top of page

Hasil pencarian

9798 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Palu Arit dan Bulan Sabit Pada Suatu Masa

    AYU Muyasarah, 87 tahun, masih ingat sebuah kisah yang dituturkan ayahnya, Entol Endjun Djuhrani, tentang sekelompok pria yang ditangkap Belanda di Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten usai pemberontakan PKI 1926. “Caca,” demikian Muyasarah memanggil ayahnya, “terus menunduk waktu pemimpin pemberontakan dipaksa polisi Belanda menunjuk siapa saja yang ikut berontak,” ujarnya. Menurut Muyasarah, ayahnya bukan seorang ateis. “Dia rajin salat. Taat sama agama.” Djuhrani luput dari hukuman mati dan pembuangan ke Boven Digul, Papua. Dia hanya dihukum kerja paksa sesaat. Setelah bebas, dia meninggalkan Menes, kampung halamannya dan pindah ke Batavia di mana dia bekerja sebagai pegawai perusahaan kayu jati di Tanah Sereal. Muyasarah menuturkan, “Setelah lama di Batavia, Caca pulang lagi ke Banten, terus jadi mandor perkebunan dan mantri pasar. Waktu kemerdekaan, Bung Karno kasih penghargaan perintis kemerdekaan.” Melalui keputusan UU No. 5 Prps Tahun 1964 tentang Pemberian Penghargaan/Tunjangan kepada Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan, Djuhrani dan seluruh aktivis politik yang terlibat Peristiwa 1926 berhak menerima tunjangan dari negara. Jasa mereka diakui sebagai perintis gerakan kemerdekaan Indonesia.

  • Tanding Sengit Bulan Sabit vs Palu Arit

    SEBUAH perhelatan besar tandingan digelar Masyumi untuk menandingi rapat umum PKI di Malang. Massa Masyumi yang datang dari Surabaya dan Malang membaur bersama ribuan anggota PKI yang menunggu kehadiran Ketua CC PKI D.N. Aidit dan Eric Aarons, wakil Partai Komunis Australia yang juga didaulat berpidato. Pertemuan yang dihelat di alun-alun Malang pada 28 April 1954 itu sudah panas sejak mula. Selembar spanduk membentang tak jauh dari podium: “Kutuk teror perampok Masjumi-BKOI”. Spanduk itu merespons demonstrasi Masyumi-BKOI di Jakarta pada 28 Februari 1954 yang berakhir rusuh dan mengakibatkan tewasnya perwira TNI Kapten Supartha Widjaja. Bagi PKI, demonstrasi itu teror, buat Masyumi spanduk itu fitnah. BKOI adalah Badan Koordinasi Organisasi Islam. Emosi massa Masyumi makin terbakar ketika kritik meluncur dari mulut Aidit: “Nabi Muhammad Saw bukanlah milik Masjumi sendiri, iman Islamnya jauh lebih baik daripada Masjumi. Memilih Masjumi sama dengan mendoakan agar seluruh dunia masuk neraka. Masuk Masjumi itu haram sedangkan masuk PKI itu halal,” kata Aidit langsung disambut teriakan, “dusta… tidak benar… ingat Madiun,” ujar para pemuda Masyumi seperti dikutip dari Abadi, 17 Mei 1954.

  • Tugu-Tugu Palu Arit di Indonesia

    SEBUAH tugu di Madiun tengah menjadi sorotan. Tugu yang berada di interchange menuju gerbang tol Madiun itu disebut mirip simbol palu arit. Isu ini viral setelah Roy Suryo melalui akun twitter-nya mengunggah kicauan mengenai tugu ini. “Tweeps, Patung yg terletak di pinggir Jalan Tol Madiun ini lagi kontroversi, banyak pihak yg menginginkan Patung ini dibongkar karena mengingatkan Trauma masa lalu di daerah tersebut sekitar tahun 1948 silam. Bagaimana pendapat anda? Benarkah Patung ini mirip2 simbol2 tertentu?” tulis Roy Suryo disertai foto tugu tersebut. Unggahan tersebut kemudian ditanggapi oleh politikus Partai Gerindra Fadli Zon. “Kesan ‘Palu Arit’ tak bisa dinafikan. Apakah ada kesengajaan?” cuitnya.

