top of page

Hasil pencarian

9630 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Frank Lenz, Pesepeda Amerika yang Hilang Ketika Berkeliling Dunia (Bagian II-Habis)

    SETELAH mengarungi lautan selama beberapa pekan, Frank Lenz, pemuda Pittsburg yang tengah berkeliling dunia dengan sepeda dan membawa kamera, tiba di Yokohama, Jepang, pada pertengahan November 1892. Lenz, yang telah mencari informasi tentang sejarah dan budaya Jepang sebelum memulai perjalanan, sangat ingin menjelajahi Negeri Sakura.

  • Cerita dari Stadion Kridosono (Bagian I)

    ANEKA rupa coretan graffiti memenuhi sebagian besar temboknya. Ada plus-minusnya tentu, mengingat bangunannya pun sudah tak terawat dan di beberapa bagiannya berlumut. Begitulah tampak luar Stadion Kridosono, gelanggang sepakbola tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

  • Zainal Zakse, Aktivis yang Melankolis

    PERNAH terjadi insiden pemukulan dalam Konferensi Karyawan Pengarang se-Indonesia (KKPI). Orang sial yang kena pukul adalah Bokor Hutasuhut, panitia konferensi yang menjabat Sekretaris Jenderal KKPI. Pelaku pemukulan Zainal Zakse, seorang aktivis mahasiswa dari jurusan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Zakse merasa Bokor banyak melakukan kecurangan. Selama konferensi, protes Zakse dan kawan-kawan tidak mendapat tanggapan panitia. KKPI diselenggarakan pada 1-7 Maret 1964.

  • Zainal Zakse, Si Tukang Loak Kawan Soe Hok Gie

    SETELAH diplonco dalam penerimaan mahasiswa baru jurusan sejarah, Soe Hok Gie jadi akrab dengan beberapa seniornya. Richard Zakaria Leirissa disebutnya sebagai seorang yang baik hati dan mau membimbing. Sementara Ong Hok Ham , adalah orang yang pandai. Leirissa dan Ong kelak memang menjadi sejarawan ternama dari Universitas Indonesia (UI). Selain mereka, ada satu lagi yang berkesan bagi Gie. Namanya Zakse.

  • Penganiayaan Berat Aktivis Mahasiswa Zainal Zakse

    TUBUH Zainal Zakse rebah di tanah. Luka-luka tusukan bayonet tentara menghujam wajahnya. Dia menjadi salah satu korban kerusuhan dalam demonstrasi mahasiswa pada 3 Oktober 1966. Saat itu, Zakse bertugas sebagai wartawan harian KAMI yang meliput jalannya unjuk rasa. “62 korban demonstrasi di depan Istana,” lansir harian Angkatan Bersendjata ( AB ), 4 Oktober 1966.

  • Rokok Kulit Pisang Bikin Anak Muda Amerika Melayang

    SEBUAH fenomena tak biasa terjadi di Amerika Serikat. Saat itu, pisang menjadi komoditas yang paling banyak dicari. Namun bukan untuk dimakan dagingnya, tetapi kulitnya dijadikan rokok oleh anak muda Amerika. Kegilaan terhadap rokok kulit pisang itu terjadi pada 1967.

  • Cerita dari Stadion Kridosono (Bagian II–Habis)

    LANGIT gelap disertai hujan mengguyur kawasan Nieuwe Wijk, Yogyakarta pada Kamis, 27 Januari 1938, petang. Namun, hal itu tak mengurangi kemeriahan pembukaan Bijleveld-stadion (kini Stadion Kridosono). Selain dihadiri para petinggi sipil dan militer kolonial, hadir pula dalam pembukaan itu ketua Voetbalbond Djokja de Omstreken (VBDO) Mr. Engelkamp, Ketua Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) atau Persatuan Sepakbola Hindia Belanda Johannes Christoffel Jan Mastenbroek, dan Gubernur Yogyakarta Johannes Bijleveld. Tak ketinggalan, Sri Sultan Hamengkubuwono VIII (HB VIII) dan Paku Alam VIII juga turut menempati tribun utama.

  • Rahayu Effendi Pernah Susah di Awal Karier

    BERBEKAL ijazah SMA, Siti Rahayu yang biasa disapa Yayuk, melamar menjadi pramugari Garuda Indonesia pada 1962. Nasib baik mengiringi langkahnya. Dia diterima. Namun, baru sekira setahun menjalani profesi tersebut, putri Haji Yusuf dan Hajjah Djufriah kelahiran Bogor, 30 Agustus 1942 itu dilamar orang. Pria yang melamarnya adalah Ir. Tammy Effendi. Tammy bukan orang sembarangan. Dia putra dari Roestam Effendi (1903-1979), sastrawan dan politikus pergerakan nasional Indonesia yang pernah jadi anggota parlemen di Negeri Belanda.

