top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10078 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Pengemis dan Kapten Sanjoto

    SEBUAH rumah di Merbaboeparkweg alias Jalan Taman Merbabu, Malang ramai pada malam 27 September 1941. Sang tuan rumah, Kapten Raden Sanjoto Adi, punya hajat yang bukan kaleng-kaleng. Banyak dari para tamu yang datang merupakan petinggi militer maupun sipil. Hajat itu merupakan syukuran Kapten Sanjoto atas penghargaan yang diterimanya dari pemerintah Hindia Belanda. Penghargaan itu didapat Kapten Sanjoto berkat kiprahnya dalam bidang sosial di daerah Gadang, Malang. Gadang, disebut Soerabaijasch Handelsblad tanggal 19 Februari 1938, menjadi tempat penampungan para tunawisma. Untuk mewujudkan aksi sosial itu, sebuah yayasan bernama Pangoengsen Gadang didirikan. Yayasan yang dimiliki seorang Tionghoa tersebut mendirikan rumah penampungan untuk para tunawisma dengan sewa sebesar 100 gulden setiap bulannya.

  • Ketika Singa Jadi Lambang Kota Malang

    SEPAKBOLA merupakan olahraga yang populer di Indonesia. Penggemarnya mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Mereka datang ke stadion demi menonton aksi para pemain klub idolanya dalam mengolah si kulit bundar. Ada beberapa jenjang kompetisi sepakbola di Indonesia, yang paling populer adalah Liga 1. Kompetisi kasta teratas ini diikuti klub-klub terkemuka, salah satunya Arema FC yang didirikan pada 11 Agustus 1987. Klub asal Malang ini berjuluk Singo Edan. Singa mungkin diambil dari Singhasari atau lambang Malang pada zaman kolonial Belanda. Dukut Imam Widodo dalam Malang Tempo Doeloe menyebut Malang telah menjadi gemeente atau pemerintah kotamadya sejak tanggal 1 April 1914 –tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Kota Malang. Namun, lambang dan semboyan Gemeente Malang baru ditetapkan pada 1937 di masa pemerintahan Wali Kota J.H. Boerstra yang memimpin mulai tahun 1936 hingga 1942.

  • Menu Sederhana Presiden Pertama

    MUSLIH bin Risan hafal salah satu santapan favorit Presiden Sukarno. Apalagi kalau bukan sambal pecel. Ia hampir selalu ada di meja makan keluarga sang presiden. “Kalau enggak ada, pasti Bapak menanyakan,” ujar Muslih (70), bekas pelayan pribadi keluarga Sukarno, kepada Historia. Sambal pecel selalu menemani santap siang Sukarno, biasanya disajikan bersama lele plus lalapan daun singkong dan pepaya. Sukarno akan mencomot langsung dari cobekan dan menyantapnya dengan tangan zonder sendok dan garpu. “Kalau lagi makan pecel lele, Bapak seperti ‘tidak ingat sekitarnya’,” kata Muslih sambil terkekeh.

  • Bung Karno dan Takhta Suci Vatikan

    PAUS Fransiskus tiba hari ini, Selasa (3/9/2024), dalam rangka lawatan apostoliknya di Indonesia yang berlangsung hingga Jumat (6/9/2024) mendatang. Salah satu agendanya adalah pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membicarakan perdamaian dunia. “Saya kira itu yang sangat penting yang akan kita bicarakan dengan beliau agar perdamaian di seluruh konflik perang, baik yang ada di Gaza (Palestina), Ukraina, dan konflik-konflik lainnya juga bisa kita selesaikan,” ujar Jokowi, dilansir laman resmi kepresidenan pada Kamis, 29 Agustus 2024. Paus Fransiskus selaku pemimpin tertinggi Katolik dunia cum Takhta Suci Vatikan memilih Indonesia sebagai salah satu kunjungan apostolik dan kunjungan kenegaraannya ke kawasan Asia Pasifik. Selain Indonesia, Paus Fransiskus diagendakan juga bertamu ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

  • Pertemuan Presiden Sukarno dan Paus Yohanes XXIII di Vatikan

    PEMIMPIN Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia. Dalam lawatan selama tiga hari (3—6 September 2024), Paus diagendakan menjalani sejumlah kegiatan dan pertemuan. Selain bertemu Presiden Joko Widodo, Paus Fransiskus turut diagendakan dalam pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal hingga perayaan Ekaristi di Stadion Gelora Bung Karno. Paus Fransiskus menjadi pemimpin Gereja Katolik ketiga yang datang ke Indonesia, setelah Paus Paulus VI (1970) dan Paus Yohanes Paulus II (1989). Hubungan antara Indonesia dan Vatikan sudah merentang panjang. Presiden Sukarno menjadi presiden Indonesia pertama yang berkunjung ke Vatikan. Tidak hanya sekali, Bung Karno berkunjung ke Vatikan sebanyak tiga kali. Ini menjadikannya sebagai pemimpin dari negara mayoritas Muslim penerima medali kehormatan terbanyak dari pemimpin Takhta Suci Vatikan. “Aku seorang Islam yang hingga sekarang telah memperoleh tiga buah medali yang tertinggi dari Vatikan. Bahkan Presiden dari Irlandia pun mengeluh padaku bahwa ia hanya memperoleh satu,” kenang Sukarno dalam otobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams (1966).

