top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10077 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Pemodal Pelayaran Pertama Belanda

    TAHUN 1594, awal musim semi. Sejumlah saudagar besar berkumpul di rumah Martin Spil, seorang pedagang anggur, di Warmoesstrat, Amsterdam, Belanda. Mereka mengumpulkan dana untuk membiayai pelayaran pertama ke negeri asal rempah di Asia. Menurut Jonathan I. Israel dalam Dutch Primacy in World Trade, 1585-1740, kelompok pedagang besar tersebut dapat mengumpulkan modal sebesar 290 ribu gulden. Dengan uang sebesar itu dapat membeli 60-70 rumah besar di kota Amsterdam.

  • Si Bung dan Dua Gadis Jepang

    AWAL 1966. Indonesia bergolak. Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, ribuan demonstran nyaris tiap hari tumpah ruah ke jalanan. Selain menuntut penurunan harga, rombak kabinet dan pembubaran PKI (Partai Komunis Indonesia), mereka pun mengeritik tingkah polah Presiden Sukarno yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Salah satu yang dikritik mahasiswa adalah kebiasaan Bung Karno memiliki banyak istri. Dalam Angkatan 66: Sebuah Catatan Harian Mahasiswa karya Yozar Anwar disebutkan bagaimana pada 9 Februari 1966, serombongan mahasiswa Jakarta berparade dalam dandanan ala geisha (perempuan penghibur Jepang) lengkap dengan o-icho (sanggul tradisional Jepang) dan kimono khas-nya. Di dada mereka sebuah poster tergantung dengan tulisan yang berbunyi: “Gundik-Gundik Impor”

  • Before the Rise of Tarumanagara

    From the hot and humid climate of the northern coast of western Java to the cool mountains in the interior, all were included in the territory of the Tarumanagara Kingdom. This Hindu-style kingdom was once the largest kingdom in the western part of Java. Referring to its physical remains, namely seven inscriptions and a temple complex, the territory of this kingdom that is said to be the oldest kingdom on the island of Java, if compared to the present day, stretches from Pandeglang (Banten Province) in the west, Koja (DKI Jakarta) in the north, the Cimanuk River (Indramayu Regency) in the east, and Nanggung (Bogor Regency) in the south. It is estimated that the kingdom existed since the 4th century, as did the Kutai Kingdom in East Kalimantan.

  • Para Pramugari Garuda di Sisi Sukarno

    KECANTIKAN dan aura pramugari memang bisa mempesona siapa saja. Karyawati yang menjadi kru pesawat ini dilatih untuk melayani penumpang. Selain piawai melayani penumpang, pramugari juga dituntut berpenampilan menarik. Bertubuh jenjang semampai, pintar, mampu berbahasa asing, dan jago berdandan biasanya kualifikasi yang harus dimiliki setiap pramugari. Figur sekaliber Presiden Sukarno pun pernah kecantol dengan pramugari. Perempuan itu bernama Kartini Manoppo, gadis asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Pertemuan pertama Sukarno dan Kartini Manoppo berlangsung di atas udara dalam suatu penerbangan pada 1958. Bung Karno menumpang pesawat Garuda menuju Malang untuk meresmikan proyek pabrik tenun di Batu Ceper. Di saat yang sama, Kartinilah yang menjadi pramugarinya. Tiada kesan istimewa dalam pandangan pertama, kecuali Kartini mendapat kenang-kenangan berupa sehelai kain tenun Malang dari Bung Karno usai penerbangan itu.

