top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Awal Mula Jalur Layang Kereta di Indonesia

    KERETA Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan mempunyai jalur layang (elevated) lagi. Pembangunan jalur layang menyasar rute melingkar (loop line) mulai 2020. Dari Stasiun Manggarai, Tanah Abang, Kampung Bandan, Kemayoran, hingga ke Jatinegara. Panjangnya 24 kilometer dengan nilai investasi Rp16 triliun. Jika terwujud, jalur layang KRL loop line melengkapi jalur layang pertama untuk KRL rute tengah (central line) Manggarai–Kota. Jalur layang pertama ini beroperasi sejak 1992. Tapi perencanaannya telah bermula pada dekade 1970-an. Seiring dengan keinginan pemerintah memperbaiki pelayanan KRL untuk mendukung penerapan konsep Jabotabek. KRL beroperasi di Batavia sejak 6 April 1925. Melintas pada rel ganda (double track) listrik Tanjung Priok (utara) ke Jatinegara (timur) sejauh 15,6 kilometer. Kemudian jalur listrik berkembang (elektrifikasi) ke Manggarai (selatan), Kota (barat), Kampung Bandan (utara), dan kembali ke Tanjung Priok pada Mei 1927. Inilah jalur awal KRL di pusat kota Batavia. Bentuknya melingkari kota. Karena itu ia disebut Ring Baan.

  • Serba-serbi Penjaga Persilangan Kereta Api

    KERJA menjaga persilangan kereta api dengan kendaraan bermotor sekilas terlihat mudah. Sudah ada sejumlah petunjuk teknis dan peralatan pembantu di dalam gardu jaga. Penjaga tinggal menerima sinyal otomatis tanda kereta api akan lewat, menjawab panggilan telepon dari petugas stasiun, membunyikan alarm, dan menekan tombol palang penutup persilangan. Tapi ada saja pengendara dan pejalan kaki menerabas palang penutup persilangan. Tidak sabar menunggu kereta api lewat. Kecelakaan pun kerap kali berulang di persilangan. Banyak korban luka atau meninggal. Juga kerugian material dari tabrakan kereta api dengan kendaraan di persilangan. Tanggung jawab penjaga persilangan kereta api jadi lebih berat daripada kerjanya. Mereka turut memastikan perjalanan kereta api lancar dan setiap nyawa aman selama di persilangan. Dalam sejarah perkeretaapian Indonesia, posisi mereka awalnya disebut sebagai Baanwachter. Kehadirannya seiring dengan operasional kereta api di Hindia Belanda pada 1867 sepanjang jalur Semarang-Kemijen-Tanggung di Jawa Tengah.

  • Mengenang Kereta Api Zaman Kolonial

    PERNAK-pernik kereta api era Hindia Belanda, mulai dari arsip, miniatur kereta dan stasiun, foto-foto, hingga diorama, dipajang di galeri Erasmus Huis, kompleks Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pameran bertajuk “The History Of Indonesian Railways” berlangsung dari 24 September sampai 20 Oktober 2013. Menurut Ton van Zeeland, direktur Teater dan Galeri Erasmus Huis, sejarah perkeretaapian di Indonesia selalu menarik dan penuh warna. “Dengan pembangunan jalur kereta api pertama di Hindia Belanda pada 1864 membuat banyak orang hilir mudik melewati daerah-daerah yang semula terisolir,” ujar Ton dalam pembukaan pameran itu. Jalur kereta api pertama sepanjang 26 kilometer menghubungkan Semarang-Kemijen-Tanggung Jawa Tengah. “Konstruksi jalur kereta api pertama awalnya untuk tujuan komersial. Yaitu melayani pengangkutan hasil perkebunan dari pedalaman Jawa Tengah menuju pelabuhan Semarang,” ujar Ella Ubaidi, executive vice president Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT Kereta Api Indonesia.

  • The Disappearance of Supriyadi

    A bronze statue stands proudly in the courtyard of the PETA (Defenders of the Homeland) Museum in Bogor. It depicts a soldier raising his right fist in the air. His left hand holds a katana, while his head is adorned with a ryakubo cap typical of Japanese soldiers. On the base of the monument is an inscription that reads: “Shodanco Supriyadi. Commander of the TKR.” “Supriyadi witnessed the Indonesian people being turned into romusha (forced laborers). Therefore, Supriyadi rebelled against the Japanese,” explained Yulis Fatimah, a guide at the PETA Museum, to Historia.ID. Supriyadi was appointed as Indonesia's first defense minister, but he never appeared at his inauguration in September 1945. Seven months earlier, on February 14, 1945, Supriyadi led a resistance against the Japanese military in Blitar, East Java. This action by Supriyadi is recorded in history as the PETA Army Uprising in Blitar.

