top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Behind the Sacred Veil of the Missionary

Nommensen's arrival to the Land of Batak wasn't just to preach the gospel, but to spread the belief in the supremacy of the white race.

18 Agu 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Batakmission complex in Pea Raja, Tarutung, 1910. (KITLV).

  • 19 Agu 2024
  • 9 menit membaca

Diperbarui: 5 Jun 2025

INGWER Ludwig Nommensen was 27 years old when the ship Pertinax set sail from Amsterdam to Padang, Indonesia, on Christmas Eve, December 24, 1861. After 142 days on the ocean, Nommensen set foot in the colony of the Dutch East Indies on May 16, 1862. From Padang, Nommensen settled briefly in Barus, then continued his mission inland. He carried out a sacred task: preaching the gospel to the Land of Batak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Pengusaha Hiburan Malam Naik Haji

Pengusaha Hiburan Malam Naik Haji

Pengusaha hiburan malam yang mengorbitkan banyak penyanyi beken ini mengalami kejadian aneh saat menunaikan ibadah haji.
bottom of page