top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10071 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Ekonom Bersenjata

    PAGI hari, 1 Oktober 1965, Presiden Lyndon Johnson di Gedung Putih menerima laporan singkat dari Central Intelligence Agency (CIA) mengenai perkembangan situasi di Indonesia: “Pergeseran kekuasaan yang mungkin punya dampak luas sedang terjadi di Jakarta.” Penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan penyusutan kekuasaan Sukarno mengubah tataran hubungan Indonesia-Amerika Serikat. Bagi Soeharto dan sekutu militernya, tugas penting mereka bersifat politis: menyingkirkan Sukarnois dari pemerintahan, mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia, melanjutkan serangan terhadap sisa-sisa PKI, dan memperkuat cengkeraman tentara atas kekuasaan.

  • Indonesia Gagal Memiliki Institut Oceanografi

    ORANG akan merujuk Stadion Gelora Bung Karno atau Monas jika mengingat proyek mercusuar Sukarno. Padahal tak hanya itu. Sukarno juga pernah membanguan Institut Oceanografi di Ambon, Maluku, yang jika rampung akan menjadi yang nomor satu di Asia Tenggara.

  • Sukarno dan Gerakan Makan Jagung

    MEJA makan di Istana Bogor penuh dengan beragam sajian untuk para tetamu Presiden Sukarno. Semua serba jagung. Tak ada sebutir beras pun di meja. Ini sajian tak biasa. Malam itu, 12 Juli 1964, Sukarno mencanangkan revolusi menu makan orang Indonesia. Beras bukan lagi satu-satunya sumber karbohidrat dalam menu makan orang Indonesia.

  • Sukarno, Romusha, dan Pendudukan Jepang di Indonesia

    NARASI yang menyebut Presiden Sukarno sebagai mandor romusha ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini karena Sukarno terlibat dalam propaganda pengerahan romusha sebagai konsekuensi berkerja sama dengan Jepang. Membahas peran Sukarno di masa pendudukan Jepang tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik yang terjadi ketika itu. Pendudukan Jepang di Indonesia merupakan peristiwa besar bagi Sukarno maupun gerakan nasionalis.

  • Sukarno, Pasar Ikan, dan Rumah Pegangsaan

    KAPAL motor itu berukuran kecil saja. Panjangnya delapan meter, sedangkan lebarnya sekira satu setengah meter. Di dalam kapal itulah Sukarno dan Inggit, istrinya, beserta lima orang lainnya berangkat dari Palembang menuju Jakarta pada Juli 1942. Mereka terombang-ambing di laut selama empat hari, empat malam.

  • Bung Karno Kemalingan di Padang

    KOTA Padang chaos ketika Bung Karno dan keluarganya tiba di sana pada 26 Februari 1942 setelah melalui perjalanan panjang dari Bengkulu. Penjarahan terjadi di toko-toko yang ditinggalkan pemiliknya. Sebagian penduduk pilih mengungsi. Aparat keamanan kolonial sibuk menyelamatkan diri masing-masing. Pun para serdadu KNIL yang lari pontang-panting alih-alih mempersiapkan perlawanan terhadap pasukan Jepang yang akan datang.

  • Ketika Media Amerika Memberitakan Sukarno dan Dukun

    SEJAK Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, negara ini tak pernah lepas dari sorotan berbagai media asing. Selain memberitakan beragam kebijakan di dalam maupun luar negeri, aktivitas para pejabat negara juga tak luput dari sorotan. Pemberitaan media asing terhadap para pemimpin Indonesia beraneka rupa, terkadang memberi pujian tetapi kerap pula berisi kritik yang mengarah pada kehidupan personal kepala negara.

  • Adu Kuat Iran dan Amerika di Lapangan Hijau

    SELEMBAR “tiket” lolos ke Piala Dunia 2026 sudah direbut Tim Nasional (timnas) Iran sejak Maret 2025 sebagai juara Grup A di ronde ketiga kualifikasi zona Asia (AFC). Namun, Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama sudah sejak awal Juni silam mengeluarkan larangan masuk bagi semua warga Iran. Mengutip pernyataan Gedung Putih pada 4 Juni 2025 di laman resminya, “Restricting the Entry of Foreign Nationals to Protect The United States from Foreign Terrorists and Other National Security and Public Safety Threats,” Presiden Donald Trump melarang masuk warga asing dari 12 negara, baik berstatus imigran maupun non-imigran, ke wilayah Amerika Serikat. Selain Iran, 11 negara lainnya adalah Afghanistan, Myanmar, Chad, Republik Kongo, Guinea Khatulistiwa, Eritrea, Haiti, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

  • Di Balik Lima Wapres Termuda Amerika Serikat

    LAIN dulu, lain sekarang. Dulu berseberangan, kini James David Vance (JD Vance) dianggap jadi sosok terbaik sebagai penerus gerakan “Make America Great Again” (MAGA) yang selalu didengungkan Donald Trump. JD Vance mulai Senin (20/1/2025) waktu setempat resmi menjabat wakil presiden (wapres) Amerika Serikat (AS) ke-50 sekaligus jadi termuda ketiga dalam catatan sejarah politik AS.

  • Bom Bakar Amerika Menjadikan Tokyo seperti Neraka

    SHIZUKO Nishio belum lama terlelap tengah malam 9 Maret 1945 itu. Gadis berusia 6 tahun itu antusias untuk sekolah keesokannya karena berbarengan dengan hari ulang tahunnya. Namun tetapi ketika tanggal baru berganti beberapa menit, Nishio dibangunkan suara sirine peringatan serangan udara.

  • Aktivis Afro-Amerika Dilarang Hadir di Konferensi Asia-Afrika

    KONFERENSI Asia-Afrika di Bandung pada 18–24 April 1955 membuat gerah Amerika Serikat. Selain mensponsori penyelenggaraan SEATO, pakta negara-negara Asia Tenggara, pemerintah Amerika juga menghalangi dua aktivis Afro-Amerika, William Edward Burghardt Du Bois dan Paul Robeson, untuk menghadiri KAA.

  • Senjata Rahasia yang Dikembangkan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II

    SERANGAN Jepang terhadap Pearl Harbor, pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pulau Oahu, Hawaii, pada 7 Desember 1941, mengejutkan penduduk Negeri Paman Sam. Gempuran pada Minggu pagi itu tak hanya menenggelamkan dan merusak sejumlah kapal, tetapi juga menewaskan ratusan pelaut dan warga sipil Amerika.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page