Hasil pencarian
Cari di situs ini
10063 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Bung Hatta Anak Boedoet
PADA 1919, Mohamad Hatta alias Bung Hatta sudah lulus dari Meer Uitgebreid Lager Onderwijz (MULO) –setara dengan SMP– di Padang. Di kala orang Indonesia masih sedikit yang bisa bersekolah kala itu, lulusan MULO jelas terhitung tinggi pendidikannya. Kendati lulusan MULO, Bung Hatta yang dari keluarga pedagang bertekad ingin belajar lebih tinggi lagi. “Prins Hendrik School, Sekolah Dagang Menengah 5 tahun. Dasarnya 3 tahun HBS dan di atas itu ada 2 tahun jurusan dagang. Murid tamatan MULO diterima di kelas atau sering juga disebut kelas pertama bagian dagang,” jelas Bung Hatta dalam Mohammad Hatta Memoir. Jadi, tiga kelas pertama Prins Hendrik School yang tidak dilalui Bung Hatta sejatinya mirip SMP dan dua kelas terakhirnya mirip Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) atau Sekolah Menengah Kejuruan rumpun ekonomi.
- Lima Dekade Lagu Anak-anak Indonesia
Abang tukang bakso mari-mari sini Aku mau beli Sepenggal lirik ini berasal dari lagu anak-anak berjudul “Abang Tukang Bakso”. Ia muncul pada dekade 1990-an. Liriknya pendek. Pilihan lemanya sederhana. Tapi lagu ini sangat populer dan punya pengaruh kuat pada perkembangan anak-anak. Raisye Soleh Haghia (34), pengajar Program Studi Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia, mengaku sering mendengar ibunya menyanyikan lagu itu ketika dia kecil. “Sekarang saya suka banget sama bakso,” kata Raisye. Raisye juga mencontohkan adanya ikatan kuat pada lagu anak-anak berjudul “Bangun Tidur” ciptaan Pak Kasur pada 1950-an. “Kalau kita telaah liriknya, lagu itu mengajarkan kebiasaan baik untuk anak-anak,” kata Raisye. Dia biasa menyanyikan lagu itu kepada anak-anaknya. Dan itu membantu menyampaikan apa yang dia inginkan dari anak-anaknya.
- Balonku dan Rahasia Penciptaan Lagu Anak-anak
Meletus balon hijau. Dor! Hatiku sangat kacau. Balonku tinggal empat. Ku pegang erat-erat. Sepenggal lirik lagu anak-anak berjudul “Balonku”ini biasanya tak pernah jadi masalah. Sampai seorang Zainal Abidin berupaya menguliti maksud tersembunyi lirik “Balonku”. Zainal mengatakan lirik “Balonku”memuat kebencian terhadap Islam. Sebab balon hijau yang meletus. Dan warna hijau lekat dengan Islam. Tak hanya “Balonku”. Zainal juga mengupas lagu “Naik-Naik ke Puncak Gunung”. Dalam ceramahnya yang bisa dilihat di Youtube,dia menduga lagu itu menyebarkan ajaran Kristen. Kiri kanan Ku lihat banyak pohon cemara. Itu sepenggal lirik Kristenisasi versi Zainal. Cemara identik dengan hari Natal. Dan Natal adalah harinya umat Kristiani. Benarkah lagu anak-anak punya muatan kebencian dan mengajarkan iman agama tertentu?
- Mengenal Pak Dal, Pencipta Lagu Bintang Kecil
Malam kian larut. Seorang lelaki menuju kamar mandi rumahnya. Dari celah-celah genting, dia melihat bintang-gemintang berpendar di langit. Satu bintang menarik perhatiannya. Sinarnya lebih cerlang daripada lainnya. Keluar dari kamar mandi, dia mengambil alat tulis dan kertas. Dia menuliskan sesuatu sembari bersenandung. Sebuah lagu tercipta. Bintang kecil di langit yang tinggi Amat banyak menghias angkasa Aku ingin terbang dan menari Jauh tinggi ke tempat kau berada Lagu tadi berjudul “Bintang Kecil”. Liriknya asyik, nadanya sederhana, dan pesannya kuat. “Lagu yang menceritakan tentang keindahan alam semesta dan keagungan Tuhan dan sebagai fantasi anak terhadap dunia dan cita-cita masa depan,” kata Mbah Wiro Kribo, pemerhati musik dari Solo, Jawa Tengah.
