top of page

Hasil pencarian

9792 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Palu Arit Selalu Bikin Sengit

    TUGU di pinggir jalan tol Madiun diributkan. Ada yang menganggapnya palu dan arit, lambang Partai Komunis Indonesia (PKI). Roy Suryo, politisi dan mantan Menpora, mencuit di akun twitter-nya, @KRMTRoySuryo2 pada Minggu (9/2). "Tweeps, patung yg terletak di pinggir Jalan Tol Madiun ini lagi kontroversi, banyak pihak yg menginginkan Patung ini dibongkar karena mengingatkan Trauma masa lalu di daerah tersebut sekitar tahun 1948 silam. Bagaimana pendapat anda? Benarkah Patung ini mirip2 simbol2 tertentu?" Kicauan Roy Suryo ditanggapi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, yang menulis di akun twitter-nya, "Kesan 'Palu Arit' tak bisa dinafikan. Apakah ada kesengajaan."

  • Penyergapan di Bogor Selatan

    SEUSAI kekalahan Jepang, situasi Jakarta dan sekitarnya kacau. Sebagai petugas Australian War Crimes Detachment yang menyelidiki kejahatan perang Jepang, Frederick George Birchall yang berpangkat squadron leader (sepadan dengan mayor) tahu bahaya bisa datang kapan saja. Dia sudah mempersiapkan diri. Dalam sepucuk surat kepada sepupunya, Tom Francis di Melbourne, Australia pada Maret 1946, Birchall menulis: “Karena itu, aku berusaha belajar mengucapkan (dalam bahasa Indonesia) ‘Hidup Indonesia’ dan beberapa patah kata lain yang senada. Aku juga akan menggambar bendera Australia dengan ukuran besar di kendaraanku… Aku tidak mau mengambil risiko…” Surat Birchall itu kini tersimpan di Australian War Memorial, Canberra. Namun, manusia hanya bisa berencana. Sebulan kemudian, Birchall yang masih mengenakan seragam Angkatan Udara Australia (RAAF) ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah bukit kecil di dekat Stasiun Maseng, selatan Bogor. Di sekujur tubuhnya terdapat beberapa luka tembak.

  • Begum Jaan Menolak Tunduk

    PARTISI India tahun 1947 adalah momen sejarah getir bagi India dan Pakistan. Partisi yang terjadi bersamaan dengan kemerdekaan India itu menimbulkan krisis dan konflik, yang hingga kini membayangi hubungan kedua negara tetangga itu. Peristiwa sejarah itu mengilhami sineas-sineas Bollywood. Chinnamul adalah film India pertama yang menjadikan Partisi 1947 sebagai inti cerita, yang tayang di bioskop hanya berselang tiga tahun dari peristiwa. Kini, lepas 70 tahun usai Partisi 1947, kembali hadir film yang berlatar sejarah getir itu. Kali ini lewat perspektif para pekerja seks di sebuah rumah bordil di pedalaman Punjab dalam film garapan sutradara Srijit Mukerji, Begum Jaan.

  • Perwira Tembak Pengusaha

    PERWIRA bernama Rustom Pavri itu mendatangi Vikram Makhija yang sedang mandi di rumahnya. Rustom menembak mati Vikram karena urusan asmara. Istri Rustom, Chyntia Pavri, telah dihamili oleh Vikram, ketika Rustom sedang berlayar selaku perwira Angkatan Laut. Begitulah cerita film Rustom yang dibintangi oleh Akshay Kumar. Film ini terinspirasi peristiwa nyata yang terjadi pada 27 April 1959 di India dan menyita perhatian publik. Peristiwa ini telah menginspirasi beberapa buku dan film seperti Achanak (1973), Rustom (2016), dan web series The Verdict: State vs Nanavati (2019). Siang 27 April 1959, Kawas Manekshaw Nanavati (1925–2003) dan Sylvia Nanavati sedang makan siang di Parade Cuffe Home di Mumbai (waktu itu disebut Bombay). Nanavati baru saja kembali dari tugas berlayarnya sebagai perwira Angkatan Laut India. Pangkatnya commander yang setara dengan letnan kolonel.

