top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10055 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Bintang Mahaputera untuk D.N. Aidit

    MELALUI akun twitter-nya (10/8), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD mengumumkan bahwa dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Di antaranya Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang akan mendapat Bintang Mahaputera Nararya. Beragam tanggapan bermunculan, di antaranya mempertanyakan apa jasa Fahri Hamzah dan Fadli Zon sehingga mendapat penghargaan Bintang Mahaputera. Terlebih, kedua politikus itu kerap melontarkan kritik kepada pemerintah. Mahfud menjelaskan bahwa pemberian Bintang Mahaputera kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mantan ketua/wakil ketua lembaga negara, mantan menteri dan yang setingkat, mendapat bintang jasa seperti itu jika selesai tugas dalam satu periode jabatan.

  • Sersan Zon Memburu Panglima Polim

    SEKITAR akhir tahun 1902, sultan Aceh dan Panglima Polim sedang bersembunyi di daerah Gayo. Kala itu Aceh dan sekitarnya adalah Daerah Operasi Militer (DOM) daripada tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) yang ingin segera mengakhiri Perang Aceh (Atjeh Oorlog) nan berkepanjangan itu. Keinginan untuk segera mengakhiri itu membuat pasukan Marsose (pasukan anti-gerilya Belanda nan elit dan kejam) di bawah Pembantu Letnan Hans Christoffel sering dikerahkan ke Gayo untuk berpatroli. Selain pasukan Christoffel, pasukan dari Kapten Colijn juga diperintah berpatroli di sana. “Kapten Colijn dapat mengetahui dalam bulan Juni tempat persembunyian Panglima Polim. Maka dikejarnyalah panglima itu ke tempatnya itu,” kata L.F. van Gent dalam buku Nederland-Ambon.

  • Hans Christofel Jagal dari Swiss

    SEBELUM tahun 1886, Hans Christofel bukan siapa-siapa. Dia hanya pemuda dari sebuah dusun di Swiss. Sedari kecil, seperti umumnya bocah, dalam sebuah permainan Hans sangat ingin menjadi kapten dalam permainan itu. Petualangan ke dunia lain adalah gejolak masa mudanya. Setelah usianya 20 tahun, Hans pernah luntang-lantung di Jerman. Suatu hari di bulan Februari 1886, Hans berada di Hamburg dan tinggal beberapa hari di sana. Di kota itu terdapat konsulat Kerajaan Belanda. Hans menyambanginya untuk mencari peluang berpetualang ke luar Eropa. Kerajaan Belanda punya koloni jauh yang harus ditertibkannya, namanya Hindia Belanda. Daerah koloni itu bahkan sedang butuh serdadu dari Eropa juga. Hans tertarik sehingga melupakan ajakan kawan-kawannya untuk berpetualang ke Amerika.

  • Semaoen Merahkan Sarekat Islam

    RAPAT akbar Sarekat Islam (SI) berlangsung di taman kota Semarang pada hari minggu pertama Mei 1917. Sejak pagi, ribuan kader SI cabang Semarang datang berbondong-bondong. Mereka hendak memilih ketua umum dengan dua kandidat: Mohammad Joesoef sebagai petahana dan pemuda Semaoen, aktivis di kalangan buruh. Joesoef memulai kampanyenya dengan berceramah tentang asal-usul gerakan kebangsaan Hindia dan secara khusus gerakan SI. Dia menekankan komitmennya terhadap SI tak pernah berkurang. Namun, dia menolak dicalonkan kembali. Seorang kepala warga, yang mengatasnamakan anggota, mendesak Joesoef tetap maju. Beberapa anggota lain berpendapat untuk memilih ketua baru dan mencalonkan Semaoen sebagai kandidat. Pertemuan menjadi keributan. Sorak-sorai dan teriakan begitu keras dan memekakkan telinga. Ratusan orang menyerukan Joesoef, yang lain menyerukan Semaoen. Joesoef tetap pada pendirian menolak dicalonkan. Protes Semaoen agar Joesoef tetap menjabat sebagai ketua tak diindahkan. Namun, sebagian besar anggota tidak menyetujui Joesoef.

