top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Babak Akhir Partai Sjahrir

    JANUARI 1958, para pemimpin militer, Zulkifli Lubis, Maludin Simbolon, Barlian, Dahlan Djambek, dan Ventje Sumual mengadakan pertemuan dengan Sumitro Djojohadikusumo, Sjafruddin Prawiranegara, Mohamad Natsir, dan Burhanuddin Harahap, di Sungai Dareh, Sumatra Tengah. Pertemuan itu membicarakan bentuk pemerintahan yang bakal mereka dirikan untuk menyaingi pemerintah pusat di Jakarta.

  • Kudeta Ken Angrok

    DARI Karuman, Ken Angrok pergi ke Lulumbang untuk bertemu Mpu Gandring. Dia meminta dibuatkan keris. “Buatkanlah saya sebuah keris, hendaknya selesai dalam lima bulan, karena akan segera saya pakai,” ujar Angrok.

  • Ken Dedes Cinta Pertama Ken Angrok

    MOTOR Devan Firmansyah, penggiat di Komunitas Jelajah Jejak Malang, memasuki areal pemakaman umum di Desa Polowijen, Malang. Dia mengarahkan motor bebeknya menyusuri jalan kecil yang kiri kanannya hanya terlihat nisan-nisan dan pohon kaboja.

  • Asal-Usul Pangeran Samber Nyawa

    RADEN Mas Said atau Pangeran Mangkunagara I, Pahlawan Nasional, punya julukan legendaris: Pangeran Samber Nyawa. Dulu, saya membayangkan julukan itu mungkin berasal dari salah satu peristiwa penuh kekuatan gaib. Ternyata tidak.

  • Di Balik Nama Pangeran Samber Nyawa

    DARI mana sebutan Samber Nyawa diterima Mangkunegara I? Dalam Wikipedia disebut julukan Pangeran Samber Nyawa diberikan oleh Nicolaas Hartingh, perwakilan VOC, karena dalam peperangan dianggap selalu membawa kematian bagi musuh-musuhnya. Sejarawan M.C. Ricklefs bilang itu salah.

  • Pangeran Samber Nyawa Menyerah Kepada Pakubuwana III

    PADA 24 Februari 1757 Raden Mas Said menyerah kepada Sunan Pakubuwana III, raja Surakarta. Dia dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa yang gigih menentang VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur). Perlawanan itu mungkin karena ayahnya, Mangkunegara, diasingkan oleh VOC ke Srilanka.

  • Surat Perintah yang Terlupakan

    SETELAH menerima Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar, Letjen TNI Soeharto langsung bikin kejutan. Dengan Surat Keputusan Presiden No. 1/3/1966 tertanggal 12 Maret 1966, Soeharto atas nama Presiden Sukarno mengeluarkan perintah pertamanya: membubarkan PKI. Radio Republik Indonesia sejak siarannya yang pertama mengudara pukul 06.00 pagi memberitakan keputusan ini seharian penuh.

  • Meringkus Loyalis Sukarno

    CHAERUL Saleh tak pernah menyangka tanggal 18 Maret 1966 menjadi hari Jumat petaka dalam hidupnya. Wakil Perdana Menteri (Waperdam) III merangkap Ketua MPRS itu masuk dalam daftar menteri yang ditangkap atas perintah Letjen TNI Soeharto, Menteri Panglima Angkatan Darat. Kepada rekannya, Mohammad Achadi yang menjabat Menteri Transmigrasi dan Koperasi, Chaerul berujar tanpa curiga mengenai Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar.

  • Meluruskan Mitos Candi Plaosan

    BERBEKAL selembar tiket seharga Rp10 ribu untuk tarif wisatawan Nusantara, langkah kaki terus berayun menyusuri jalan setapak tanah berpasir. Di sisi kiri tampak pepohonan rindang dan di sisi kanan terhampar candi-candi baik yang masih berdiri kokoh maupun reruntuhan. Candi kembar di kompleks Candi Plaosan Lor jadi view utama yang tak hanya sekadar dikunjungi untuk dikagumi tapi juga acap jadi backround apik untuk bersesi foto pranikah.

  • Membincang Ulang Polemik Gunung Padang

    SETELAH terhenti pada 2014, penelitian lanjutan tentang situs kuno Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat digulirkan kembali. Bila perlu, pemerintah berkolaborasi dengan banyak lembaga penelitian, para ahli, termasuk dari luar negeri untuk meriset ke situs megalitikum Gunung Padang. Wacana ini dilontarkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page