- Papa T. Bob dan Lagu Anak
SIAPA tak kenal Joshua Suherman? Sosoknya sesekali hadir di layar kaca, menghiasi acara-acara sinetron. Kini, dia sudah dewasa. Jika melihatnya, kita seolah kehilangan sosok Joshua cilik yang kenes dan menggemaskan dengan suara polosnya: “Diobok-obok airnya diobok-obok/ ada ikannya kecil-kecil pada mabok...” Lagu “Air” ini pernah merajai lagu anak-anak era 1990-an. Penyanyinya, Joshua, terbilang fenomenal. Hampir semua albumnya meraih sukses. Album perdananya bertajuk Cit Cit Cuit, yang diluncurkan Maret 1996 waktu Joshua berusia 3 tahun, terjual 400 ribu keping. Album keduanya, Kapal Terbang, yang dirilis setahun kemudian, tak kalah laris. Sementara album ketiganya, Air, mencatat angka penjualan yang fantastis: 1 juta kopi! Labelnya, Selecta Record, pun menuai untung. Sukses Joshua tak bisa dilepaskan dari andil Papa T. Bob, pencipta lagu dari sebagian besar lagu yang dinyanyikan Joshua.
- Papa T. Bob, Pencipta Lagu Anak Generasi 1990-an
PAPA T. Bob, pencipta lagu anak-anak ternama era 1990-an, meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Jum’at, 10 Juli 2020. Jenazahnya dimakamkan pada hari itu juga sore harinya di Tempat Pemakaman Umum Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan, Banten. Selama dekade 1990-an, Papa T. Bob menciptakan banyak lagu anak-anak dan menjadi hits di radio serta televisi. Lagu-lagu itu kemudian dijual dalam bentuk kaset dan laris manis di pasaran. Berkat lagu-lagunya, sejumlah nama penyanyi cilik menjadi tenar. Seperti Enno Lerian, Dhea Ananda, Leony, Alfandy, Joshua Suherman, dan Tina Toon. Papa T. Bob bernama asli Erwanda Lukas. T. Bob adalah nama anaknya. Dia menyebut dirinya Papa T. Bob setelah menciptakan lagu anak-anak untuk kali pertama pada awal 1990. Theodore K.S., pengamat musik yang pernah mewawancarai Papa T. Bob, mengatakan kepada Historia, lagu “Semut-semut Kecil” terinspirasi setelah Erwanda memperhatikan gerak-gerik T. Bob sewaktu berusia satu tahun enam bulan.
- Efisiensi Mahathir Potong Gaji Menteri
PEMERINTAHAN Presiden Prabowo Subianto menempuh jalan efisiensi dengan memangkas anggaran hampir semua kementerian dan lembaga (K/L). Hanya 10 K/L yang tak terkena pemangkasan anggaran, antara lain Kementerian Pertahanan, MPR, Badan Gizi Nasional, dan Polri. Hal itu menuai protes berbagai kalangan. Sebab, ada paradoks jika melihat gemuknya kabinet dan pengangkatan utusan-utusan khusus serta staf-staf khusus baru. Satu dari sekian protes adalah demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” yang dihelat di Jakarta dan kota-kota lain pada Senin (17/2/2025). Aksi yang dihelat aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan koalisi masyarakat sipil itu terus digelar hingga puncaknya pada Kamis (20/2/2025). Efisiensi dengan pemotongan anggaran begitu jelas memengaruhi aneka sektor, mulai pendidikan hingga infrastruktur dasar. Oleh karenanya beberapa tuntutan yang disuarakan “Indonesia Gelap” antara lain pencabutan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025 yang menetapkan pemangkasan anggaran, menolak poin Rancangan Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara (RUU Minerba) tentang izin perguruan tinggi mengelola tambang, mendesak penyelesaian tunjangan dosen dan tenaga kependidikan, dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Sekelumit Kisah Mahathir Mohamad
PERDANA Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melepaskan jabatannya pada Senin, 24 Februari 2020. Koalisi Pakatan Harapan yang ia bentuk bersamaAnwar Ibrahimpada 2018 pun turut bubar.“Dr. M”, julukan Mahathir, juga mundur dari kursi tertinggi Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM),kendaraan politikyang didirikannya pada 2016. Mahathir memang bukan termasuk jajaran “Bapak Pendiri Bangsa” negeri jiran. Namun 22 tahun pemerintahannya begitu sarat kontroversi, membuatnya dikenang bak “Macan dari Negeri Jiran”. Didikan Keras Zaman Sulit Keras dan kontroversial. Dua karakter itu melekat pada sosoknya sepanjang 22 tahun memimpin Malaysia. Dua karakter itu jelas buah dari pertautan sifat pribadinya dan pendidikan serta lingkungan tempat masa kecilnya bertumbuh.