  • Semaoen Melawan dengan Tulisan

    DI usia yang sangat muda, Semaoen muncul sebagai pemimpin pergerakan dari generasi baru. Keterlibatannya dalam pergerakan tak dapat dilepaskan dari pengalamannya menyaksikan berbagai ketimpangan yang dialami rakyat kecil pada masa kolonial Belanda. Mulanya, ketika bekerja sebagai juru tulis di jawatan kereta api, Semaoen terlibat dalam aktivitas serikat buruh kereta api. Dia menjadi anggota Serikat Pekerja Kereta Api dan Trem (VSTP). Pertemuannya dengan Henk Sneevliet membuat pemuda kelahiran 1899 itu ikut ambil bagian dalam kegiatan ISDV, organisasi yang didirikan sosialis Belanda tersebut. Nama Semaoen semakin dikenal luas lewat aktivitasnya sebagai wartawan. Pada 1916, dia meninggalkan pekerjaannya di jawatan kereta api dan pindah ke Semarang untuk memusatkan perhatian sebagai propagandis. Semaoen bekerja sebagai editor Si Tetap, surat kabar berbahasa Melayu yang menjadi corong VSTP.

  • Awal Mula Sikat Gigi Plastik di Indonesia

    SETIAP 12 September diperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional. Sementara dunia memperingatinya setiap 20 Maret. Peringatan ini sebagai gerakan untuk menyadarkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Untuk itu harus rajin menyikat gigi. Sikat gigi dan pasta gigi mudah didapatkan. Tersedia di warung, toko, dan supermarket. Mereknya beragam; biasanya merek sikat dan pasta gigi sama. Sebut saja merek yang terkenal Pepsodent, Formula, dan Oral-B. Sikat gigi seperti sikat gigi modern pertama kali dibuat di China pada 1498. Pegangannya terbuat dari kayu atau tulang dan bulunya menggunakan bulu babi. Sikat ini juga digunakan untuk menjaga kulit putih mutiara agar tetap berkilau dan sehat.

  • Peristiwa Tanjung Priok: Darah Pun Mengalir di Utara Jakarta

    ZULKARNAIN masih ingat peristiwa berdarah pada 12 September 1984. Sebagai anak umur sembilan tahun, dirinya merasa aneh dan takut ketika kawasan Jalan Yos Soedarso dipenuhi truk-truk tentara dan mobil-mobil pemadam kebakaran malam itu. Bau anyir darah serasa menusuk hidung bersanding dengan bunyi teriakan para serdadu dan polisi mengusir orang-orang untuk menghindari kawasan tersebut. “Kebetulan saya dan bapak habis beli sepatu dan lewat daerah itu ketika mau pulang ke Cilincing,” ujar lelaki berdarah Sumbawa itu. Nasib Zulkarnain dan bapaknya tentu saja jauh lebih bagus dibanding Wasjan bin Sukarna (saat kejadian berlangsung berumur 32 tahun). Pengemudi mesin pengangkut barang di Pelabuhan Tanjung Priok itu tengah menunggu angkutan umum untuk pulang kala dia melihat munculnya keruman massa yang tengah berlari. Seiring kemunculan mereka, tetiba terdengar rentetan senjata.

  • Sisi Lain Der Kaiser Franz Beckenbauer

    FRANZ Beckenbauer menyandang julukan Der Kaiser alias “Sang Kaisar” yang diberikan fans dan media bukan tanpa alasan. Di pentas sepakbola dunia, Beckenbauer jadi sosok pertama yang memenangi trofi Piala Dunia sebagai pemain tim nasional (timnas) dan pelatih. Oleh karenanya, banyak yang merasa kehilangan saat tersiar kabar duka Beckenbauer mangkat di usia 78 tahun pada Minggu (7/1/2024). Sebelum tutup usia, Beckenbauer bergelut dengan masalah kesehatan jantungnya. Ia sempat menjalani operasi jantung dan operasi penggantian pinggul. “Dengan kesedihan mendalam kami menginformasikan bahwa suami saya dan ayah kami Franz Beckenbauer beristirahat dalam damai kemarin hari Minggu, ditemani keluarganya. Kami mengharapkan masa duka yang tenang dan tanpa banyak pertanyaan,” bunyi pernyataan keluarga kepada Deutsche Presse-Agentur, dikutip Eurosport, Senin (8/1/2024).

  • Di Radio, Aku Dengar...

