top of page

Pola Hidup Sederhana ala Orba

Presiden Soeharto mencanangkan gerakan hidup sederhana bagi para pejabat negara pada 1974. Dalam praktiknya, kampanye ini lebih sebagai “gimmick” ketimbang aksi nyata.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Presiden Soeharto menerima seorang menteri. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

16 Okt 2025
12 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

WIDJAYANTI, warga kampung Suryoputran, Yogyakarta, tergelitik kala membaca iklan pesta tahun baru di sebuah suratkabar. Perhelatan akbar dalam rangka tutup tahun 1978 itu bakal digelar di Hotel Mandarin, Jakarta. Biaya tiket masuknya Rp.60.000 –kalau dikonversi, sekarang senilai Rp2.500.000. Sebagai suguhan pertunjukan, penyanyi jazz internasional Sherry Williams didatangkan demi menghibur para penonton yang sudah membayar mahal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page