top of page

Hasil pencarian

9861 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kisah Pengadang Tank di Tiananmen dari Balik Lensa

    TIGA kolom tank Type 59 terpaksa menyetop perjalanan di Jalan Chang’an Boulevard di pojok timur laut Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada hari itu, 5 Juni 1989. Gegaranya empat tank di kolom terdepan dihadang sesosok pemuda yang tengah menenteng kantong belanjaan. Sehari sebelumnya, tank-tank itu ikut meredam unjuk rasa besar-besaran di Lapangan Tiananmen sebagai klimaks dari prahara politik di China yang dipicu inflasi, korupsi, nepotisme, hingga pembunuhan sekretaris jenderal CCP atau Partai Komunis China yang pro-reformasi ekonomi, Hu Yaobang, pada April 1989. Namun unjuk rasa itu “dipadamkan” dengan tindakan-tindakan represif yang berujung pada tewasnya ribuan pengunjuk rasa hingga peristiwanya disebut sebagai Pembantaian Tiananmen atau Insiden Empat Juni. Situasi perlahan kondusif sehari setelahnya. Para wartawan asing pun mulai undur diri ke hotel masing-masing. Beberapa dari mereka kembali lagi ke balkon kamar untuk memotret dan memfilmkan penghadangan di atas.

  • Semangat Laskar Kere

    KETIKA menjadi juru kampanye Partai Demokrat di Magelang Jawa Tengah (16/3), ibu Ani Yudhoyono bertanya kepada massa, “Dadi sopo sing kere (jadi siapa yang sengsara)?” Anak-anak muda teriak serentak, “Saya...!” “Jangan begitu, nanti Allah marah,” kata ibu Ani. Para masa awal revolusi tahun 1945, sejumlah pelajar dan pemuda pejuang Solo dengan bangga menggunakan kata “kere” untuk kesatuannya: Laskar Kere. Mereka berasal dari Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Tinggi, Sekolah Guru Atas, dan Sekolah Teknik. Mereka terjun ke berbagai front melawan tentara Inggris (Gurkha) antara Solo dan Semarang seperti Salatiga, Bawen, Banyubiru, dan Ambarawa. Menurut buku Peranan Pelajar dalam Perang Kemerdekaan, setelah pertempuran di Susukan, kecamatan di Kabupaten Semarang, pasukan pelajar menggunakan nama Laskar Kere di bawah pimpinan Achmadi. Laskar Kere memperoleh perlengkapan keyker (keker) dengan tugas sebagai penyelidik di jembatan Sungai Tuntang.

  • Guyonan ala Bung Karno dan Menteri Achmadi

    SEBANYAK 150 pasang pengantin baru dikawinkan secara holopis kuntulbaris alias massal di Ungaran, Semarang pada 1 Februari 1960. Hajatan akbar itu dihadiri Presiden Sukarno bersama rombongan menteri. Bung Karno datang untuk meresmikan dan memberi sambutan. Salah satu menteri yang ikut menyertai Presiden Sukarno adalah Achmadi Hadisoemarto. Achmadi menjabat sebagai Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa (Kopemada). Dia merupakan menteri termuda dalam Kabinet Kerja I. Usianya saat itu masih 33 tahun dan belum menikah. Presiden Sukarno rupanya sengaja mengajak Menteri Achmadi. Apa maksud di balik itu dinyatakan Sukarno ketika menyampaikan sambutan. Di tengah-tengah pidato, Bung Karno celetuk sambil menyebut nama Achmadi.

  • Kemeriahan Mambo Fesyen Show

    FENOMENA “Citayam Fesyen Week” sungguh menyita perhatian publik. Bermula dari kumpulan remaja pinggiran Jakarta yang suka nongkrong di Taman Dukuh Atas, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan. Mereka tampil nyentrik dalam balutan aneka gaya busana. Berlenggak-lenggok di atas zebra cross macam model sungguhan. Mereka kebanyakan datang dari Citayam, Bojong Gede, dan Depok -yang kemudian melahirkan istilah plesetan “SCBD” (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok). Bonge, Kurma, Roy dan Jeje Slebew adalah nama-nama yang mendadak tenar dari ajang tersebut. Setelah viral di media sosial, sejumlah tokoh publik terpikat mengunjungi Taman Dukuh Atas. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga selebritis seperti Paula Verhoeven dan Mayangsari. Belakangan, kawula muda Jakarta Selatan juga ikut-ikutan menjajal Citayam Fesyen Week. Kalau sekarang orang mengenal Citayam Fesyen Week, maka tempo dulu pernah populer pertunjukan busana “Mambo Night”. Acara ini diselenggarakan pada 5 Juni 1956, bertempat di Hotel Dharma Nirmala (kini Kompleks Bina Graha), Menteng, Jakarta Pusat. Seperti namanya, pertunjukan menampilkan galeri dan kontes busana Mambo produksi Firma H. Moh. Jasin Tambunan & Sons.