  • Kecelakaan Kereta Api Gara-gara Kerbau

    KECELAKAAN kereta api yang melukai puluhan orang dan menewaskan sedikitnya 14 orang terjadi di Batavia pada April 1914. Insiden nahas itu disebut sebagai kecelakaan kereta api pertama dan terbesar yang pernah terjadi di Hindia, karena kecelakaan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah koloni Belanda tersebut. Surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad, 2 April 1914, melaporkan bahwa kecelakaan yang terjadi di Kali Mati dekat Ancol itu terjadi pada pukul 7 pagi. Kala itu kereta api yang berangkat pada pukul 6.12 dari Meester Cornelis dan 6.34 dari Kemayoran akan melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Priok. Nahas, di tengah perjalanan kereta api anjlok karena penyebab sepele yang berujung pada kecelakaan mengerikan. “Lebih dari 20 meter sebelum jembatan di atas Kali Mati, seekor kerbau yang sedang merumput di pinggir rel tiba-tiba menyeberang. Masinis tidak punya waktu untuk berhenti; ia mengerem sekuat tenaga, namun tidak berhasil dan kereta api tergelincir, lalu menabrak jembatan dengan kecepatan sekitar 30 km. Karena jembatan ini bukan jembatan permanen, bagian depan jembatan amblas akibat benturan dan tenggelam ke dalam sungai,” tulis Bataviaasch Nieuwsblad.

  • Darah Daging Fasisme Italia Menggebrak Eropa

    DALAM keadaan terdesak oleh pasukan Kartago di Perang Punic II, Jenderal Romawi Publius Scipio berhasil memanfaatkan faktor alam untuk membalik keadaan. Romawi akhirnya menang. Hingga berabad-abad kemudian, sejarah kebesaran Romawi tetap lestari. Semangat itulah yang agaknya diadopsi anak-anak klub AS Roma di lapangan hijau kala menjalani babak lanjutan perempatfinal Liga Champions. Meski sudah berada di ujung tanduk akibat kekalahan dari Barcelona, Roma berhasil membalik keadaan dan memaksa raksasa Katalan itu pulang lebih awal. Kemenangan itu membuka kesempatan kedua bagi Roma untuk jadi raja Benua Biru setelah kegagalan mereka 34 tahun silam. Roma bak bangkit dari kubur. Laju kencangnya di Liga Champions menggegerkan Eropa. Padahal, Roma termasuk tim yang melorot prestasinya akibat krisis keuangan dan skandal calciopoli yang melanda sepakbola Italia.

  • Menggenjot Citra Fasis Lewat Sepakbola

    SEBAGAI seorang fasis, Benito Mussolini memanfaatkan betul kesempatan saat mendapat kepercayaan dari Raja Victor Emmanuel III untuk menjabat perdana menteri. Il Duce, demikian dia menjuluki dirinya, mengubah hampir semua aspek pemerintahan dan kebijakan sesuai doktrin fasisme. Namun, Mussolini punya cara jitu menyatukan rakyat Italia di bawah panji “fascio”: lewat sepakbola. Sang diktator yang fans klub SS Lazio itu memang hobi menonton sepakbola. “Mossolini rutin menonton (laga-laga Lazio) di tribun stadion. Il Duce bahkan membangun stadion baru (Stadio Olimpico) untuk Lazio, menggantikan stadion lama, Stadio del Partito Nazionale Fascista,” tulis Franklin Foer dalam Mussolini’s Team. Bak ketiban durian runtuh, Mussolini berkesempatan mempopulerkan fasisme ke khalayak dunia lewat Piala Dunia 1934. Mussolini langsung bergerak cepat melobi petinggi FIFA. Hasilnya, Italia ditetapkan jadi tuan rumah event empat tahunan itu dalam pertemuan para petinggi FIFA di Stockholm, Swedia, 9 Oktober 1932.

  • Ketika Fasisme Muncul di Muka Bumi

    DI SEPANJANG kota Milan, pria berkemeja hitam berjejal memadati jalanan. Dengan gaya khas, mereka mengacungkan tangan kanan ke udara. Sang pemimpin, Benito Mussolini, mendeklarasikan berdirinya Fasci di Combattimento yang kelak dikenal sebagai Partai Fasis, 23 Maret 1919, tepat hari ini seabad lalu. “Kita adalah manusia-manusia yang mendorong negara ke kancah peperangan dan meraih kemenangan,” seru Mussolini. Fasisme lahir ketika Italia mengalami krisis ekonomi pasca Perang Dunia pertama. Sebagai negara pemenang perang, Italia gagal mendapatkan pembagian wilayah di Afrika Utara. Hutang negara bertumpuk sementara ratusan ribu rakyat Italia menganggur. Mussolini, tokoh Partai Sosialis dan pemimpin redaksi koran Avanti datang menawarkan perubahan.

