top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10069 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kutu Subversif dalam Rambut Gondrong

    PADA dekade pertama Orde Baru, ihwal rambut gondrong rupanya menjadi anasir serius dalam pemberitaan media-media Jakarta. Rambut gondrong dianggap tak mencerminkan “kepribadian bangsa.” Militer pun merasa perlu membikin kebijakan khusus untuk perkara ini. Terjadi razia di jalan-jalan. Bukan senjata yang ditenteng –modal utama saat membungkam komunisme sepuluh tahun sebelumnya, melainkan gunting! Otoritarianisme, dengan logika rust en orde ala ekonomi pembangunan, menjalar ke batas paling personal dari hak individu menentukan idealisasinya.

  • Auw Tjoei Lan, Musuh Para Mucikari

    SUATU malam di Batavia pada 1930-an. Seorang perempuan Tionghoa, yang sebelumnya mendapat surat kaleng, bergegas menuju sebuah hotel di Kota. Tujuannya: mencari si pengirim surat, seorang perempuan tanpa identitas yang butuh pertolongan segera. Tiba di hotel, dia menemukan sebuah tong yang bergoyang. Dia buka. Isinya seorang gadis berusia sekira 14 tahun; si pengirim surat. Gadis itu baru datang dari Tiongkok, tak mengerti bahasa Melayu, dan akan dijadikan pelacur.

  • Alfatihah Terakhir

    KAKEK kurus itu bernama Supar. Pada 1965, dia pemuda belia yang bekerja sebagai buruh penebang kayu di kawasan hutan di daerah Mangkang. Beda dari kebanyakan anak muda di kampungnya, Supar tak tertarik dengan organisasi massa atau partai politik yang saat itu aktif mencari anggota. Hari-harinya dihabiskan untuk bekerja menebang kayu di hutan serta bergaul sepatutnya dengan teman dan para tetangga.

  • Jepang dari Isolasi hingga Industri

    PADA 8 Juli 1853, empat kapal uap dan sebuah kapal Induk, USS Powhatan, tiba di Pelabuhan Edo, Tokyo. Armada kapal itu, yang kelak dikenal dengan nama armada Kapal Hitam (kurofune), dipimpin seorang perwira Angkatan Laut Amerika Komodor Matthew C. Perry.

  • Pasar Malam Besar Berawal dari Gerakan Perlawanan

    ISTILAH Pasar Malam sudah tak asing di telinga warga Belanda, bahkan sudah masuk dalam kamus Bahasa Belanda Van Dale. Berbicara tentang sejarah Pasar Malam Besar berarti juga bicara tentang budaya Indo. Ras Indo, atau Indies Eurosian secara sederhana berarti anak campuran antara darah Barat dan Timur, Eropa dan Asia. Tak sedikit yang beribu seorang nyai, yang artinya dia lahir sebagai anak di luar perkawinan sah. Ada juga yang keturunan Tentara Kerajaan Hindia-Belanda (KNIL) yang berganti warga negara, seperti ayah The Tielman Brothers. Ada warga Belanda murni yang lahir di Nusantara. Ada orang Indonesia asli yang menikah dengan orang Belanda atau statusnya disamakan dengan orang Eropa oleh pemerintah kolonial kala itu. Merekalah Indische Nederlanders.

  • Merayakan Kenangan, Menyeruput Eksotisme di Pasar Malam Besar

    MEMASUKI gerbang utama Pasar Malam Tong Tong seperti memasuki mesin waktu berbentuk lorong panjang. Di Malieveld, tak jauh dari Stasiun Sentral Den Haag, Belanda, ratusan orang menikmati sajian tahunan yang berhubungan dengan Belanda dan Indonesia, khususnya pengaruh kolonialisme dan budaya hibrid yang tercipta karenanya. Ini festival budaya Eurasian atau Indo (campuran Eropa-Indonesia) terbesar di dunia. Banyak orang menjulukinya “the grand old lady van de multiculturele festivals”. Festival ini digelar kali pertama pada 1959.

  • Auw Tjoei Lan, Pelindung Kebajikan

    DIA kaget. Di serambi rumahnya yang terletak di daerah Gunung Sahari (waktu itu Weltevreden), dia menemukan bayi. Naluri kemanusiaan Auw Tjoei Lan pun terusik. Dia ambil bayi itu lalu dia besarkan layaknya anak sendiri. Lalu seorang perawat bernama Zuster Gunning membawa bayi ke rumahnya dan meminta Tjoei merawatnya. Perawat ini bahkan datang berkali-kali. Akhirnya, dia memutuskan untuk mendirikan panti asuhan.

