Hasil pencarian
Cari di situs ini
10078 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Rumah Merah Kapitan Lim
SUASANA siang di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, bising oleh kendaraan terutama angkutan umum yang lalu lalang. Selain itu, para pedagang yang menjajakan pakaian, sepatu, kerudung, hingga perkakas menutupi bahu jalan untuk pejalan kaki. Saat itu, begitu ramai dan macet, namun yang menarik perhatian, di dekat lampu merah samping gedung Pasar Tanah Abang Blok B terdapat bangunan yang mencolok dengan warna merah dan putih menyala. Ternyata, bangunan itu sebuah restoran yang dikenal dengan Kapitan Lim. Sejak dipugar tiga tahun lalu, restoran Kapitan Lim menjadi tempat yang menarik dan instagramable untuk dikunjungi. Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Sejak dibuka, pengunjung yang datang didominasi anak-anak muda. “Pengunjung di sini rata-rata muda-mudi Pasar Tanah Abang yang bekerja, sekolah, atau tinggal di sekitar sini,” ujar Rizka Randi (28), pegawai restoran Kapitan Lim di Jl. H. Fachrudin No. 82A, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- Ratu Punk Vivienne Westwood
DESAINER asal Inggris, Vivienne Westwood meninggal dunia pada 29 Desember 2022. Melakukan pemberontakan di dunia mode dan melahirkan fesyen punk setengah abad lalu. Seorang aktivis lingkungan, bahkan anarkis, tapi mendapat gelar kehormatan “Dame” dari Ratu Elizabeth II. Vivienne Isabel Swire lahir di Desa Tintwhistle, Derbyshire, Inggris pada 8 April 1941. Ia lahir dari keluarga buruh. Ibunya pernah bekerja sebagai penenun di pabrik kapas dan ayahnya berasal dari keluarga pembuat sepatu. Vivienne pernah mengenyam pendidikan di sekolah tata bahasa tapi kemudian keluar. Sama halnya ketika ia belajar mode dan kerajinan perak di Harrow Art College. Ia keluar setelah satu semester.
- Mempertanyakan Pengakuan Nyak Sandang
NYAK Sandang, lelaki berusia 91 tahun, menjadi perhatian dan pemberitaan luas karena mengaku sebagai penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001. Dia menunjukkan buktinya berupa obligasi tahun 1950. Presiden Joko Widodo mengundangnya ke Istana Negara pada Rabu malam, 21 Maret 2018. Jokowi menawarinya umrah sebelum naik haji. Direktur Utama Garuda Pahala N. Mansyuri juga menjenguknya di RSPAD Gatot Subroto karena Seulawah RI-001 merupakan cikal bakal Garuda. Namun, sejarawan Asvi Warman Adam, mempertanyakan pengakuan Nyak Sandang sebagai penyumbang pembelian Seulawah RI-001. Dengan membeli obligasi, Nyak Sandang memang telah menyumbang untuk pemerintah, namun bukan untuk membeli pesawat. “Pesawat pertama itu dibeli tahun 1948 dengan sumbangan rakyat Aceh,” kata Asvi. Sedangkan obligasi yang dimiliki Nyak Sandang dikeluarkan tahun 1950.
- Yamato Berjibaku
GALANGAN kapal Kaigun Kōshō di Kure, Jepang, lebih ramai pada 8 Agustus 1940. Sebuah kapal tempur gagah yang paling ditakuti Sekutu di Perang Pasifik diluncurkan dari galangan keringnya ke perairan. Kapal itu yang mulanya disebut “Kapal Tempur No. 1”, kemudian dinamai Yamato merujuk salah satu provinsi di Negeri Matahari Terbit. Namun itu baru sekadar peluncuran dengan perayaan sederhana oleh para pekerjanya, para perancang, serta sejumlah petinggi Kaigun (Angkatan Laut/AL Jepang). Next, kapal tempur itu mesti lebih dulu menjalani fitting out atau penyempurnaan kelengkapan, termasuk dilekatkan simbol kekaisaran berupa bunga krisan atau bunga serunai. “Kami percaya bahwa kapal kami milik kaisar. Itulah mengapa terdapat lambang keluarga kekaisaran. (Simbol) bunga krisan hanya dilekatkan di kapal-kapal terbesar AL, kapal tempur, kapal induk, kapal penjelajah. Simbol (bunga krisan) di kapal tempur Yamato adalah yang terbesar, dua meter diameternya,” kenang salah satu perancang Kaigun, Sakutaro Nishihata, dikutip sejarawan maritim University of Northumbria Daniel Knowles dalam Yamato: Flagship of the Japanese Imperial Navy.
