Hasil pencarian
Cari di situs ini
10078 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Cerita Pahit Mobil Rakyat Mazda MR 90
SOEBRONTO LARAS, bos PT Indomobil, ingin mengubah visi mobil rakyat dari berbentuk Kijang (Kerjasama Indonesia-Jepang) menjadi sedan. Sebab, konotasi Kijang dan Suzuki Carry adalah mobil niaga atau mobil barang yang dijadikan mobil penumpang. “Obsesi saya adalah membuat mobil rakyat atau yang saya sebut Mobira,” kata Soebronto dalam memoarnya, Meretas Dunia Otomotif Indonesia. Soebronto menggandeng Mazda agar mau menjadi pioner membuat sedan di Indonesia. Selama ini semua sedan yang masuk cuma dirakit dan terkena bea masuk yang sangat tinggi. Sementara itu, Kijang dan Suzuki Carry dibebaskan dari pajak dan bea masuk. Untuk menghindari bea masuk, komponen-komponennya akan dibuat di Indonesia. Mazda setuju namun tidak bisa membuat model sedan baru. Sehingga dipilih model Mazda 323 Familia yang diproduksi pada 1978 sampai 1980.
- Kekuatan Volvo di Indonesia
VOLVO menjadi trending topic karena tak apa-apa setelah ditabrak oleh Fortuner dari belakang di tol dalam kota arah ke Tanjung Priuk, Jakarta, Selasa (15/9). Volvo 960GL tahun 1997 itu hanya penyok sedikit, sedangkan muka Fortuner hancur. Warganet pun membandingkan ketangguhan mobil Eropa dan Jepang. Volvo masuk Indonesia sejak setengah abad lalu. Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Volvo adalah PT Central Sole Agency milik Salim Group, perusahaan yang didirikan oleh Liem Sioe Liong alias Sudono Salim yang dekat dengan Presiden Soeharto. Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan mobil impor harus dirakit di dalam negeri, Salim Group mendirikan PT ISMAC (Indo-Swedish Motor Assembly Corporation), perusahaan patungan bersama PT. Pembangunan Jaya dan A.B. Volvo. Wakil Presiden Sultan Hamengkubuwono IX meresmikan pabrik perakitan Volvo PT ISMAC di Ancol, Jakarta pada 22 Oktober 1975. Investasi pembangunan pabrik menelan biaya 9 juta dolar. Tanah untuk pabrik itu dihitung sebagai saham PT Pembangunan Jaya.
- Memperingati Peristiwa Asa Bafagih
DI ANTARA pers sezaman dekade 1950-an, harian Pemandangan tak termasuk media beken. Tirasnya hanya 3000–4000 eksemplar per hari. Angka ini kalah jauh dibandingkan oplah suratkabar seperti Pedoman, Indonesia Raya, atau Abadi yang mencapai belasan ribu eksemplar per hari. Namun, dalam edisi tanggal 18 Maret 1953, harian Pemandangan bikin geger pemberitaan nasional. “21 perusahaan industri dimana menurut rencana modal asing baru dapat diusahakan. Dari perusahaan makanan, minuman kaleng-botol, sampai kepada pharmacie industri, pabrik mobil dan traktor,” demikian lansir Pemandangan pada halaman utamanya. Berita yang disajikan Pemandangan itu menguak informasi bahwa pemerintah tengah membuka keran untuk penanaman modal asing di Indonesia. Investasi itu meliputi 21 sektor industri, termasuk perusahaan makanan, minuman kaleng/botol, farmasi, hingga kendaraan berat. Namun, redaksi Pemandangan tak menyebutkan informan atau narasumber berita tersebut, hanya mencantumkan keterangan “dari kalangan yang mengetahui”.