  • Satu Episode Tim Garuda di Olimpiade

    TIM Nasional Indonesia U-23 tengah menggila. Skuad “Garuda Muda” yang ditukangi Shin Tae-yong (STY) melibas lawan-lawan yang selama ini jadi momok di ajang AFC Cup U-23 2024 demi berebut tiket ke Olimpiade Paris 2024. Sebelumnya, Witan Sulaeman cs. lolos dari babak penyisihan sebagai runner-up Grup A hasil menang atas Australia U-23 (1-0) dan Yordania U-23 (4-1). Lantas di perempatfinal, setelah melalui laga sengit kontra Korsel U-23 pada Kamis (25/4/2024), Garuda Muda sukses memulangkan negeri asal STY itu lewat kemenangan adu penalti, 11-10, usai imbang 2-2 di waktu normal. Pada semifinal, Garuda Muda ditantang tim besar lain, Uzbekistan U-23, pada Senin (29/4/2024). Laga ini tentu menjadi penentu menuju Olimpade Paris 2024.

  • Mula Tim Garuda

    PERJUANGAN Timnas Indonesia (senior) bakal kian berat. Setelah keok 0-1 dari Singapura di laga perdana di Grup B Piala AFF 2018 dan menang 3-1 kontra Timor Leste, tim besutan Bima Sakti Tukiman itu akan menantang juara bertahan Thailand, Sabtu (17/11/2018) di Stadion Rajamangala, Bangkok. Timnas Garuda dan Tim Gajah Putih terakhir bentrok di laga puncak Piala AFF 2016. Kala itu Indonesia kalah agregat 3-2 sehingga untuk kelima kalinya harus puas jadi finalis sejak perhelatan sepakbola se-Asia Tenggara itu dimulai 1996 dengan nama Piala Tiger.

  • Teroris Membajak Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”

    JUMAT pagi, di Bandara Talang Betutu, Palembang, 28 Maret 1981. Seperti biasa, Kapten Herman Rante, pilot berusia 38 tahun bersiap-siap menerbangkan pesawat yang dikemudikannya. Setelah transit di Palembang, pesawat Garuda DC-9 “Woyla” bernomor penerbangan 206 rute Jakarta-Medan itu akan menuju Bandara Polonia. Beberapa menit setelah lepas landas, terdengar kegaduhan dari arah belakang. Lima laki-laki telah menguasai pesawat bagian tengah. Seorang dari komplotan itu menuju kokpit. Pistol jenis revolver cal 38 ditodongkan ke kepala Herman Rante. Herman Rante menyadari pesawat yang dikemudikannya sedang dibajak.

  • Teroris Hendak Membajak Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” Sampai Sri Lanka

    KEPALA Bakin (kini BIN) Jenderal Yoga Soegama berang bukan kepalang. Bagaimana tidak, Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” jurusan Jakarta-Palembang-Medan yang sedang transit di Bandara Bayan Lepas, Penang, Malaysia dibajak sekelompok teroris. Celakanya, kedutaan Indonesia di Malaysia sedang kosong sehingga tidak ada yang dapat dihubungi. Kekesalan itu ditumpahkan Yoga kepada B.S. Arifin, Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri. “Buatkanlah suatu cara dan kebiasaan menghadapi keadaan darurat. Saya tidak meminta para duta besar harus selalu ada di tempat tugas. Juga wakilnya. Tapi setidak-tidaknya kalau hendak bepergian tinggalkanlah pesan, tinggalkanlah petunjuk di mana mereka bisa dihubungi. Bisa dikontak,” kata Yoga mengeluh seperti dikutip B. Wiwoho dalam Operasi Woyla: Sebuah Dokumen Sejarah.

  • Kisah Bule Nekat dalam Pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”

    SIANG, 29 Maret 1981 itu begitu terik di Bandara Don Mueang, Bangkok. Panasnya cukup untuk menembus jendela pesawat Garuda DC-9 “Woyla” yang sedang dibajak. Kendati demikian, para pembajak melarang kru pesawat menyalakan mesin pendingin udara. Alih-alih berbelas kasih, mereka mengintimidasi penumpang. Makan dan minum dibatasi. Begitupun akses ke toilet. Rasa gerah, lapar, dan dahaga menyiksa para penumpang yang disandera itu. Begitulah keadaan di pesawat Garuda DC-9 “Woyla” memasuki hari kedua pembajakan. Dari 41 sandera terdapat enam penumpang warga negara asing. Tiga di antaranya warga Amerika serikat: Karl Schneider, Ralph Hunt, dan Raymond Heischman. Sementara itu, tiga penumpang warga negara asing lain ialah Robert Wainwright (Inggris), Hengky Siesen (Belanda), dan Hiromi Higa (Jepang).

