Diperbarui: 11 Okt
BELUM lama membangun armada udaranya di Hindia Belanda, pada 21 April 1917, Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) harus kehilangan salah satu perwira penerbangnya. Namanya Kapten Fransiscus Darlang. Dia merupakan veteran Perang Aceh.
Kapten Fransiscus Darlang adalah anak dari pasangan Fransiscus Darlang Sr. dan Anna Maria Petronella Lorch. Arsip studbook atas nama dirinya menyebut Fransiscus Darlang lahir di Gesangan, kemungkian di sekitar Salatiga, Jawa Tengah, pada 15 Februari 1872. Sejak 23 September 1889 dia menjadi relawan di Resimen Infanteri ke-4. Setelah melalui pangkat kopral lalu sersan, pada 1896 dia diangkat menjadi Letnan Dua Infanteri.
Saat itulah Darlang hadir dalam tahun-tahun terakhir Perang Aceh. Menurut catatan majalah Trompet Nomor 70, November 1939, sekitar Agustus-Oktober 1903 Letnan Darlang memimpin serombongan 20 personel KNIL di Keumala Raja, Pidie, Aceh. Berkali-kali pasukannya mendapat serangan dari orang-orang Aceh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