  • Kegigihan Asa Bafagih

    DI ANTARA perintis Kantor Berita Antara, Asa Bafagih kurang begitu populer. Sejak 1945 hingga sekarang, Kantor Berita Antara merupakan kantor berita dan lembaga penyiaran resmi milik Republik Indonesia. Nama-nama seperti Adam Malik, A.M. Sipahutar, Pandu Kartawiguna, dan Sumanang jauh lebih dikenal sebagai pendiri Antara. “Waktu Adam Malik dan Pak Asa berani menerobos, terus mengakali para penjaga dan redaktur Domei, itu hebat. Karena waktunya cepat sekali. Tiba-tiba [berita Proklamasi kemerdekaan Indonesia] tersiar. Besoknya kita menerima pengakuan kedaulatan dari Mesir. Jadi, itu sebuah prestasi,” kata Dirut LKBN Antara, Benny Siga Butar-butar dalam diskusi buku Asa Bafagih: Diplomat & Tokoh Pers Indonesia karya Nabiel A. Karim Hayaze di Gedung Antara Heritage, Jakarta Pusat, 5 April 2026. Dari kiprah senyap Asa Bafagih, menurut Benny, Antara yang sudah menginjak usia lebih dari delapan dekade ini harus mencari akarnya. “Identitas itu tidak boleh hilang. Asa Bafagih adalah bagian dari harapan dan kehidupan Antara dulu, sekarang dan masa depan,” katanya.

  • Peran Lasminingrat dalam Pendidikan dan Penerjemahan

    RABU, 29 Maret 2023, Google menampilkan doodle tokoh Lasminingrat untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-169. Putri menak Sunda ini memiliki perhatian besar terhadap pendidikan kaum perempuan dan penerjemahan buku-buku cerita untuk anak-anak dari bahasa Belanda ke bahasa Sunda. Raden Ayu Lasminingrat lahir di Garut pada 29 Maret 1854. Ayahnya, Raden Haji Muhammad Musa, seorang kepala penghulu di Garut dan pendiri Sekolah Raja serta penasihat pemerintah kolonial Belanda. Menurut Nina Herlina Lubis dalam Kehidupan Kaum Menak Priangan, 1800–1942, Haji Muhammad Musa menjalin persahabatan dengan sejumlah orang Belanda, di antaranya Karel Frederik Holle yang dikenal sebagai penasihat honorer pemerintah untuk urusan bumiputra dan seorang tuan tanah di wilayah Garut, serta Levyson Norman yang pernah menjadi controleur di Sumedang.

  • Petugas Imigrasi Mesir Menahan Rombongan Agus Salim

    PESAWAT yang membawa rombongan Haji Agus Salim mendarat di Lapangan Udara Kairo pada 10 April 1947. Kedatangan delegasi Indonesia ini dalam rangka memenuhi undangan Liga Arab sekaligus memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Indonesia secara de jure. Haji Agus Salim bertindak sebagai pemimpin delegasi didampingi A.R. Baswedan (Menteri Muda Penerangan), dan Dr. Mr. Nazir St. Pamuncak (Pegawai Tinggi Kemenlu). Sementara itu, H.M. Rasyidi (sekjen Kementerian Agama) dan Mayor Jendral Abdul Kadir (perwira tinggi Kementerian Pertahanan) duluan tiba di Mesir pada 5 April. “Pada masa inilah Republik Indonesia mengirimkan misi persahabatan ke negara-negara Islam yang dipimpin oleh Haji Agus Salim pada tanggal 4 April 1947,” sebut Mukayat dalam Haji Agus Salim: Karya dan Pengabdiannya.

