top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bos Sawit Tewas di Siantar

Karel Catharinus, bos perkebunan Dolok Senoembah, dicegat gerombolan bersenjata di masa gencatan senjata Indonesia-Belanda.

1 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bekas perkebunan Dolok Sinoembah, tempat Karel Catharinus bekerja, di Sumatra Utara yang hancur akibat perang. (Nationaal Archief/Wikimedia Commons).

Diperbarui: 7 Jan

PERANG mengubah banyak aspek kehidupan. Hal itulah yang dialami Karel, orang Belanda kelahiran Lumajang, Jawa Timur, 22 Maret 1910, saat Perang Dunia II pecah. Hal-hal mengerikan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjadi bagian dari hidupnya. Karel bernama lengkap Willem Gideon Catharinus. Dia putra dari Willem Christoffel Catharinus dan Elisabeth Pauline Hendrika Geraerds Thesingh. Ibunya adalah orang Belanda Lumajang. Namun, dalam kartu tawanan perangnya, Karel menyebut dia berasal dari Perlanaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page