  • Layar India Membentang Indonesia

    DI DEPAN lahan bekas bioskop Rivoli di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Mansyur berdiri mengamati lalu-lalang kendaraan di jalanan. Dia lalu menjauh dari jalan dan duduk bersandar ke pagar seng. Di balik pagar seng, berdiri hotel setengah jadi. Mansyur bertugas menjaga hotel selama pembangunan. Terik matahari, debu, dan raungan kendaraan bermotor menjadi santapan hariannya. Sebelum Rivoli tutup pada 1999, dia biasa bekerja di dalam ruangan. “Sebagai pemutar rol film di sini,” ujar Mansyur, lelaki berusia 50 tahun, sembari menunjuk ke arah hotel. Mansyur bekerja di Rivoli sejak 1975. Tugasnya memastikan tayangan film berjalan baik; tak goyang dan macet. Ada tiga kali pemutaran film dalam sehari: pukul 15.00, 18.00, dan 21.00. Khusus Jumat dan Sabtu, ditambah satu kali, pukul 00.00. Hampir semua film berasal dari Bombai, India. “Makanya bioskop ini terkenal sebagai bioskop India,” kata Mansyur.

  • Diplomasi Budaya Film India

    TONGGAK awal industri film India berawal dari Dadasaheb Phalke. Dia membuat film cerita pertama di India pada 1913 berjudul Raja Harishchandra. Sejak itu film India berkembang pesat, bahkan mampu tampil ke pelbagai penjuru dunia dengan ciri khasnya. Film jadi media diplomasi budaya India. “Jika anda ingin membicarakan budaya India, pertama-tama orang pasti akan menyebut film India,” kata Shri Gurjit Singh, Duta Besar India untuk Indonesia. Selain sebagai diplomat, dia juga penggemar film. Dia berperan dalam penyelenggaraan Festival Film India dan seminar “100 Tahun Film India” di Jakarta pada September 2013. Kepada Hendaru Tri Hanggoro dari Historia.ID, Gurjit Singh membeberkan bagaimana pemerintah India memandang dan mendorong industri film. Bukan hanya sebagai alat ekonomi, tapi juga media pengantar kebudayaan.

  • Pendahulu Sriwijaya

    PADA 2008, tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) meneliti situs Air Sugihan, di pantai timur Palembang. Mereka menemukan sisa-sisa permukiman di lahan berawa dari awal abad Masehi. Permukiman itu diperkirakan cikal bakal atau pendahulu Kerajaan Sriwijaya. Agustijanto Indrajaya, ketua tim peneliti, melihat adanya proses bertahap sebelum muncul Kerajaan Sriwijaya. Permukiman di situs Air Sugihan itu dalam sumber Tiongkok disebut Ko-ying dan Kan-t’o-li. “Kita lihat Sriwijaya saja sudah sangat kompleks [tata masyarakatnya], harusnya ada satu proses menuju ke sana, nah ini di sini,” kata arkeolog Puslit Arkenas itu saat ditemui usai diskusi buku Kebangkitan dan Kejayaan Sriwijaya karya O.W. Wolters di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (17/11).

  • Ekspansi Raja Cola sampai Sriwijaya

    DI BAWAH kendali Rajendracola I, Kerajaan Cola mungkin menjadi kerajaan Hindu paling mengagumkan di India. Dia melanjutkan pencapaian ayahnya, Rajaraja I, yang menundukkan beberapa wilayah di anak benua itu. Arkeolog senior Puslit Arkenas, Bambang Budi Utomo mengatakan, secara umum Kerajaan India biasanya hanya berkuasa di Asia Selatan. Pengaruhnya yang menyebar ke berbagai wilayah, misalnya seni arca. “Dia tidak berkuasa di luar Asia Selatan. Pengaruhnya ke mana-mana, misalnya di pantai barat Malaysia ada komunitas Tamil, di Sumatra juga ada, kemudian prasasti Tamil ditemukan juga di Lobu Tua,” jelas Bambang ketika ditemui di kantornya.