  • Yok Koeswoyo Bicara Sukarno

    LELAKI sepuh bertubuh ramping itu memasuki pintu sinema. Nyaris semua helai rambutnya telah memutih. Meski dibantu tongkat, jalannya agak tertatih hingga harus dipapah. Maklum, usianya sudah menginjak 81 tahun. Dengan susah payah dia berhasil menjejakkan diri ke atas kursi.

  • Mesin Jahit Membuat Sandang Cepat Tersandang

    SEJAK awal peradaban, manusia sudah mengenal aktivitas jahit- menjahit dengan menggunakan jarum. Jarum adalah alat khas dari periode paleolitik yang dimulai sekira 40.000 tahun lalu. Pada masa ini, jarum dibuat dari tulang binatang, tanduk, dan taring. Ia dipakai untuk menjahit pakaian dari kulit hewan maupun jaring ikan. Jarum logam kemudian menggantikannya Revolusi Industri mengantar manusia ke era mekanisasi. Penemuan mesin jahit menjadi terobosan, yang memudahkan manusia menjahit pakaian dengan lebih cepat dan rapi. Mesin jahit kemudian terus mengalami evolusi untuk memenuhi kebutuhan pabrik garmen atau rumah tangga. 1755 Charles Weisenthal, seorang imigran Jerman di Inggris, mematenkan penemuan jarum khusus untuk digunakan pada sebuah mesin. Namun, paten itu tak merinci mesinnya. 1790 Thomas Saint dari Inggris mematenkan sebuah mesin yang dapat melubangi kulit dan memasukkan jarum melalui lubang tersebut. Namun, tak diketahui apakah dia membuat prototipe mesin jahit. Sebuah mesin yang kemudian dibuat berdasarkan gambaran pada patennya tak bisa berfungsi. 1810 Balthasar Krems dari Jerman menemukan sebuah mesin otomatis untuk menjahit topi. Tak dipatenkan dan tak berfungsi dengan baik. 1814 Joseph Madersperger, penjahit Austria, mendapatkan paten untuk mesin jahitnya. Dianggap gagal karena dia memfokuskan mesinnya agar meniru gerakan tangan penjahit. 1818 John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika membuat mesin jahit tapi kurang memuaskan. Mesin hanya mampu menjahit kain dengan jarak yang sangat pendek sebelum akhirnya rusak. 1830 Barthelemy Thimonnier, penjahit Prancis, mendapat paten untuk mesin jahit kayu yang menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait. Mesin ini sukses membuat pakaian. Thimonnier lalu mendirikan pabrik garmen. Sejumlah penjahit, yang takut tersaingi dan kehilangan pekerjaan, membakar pabrik garmennya. Thimonnier akhirnya pindah ke Inggris. 1834 Walter Hunt dari Amerika membuat mesin jahit yang bisa berfungsi dengan baik. Mesin ini menggunakan metode jahitan kunci ( lockstitch ) dengan dua jarum membawa benang untuk jahitan atas dan jahitan bawah, sementara jarum kait bergerak horizontal. Hunt tak mematenkannya karena khawatir menimbulkan pengangguran. 1844 Elias Howe dari Amerika mengembangkan metode lockstitch ala Walter Hunt, namun dengan kain yang dijahit dalam posisi vertikal, dan mematenkannya. 1844 John Fisher dari Inggris mematenkan mesin jahitnya yang bisa membuat renda. Mesin ini mirip dengan yang dipatenkan Howe. Kelak, karena berkas patennya hilang di kantor paten, dia kalah dalam sengketa paten melawan Singer. 1850 Allen Benjamin Wilson dari Amerika menyempurnakan mesin jahit yang dibuat Hunt dan Howe. Temuannya dianggap cerdik, yaitu mengembangkan alat kait pemintal berputar. Dia terus mengembangkan mesin jahitnya, bahkan memproduksi secara massal. 1851 Isaac Merritt Singer, imigran Jerman di Amerika, membuat mesin jahit dengan jarum bergerak naik-turun, bukan dari sisi ke sisi seperti mesin jahit lain. Mesin ini memiliki penggerak jarum menggunakan pedal kaki. Singer juga menerapkan metode lockstitch yang dipatenkan Elias Howe. Singer dituntut dan harus membayar royalti. Kendati berat, lambat, dan sulit dioperasikan, mesin ini bisa diandalkan. Pabriknya, Singer Sewing Co., kemudian berkembang menjadi penghasil mesin jahit terbesar di dunia. 1857 James Edward Allen Gibbs dari Amerika mematenkan mesin jahit yang bisa membuat jahitan rantai ( chainstitch ) dengan hanya menggunakan satu benang. Dia kemudian membangun perusahaan yang masih memproduksi dan menjual mesin jahitnya. 1873 Helen Augusta dari Amerika mematenkan mesin jahit yang bisa membuat jahitan berpola zig-zag sehingga jahitannya kuat. 1877 Joseph M. Merrow dari Amerika menciptakan dan mematenkan mesin pembuat renda. Mesin ini juga bisa membuat jahitan di bagian tepi kain ( overlock ). Dia kemudian membangun perusahaan yang masih memproduksi dan menjual mesin jahitnya. 1880 Philip Diehl, kontraktor yang bekerja untuk Singer, menciptakan mesin jahit listrik. 1885 Singer memproduksi model mesin jahit yang dinamakan Singer Vibrating Shuttle untuk penggunaan rumah tangga. Mesin ini terus dikembangkan menjadi beberapa tipe dan digunakan secara luas. 1905 Mesin jahit elektrik mulai dipergunakan secara luas. 1921 Singer memperkenalkan mesin jahit elektrik portabel, 99K, yang sayangnya mahal dan bobotnya berat. Ia terus disempurnakan hingga menjadi lebih ringan. 1947 Mesin jahit zig-zag mulai tersedia di pasaran. 1975 Singer memperkenalkan Athena 2000, mesin jahit elektronik pertama di dunia. 1978 Singer memperkenalkan Touchtronic 2001, mesin jahit pertama yang dikendalikan komputer. 1990 Singer memperkenalkan 9900 Unlimited, bermuatan microprocessor besar yang dimasukkan ke dalam mesin jahit. Tipe ini memiliki fitur-fitur yang mudah dioperasikan dan menghemat waktu, termasuk pusat pesan LED yang menawarkan saran-saran praktis bagi penjahit. 2015 Diperkenalkan mesin jahit Janome yang memiliki koneksitas wireless  dan bisa terhubung dengan iPad atau komputer.* Majalah Historia Nomor 35, Tahun III, 2017