- A Nation's Dream Car
SEVERAL months after becoming the president director of Indonesian Service Company (ISC), a state-owned car assembly company, Hasjim Ning invited President Sukarno to inspect the assembly factory in Tanjung Priok, Jakarta, where the company headquartered before officially moving to Jalan Lodan. The invitation was accepted, and Sukarno finally came to pay a visit. Hasjim Ning showed every nook and cranny of the factory to the president who excitedly observed the installation of each component of the car that was being assembled. His keen interest was shown through the questions he often posed. After the factory tour, they were having a lunch break while discussing matters concerning the ISC. Hasjim Ning disclosed the conversation in his autobiography Pasang Surut Pengusaha Pejuang. "Tell me your difficulties in leading this company. I'll help you to resolve it," said Sukarno.
- Berdiri di Atas Mobil Sendiri
BEBERAPA bulan setelah memimpin Indonesian Service Company (ISC), perusahaan perakitan mobil milik negara, Hasjim Ning mengundang Presiden Sukarno untuk menengok pabrik perakitan ISC di Tanjung Priok, Jakarta –sebelum pindah ke Jalan Lodan. Undangannya berbalas. Sukarno datang. Hasjim Ning memperlihatkan cara kerja pabrik perakitan itu. Sukarno antusias memperhatikan pemasangan setiap komponen mobil yang sedang dirakit. Tak jarang ia mengajukan pertanyaan. Usai keliling pabrik, mereka makan siang sambil berbincang mengenai ISC. Hasjim Ning mengutarakan percakapan itu dalam otobiografinya Pasang Surut Pengusaha Pejuang. “Katakan padaku, apa kesulitan jij (kamu, red.) dalam memimpin perusahaan ini. Nanti aku bantu mengatasinya,” kata Bung Karno.
- Cerita di Balik Rekor MURI untuk Historia
PIAGAM penghargaan yang diserahkan oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana diterima oleh Pemimpin Redaksi majalah Historia, Bonnie Triyana di museum MURI, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 8 Agustus 2014. “Ini merupakan apresiasi terhadap upaya kami menghadirkan kisah sejarah seberimbang mungkin. Selama ini sejarah di Indonesia banyak direkayasa demi kepentingan kekuasaan. Kami berupaya mengembalikan hal itu menjadi milik publik kembali,” kata Bonnie. Acara tersebut memang tak khusus untuk Historia, kendati saat itu cuma Historia yang menerima penghargaan. Dalam acara itu hadir perwakilan dari kedutaaan besar Georgia, Ukraina, Polandia, dan Amerika Serikat. Georgia sedang merayakan hari kemerdekaannya. Setelah menyaksikan beberapa pentas kesenian, penghargaan diberikan di pengujung acara. Ada beberapa tokoh pers hadir, antara lain Ninok Leksono dari Kompas dan Paul Himawan dari Sinar Harapan.
- Grafik Jumlah Pemudik Lebaran 2000-2025
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
- Tabungan demi Pembangunan
INFLASI menjadi satu dari sekian masalah yang harus diselesaikan pemerintahan Orde Baru. Melalui berbagai upaya pengendalian moneter, pemerintah berhasil menurunkan angka inflasi. Namun tetap saja inflasi masih cukup tinggi. Salah satu sebabnya, besarnya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Untuk menekannya, pemerintah merangsang masyarakat untuk menyimpan uang di bank. “Menabung bagi masyarakat masih belum menjadi budaya ataupun kebiasaan. Kalaupun dilakukan, masyarakat masih lebih suka menabung dalam bentuk barang perhiasan berharga seperti emas,” ujar Radius Prawiro dalam biografinya yang ditulis Patmono S.K. dkk. Radius Prawiro, kala itu gubernur Bank Indonesia, membuat terobosan. Untuk menarik dana masyarakat bagi kegiatan pembangunan, Bank Indonesia meluncurkan Tabungan Berhadiah pada Februari 1969 yang dilaksanakan bank-bank pemerintah dan swasta.