  • Serbuan Cola ke Sriwijaya

    ALKISAH, sejumlah kapal bangsa Tamil dikirim ke tengah laut yang bergelombang. Mereka menyerang sebuah negeri kepulauan di Asia Tenggara, Kerajaan Sriwijaya, yang makmur dan merajai perdagangan maritim di perairan Sumatra. Mereka menawan rajanya, Sangramavijayottunggavarman, yang disebut sebagai raja negeri Kadaram. “Maka direbutnya pula harta kekayaan yang dengan jujur dikumpulkan oleh raja Kadaram itu, serta Vidyadharatorana, Gapura Perang di kota musuh yang besar, Gapura Ratna yang dihias dengan sangat indahnya, Gapura Ratna-Ratna Besar, Sriwijayam yang makmur,” demikian tercatat dalam Prasasti Tanjore. Prasasti berbahasa Tamil dari tahun 1030 itu berisi berita kemenangan Kerajaan Cola atas Sriwijaya. Oleh Eugen Hultzsch, indolog dan epigraf asal Jerman, piagam tembaga ini diterbitkan dua abad lalu. Di dalamnya dengan rinci disebutkan negeri-negeri yang dikalahkan Cola.

  • Alasan Cola Serang Sriwijaya

    SERANGAN Kerajaan Cola, sebuah dinasti Tamil di India Selatan, konon turut mengantar Kerajaan Sriwijaya ke akhir masa keemasannya. Padahal, sebelumnya Sriwijaya dan India Selatan berhubungan baik sejak abad ke-9 M. Prasasti Nalanda (860 M) menyebut Raja Sriwijaya, Balaputradewa, pernah mendirikan vihara di Nalanda. Hal itu ditiru penerusnya. Pada 1005 M, Raja Cudamaniwarman mendirikan kuil di Nagipattana (Nagapattinam, Pantai Koromandel). Pembangunan candi ini tak selesai kemudian dilanjutkan putranya, Marawijayatunggawarman. Saat itu, Kerajaan Cola sudah berdiri dan dipimpin oleh Rajaraja (985-1014). Namun, ketika Rajendracola I naik takhta pada 1012 menggantikan ayahnya, Rajaraja, sikapnya terhadap Sriwijaya berubah. Dia menyerang Sriwijaya pada 1025 M dan 1068/1069 M. Penyebabnya tak begitu jelas.

  • Amat Kocolan, Jagoan Betawi yang Selicin Ikan Gabus

    IKAN gabus yang berukuran kecil dalam bahasa Betawi disebut Kocolan. Kendati tidak jelas sejak kapan kemunculannya, istilah kocolan sudah dipakai pada 1930-an. Bahkan, saking familiarnya, kocolan sering dijadikan julukan seseorang yang disegani di Batavia sebagaimana bandot digunakan untuk menjuluki lelaki yang doyan main perempuan atau istilah-istilah lain. Dulu, di Batavia pernah hidup seorang jagoan bernama Amat. Dia dijuluki Kocolan alias gabus lantaran kelicinannya. Dalam Mengenal Ikan Gabus: Budidaya, Manfaat, dan Resep Masakan, Tresno Saras menyebut ada ikan gabus yang gemuk namun sulit ditangkap karena licin dan ulet, yakni ikan gabus Kalimantan. Kedua sifat itu identik dengan Amat hingga dirinya dijuluki Amat Kocolan. Koran De Locomotief tanggal 4 Juni 1936 dan De Sumatra Post tanggal 6 Juni 1936 menjuluki Amat Kocolan sebagai raja gangster. Dia bergerak cepat, lincah, dan sulit ditangkap aparat kolonial. Semua kelebihan yang ada pada Amat Kocolan itu seakan menutupi kekurangannya sebagai pria yang sudah tak muda lagi pada tahun 1936. Meski tangannya tetap kekar, kulit tangannya sudah keriput.

  • Cola dan Tiongkok Bawahan Sriwijaya

    PEDAGANG dari Sriwijaya, Cola, dan Arab beramai-ramai mendatangi pelabuhan milik Dinasti Song di Tiongkok. Banyaknya pedagang asing yang datang dan tinggal tak pernah terjadi sebelumnya. Mereka berlomba-lomba memberikan hadiah pada kaisar agar diakui dan lebih mudah mendapat untung. Khususnya Sriwijaya, hubungan dengan Tiongkok sudah dibangun sejak tahun 702, ketika Dinasti Tang berkuasa. Pada era Dinasti Song, utusan Sriwijaya ke Tiongok makin banyak. Ada 16 utusan dari tahun 960 hingga 1017. “Jangan diartikan ini sebagai upeti, hadiah, sama saja seperti sekarang dalam hubungan diplomasi antarpemimpin negara,” kata Bambang Budi Utomo, arkeolog senior Puslit Arkenas.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Depok terkenal dengan sambaran petirnya. Banyak memakan korban, sedari dulu hingga hari ini.
bottom of page