Hasil pencarian
Cari di situs ini
10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Berkaca dari Arie Hanggara
KEMATIAN Engeline, gadis mungil berusia delapan tahun asal Bali, menjadi perhatian masyarakat. Dia meregang nyawa di tangan orang-orang terdekatnya. Polisi mengendus Margriet Christina Megawe, ibu angkat Engeline, sebagai dalang sekaligus eksekutor. Kendati Margriet berkelit, polisi tetap menetapkannya sebagai tersangka utama.
- Andi Azis di Tengah Serdadu Gelisah
KEHIDUPAN Andi Azis sebenarnya baik-baik saja sebelum Maret 1950. Kala itu, dia sudah berumah tangga dengan Sabida binti Baso Daeng Marewa. Sabida mengaku masih terkait dengan keluarga Claproth. Keluarga berdarah Jerman ini sudah cukup lama hidup di Makassar. Keluarga cukup terpandang ini ada yang menjadi pejabat Negara Indonesia Timur (NIT). Negara federal yang disponsori Belanda ini dianggap mewakili wilayah-wilayah dan etnis di timur Indonesia.
- Tuan Tanah Cakung Indo-Priangan
NAIKNYA Godert Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda (1819-1826) membawa “berkah” bagi saudara laki-lakinya yang bernama Robert Lieve Jasper van der Capellen. Robert dijadikan ajudan sang gubernur jenderal, yang merupakan orangnya Louis Banaparte, adik Napoleon Bonaparte.
- Andi Azis Berakhir di Tanjung Priok
PERISTIWA Andi Azis pada Rabu pagi, 5 April 1950, tentu memakan korban. Setidaknya tiga anggota polisi dan satu anggota pasukan Andi Azis tewas, serta empat orang luka-luka. Atasan Andi Azis di Jakarta memberikan teguran. Pada 7 April 1950, dia diperintahkan menghadap Sukarno selaku presiden Republik Indonesia Serikat (RIS).
- Keluarga Jerman di Balik Serangan Jepang ke Pearl Harbor
BERNARD Julius Otto Kühn merupakan satu dari sejumlah orang asing yang tinggal di Hawaii ketika Pearl Harbor menjadi target serangan Jepang pada 7 Desember 1941. Bersama dengan istri dan dua anaknya, satu orang putri dan seorang putra, Kühn telah menetap di Hawaii sejak tahun 1935.
- Cerita Presiden RI dan Mobil Mercy-nya
MOBIL Kepresidenan “RI-1” sejatinya dirancang dengan tingkat keamanan yang tinggi dan kenyamanan paripurna. Untuk itulah, mulai dari Presiden Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto menggunakan mobil buatan Mercedez-Benz sebagai kendaraan dinas resminya. Produsen otomotif terkemuka asal Jerman ini memang dikenal karena teknologi, desain, serta simbol kemewahan dan status yang melekat.
- Jalan Radius Prawiro Menjadi Ekonom Orde Baru
SEJAK semula Radius Prawiro memiliki cita-cita menjadi seorang ekonom. Pengalaman bekerja di perusahaan susu kakeknya hingga berdagang kecil-kecilan menumbuhkan hasratnya untuk belajar ekonomi secara formal. Karena itu, ketika tawaran untuk belajar ekonomi di Negeri Belanda dari pemerintah, Radius tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia mendaftar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Setelah melalui tahapan seleksi, Radius akhirnya diterima sebagai mahasiswa Nederlandsche Economische Hogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam yang kemudian berkembang menjadi Erasmus Universiteit. Bidang studi yang dipilihnya adalah ekonomi perusahaan. Maka, Radius meninggalkan dinas kemiliteran dan pada Agustus 1953 berangkat ke Belanda dengan menumpang kapal Willem Ruys. Radius bukan orang Indonesia pertama yang kuliah di sana. Ada nama-nama besar ekonom Indonesia yang pernah kuliah di sana seperti Mohammad Hatta dan Sumitro Djojohadikusumo. Di masanya, beberapa mahasiswa Indonesia di Rotterdam yang kemudian menjadi orang penting antara lain Arifin Siregar, Hendro Budianto, dan kemudian Kwik Kian Gie.