  • Menang atau Mati! Ancaman Benito Mussolini Kepada Tim Azzurri

    KEMENANGAN dan mempertahankan trofi Piala Dunia menjadi harga mati untuk Gli Azzurri (julukan timnas Italia). Pesan bernada ancaman dilayangkan Il Duce, pemimpin fasis Italia Benito Mussolini, kepada tim besutan allenatore Vittorio Pozzo di Piala Dunia 1938 yang digelar di Prancis. Pada Piala Dunia 1934 yang digulirkan di rumah sendiri, Mussolini bangga. Trofi Jules Rimet yang diraih tim Italia dijadikannya alat penegas propaganda doktrin fasisme, tidak hanya untuk menyatukan rakyatnya tapi juga kepada dunia. Pengaruh politik begitu kuat menyesaki masa di ambang pintu Perang Dunia II itu. Austria yang jadi salah satu kekuatan sepakbola Eropa 1920-1930-an batal ke Prancis lantaran negeri mereka dicaplok Adolf Hitler, diktator Nazi-Jerman rekan Mussolini, medio Maret 1938.

  • Nasib Nahas Kapten Mussolini

    BARU sekira pukul 11 pagi saat diktator fasis Italia Benito Mussolini baru melangkahkan kakinya masuk lift di kediaman pribadinya, Palazzo Venezia, Roma, Italia pada 7 Agustus 1941. Tetiba saja seorang pejabat bawahannya datang tergesa-gesa dengan membawa kabar pahit. “Duce, ada kecelakaan (pesawat) di Pisa! Putra Anda Bruno terluka dan kondisinya kritis,” kata pejabat itu, dikutip Richard Collier dalam Duce! The Rise and Fall of Benito Mussolini. Bruno yang dimaksud adalah anak ketiga Mussolini dari istri keduanya, Rachele Guidi. Mussolini terdiam dengan tatapan hampa. Ia keluar lagi dari lift untuk merapat ke pejabat itu dan bertanya dengan setengah berbisik. “Apakah dia tewas?” Tetapi sang pejabat pembawa kabar buruk itu belum bisa memastikan.

  • Mussolini di Arena Tenis

    SETELAH melikuidasi lembaga-lembaga demokratis di Italia pada 1925, Il Duce Benito Mussolini mengungkit ambisi masyarakat Italia yang perkasa sebagaimana di era Romawi lewat olahraga. Sang diktator fasis itupun turut memberi contoh dengan gaya hidupnya lewat diet sehat dan olahraga. Terkait diet sehat, Mussolini memberi teladan dengan menghindari alkohol, rokok, dan terutama makanan tinggi karbohidrat: pasta. Gaya hidup sehat juga dicontohkan Mussolini dengan aktivitas-aktivitas olahraganya. Sebagaimana di negara-negara Eropa lain, Il Duce juga menggemari sepakbola. Pun kepada para pemuda Italia, ia menyerukan kedisiplinan hidup melalui olahraga, tidak hanya sepakbola. Ia mendirikan departemen pendidikan olahraga di bawah Kementerian Pendidikan, medio 1928.

  • Gereja Katolik dan Pemimpin Agresor

    LAHIR dan berasal dari Amerika Serikat (AS) bukan berarti pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, serta-merta ikut arus yang diarahkan Presiden AS Donald Trump. Sang Bapa Suci berdiri tegak berseberangan dengan mereka yang melancarkan perang, sampai-sampai Paus Leo XIV dihina Presiden Trump. Tidak seperti beberapa pemimpin negara lain, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Vatikan pada Februari 2026 menolak ikut Board of Peace bikinan Trump. Keputusannya benar, sebab konflik global kemudian makin bergejolak. Palestina masih dianiaya Zionis Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Lebanon diserang Israel, hingga serangan AS- Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026. Dalam khotbahnya di misa Minggu Palma di Vatikan pada 28 Maret 2026, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian. Ia mengutip Yesaya 1:15 dengan mengatakan bahwa Yesus adalah “Raja Damai” yang menolak peperangan. Yesus Kristus tidak akan menerima dan mendengarkan doa mereka yang melancarkan perang.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page