top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Affandi Marah pada Polisi

    AFFANDI salah satu maestro seni lukis Indonesia. Ia pelukis yang produktif. Sepanjang hidup diperkirakan Affandi telah melukis kurang lebih 3.000 lukisan dengan berbagai media dan berbagai ukuran. Namun sudah banyak yang rusak atau hilang, sehingga yang mungkin masih tersimpan dengan baik kira-kira setengahnya. Tersebar di berbagai negara pada tangan para kolektor; walaupun sebagian besar masih tersimpan di Indonesia. Produktivitas Affandi, sebut buku 100 Tahun Affandi karya Ajip Rosidi, disebabkan antara lain oleh caranya melukis. Berlainan dengan Sudjojono dan Hendra Gunawan, yang kadang-kadang melukis on the spot namun umumnya mengerjakan karya-karyanya di dalam studio, Affandi adalah pelukis yang tidak mengenal arti studio.

  • Lika-liku Robert Duvall

    SUDAH aktif di dunia peran sejak 1950-an namun baru bersinar dua dekade kemudian, nama Robert Duvall melejit lewat film-film yang jadi magnum opus sineas legendaris Francis Ford Coppola seperti The Godfather (1972) dan Apocalypse Now (1979). Sang aktor baru saja berpulang di usia 95 tahun. Hingga berita ini dimuat, tak disebutkan penyebab kematian aktor kawakan kelahiran San Diego, California, Amerika Serikat (AS) pada 5 Januari 1931 itu. Istri keempatnya, Luciana Pedraza, mengumumkan Duvall wafat di kediamannya di Middleburg, Virginia, pada Minggu (15/2/2026). Coppola tentu jadi salah satu yang paling berduka. Melalui akun Instragram-nya, @francisfordcoppola, Coppola Senin (16/2/2026) lalu mengunggah sebuah foto dirinya dan Duvall dalam latar behind the scene film The Godfather dengan caption ucapan duka cita mendalam.

  • Cerita George McTurnan Kahin Saat Ditangkap Belanda

    CERITA itu terdapat dalam buku Soekarno: Biografi 1901-1950 karya Lambert Giebels, penulis sejarah asal Belanda. Alkisah, pada 19 Desember 1948, para serdadu Belanda mulai merangsek Yogyakarta. Terjadilah tembak menembak antara mereka dengan para tentara Indonesia di dalam kota. Sementara pesawat-pesawat tempur Belanda tak henti-hentinya menghujani ibu kota Republik Indonesia itu dengan peluru. Di tengah kekacauan itu, tetiba seorang bule mendekati para penyerbu. Dalam mimik marah, dia melancarkan protes keras kepada Letnan J.A. Bakker seorang perwira Belanda dari Tijger Brigade. Alih-alih ditanggapi, Bakker menghardik lelaki muda itu untuk tutup mulut dan “menjadi anak yang manis” saja.

  • Ketika George McTurnan Kahin Disangka Orang Belanda

    KETIKA memutuskan untuk mempelajari Indonesia pada 1948, tak pernah ada yang menyangka Goerge McTurnan Kahin akan memiliki hubungan yang lebih jauh dengan republik baru di kawasan tenggara Asia itu. Berbekal dana riset sebesar US$3.000 dari Social Science Researh Council New York, mahasiswa ilmu politik tingkat doktoral di The Johns Hopkins University, Amerika Serikat (AS) itu nekat pergi ke bekas jajahan Belanda tersebut. “Kahin naik kapal Belanda Veendam dan De Oranje dari Pantai Timur Amerika Serikat ke Jakarta,” ungkap Frances Gouda dan Thijs Brocades Zaalberg dalam Indonesia Merdeka karena Amerika? Di kapal Veendam, Kahin berjumpa sekaligus berkenalan dengan Kees van Mook, putra dari Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda H.J. van Mook. Kedua anak muda itu kemudian cepat akrab. Selain surat rekomendasi, Kahin juga mendapatkan pengetahuan bahasa Indonesia tingkat awal dari Kees yang terbukti bermanfaat banyak saat dia mulai menginjakan kaki di Pulau Jawa.