  • Benny Moerdani Menangani Pembajak Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”

    MENGENAKAN baju safari warna gelap, Letnan Jenderal Benny Moerdani memasuki pesawat Garuda DC-9 “Woyla”. Serbuan gerak cepat dari pasukan elite anti-teror Kopassandha baru saja mengakhiri aksi pembajakan pesawat yang dilakukan teroris dari kelompok Jamaah Imran. Setelah melakukan pengecekan di sana-sini, Benny memberi isyarat “Oke” lalu turun dari tangga pesawat. Seluruh pasukan komando itupun meninggalkan lokasi. “Pasukan komando diangkut dengan bis menuju hanggar Angkatan Udara Muangthai, dan segera masuk ke dalam pesawat DC-10 ‘Sumatra’ yang sedang parkir sejauh lima kilometer dari lokasi penyerbuan,” demikian berita Sinar Harapan, 2 April 1981. Begitulah suasana setelah drama pembajakan pesawat Garuda “Woyla” berakhir pada 31 Maret 1981. Pesawat itu dibajak pada 28 Maret dalam penerbangan dari Jakarta menuju Medan, transit di Palembang, kemudian tertahan di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand. Kendati sempat terjadi baku tembak, operasi anti-teror itu berlangsung hanya kurang dari tiga menit.

  • Jenderal Nasution Terseret Kasus Pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”

    SETELAH drama pembajakan pesawat Garuda DC-9 “Woyla” berakhir, pemerintah menggelar konferensi pers. Pangkopkamtib Laksamana Soedomo didampingi Menteri Penerangan Ali Moertopo mengungkap para pelaku pembajakan merupakan buron kasus penyerangan Kosekta 8606 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung. Mereka, sebut Soedomo, melakukan teror untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. “Dengan demikian jelas bahwa kelompok ini adalah kelompok ekstrim yang telah menafsirkan ajaran agama secara salah dan mencemarkan agama,” ucap Soedomo dikutip harian Angkatan Bersenjata, 1 April 1981. Sementara itu, Ali Moertopo mengatakan keberhasilan pemerintah menangani pembajakan mengangkat citra Indonesia di kancah internasional. Menurutnya, Indonesia adalah negara ketiga yang berhasil menyelesaikan masalah pembajakan secara gemilang. Atas pencapaian itu, Ali mengajak semua yang hadir dalam jumpa pers mengagungkan nama Allah. Seruan takbir pun diserukannya, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!”

  • Pembajak Pesawat Garuda Woyla Tuntut Tebusan 1.5 Juta Dolar Amerika

    KELOMPOK Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dikabarkan meminta Rp5 miliar sebagai tebusan untuk membebaskan pilot Susi Air bernama Philips Mark Mehrtens yang disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Egianus Kagoya sejak Februari. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memberikan lampu hijau perihal uang tebusan. Namun, isu uang tebusan dibantah oleh Egianus Kagoya. Kelompoknya hanya menginginkan kemerdekaan Papua untuk ditukar dengan Philips. Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengklarifikasi bahwa uang Rp5 miliar merupakan arahan darinya kepada pejabat bupati Nduga. Apabila negosiasi membuahkan hasil, dia meminta bupati menyiapkan uang dari kas pemerintah daerah. Berbeda halnya dengan pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla” pada 28 Maret 1981, pemerintah lebih memilih opsi militer meski pembajak mengajukan tuntutan uang disertai ancaman peledakan pesawat. Pembajak meminta tebusan sebesar US$1,5 juta. Selain itu, mereka juga meminta pembebasan rekan-rekannya yang ditangkap karena menyerang Polsek Cicendo. Itulah syarat yang mereka ajukan untuk ditukar dengan penumpang pesawat yang disandera.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page