  • Pentas Terakhir Bobby Kennedy

    LANGIT Malibu, California, Amerika Serikat mendung di pagi 4 Juni 1968. Meski tak biasa, Senator Robert Kennedy, istrinya Ethel Skakel, dan keenam anaknya tak hirau. Mereka bersantai di kolam renang di rumah sutradara sekaligus produser film John Frankenheimer, menikmati hangatnya udara Samudera Pasifik. Bobby, panggilan akrab Robert Kennedy, butuh melepas penat. Sejak Maret 1968, Bobby keliling berbagai tempat untuk kampanye pemilu pendahuluan untuk meraih nominasi calon presiden dari Partai Demokrat. Hanya 14 negara bagian yang menghelat pemilu pendahuluan pada 1968. Ia sedang berjuang untuk menduduki kursi di Gedung Putih. Beberapa pihak tak suka dan risau oleh pencalonannya tetapi Bobby terus maju. Pendukungnya di mana-mana. Bobby ingin membawa perubahan bagi AS, yang menurutnya dalam bahaya. Platformnya antara lain keadilan ekonomi dan rasial, kebijakan luar negeri nonagresi, desentralisasi kekuasaan, dan perbaikan kehidupan sosial. Dialah yang meredakan kemarahan massa kulit hitam pascapembunuhan Martin Luther King Jr. Dalam pidatonya di Indianapolis pada 4 April 1968, ia berkata: “Apa yang kita butuhkan di AS bukanlah perpecahan, pun bukan kebencian, bukan pula kekerasan ataupun pelanggaran hukum. Tapi cinta dan kearifan, mengasihi satu sama lain, dan keadilan bagi mereka yang masih menderita di negeri ini, tak peduli mereka putih atau hitam.”

  • Midway, Adu Kekuatan Dua Armada

    SUDAH 77 tahun ia terkubur di dasar Samudera Pasifik tanpa ada yang mengusik. Namun pada 20 Oktober 2019 lalu, posisi bangkainya ditemukan oleh sekelompok arkeolog maritim. Ialah Akagi, kapal induk kebanggaan Angkatan Laut (Jepang) yang jadi kapal komando (flagship) dalam Pertempuran Midway, 4-7 Juni 1942. Mengutip CBS News, 21 Oktober 2019, bangkai kapal induk berbobot 42 ribu ton itu ditemukan di 2.100 kilometer barat laut Pearl Harbor, Hawaii. Meski bekas gempuran memenuhi segala sisi badannya, Akagi ditemukan terkubur dalam posisi tegak di kedalaman 5.490 meter. Adalah tim ekspedisi Vulcan Inc. dan Komando Sejarah dan Warisan AL Amerika yang menemukan Akagi menggunakan kapal riset Petrel. Dua hari sebelum Akagi ditemukan, Petrel juga menemukan bangkai Kaga, kapal induk AL Jepang lain yang turut karam di pertempuran yang sama.

  • A.A. Maramis dari Advokat Partikelir Menjadi Menteri Keuangan

    SEHARI setelah proklamasi, dipilihlah pimpinan-pimpinan negara melalui sidang PPKI. Sukarno-Hatta menjadi nahkoda negara yang baru lahir tersebut sebagai presiden dan wakil presiden. Konstitusi dan wilayah negara pun akhirnya disahkan. Keesokan harinya, kabinet pertama pun lahir. Beberapa nama populer yang terpilih sebagai menteri di antaranya Mr. Ahmad Subardjo sebagai menteri luar negeri, Mr. Supomo, sang perancang draft UUD, sebagai menteri kehakiman, Amir Sjarifuddin menjadi menteri penerangan, dan beberapa tokoh lainnya juga turut terlibat membantu kabinet perdana republik. Alex Maramis turut mendapatkan peran penting sebagai salah satu dari lima orang menteri negara. “…ia diangkat sebagai wakil menteri keuangan,” tulis Parengkuan

  • Sejarah Perimbangan Keuangan

    PANDEMI Covid-19 menjadi tantangan utama dalam pemulihan ekonomi. Bukan hanya bagi pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah. Pemerintah memprioritaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Prioritas yang sama juga diharapkan kepada seluruh pemerintah daerah dalam realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program-program yang dianggarkan melalui APBD sebagian besar bersumber dari Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menekankan pentingnya refocusing anggaran TKDD untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi. TKDD terdiri dari Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Fisik, Dana Alokasi Khusus Non Fisik, Dana Insentif Daerah, dan Dana Desa. TKDD merupakan salah satu instrumen penting dalam APBN. Rasionya mencapai 1/3 dari APBN sejak desentralisasi fiskal dilakukan.