  • Melanggengkan Praktik Kamp Interniran

    DI KAMP interniran Jepang di Cideng, Tanah Abang, orang-orang Belanda yang jadi tawanan hidup bak di neraka. Jepang memang tak pandang bulu. Tak hanya laki-laki, “Neraka Cideng” menjadi tempat interniran khusus bagi perempuan dan anak-anak Belanda maupun Eropa. Sogokan uang dari para interniran kaya tak berlaku untuk membayar kebebasan mereka di luar kamp interniran. “Bagi Jepang tidak ada salam tempel. Yang ada ditempeleng,” ujar Nunus Sapardi dalam bedah bukunya di Galeri Cemara 6–Toety Heraty Museum, Jakarta Pusat, 1 April 2026. Nunus Supardi, pakar cagar budaya, menulis dua buku tentang kamp interniran Jepang: Documenta Historica Kamp Interniran: Masa Pendudukan Jepang hingga Revolusi di Indonesia dan Beragam Segi Kehidupan di Balik Kamp Interniran. Buku pertama berisi riset mendetail mengenai ratusan kamp interniran bentukan Jepang di seluruh Indonesia. Sementara buku kedua berkisah tentang kehidupan para interniran dan dinamika sosial yang terjalin antara sesama interniran maupun dengan serdadu Jepang penjaga kamp.

  • Soedarsono “Kudeta 3 Juli” dari Komisaris ke Komisaris Lagi

    SETIDAKNYA sejak 1950 sudah ada Polisi Perairan (kini Polairud) di Indonesia. Menurut catatan 20 Tahun Perkembangan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia, orang yang diperintahkan membentuk Polisi Perairan itu adalah Raden Panji Soedarsono. Buku Sejarah Kepolisian di Indonesia menyebut dialah yang menjadi kepala institusi itu pertama. Dia pensiun pada 1958 dengan pangkat terakhir Komisaris Besar Polisi yang setara Kolonel. Setelah pensiun, dia tinggal di rumah kontrakan. “Saya tidak punya rumah, di sini saya menyewa sejak tahun 1952,” ujarnya dikutip buku Memoar Perjoangan Menegakkan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Soedarsono berkarier di kepolisian sejak zaman Hindia Belanda. Laki-laki kelahiran Purbalingga, 6 April 1903 ini lulusan HIS (1920) dan MULO (1924). Setelah itu, pada 1925 dia masuk Sekolah Polisi Sukabumi. Dia kakak kelas Kapolri pertama Raden Said Soekanto Tjokroatmodjo. Setahun pendidikan di sana, dia menjadi Ajun Inspektur Polisi.

  • Berpacu Melawan Waktu dalam 1917

    PAGI 6 April 1917. Kopral Tom Blake (diperankan Dean-Charles Chapman) dan sahabatnya, Kopral Will Schofield (George MacKay), dari Batalyon ke-8 pasukan Inggris tetiba dibangunkan dari istirahat singkatnya oleh Jenderal Erinmore (Colin Firth). Keduanya diberi misi berbahaya: menyampaikan pesan berisi perintah langsung. Blake dan Schofield diperintahkan menerobos garis kubu Jerman guna mengantarkan pesan untuk Kolonel Mackenzie (Benedict Cumberbatch). Opsi itu diambil Erinmore lantaran jaringan telegram sudah diputus oleh Jerman. Sebelumnya Mackenzie, komandan batalyon ke-2 Resimen Devonshire, berencana mengejar sisa-sisa pasukan Jerman yang mundur. Namun laporan pengintaian udara menginformasikan, ternyata Jerman mundur secara teratur dan teroganisir membentuk kekuatan baru di Hindenburg Line. Jadi 1.600 pasukan Mackenzie, termasuk Letnan Joseph Blake, kakak Kopral Tom Blake, akan masuk ke perangkap Jerman.

  • Raja Pontas Lumbantobing, Sang Penganjur Modernitas

    Dr. Naek L. Tobing, SpKJ. meninggal dunia pada 6 April 2020 karena Covid-19. Ia dikenal sebagai seksolog atau pakar kesehatan seks terkemuka di Indonesia. Selain membuka praktik kesehatan seks, ia juga rajin menulis buku-buku tentang masalah reproduksi, seperti Problema Seks dalam Rumah Tangga (1989), Masalah Seks di Kalangan Remaja (1990), Seks dan Problemanya (1991). Dokter kelahiran Samosir, Tapanuli, 14 Agustus 1940 ini tamatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. Sempat mendalami masalah kejiwaan sebelum akhirnya tertarik mendalami seksologi. Di balik sosoknya yang humoris, ternyata Naek mengagumi sosok raja dari tanah Batak, Raja Pontas Lumbantobing. Raja Pontas Lumbantobing lahir sekira 1835. Dikenal sebagai pelindung kaum misionaris seperti Gerrit van Asselt (1833–1910), dan I.L. Nommensen (1834–1918). Cerita beredar menyebutnya sebagai sosok pemberani, gemar mengembara tanpa rasa takut dari desanya di Silindung menuju daerah Toba atau Uluan, sekarang Porsea.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page