  • Petualangan George McTurnan Kahin di Yogyakarta (2)

    YOGYAKARTA, 9 Januari 1949. George McTurnan Kahin tak bisa menyembunyikan lagi kemarahannya. Begitu mendapat surat pengusiran dirinya dari Yogyakarta yang langsung ditandatangani oleh Kapten A.V. Vosveld, Kepala Dinas Rahasia Belanda (IVG), dia langsung mendatangi sang perwira di kantornya. Protes pun dilakukan secara keras oleh jurnalis Amerika Serikat (AS) itu. Sambil berteriak-teriak, Kahin menunjukan surat izin peliputan yang sudah dia peroleh di Batavia (Jakarta). Namun Vosveld sama sekali tak peduli. Alih-alih mengalah, salah satu perwira Belanda penangkap Presiden Sukarno itu malah balik membentak dan menyatakan Kahin mulai siang itu ditetapkan sebagai tahanan rumah.

  • Petualangan George McTurnan Kahin di Yogyakarta (1)

    SAAT militer Belanda menginvasi Yogyakarta pada 19 Desember 1948, George McTurnan Kahin, jurnalis cum mahasiswa Amerika Serikat, melakukan protes keras kepada Kapten A.V. Vosveld dan Letnan J.A. Baker, dua perwira dari Tijger Brigade yang memimpin penawanan Haji Agus Salim dan beberapa tokoh republik di rumahnya. Alih-alih ditanggapi, protes keras itu malah justru berujung kepada penangkapannya. Baker dan Vosveld menganggap orang Amerika itu terlalu banyak ikut campur urusan Belanda. “Bakker menghardik lelaki muda itu untuk tutup mulut dan 'menjadi anak yang manis' saja,” ungkap penulis sejarah Lambert Giebels dalam Soekarno: Biografi 1901-1950.

  • Hulagu Khan Menaklukkan Baghdad

    PADA 1257, Hulagu Khan (1218-1265), cucu Jenghis Khan, mengulang kebengisan kakeknya di Baghdad. Seperti biasa sebelum menyerang, penguasa Mongol itu mengirim utusan untuk mengultimatum Khalifah Abassiyah, Al-Mustasim Billah, untuk menyerah tanpa syarat. Namun, astronom Husim al-Din menyarankan agar Hulagu Khan membatalkan niat mengepung Baghdad karena berbagai pertanda dan planet-planet tidak mendukungnya. Apabila Hulagu Khan tidak membatalkan rencananya, kata Husim al-Din, enam petaka akan muncul di hadapannya: semua kuda akan mati dan seluruh tentaranya akan jatuh sakit, matahari tidak akan terbit, hujan tidak akan turun, badai akan menerjang dan dunia akan hancur oleh gempa bumi, rumput tidak akan tumbuh, dan Raja Agung (Hulagu Khan) akan wafat tahun ini juga.

  • Tak Ada Mongol dalam Prasasti

    ADA dua prasasti yang bercerita soal keberhasilan Raden Wijaya mengusir musuh dan menjadi raja di Majapahit. Namun, tak ada satu pun yang menyebut soal kedatangan bangsa Mongol ke Jawa. Apalagi soal kemenangan Raden Wijaya atas Mongol. Menurut epigraf, Boechari, kedua prasasti itu dikeluarkan oleh Raden Wijaya. Salah satunya, Prasasti Kudadu yang berangka tahun 1294, berisi penetapan Desa Kudadu sebagai daerah perdikan bagi rama atau pejabat Desa Kudadu. Di bagian sambandha, yaitu bagian yang menyebutkan sebab pemberian anugerah, dikatakan rama desa itu berjasa memberi tempat persembunyian bagi Raja Kertarajasa. Ketika itu dia belum menjadi raja dan bernama Nararya Sanggramawijaya. Dia dikejar-kejar musuh dan tersesat sampai Desa Kudadu. Musuh yang mengejar itu adalah Sri Jayakatwang, raja Gelang Gelang.