  • Membangun Kader Keuangan

    PANDEMI Covid-19 sejak akhir 2019 membuat banyak orang mesti beradaptasi dengan sistem bekerja dan belajar dari rumah. Tak terkecuali proses pembelajaran para pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dijalankan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Namun, BPPK sudah siap. BPPK adalah unit Eselon 1 yang bertanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia pengelola keuangan dan kekayaan negara melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. BPPK punya visi menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan terkemuka yang menghasilkan pengelola keuangan negara kelas dunia. Sejak 2016, BPPK sudah menggodok metode pembelajaran daring. Setahun kemudian BPPK meluncurkan portal Kemenkeu Learning Center (KLC), media pembelajaran online yang membahas berbagai materi tentang pengelolaan keuangan negara. Diharapkan KLC bisa melahirkan ekosistem pembelajaran yang sesuai dengan Kemenkeu Corporate University (Kemenkeu Corpu).

  • Kementerian Keuangan di Masa Perang

    KEMENTERIAN Keuangan mempunyai organisasi berskala besar dan heterogen. Ia merupakan satu-satunya kementerian yang bersifat holding company type department. Namun, ketika kelahirannya di awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945, struktur organisasi Kementerian Keuangan tentulah masih kecil. Menteri keuangan pertama dijabat Samsi Sastrawidagda, seorang doktor lulusan Sekolah Tinggi Dagang di Rotterdam, Belanda. Penunjukan Samsi bukan semata-mata karena kedekatannya dengan para perwira militer Jepang tapi juga faktor pengalaman. Selain duduk dalam organisasi-organisasi penting bentukan Jepang, dia pernah jadi anggota Panitia Persiapan untuk Membentuk Susunan Perekonomian Baru (Keizai Sintaisei Zunbi Iinkai) dan penasihat Zaimubu (Departemen Keuangan). Para pegawai yang semula bekerja pada instansi-instansi pemerintah Jepang dengan sendirinya menjadi pegawai departemen-departemen pemerintah Republik Indonesia. Dengan demikian para pegawai Zaimubu juga langsung menjadi pegawai Departemen Keuangan. Mereka bernaung di bawah sebuah unit yang dibentuk pada 2 September 1945 untuk menjalankan fungsi kesekretariatan –saat ini diperingati sebagai hari jadi Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

  • Tan Sam Cai, Menteri Keuangan Kesultanan Cirebon

    “DI sini ada kuburannya Tumenggung Aria Wira Tjoela. Ia Tan Sam Tjaij Kong orang Tiongkok yang dikasih pangkat dan gelaran nama Tumenggung Aria Wira Tjoela oleh kanjeng Sultan Kasepuhan dan dikasih tanah Sukalila. Wafatnya hari Senin tanggal 24 tahun Jawa 1739 dan dikubur tana Sukalila. Mufakatnya Major Tan Tjin Ki tanah kuburnya Tumenggung di perceel dan ditembok.” Begitulah bunyi inskripsi pada sebuah nisan yang menempati lahan seluas 300m² di Jalan Sukalila Utara (belakang Pasar Pagi), Kota Cirebon, Jawa Barat. Warga Cirebon mungkin sudah tidak asing dengan makam berciri Tiongkok berukuran 5x5m tersebut. Pemiliknya adalah seorang Tionghoa Muslim yang pernah mengabdi di Kesultanan Cirebon bernama Tan Sam Cai Kong alias Syafi’i alias Tumenggung Arya Dipa Wira Cula. Nama Tan Sam Cai jarang disebutkan dalam catatan sejarah Cirebon. Keberadaannya seolah terabaikan, meski pernah berperan penting dalam pembangunan Kesultanan Cirebon. Namun arkeolog Rusyanti dalam penelitiannya Peran Tan Sam Cai Kong dalam Sejarah Cirebon menyebut jika peranan tokoh ini secara lisan cukup moncer di kalangan masyarakat Tionghoa Cirebon. Mereka yakin bahwa Sam Cai banyak berperan membantu sultan, khususnya pada masa Sunan Gunung Jati dan setelahnya.

  • Bangkit dari Kondisi Keuangan yang Sakit

    HEMBUSAN angin menambah kenyamanan di Pendopo Ageng, Pura Mangkunegaran siang (18 Maret 2019) itu. Tingginya langit-langit dan luasnya bangunan membuat terik kota Solo tak masuk ke dalamnya. Kendati berasitektur Jawa, banyak ornamen di Pendopo Ageng merupakan ornamen khas Eropa. Selain patung singa berwarna emas yang didatangkan dari Jerman, ada sederetan lampu gantung antik. “Ini dulunya belum pakai listrik,” kata Doni Irawan, tour guide, kepada Historia. Pendopo Ageng dan isinya menambah panjang deretan benda bersejarah yang mengiringi perjalanan sejarah Mangkunegaran sejak didirikan oleh RM Said pada abad ke-18. Seiring perjalanan waktu, kerajaan berstatus kadipaten itu terus berkembang. Perkembangan penting berlangsung sejak modernisasi ekonomi digulirkan Mangkunegara IV.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page