan yang paling dicari di Rumah Makan (RM) Padang atau restoran-restoran masakan Minang. Bersama dendeng batokok, gulai tambusu, gulai kepala kakap, dan ayam pop, rendang menjadi menu primadona di sana. Padahal, sejatinya randang bukanlah jenis makanan melainkan proses memasak: marandang.
- Pisang Asal Jawa Dibutuhkan Australia
BERITA mengejutkan datang dari pisang cavendish (Musa acuminata Cavendish Subgroup) alias pisang ambon. Belum lama ini, jenis pisang yang paling banyak dikonsumsi manusia itu diramalkan bakal punah. Pasalnya, pisang ambon diserang infeksi jamur mematikan.
- Ulah Mahasiswa Kedokteran yang Bikin Jepang Meradang
PRESIDEN Prabowo Subianto mengaku bahwa nama belakangnya, Subianto, diambil dari nama pamannya, Soebianto Djojohadikusumo. Hal itu berulangkali diutarakannya di berbagai kesempatan. “Banyak yang tidak tahu, paman saya yang satu, namanya Soebianto, itulah nama yang saya sandang sekarang, Prabowo Subianto, [saya] diberi nama Subianto,” ujar Prabowo di Mako Brimob, Depok, November 2021.
- Yang Muda yang Jadi Gubernur Jenderal VOC
TAK banyak pegawai VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie atau Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda) yang dapat mencapai puncak karier di usia muda. Pasalnya, untuk dapat diangkat menjadi gubernur jenderal ada jenjang karier yang harus dilalui dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan rekomendasi naik pangkat. Sebagai perusahaan dagang, VOC menggunakan jenjang kepangkatan mengacu pada kriteria dagang. Meski begitu pedagang bukan satu-satunya karier dalam tubuh VOC. Dalam status kepegawaian VOC, jika seseorang tidak bekerja sebagai pegawai atau pedagang, maka ia bisa bekerja sebagai pelaut atau tentara.
- Menari Bersama Kaca Patri
HARI menjelang siang ketika rombongan petinggi Nederlandsche HandelMaatschappij (NHM), semacam kamar dagang Belanda, berkumpul di sebuah bangunan baru di Stationplein 1 (kini Jalan Lapangan Stasiun No. 1) pada 14 Januari 1933. C.J. Karel van Aarts, presiden NHM ke-10, akan memimpin peresmian kantor NHM di Batavia, kantor cabang pertama mereka di Hindia Belanda.
- Linguis Pengelana Negeri Hindia
AWAL 1853, dari basis pemerintah kolonial di Barus, van der Tuuk melakukan perjalanan menuju pedalaman Batak. Tujuannya hanya satu: mengamati kehidupan dan kebudayaan suku Batak asli. Dia sadar bahaya menantinya kalau memasuki wilayah yang belum dikuasai Belanda. Kabar miring di kalangan Eropa juga memberitakan tentang kegemaran orang Batak menyantap orang. Hidupnya dalam pertaruhan.
- Lenggang Kontes di Tengah Protes
AJANG Miss World 2013 di Bali pada bulan September mengundang kecaman dari berbagai pihak. Alasannya melanggar norma kesopanan dan merendahkan martabat perempuan. Tapi kejadian macam itu bukan hal yang baru. Sejak dulu, kontes serupa kerap beriringan dengan perdebatan di masyarakat.
- Kota yang Menolak Lupa
DINGIN masih merasuk kota Berlin sekalipun saat itu sudah masuk bulan Juni. Dari balkon lantai lima Torstraße 93, saya mengamati wajah kota ini. Berlin tampak teratur. Bangunan-bangunan sama tinggi dengan perulangan jendela yang rapi. Pedestrian begitu lebar. Para pengemudi tampak menaati rambu.





