- Nama Anak dari Nama Anak Buah
NAMA adalah doa. Setiap orang tua akan memberikan nama terbaik untuk anaknya. Nama yang diberikan mengandung makna yang diharapkan membawa kebaikan bagi anak. Nama itu juga bisa jadi memiliki cerita sendiri bagi orang tua, seperti Pranoto Reksosamodra memberikan nama untuk anak pertamanya. Pada September 1947, Mayor Pranoto Reksosamodra menjabat komandan Resimen XXI, Yogyakarta. Dalam pertempuran di Semarang barat, dia berpangkalan di garis pertahanan dari perkebunan karet Rembes ke selatan lewat daerah Gemuh, Biting, sampai Candiroto. Daerah hutan itu sulit mendapatkan air. Untuk mandi saja harus turun ke jurang yang ada sumber air jernih dengan kolam bercadas. Pada sore hari, Pranoto mandi ke sumber air itu dengan dikawal oleh Prajurit Untung dan Kopral Wardoyo.
- Anak Buah Westerling Bikin Kudeta di Suriname
KENDATI masih “bau kencur”, Desiré Delano Bouterse alias Dési Bouterse bukan sembarang bintara. Ketika masih berpangkat Sersan Mayor (Serma), bekas instruktur sport militer itu pada 25 Februari 1980 berani mengkudeta Presiden Henck Arron dan menggantikannya dengan dr. Henk Chin A Sen. Eks Serma Bouterse kemudian menjadi orang berkuasa di Suriname. Kudeta Bouterse itu dikenal sebagai Kudeta Sersan. Kabar kudeta Sersan Mayor Bouterse itu sampai juga ke Negeri Belanda. Itu menggelisahkan Frederik Ferdinand Ormskerk alias Fred yang hampir berusia 57 tahun. Fred kemudian membangun komplotannya dan kembali ke Suriname. Komplotan Fred itu dianggap berusaha melakukan kudeta balasan terhadap eks Serma Bouterse. Gerakan Fred rupanya melibatkan Johan Kasantaroeno dan Letnan Roy Bottse. Johan adalah mantan menteri yang dari nama belakangnya, Kasantaroeno, adalah keturunan Jawa. Sementara Letnan Roy Bottse adalah bekas perwira tentara. Keduanya kabur dari ibukota setelah Kudeta Sersan. Fred berhasil menghimpun pasukan lantaran konon, ada suntikan dana sebesar 30 ribu gulden dari Menteri Belanda Jan Pronk.
- A Pious Watchmaker in Surabaya
The DESIRE to risk his life for a better future fueled the determination of Johannes Emde, a young Dutchman, to leave home. This passion grew even stronger after being inspired by a sailor friend who told him about his experiences visiting many places. Emde finally signed up to become a sailor. Good fortune came his way. Emde was accepted as a sailor on a ship sailing to Batavia (now Jakarta), with the salary of 90 guilders. After arriving in Batavia, the adventure of Emde, who couldn't escape from military service, began. Exploring part of the coast of Kalimantan and getting involved in a war against pirates in the waters of Banjarmasin were just some of Emde's extraordinary adventures in the Dutch East Indies.
- Cerita Lama Soal Kudeta di Indonesia
DI Bandara Halim Perdanakusuma, sesaat sebelum terbang menuju Jerman dan Hungaria, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan berdasarkan laporan intelijen akan ada gerakan kudeta. Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) yang didirikan ratusan tokoh di Cisarua, Bogor pada Januari 2013, akan turun ke jalan secara besar-besaran pada 24-25 Maret menuntut SBY turun karena dianggap gagal. SBY menanggapinya dengan sungguh-sungguh. Sepulang dari lawatan, SBY mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, tujuh purnawirawan jenderal, 20 pemimpin redaksi media massa, dan petinggi 13 organisasi masyarakat Islam. Kepada mereka, SBY membagi cerita kudeta. Bukan kali ini SBY mengungkapkan adanya rencana kudeta. Pada 2009, dia menggelar jumpa pers untuk memaparkan sejumlah potret hasil kerja intel yang menunjukkan bahwa dia menjadi target teroris. Pada 2010, organisasi Petisi 28 menggulirkan isu kudeta saat umur jabatan presiden SBY genap setahun. Salah satu tokoh yang mendengungkan revolusi perebutan kekuasaan adalah Rizal Ramli, mantan menteri koordinator perekonomian era Abdurrahman Wahid. Tahun berikutnya, sejumlah purnawirawan jenderal berencana mengkudeta melalui gerakan Dewan Revolusi Islam. Semua gerakan itu tak terjadi.