  • Partai Murba Seperti Tan Malaka

    PEMBAHASAN mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di media sosial. Pendeknya, Tan Malaka kini menjadi buah bibir banyak orang setelah berpuluh tahun dilupakan. Kisah petualangan politiknya serupa cerita detektif yang selalu menarik untuk dibicarakan. Namun demikian sedikit saja pembahasan tentang partainya, Murba. Partai yang didirikan pada 7 November 1948 itu tak pernah sempat dia ketuai. Tan Malaka hanya mendirikannya dan lantas menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kader-kadernya. Dia memilih untuk berkeliling, menempuh jalan gerilya walaupun kemudian mati di ujung senapan saudara sebangsa. Partai Murba sempat hidup lama. Paling tidak melintasi masa kemerdekaan sampai kemudian peralihan kekuasaan dari Sukarno ke Soeharto, hingga tiba masa fusi pada 1973 yang menghilangkan eksistensi partai era revolusi ini dari atas panggung politik nasional. Tapi peran dari tokoh-tokohnya masih lumayan terlacak. Sebut saja semisal Adam Malik. Adam Malik, si kancil cerdik, bisa selamat melampaui zaman pancaroba kekuasaan. Dia berjaya di masa Sukarno, dan tak tergusur di era Soeharto. Sedangkan sederet tokoh Partai Murba lain eksis sebagai politikus yang mengkader anak-anak muda penerus ideologi Murba, salah satunya Wasid Suwarto. Tapi Partai Murba seperti Tan Malaka. Ia bergelap-gelap dalam terang dan berterang-terang dalam gelap. Partai ini sempat hidup kembali setelah Soeharto jatuh, menjadi peserta Pemilu 1999. Namun, lagi-lagi sebagaimana yang pernah dialami pada Pemilu 1955, Partai Murba gagal meraih kursi di dalam parlemen. Historia  merekam perjalanan Partai Murba, mulai berdiri hingga mati suri dan lantas berdiri lagi di masa Reformasi untuk kemudian tenggelam lagi. Partai yang punya akar sejarah ke masa lalu seorang tokoh legendaris dalam sejarah di Indonesia itu ternyata tak membantu eksistensinya. Tapi paling tidak partai era revolusi itu pernah mewarnai sejarah Indonesia. Berikut ini laporan khusus Partai Murba: Partai Pamungkas Tan Malaka Riwayat Laskar Rakyat Jalan Murba Menuju Pertempuran Media Massa Murba Murba Berseteru dengan PKI Dalih Pembubaran Murba SOBRI Bukan SOBSI PRRI Kecil Hingga Pulau Terpencil Perwamu dari Politik Hingga Sosial Perta Membendung Pengaruh BTI Mahasiswa Murba Berburu Tikus Okra Menjalin Kerjasama Budaya Murba Hidup Lalu Redup Senjakala Partai Murba Misi Murba dalam PDI Murba Bangkit Lagi Gagal Lagi

  • Beda Cara Polisi Dulu dan Sekarang dalam Berpolitik

    BELAKANGAN ini, isu “partai coklat” ramai diperbincangkan. Kemunculannya seiring dengan pemilihan kepala daerah 2024 yang telah dilangsungkan beberapa hari lalu. Sejumlah politisi yang “melahirkan” istilah tersebut. Bagi mereka, apa yang dimaksud partai coklat adalah keterlibatan oknum polisi dalam pemilu sekarang.

bottom of page