- Alan Budikusuma Terpuruk di Kuala Lumpur, Berjaya di Barcelona
SETELAH Olimpiade Tokyo 2020, turnamen bulutangkis bergengsi Thomas dan Uber Cup tahun ini juga terpaksa diundur ke tahun 2021 gegara pandemi virus corona. Thomas dan Uber Cup 2020 sebelumnya dijadwalkan digelar di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober 2020. Pandemi membuat lima dari 16 negara pesertanya satu per satu mengundurkan diri. Dipelopori Thailand, Australia, China Taipei (Taiwan), Korea Selatan, dan Indonesia mengikuti. Induk bulutangkis dunia BWF pun pada 15 September 2020 memutuskan menunda turnamen dengan jadwal yang belum ditentukan. Thomas Cup merupakan salah satu lambang supremasi bulutangkis internasional. Indonesia sebagai pengoleksi terbanyak sudah 18 tahun atau delapan edisi puasa gelar. Kenyataan itu turut disayangkan legenda tunggal putra Alan Budikusuma. Pasalnya, Thomas Cup punya kenangan tersendiri di lemari ingatannya. Alan menjadi bagian dari pahit-getir perjuangan tim Indonesia dalam Thomas Cup 1992 di Kuala Lumpur.
- Di Balik Pernikahan Pasangan Emas Olimpiade
SEKIRA 4000 orang undangan hadir di ballroom Hotel Gran Melia Kuningan, Jakarta, 9 Februari 1997. Selain para stakeholder bulutangkis, hadir pula stakeholder-stakeholder olahraga lain. Sebut saja Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar, Ketum PBSI Letjen (Purn) Soerjadi, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno yang sebelumnya menjabat ketum PBSI selama dua periode. Pengusaha sekaligus pemilik Klub Jaya Raya Ir. Ciputra tak ketinggalan. Jaya Raya merupakan klub yang menaungi Susi Susanti. Ciputra dan para hadirin hari itu datang untuk menghadiri pernikahan pasangan peraih dua emas pertama olimpiade, Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Resepsi megah dan unik juga digelar seminggu setelah keduanya menikah lewat upacara sakramen di Gereja Santo Yakobus, Jakarta Utara. Resepsinya dibuka dengan aksi pesenam Zainul Abidin yang melompati lingkaran bendera Olimpiade, lantas disambung prosesi Alan dan Susi mencium bendera merah putih.
- Olimpiade Tokyo Punya Cerita
SEPERTI ajang-ajang olahraga lain, Olimpiade Tokyo 2020 turut terimbas pandemi COVID-19 (virus corona). Otoritas setempat akhirnya memutuskan olimpiade musim panas ke-32 yang mestinya dibuka pada 24 Juli 2020 itu ditunda tahun depan. Penjadwalan ulang Olimpiade Tokyo 2020 itu diambil lewat keputusan bersama ketua komite panitia lokal Mori Yoshiro, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach pada Selasa (24/3/2020). Pun dengan jadwal Paralimpiade Tokyo 2020 yang acap jadi agenda susulan olimpiade, yang sebelumnya dijadwalkan 25 Agustus-6 September 2020. “Dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Abe via telefon kami menyepakati bahwa Olimpiade XXXII di Tokyo dan Paralimpiade 2020 harus dijadwalkan ulang setelah 2020, namun diharapkan waktunya tidak lebih dari musim panas 2021, demi menjaga kesehatan para atlet dan semua yang terlibat dalam olimpiade dan masyarakat internasional,” ungkap Bach dalam laman resmi IOC, Selasa (24/3/2020).
- Mula Api dan Pawai Obor Olimpiade
MASYARAKAT dunia mesti bersabar. Pesta olahraga musim panas terakbar, Olimpiade Tokyo 2020, terpaksa ditunda ke tahun depan akibat pandemi virus SARS-Cov-2 (virus corona). Otomatis parade obor olimpiade yang sarat sejarah pun mengalami penundaan. Api olimpiadenya sejatinya sudah disulut pada 12 Maret 2020 dari situs kuno Heraion atau Kuil Dewi Hera di Olympia, Yunani. Api yang diwadahi dalam obor cantik bermotif bunga sakura hasil desain Tokujin Yoshioka itu diserahkan kepada petembak putri Yunani Anna Korakaki. Korakaki juga tercatat menjadi wanita pertama pembawa obor olimpiade dalam sejarah. Merunut jadwal awal, mestinya obor olimpiade dibawa keliling ke 24 kota di Yunani dari 12 sampai 19 Maret 2020. Sayangnya pandemi corona membuat parade obor olimpiade dari Olympia itu hanya dibawa melewati kota Amaliada, Pyrgos, Kyparissia, dan Kalamata. Parade pun dilakoni tanpa penonton di sepanjang perjalanannya.





