- Pilot CIA Lolos dari Hukuman Mati di Indonesia
MINGGU malam, 18 Mei 1958 itu juga, berita tertangkapnya Pope sampai ke Markas Besar CIA di AS. Direktur CIA, Allen Dulles segera mengirim telegram kepada para perwira CIA di Indonesia, Filipina, Taiwan, dan Singapura: tinggalkan posisi, hentikan pengiriman uang, tutup jalur pengiriman senjata, musnahkan semua bukti, dan mundur teratur. “Inilah saatnya bagi Amerika Serikat untuk pindah posisi. Sesegera mungkin, kebijakan luar negeri Amerika berubah arus,” tulis Tim Weiner dalam Membongkar Kegagalan CIA. Dalam wawancara dengan Weiner pada 2005, Pope mengakui bahwa operasi CIA di Indonesia gagal. “Namun kami telah memukul dan melukai mereka. Saya suka membunuh komunis dengan cara apapun yang bisa saya lakukan. Kami membunuh ribuan komunis, meskipun setengah di antaranya mungkin tidak mengerti apa yang dimaksud dengan komunisme,” kata Pope.
- Pratiwi Sudarmono, Wanita Indonesia yang Hampir Menjelajah Antariksa
PADA Juli 1985, tim dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengunjungi Jakarta. Kedatangan mereka untuk mendiskusikan dan mengawasi proses seleksi payload specialist Indonesia yang akan terlibat dalam misi penjelajahan ke luar angkasa. Payload specialist merupakan individu yang dipilih dan dilatih oleh organisasi komersial atau riset untuk menangani muatan spesifik dalam misi luar angkasa. Mereka yang mengemban tugas ini juga melakukan eksperimen atau penelitian kedirgantaraan, mengoperasikan peralatan laboratorium luar angkasa, serta mengelola operasi harian stasiun luar angkasa dengan antariksawan lainnya. Menurut Colin Burgess dalam Shattered Dreams: The Lost and Canceled Space Missions, kandidat yang terpilih sebagai payload specialist dari Indonesia akan terbang dengan pesawat ulang-alik Columbia dalam misi STS-61H, yang dijadwalkan untuk diluncurkan pada Juni 1986. Setelah pertemuan tersebut, tanggal 1 November, ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menunjuk anggota komite pengarah untuk menentukan dan mengawasi kriteria seleksi dalam memilih kandidat yang paling sesuai untuk peran ini. Bulan berikutnya, pemerintah Indonesia secara resmi menerima tawaran AS untuk mengizinkan seorang antariksawan Indonesia bergabung dalam misi pesawat ulang-alik untuk membantu peluncuran satelit komunikasi Indonesia.
- Tiga Prasasti Tarumanagara (Bagian I)
KAMPUNG Cibuaya di Karawang geger pada suatu hari di tahun 1951. Muasalnya dari warga bernama Warsinah yang sedang menggali sumur. Bukan air yang didapat, dia malah menemukan sebuah arca. Kaget, warga awam itu pun segera melapor ke aparat setempat. “Benda ini ditemukan oleh Pak Warsinah dari Kampung Cibuaya, ditemukan ketika ia menggali sedalam 21 meter. Patung ini setelah dilaporkan kepada Lurah Erman langsung diberikan kepada Camat pada waktu itu,” tulis sejarawan Halwany Michrob dalam artikel di Buletin Kebudayaan Jawa Barat, edisi No. 2, tahun 1976, “Beberapa Masalah dan Latar Belakang Kepurbakalaan di Indonesia”. Belakangan, yang ditemukan Warsinah ternyata adalah arca Dewa Wisnu –kelak dikenal sebagai Arca Wisnu Cibuaya I. Kemudian pada 1957 dan 1975, berturut-turut ditemukan arca mirip sehingga disebut sebagai Wisnu Cibuaya II dan Wisnu Cibuaya III. Kampung Cibuaya pun pun mulai jadi situs penggalian para arkeolog. Semua ternyata masih berkaitan dengan sejarah Tarumanagara.
- Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.





