- Tentara Indonesia Jadi Mata-mata Uni Soviet
PADA 4 Februari 1982, Corps Polisi Militer (CPM) menangkap Letkol (Laut) J.B. Soesdarjanto dan Wito, pengganti Robert, di restoran “Jawa Tengah” di Jalan Pemuda Jakarta Timur. Wito alias Sergei Egorov adalah agen Uni Soviet (KGB) yang menjabat atase militer pada Kedutaan Besar Uni Soviet di Jakarta. Menteri Luar Negeri Indonesia Mochtar Kusumaatmadja memanggil dan menyatakan protes kepada duta besar Uni Soviet. Pemerintah kemudian mengusir dan menyatakan persona non grata Egorov dan Robert alias Alexander Finenko. Johannes Baptista Soesdarjanto lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1934. Lulus dari SMA De Loyota Semarang, dia masuk Akademi Ilmu Pelayaran dan lulus pada 1958. Dia masuk Angkatan Laut tahun 1962, setahun kemudian disekolahkan ke Maryland, Amerika Serikat. Sekembalinya ke tanah air, dia menjadi perwira bahkan komandan di berbagai kapal TNI AL, serta menjabat Kadis Pemetaan pada 1979.
- Mengulang Sejarah Mobil Murah
PADA 19 September 2013, beberapa produsen mobil meluncurkan mobil murah dan ramah lingkungan. Kebijakan pemerintah memfasilitasi lahirnya mobil murah menuai polemik. Salah satunya, mobil murah hanya akan memperparah kemacetan. Kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan, dengan pemberian keringanan pajak, diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 33/M-IND/PER/7/2013. Kepada pers, Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat mengatakan Permenperin dimaksudkan untuk mendorong dan mengembangkan kemandirian industri otomotif nasional, khususnya industri komponen kendaraan bermotor roda empat. Mesti ditunggu apakah kemandirian industri otomotif nasional akan terwujud? Kebijakan pemerintah ini seakan mengulang proyek mobil nasional berharga murah rezim Orde Baru, yang berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 1996 tentang pembangunan industri mobil nasional. Pemerintah berdalih, mobil nasional akan menjadi embrio kemajuan dan kemandirian bangsa dalam industri otomotif.
- Penerbang Militer Perempuan Pertama
SABTU sore, 16 September 1961, mobil VW Combi berwarna biru tua berhenti di depan asrama kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beberapa pria turun dari mobil dinas AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) itu lalu masuk ke asrama. Mereka ingin bertemu dengan Herdini. “Tak ada firasat atau perasaan apa pun yang kurasakan,” kata Herdini dalam biografinya, Herdini, Cintaku di Angkasa karya Andry Hariana. Segalanya berubah ketika salah satu tamu mengatakan bahwa Soetedjo mengalami kecelakaan saat bertugas. Herdini mengira tunangannya itu hanya terluka dan masih dapat diselamatkan. Ia terperanjat ketika tamu tersebut menyampaikan bahwa jenazahnya akan dibawa ke Semarang esok hari dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semarang.
- Sisca Soewitomo Gantung Panci
SISCA Soewitomo menjadi trending topic. Banyak orang berterima kasih karena telah menemani ibu-ibu memasak lewat berbagai acara, seperti Aroma di televisi Indosiar selama sepuluh tahun (1996–2006). Ibu Sisca memandu acaranya setiap Sabtu jam 08:00 WIB dan acara khusus setiap hari di bulan Ramadan. Acara Aroma juga disiarkan Surya TV Singapura setiap Kamis dan Jumat pukul 18:00 waktu setempat. "Sahabat-sahabat tercinta, setelah puluhan tahun saya di dunia kuliner dan ribuan resep yang sudah saya ciptakan, ini mungkin saat yang tepat untuk gantung panci," demikian pengumuman Ibu Sica di akun instagramnya. Dalam Resep Hidangan Lengkap Gizi Minim Minyak ala Sisca Soewitomo disebutkan bahwa Hj. Sis Cartica (Sisca) Soewitomo lahir di Surabaya pada 8 April 1949. Ibu dari tiga anak dan tiga cucu ini lulusan Akademi Pariwisata Trisakti tahun 1976.




