  • Palu Arit ala PKI dan PRD

    LAMBANG komunis, palu-arit, bukan hanya milik Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam sejarah Indonesia, ada organisasi lain yang memiliki lambang sama dengan PKI. Karena itu pula perselisihan terjadi. Terlebih setelah ada selebaran berlambang palu-arit yang beredar di Jakarta. Menindaklanjuti keberadaan selebaran itu, PKI membuat Maklumat No. 1 yang disiarkan kantor berita Antara. Maklumat itu ditandatangani Ketua PKI Mr. Moh. Joesoeph dan A. Kasim. Isinya maklumat itu antara lain menyebutkan, “... bahwa Maklumat yang memakai Palu dan Arit yang telah disebarkan bukan berasal dari kami tetapi dari pihak musuh yang hendak mengacaukan dan membingungkan rakyat. Untuk mencegah kekacauan yang seperti itu, Maklumat yang akan kami sebarkan selanjutnya harus ada tandatangan dari Markas Besar Partai Komunis Indonesia,” demikian Maklumat PKI seperti dikutip dari Suara Rakyat, 7 November 1945.

  • Palu Arit Selalu Bikin Sengit

    TUGU di pinggir jalan tol Madiun diributkan. Ada yang menganggapnya palu dan arit, lambang Partai Komunis Indonesia (PKI). Roy Suryo, politisi dan mantan Menpora, mencuit di akun twitter-nya, @KRMTRoySuryo2 pada Minggu (9/2). "Tweeps, patung yg terletak di pinggir Jalan Tol Madiun ini lagi kontroversi, banyak pihak yg menginginkan Patung ini dibongkar karena mengingatkan Trauma masa lalu di daerah tersebut sekitar tahun 1948 silam. Bagaimana pendapat anda? Benarkah Patung ini mirip2 simbol2 tertentu?" Kicauan Roy Suryo ditanggapi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, yang menulis di akun twitter-nya, "Kesan 'Palu Arit' tak bisa dinafikan. Apakah ada kesengajaan."

  • Penyergapan di Bogor Selatan

    SEUSAI kekalahan Jepang, situasi Jakarta dan sekitarnya kacau. Sebagai petugas Australian War Crimes Detachment yang menyelidiki kejahatan perang Jepang, Frederick George Birchall yang berpangkat squadron leader (sepadan dengan mayor) tahu bahaya bisa datang kapan saja. Dia sudah mempersiapkan diri. Dalam sepucuk surat kepada sepupunya, Tom Francis di Melbourne, Australia pada Maret 1946, Birchall menulis: “Karena itu, aku berusaha belajar mengucapkan (dalam bahasa Indonesia) ‘Hidup Indonesia’ dan beberapa patah kata lain yang senada. Aku juga akan menggambar bendera Australia dengan ukuran besar di kendaraanku… Aku tidak mau mengambil risiko…” Surat Birchall itu kini tersimpan di Australian War Memorial, Canberra. Namun, manusia hanya bisa berencana. Sebulan kemudian, Birchall yang masih mengenakan seragam Angkatan Udara Australia (RAAF) ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah bukit kecil di dekat Stasiun Maseng, selatan Bogor. Di sekujur tubuhnya terdapat beberapa luka tembak.

  • Begum Jaan Menolak Tunduk

    PARTISI India tahun 1947 adalah momen sejarah getir bagi India dan Pakistan. Partisi yang terjadi bersamaan dengan kemerdekaan India itu menimbulkan krisis dan konflik, yang hingga kini membayangi hubungan kedua negara tetangga itu. Peristiwa sejarah itu mengilhami sineas-sineas Bollywood. Chinnamul adalah film India pertama yang menjadikan Partisi 1947 sebagai inti cerita, yang tayang di bioskop hanya berselang tiga tahun dari peristiwa. Kini, lepas 70 tahun usai Partisi 1947, kembali hadir film yang berlatar sejarah getir itu. Kali ini lewat perspektif para pekerja seks di sebuah rumah bordil di pedalaman Punjab dalam film garapan sutradara Srijit Mukerji, Begum Jaan.

  • Perwira Tembak Pengusaha

    PERWIRA bernama Rustom Pavri itu mendatangi Vikram Makhija yang sedang mandi di rumahnya. Rustom menembak mati Vikram karena urusan asmara. Istri Rustom, Chyntia Pavri, telah dihamili oleh Vikram, ketika Rustom sedang berlayar selaku perwira Angkatan Laut. Begitulah cerita film Rustom yang dibintangi oleh Akshay Kumar. Film ini terinspirasi peristiwa nyata yang terjadi pada 27 April 1959 di India dan menyita perhatian publik. Peristiwa ini telah menginspirasi beberapa buku dan film seperti Achanak (1973), Rustom (2016), dan web series The Verdict: State vs Nanavati (2019). Siang 27 April 1959, Kawas Manekshaw Nanavati (1925–2003) dan Sylvia Nanavati sedang makan siang di Parade Cuffe Home di Mumbai (waktu itu disebut Bombay). Nanavati baru saja kembali dari tugas berlayarnya sebagai perwira Angkatan Laut India. Pangkatnya commander yang setara dengan letnan kolonel.

