top of page

A Day of Terror in Rengat

People of Rengat witnessed the deadliest Dutch military operation. The record of terror-stricken day disappears from both nations history.

loading_historia_white.gif
transparant.png

The Indragiri River, the silent witness of the massacre in Rengat, 5 January 1949. (KITLV).

26 Jun 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei

THE day had just dawned over Rengat, the capital of Indragiri Regency, Riau Province, on the central eastern coast of Sumatra. That morning, at around 6, Junior Lieutenant Wasmad Rads, a TNI soldier from Battalion III Regiment IV Division IX Banteng Sumatra was taking his morning walk around the town.


All of a sudden, a pair of red-painted planes flew low from the southeast of Rengat. Those P-51 Mustang bomber fighters had three colors painted on their fuselage: Red, White, and Blue.


The Dutch had come to attack.


"They dropped bombs on the streets, the market square where people gathered, and on people' houses. They even shot at people standing on the ground," Wasmad Rads recalled in his memoir Lagu Sunyi dari Indragiri (Song of Silence from Indragiri).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page