- Riwayat NEC Nijmegen yang Menembus Imej Semenjana
SUDAH sejak Senin (11/11/2024) timnas Jepang tiba di Indonesia. Laga kontra Indonesia yang akan dilakoninya tak hanya penting bagi kelanjutan kedua tim menuju Piala Dunia 2026 tapi juga akan jadi “perang saudara” antara punggawa timnas Indonesia Calvin Verdonk dengan andalan Jepang, Kōki Ogawa. Maklum, keduanya membela tim yang sama di Eropa, NEC Nijmegen.
- Tanujiwa Pendiri Cipinang dan Bogor
SUATU hari di tahun 1680, Letnan Tanujiwa mendapat perintah mengikuti ekspedisi menyusuri Sungai Cisadane di Bogor. Sebagai perwira, ia mendapat posisi cukup penting dalam ekspedisi itu. Ia konon masih merupakan keturunan Prabu Siliwangi. Ayahnya bernama Santowan Kendang Serang-Serang.
- Kala Fisik Jadi Bahan Tawa
FILM komedi kembali naik daun. Beberapa film komedi sudah dan siap tayang di bioskop. Namun, tampaknya slapstick masih menjadi bumbu untuk merangsang tawa penonton. Tak beda dari film komedi 1970-an. Lihat saja misalnya film komedi-aksi Partikelir (2018) garapan komika Pandji Pragiwaksono.
- Radius Prawiro Arsitek Ekonomi Orde Baru
RADIUS Prawiro tak menyangkal peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam perjalanan kariernya. Berkat Sultan, dia menduduki pejabat setara menteri Pemeriksa Keuangan Agung Muda/anggota pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (Bapeka) dalam Kabinet Dwikora I (2 September 1964-21 Februari 1966). “Sultan mau saya,” kenang Radius. Radius adalah orang kepercayaan Sultan, yang menjabat Menteri/Ketua Bapeka yang berkedudukan sebagai menteri koordinator kompartemen. Menurut John Monfries dalam A Prince in a Republic, saat itu kader-kader partai politik mengisi posisi strategis di lembaga-lembaga negara dan pemerintah, termasuk Bapeka. Karena itulah Sultan membentuk tim ahli di internal Bapeka berisi orang-orang yang benar-benar bisa dipercaya dan diandalkan. Salah satunya Radius. Sultan adalah figur sentral dalam masa transisi kekuasaan. Menyusul Peristiwa Gerakan 30 September 1965, Sultan kian intens menjalin hubungan dengan para pendukung Orde Baru. Pada akhir 1965, lanjut Minfries, Sultan secara diam-diam bertemu dengan Widjojo dan para ekonom dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) untuk membicarakan pemulihan ekonomi. Sultan terkesan dengan gagasan stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi.
- Mobil yang Digandrungi Presiden Habibie
JERMAN sudah seperti tanah air kedua bagi Bachruddin Jusuf Habibie, presiden RI ke-3. Di negeri Eropa itulah Habibie menimba ilmu hingga menjadi seorang insinyur teknik pesawat terbang. Selama di Jerman, Habibie tidak hanya berkutat dengan urusan konstruksi pesawat. Habibie juga menyenangi mobil-mobil Jerman, terutama buatan pabrikan Mercedes-Benz. “Hubungan Pak Habibie dengan Mercedes-Benz itu adalah hubungan yang sangat spesial. Apa yang paling Pak Habibie suka dari Mercedes adalah teknologinya. Bapak selalu melihat Mercedes-Benz sebagai ikon teknologi dan mobil,” tutur Ilham Akbar Habibie, putra sulung Habibie, dalam peluncuran buku The Mercedes-Benz Presidential Car di Wisma Habibie-Ainun, Patra Kuningan, Jakarta Selatan (13/11).





