  • Layar India Membentang Indonesia

    DI DEPAN lahan bekas bioskop Rivoli di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Mansyur berdiri mengamati lalu-lalang kendaraan di jalanan. Dia lalu menjauh dari jalan dan duduk bersandar ke pagar seng. Di balik pagar seng, berdiri hotel setengah jadi. Mansyur bertugas menjaga hotel selama pembangunan. Terik matahari, debu, dan raungan kendaraan bermotor menjadi santapan hariannya. Sebelum Rivoli tutup pada 1999, dia biasa bekerja di dalam ruangan. “Sebagai pemutar rol film di sini,” ujar Mansyur, lelaki berusia 50 tahun, sembari menunjuk ke arah hotel. Mansyur bekerja di Rivoli sejak 1975. Tugasnya memastikan tayangan film berjalan baik; tak goyang dan macet. Ada tiga kali pemutaran film dalam sehari: pukul 15.00, 18.00, dan 21.00. Khusus Jumat dan Sabtu, ditambah satu kali, pukul 00.00. Hampir semua film berasal dari Bombai, India. “Makanya bioskop ini terkenal sebagai bioskop India,” kata Mansyur.

  • Diplomasi Budaya Film India

    TONGGAK awal industri film India berawal dari Dadasaheb Phalke. Dia membuat film cerita pertama di India pada 1913 berjudul Raja Harishchandra. Sejak itu film India berkembang pesat, bahkan mampu tampil ke pelbagai penjuru dunia dengan ciri khasnya. Film jadi media diplomasi budaya India. “Jika anda ingin membicarakan budaya India, pertama-tama orang pasti akan menyebut film India,” kata Shri Gurjit Singh, Duta Besar India untuk Indonesia. Selain sebagai diplomat, dia juga penggemar film. Dia berperan dalam penyelenggaraan Festival Film India dan seminar “100 Tahun Film India” di Jakarta pada September 2013. Kepada Hendaru Tri Hanggoro dari Historia.ID, Gurjit Singh membeberkan bagaimana pemerintah India memandang dan mendorong industri film. Bukan hanya sebagai alat ekonomi, tapi juga media pengantar kebudayaan.

  • Pendahulu Sriwijaya

    PADA 2008, tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) meneliti situs Air Sugihan, di pantai timur Palembang. Mereka menemukan sisa-sisa permukiman di lahan berawa dari awal abad Masehi. Permukiman itu diperkirakan cikal bakal atau pendahulu Kerajaan Sriwijaya. Agustijanto Indrajaya, ketua tim peneliti, melihat adanya proses bertahap sebelum muncul Kerajaan Sriwijaya. Permukiman di situs Air Sugihan itu dalam sumber Tiongkok disebut Ko-ying dan Kan-t’o-li. “Kita lihat Sriwijaya saja sudah sangat kompleks [tata masyarakatnya], harusnya ada satu proses menuju ke sana, nah ini di sini,” kata arkeolog Puslit Arkenas itu saat ditemui usai diskusi buku Kebangkitan dan Kejayaan Sriwijaya karya O.W. Wolters di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (17/11).

  • Ekspansi Raja Cola sampai Sriwijaya

    DI BAWAH kendali Rajendracola I, Kerajaan Cola mungkin menjadi kerajaan Hindu paling mengagumkan di India. Dia melanjutkan pencapaian ayahnya, Rajaraja I, yang menundukkan beberapa wilayah di anak benua itu. Arkeolog senior Puslit Arkenas, Bambang Budi Utomo mengatakan, secara umum Kerajaan India biasanya hanya berkuasa di Asia Selatan. Pengaruhnya yang menyebar ke berbagai wilayah, misalnya seni arca. “Dia tidak berkuasa di luar Asia Selatan. Pengaruhnya ke mana-mana, misalnya di pantai barat Malaysia ada komunitas Tamil, di Sumatra juga ada, kemudian prasasti Tamil ditemukan juga di Lobu Tua,” jelas Bambang ketika ditemui di kantornya.

bg-gray.jpg
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
bg-gray.jpg
VOC mengeksekusi 10 orang Inggris, 10 tentara bayaran Jepang, dan 1 orang Portugis yang dituduh berencana menyerang Benteng Victoria di Ambon tahun 1623.
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
bg-gray.jpg
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
bottom of page