Hasil pencarian
Cari di situs ini
10066 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Corruption: The End of the VOC
NO less than 290 ships of the East India Trading Company or VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) sank in the seas of Indonesia. In addition to battles with rival trading companies and the rulers of Nusantara, many ships sank because they were overloaded with personal merchandise.
- Perniagaan dan Barang Muatan VOC
SEBAGAIMANA diketahui, perusahaan dagang Belanda untuk wilayah Timur, Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC), didirikan pada 20 Maret 1602. Perusahaan yang kemudian dianggap sebagai perusahaan multinasional di dunia, merupakan penggabungan (vereenigde) dari berbagai kamar dagang yang menyertakan modal untuk mendanai pelayaran ke wilayah Timur dalam rangka mencari sumber rempah-rempah di Kepulauan Maluku.
- The Trade and Goods of the VOC
THE Dutch trading company for the East, Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC), was founded on March 20, 1602. The company, which later was regarded as the world's multinational corporation, was a union (vereenigde) of various chambers of commerce that put up capital to fund voyages to the Eastern region in search of spice sources in the Maluku Islands.
- Omar Dani’s Days in Nirbaya
ALMOST no one around knows about Nirbaya Prison anymore. The Nirbaya Military Detention Center complex in Pinang Ranti, East Jakarta, is now a densely populated residential area. In the past, Nirbaya Military Detention Center (or RTM in Indonesian, which stands for Rumah Tahanan Militer) was a prison for several elite figures who were suspected of being involved in the September 30 Movement (G30S) in 1965.
- The Story of Old Paper from Batavia Castle
A SHEET of old paper is placed on a scanner. A moment later, the scanner is working, recording the old paper into a digital image stored in a computer. Not just one sheet. There are thousands of sheets of old paper that are being and have been digitized by the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI).
- Thilly Weissenborn, Exoticism Without Eroticism
TWO Balinese women stood, staring at the camera. They were bare-chested; one holding a vessel above her head, the other one wearing a batik headscarf. The girls' poses and their naked body were far from erotic. The photo, taken around 1922, is one of the works of Margarethe Mathilde Weissenborn.
- Thilly Weissenborn, Eksotisme Tanpa Erotisme
DUA perempuan Bali berdiri menatap kamera. Mereka bertelanjang dada; yang satu memegang bejana di atas kepala, satunya lagi berkerudung kain batik. Pose gadis itu dan tubuhnya yang telanjang jauh dari kesan erotis. Foto yang dipotret sekitar 1922 itu merupakan salah satu karya dari Margarethe Mathilde Weissenborn.
- Benny Moerdani Tak Ada Matinya
SAAT akan diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab) di awal tahun 1983, publik sempat bertanya-tanya. Siapa ini Benny? Maklum, Benny yang berlatar perwira Baret Merah (Kopassus) ini selalu bergerak dalam senyap. Setelah pangkat mayor dilaluinya sebagian besar tugasnya lebih banyak di bidang intelijen. Dia pernah bertugas di Seoul, Korea Selatan, pada awal 1970-an, dalam rangka merintis hubungan diplomatik RI dan Korea Selatan. Sebagai perwira intelijen, wajar bila Benny kurang dikenal publik.
- Pram, Becak, Aib Negara
“Saya mengumpulkan materi tentang Tirto Adhi Soerjo sejak 1961. Materi dari koran dan majalah dari Museum Gajah. Waktu itu pimpinan perpustakaan Zus Tjoa. Terakhir saya pinjam satu becak, saya bawa pulang. Sebagaimana terbesar, hampir seluruhnya telah saya kembalikan”
- Sugar Technology from China
IN pursuit of a better life, a carpenter left Banten, which was at war with the Dutch East India Company (VOC). Batavia, under VOC rule, offered more promise. He quickly became involved in the construction of the city of Batavia. Thanks to his good relationship with the VOC, he enjoyed many advantages in his various ventures. One of these was the cultivation of sugar cane and the establishment of a sugar factory.
- Trotskis yang Masuk Golkar
ORANG-orang kiri mengalami kepedihan selepas peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Dibunuh. Diperkusi. Ditahan atau dibuang ke Pulau Buru. Namun, ada segelintir yang selamat dan tetap berkiprah di dunia politik selama Orde Baru. Salah satunya Sahamad Sudjono mantan anggota Komite Pusat Partai Angkatan Comunis Muda (Acoma).
- Islam dan Adat dalam Musapat
AMIN berusia sekira 30 tahun. Walaupun tubuhnya tegap dan kekar, namun terkesan baik hati. Dia mengerti dan dapat berbicara bahasa Melayu, yang berarti pernah bersekolah. Sepulang dari kebun kelapanya, dia memergoki istrinya dengan seorang lelaki dari kampung lain. Dia pun menghabisi mereka dengan golok.





