    DIDI Sumarsidi tampak asyik dengan radio Philips seri Kompas di ruang tamu rumahnya di kawasan Sayidan, Yogyakarta. Dia mendengarkan siaran berita berbahasa Inggris yang dipancarkan stasiun radio Malaysia sembari sesekali menyeruput teh hangat. Dia lalu putar tuning. Terdengar suara kresek-kresek sebelum akhirnya mengudara suara penyiar membawakan berita berbahasa Mandarin. Didi menyimak siaran itu. Saban hari Didi bermain-main dengan radio kuno. Biasanya sore atau malam hari. Di ruang tamu atau ruang tengah. “Buat orang seusia saya, ini namanya bernostalgia,” ujar Didi Sumarsidi, berusia 64 tahun, yang menjabat ketua komunitas pecinta radio kuno Padmaditya. Philips seri Kompas adalah satu dari dua koleksi radio kesayangannya. Satu lagi radio Philips seri Gatotkaca yang dilengkapi gramofon untuk menyetel piringan hitam. “Kondisinya prima. Suaranya bagus. Ini yang paling sering saya nyalakan,” katanya. “Keduanya produksi tahun 1950.”

  • Portugis Menangis di Selat Malaka

    SEPANJANG tanggal 26 dan 27 Juni 2024, KRI Dewaruci menyusuri Selat Malaka dari utara. Sudah sejak lama kapal-kapal dagang dari bermacam negara melewati selat kaya ini. Ada banyak kapal penuh muatan berhaga tenggelam di dalam kawasan selat ini. Malaka adalah pasar rempah penting dunia karena bermacam rempai dijual di sana. Dalam sejarah pelayaran dunia mencari rempah-rempah ke Timur, Portugis dan Spanyol dianggap sebagai pelopornya. Inggris dan Belanda kemudian mengikuti dan banyak menguasainya. Afonso de Albuquerque dan Vasco da Gama adalah dua pemuka pelayaran Portugis ke Asia yang cukup sering disebut dalam sejarah kedatangan Portugis ke Asia. Afonso de Albuquerque((1453-1515) berperan penting dalam upaya pembentukan koloni Portugis di Asia. Dia memimpin upaya perebutan Goa di India lalu pada 1511 di Malaka, Semenanjung Malaya. Dirinya menjadi wakil raja Portugis di Asia. Portugis berkuasa di Malaka dari 1511 hingga 1642. Namun Albuquerque tidak lama di Malaka.

  • Portugis Kena Prank di Malaka

    AIRNYA memang tidak jernih, tapi bersih. Pun pedestrian dan deretan bangunan di kiri-kanannya, semua bersih dan rapi. Begitulah kondisi Sungai Malaka di bagian sebelum muara siang 30 Juni 2024 itu. Tak hanya berisi bangunan modern macam Dataran Pahlawan Melaka Megamall, kawasan di pesisir kota Malaka itu juga kaya bangunan tua. Tak jauh dari tepian Sungai Malaka tadi terdapat kawasan perbentengan Eropa. Salah satunya, Benteng Famosa yang menjadi peninggalan Portugis. Ia saksi bisu ramainya Malaka sebagai bandar utama di Selat Malaka beberapa abad silam yang didatangi orang dari berbagai tempat, termasuk Eropa. Orang Eropa awalnya meyakini bahwa rempah-rempah yang diperdagangkan orang Arab dan India dihasilkan di Malaka, Semenanjung Malaya. Laksamana Portugis Afonso d’Albuquerque pun datang ke Malaka. Albuquerque berambisi mendapatkan rempah yang akan menghasilkan cuan itu.

  • Raja Terakhir Singapura Bangun Malaka

    KOTA pesisir di Malaysia yang pada 29 Juni 2024 malam hanya terlihat gemerlapan lampunya dari geladak KRI Dewaruci, kini (30 Juni 2024) jadi tempat persinggahan kapal layar milik TNI AL itu dalam pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah. Malaka, nama kota itu, dijadikan titik singgah karena merupakan salah satu bandar penting di Selat Malaka dalam perniagaan rempah di masa lalu. Malaka tak bisa dilepaskan dari nama Parameswara. Parameswara adalah nama yang dikenal di tiga negara: Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Di Malaka, Malaysia, nama Parameswara dikenal sebagai pendiri Kesultanan Malaka. Dia juga dikenal sebagai raja terakhir dari Tumasek, yang belakangan disebut Singapura. Sosok Parameswara di Malaysia dan Singapura itu diperkirakan kelahiran Palembang tahun 1344.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page