  • Hukuman bagi Jenderal Mongol

    EKSPEDISI Mongol ke Jawa membuat tiga jenderalnya, Shi Bi, Gao Xing, dan Ike Mese, dihukum begitu kembali ke Tiongkok. Namun, petualangan mereka di Jawa tak benar-benar gagal. “Dihukum juga akhirnya sementara saja, lalu dilepas kembali, karena nyatanya (ekspedisinya, red) juga berhasil,” jelas Agus Aris Munandar, arkeolog Universitas Indonesia, ketika ditemui di Fakultas Ilmu Budaya UI. Sejarah Dinasti Yuan memberitakan pasukan Tiongkok kembali dari Jawa pada 24 bulan ke-4 1293. Mereka membawa barang jarahan berupa peta negara, catatan populasi, dan surat dengan huruf emas yang ditulis sang raja.

  • Invasi Mongol dan Penyebaran Wabah Pes

    IBNU Battuta, pengelana asal Maroko, dalam perjalanannya menyaksikan Maut Hitam (Black Death) menyerang kota besar dan kecil di negeri-negeri Islam. Ia menyebut serangan wabah penyakit itu tiba-tiba dan mengejutkan seperti serbuan orang-orang Mongol. Tampaknya ini bukan sekadar analogi. Pergerakan pasukan Mongol yang melintasi dataran stepa Asia ke Eropa dituding berandil dalam menyebarkan wabah pes itu. "Black death terjadi pada periode-periode itu," kata Sofwan Noerwidi, peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam diskusi lewat aplikasi zoom tentang "Eksistensi Wabah: Fakta Masa Lampau Hadir pada Masa Kini" yang diselenggarakan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada Selasa, 21 April 2020. Bahkan, Sofwan penasaran, apakah pasukan Mongol juga membawa penyakit pes ketika menginvasi Jawa? "Ini sesuatu yang menarik, tetapi belum banyak dikaji. Adakah hubungan pes di Jawa dengan invasi Mongol?" kata Sofwan.

  • Enam Kegagalan Mongol di Seluruh Dunia

    SATU demi satu kerajaan-kerajaan di dunia jatuh di bawah Kekaisaran Mongol. Kekuasaannyamenghubungkan Asia dan Eropa, menjadi yang terbesar dalam sejarah. Namun, gelombang kemenangan mereka bukannya tak terpatahkan. Paling tidak ada enam kegagalan yang pernah dialami Mongol. Bulgar Volga Volga Bulgaria, negara berbahasa Turki di Eropa Timur yang eksis pada abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-13. Negara ini menguasai tanah luas yang sebagian besar berada di sekitar sungai Volga tengah dan Kama. Volga Bulgaria penting karena mengendalikan rute utama antara Asia Tengah dan Eropa utara. Mereka adalah orang-orang yang pertama masuk Islam di Eropa Timur. Awalnya hidup sebagai penggembala nomaden, sama seperti orang Mongol. Pada perkembangannya Volga Bulgariamengembangkan peradaban perkotaan, namun sebagian besar penduduknya tinggal di luar pusat kota.

  • Serangan Pertama Mongol ke Kerajaan Islam

    DALAM perjalanannya meninggalkan Bukhara, Jenghis Khan memasuki musola, sebuah halaman bertembok tempat diadakannya salat selama ada perayaan di luar temboknya. Lalu ia berpidato di hadapan280 orangpriapaling kaya dan terkemuka di kota itu. Dari wajahnya terlihat ketakutan, tapi mereka penasaran untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh penguasa Mongol itu. “Wahai orang-orang!” serunya. “Ketahuilah bahwa kalian telah melakukan dosa-dosa besar. Orang-orang besar di antara kalian telah melakukan dosa-dosa itu.” “Jika kalian bertanya padaku bukti apa yang kumiliki atas kata-kata ini,” katanya melanjutkan. “Kukatakan itu terjadi karena aku adalah hukuman dari Tuhan. Jika kalian tidak melakukan dosa-dosa besar, Tuhan tak akan menimpakan hukuman seperti aku pada kalian.”

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page