  • Badan Gemuk Cermin (Jangan) Dibelah

    PERNAHKAH Anda mendengar nama David Gurnani? Pemuda Indonesia berusia 25 tahun itu adalah pemenang pertama reality show “The Biggest Loser Asia”. Dalam waktu enam bulan selama berada di karantina program televisi tersebut, David sukses menurunkan 83 kg bobot tubuhnya, dari 157 kg menjadi 74 kg saja.

  • Ibukota Kembali ke Jakarta

    PADA mulanya adalah Batavia, sebuah kota yang dibangun Jan Pieterszoon Coen dan lalu jadi pusat administrasi dan perdagangan Hindia Belanda. Kota ini dibangun menurut pola kota Belanda dengan sejumlah kanal, jalan raya, dan gedung megah. Hasilnya: Batavia menjadi daya tarik sebagai kota modern, bahkan mendapat julukan “Ratu Timur”. Tapi Batavia bukanlah tempat yang layak sebagai pusat pemerintahan berdasarkan penelitian Hendrik Freek Tillema, seorang ahli kesehatan Belanda. Pada 1920, Gubernur Jenderal J.P. Graaf van Limburg Stirum pun mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Malaise menghentikan rencana itu dan mengembalikan fungsi Batavia. Nama Batavia hapus dari peta sejarah pada bulan-bulan pertama pendaratan balatentara Jepang, berganti nama menjadi Jakarta sesuai keinginan kaum nasionalis. Bentuknya daerah khusus kota besar (Tokobetsu Shi). Di bawah Jepang, keanggunan, kebersihan, dan keteraturannya mulai tergerus. Jakarta kian tak terurus.

  • Fanta, Fantasie dalam Perang Dunia II

    “FANTA, cerianya berasa banget!” Begitulah slogan salah satu iklan minuman ringan Fanta di Indonesia. Fanta, seperti juga Coca-Cola dan Sprite, adalah produk Coca-Cola Company, perusahaan internasional dalam bidang minuman yang didirikan pada 8 Mei 1886 oleh apoteker Dr. John Stith Pemberton, dan bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS). Tapi siapa yang mengira kalau minuman itu lahir dalam situasi yang jauh dari ceria? Ia lahir dan besar di tengah kecamuk Perang Dunia II.

  • Anak Hegel Perang di Tanah Jawa

    PADA 14 Oktober 1806, Napoleon menyerbu dan mengalahkan tentara Prusia di Jena, sebuah kota di Thuringen, Jerman. Georg Wilhelm Friedrich Hegel, kelak dianggap sebagai filsuf idealis terkemuka Jerman, lahir di kota Stuttgart pada 27 Agustus 1770, masih sempat merampungkan salah satu karya terbaiknya di malam menjelang Perang Jena pecah: Phenomenology of Mind –ada yang menulisnya Phenomenology of Spirit. Tapi perang telah menghancurkan kota. Kampus juga sepi. Hegel, yang baru setahun menjabat profesor luar biasa di Universitas Jena, universitas terkemuka di Jerman, mengalami krisis keuangan. Saat inilah Hegel, yang bujangan, menjalin asmara terlarang dengan Charlotte Johanna Christiane Burkhardt, istri pemilik flat tempat Hegel tinggal, yang ditinggal suaminya. Burkhardt berusia delapan tahun lebih muda dari Hegel. Dari hubungan itu lahirlah seorang anak yang diberi nama Ludwig. Menurut Terry Pinkard dalam Hegel: A Biography, Burkhardt melahirkan Ludwig pada 5 Februari 1807. Kelahiran Ludwig kian memperberat beban Hegel, yang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja sudah kepayahan. Tak berdaya, Hegel memutuskan pindah ke Bamberg, meninggalkan anak dan kekasihnya, yang konon akan ia nikahi setelah suaminya meninggal. Hegel mewalikan Ludwig ke Friederich Frommann, seorang penerbit terkenal di Jena sekaligus teman baiknya.

  • Joris Ivens dan Dukungan Buruh Australia untuk Indonesia

    PELABUHAN Sydney, 1946. Sebuah kapal motor kecil menyusuri celah di antara kapal-kapal besar. Seorang lelaki kulit putih, berjas putih, melalui pengeras suara mengajak boikot kepada para buruh yang bekerja di kapal-kapal besar itu. “Brother, stop working. Brother, stop working,” teriaknya. Sementara di darat, berkumpul beberapa lelaki berpeci dan mengenakan setelan jas necis lengkap dengan dasi. Dari wajahnya bisa ditebak: mereka orang Indonesia. Mereka membacakan pernyataan: “Saudara-saudara, kita tidak mundur dengan kebenaran.” Lalu mereka berbaris. Dari sudut lain muncul berduyun-duyun pelaut asing mengikuti arak-arakan rombongan itu.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page