top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Luftwaffe Reborn

    PERANG DUNIA II menandai awal pentingnya kekuatan udara sebagai penentu sebuah pertempuran. “Superioritas udara udara adalah ekspresi puncak dari kekuatan militer,” kata Perdana Menteri (PM) Inggris Winston Churcill di masa Perang Dunia II. Churchill berkaca dari pengalaman ketika Angkatan Udara (AU) Inggris RAF harus adu kuat memperebutkan superioritas udara dengan Luftwaffe, di mana AU Jerman itu reborn tepat hari ini, 26 Februari, pada 90 tahun lampau lewat dekrit yang dikeluarkan Adolf Hitler. Jika hari ini Rusia dan Amerika Serikat yang bersaing memperebutkan supremasi dan superioritas udara dengan aneka alutsista generasi ke-5, pada 1930-an Inggris dan Jermanlah aktor utama yang berebut kuasa di udara. Jerman di bawah rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler sempat mencapainya dengan melahirkan kembali dan mereformasi matra udara meski hanya dalam waktu singkat.

  • “Anak-anak” Himmler dan Obsesi Nazi terhadap Ras Unggul

    OBSESI Reichsführer-SS, Heinrich Himmler, dalam mewujudkan “keturunan super baru” yaitu keluarga pria dan wanita yang memenuhi persyaratan rasial, keturunan, dan ideologis untuk menjadi kelas teratas bagi masa depan imperium Jerman melatarbelakangi pembentukan Lebensborn pada Desember 1935. Begitu besarnya perhatian Himmler terhadap Lebensborn menjadikan lembaga ini sebagai proyek prioritas dengan ribuan pekerja dan menghabiskan ratusan juta mark. Himmler, melalui Lebensborn, tak hanya mendorong pengoperasian rumah-rumah bersalin serta panti asuhan di Jerman dan berbagai wilayah yang diduduki Nazi. Ia juga mengarahkan para ahli ras Nazi untuk melakukan penelitian sebagai upaya mewujudkan generasi ras unggul. Bahkan, menurut Clarissa Henry dan Marc Hillel dalam Children of the SS, Himmler memberikan izin dan wewenang pada Lebensborn untuk melakukan pemusnahan anak-anak abnormal yang, menurut prinsip-prinsip reproduksi eugenik selektif, seharusnya tidak pernah dilahirkan.

  • Libero Handal Itu Bernama Bejo Sugiantoro

    LANGIT kelabu menggelayuti persepakbolaan Indonesia seiring kabar wafatnya salah satu maestro si kulit bundar “Bejo” Sugiantoro. Palang pintu legendaris Persebaya Surabaya dan timnas Indonesia era 1990-an itu menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (25/2/2025) di usia 47 tahun.

  • Orang-orang Indonesia di Puncak Freeport

    PROSES perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia belum bisa dilakukan saat ini. Hal itu diutarakan Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas baru-baru ini. “Jadi ini masih belum ada pembicaraan formal yang terjadi lagi, tetapi lebih kepada pembicaraan informal,” ujar Tony Wenas, dikutip bloombergtechnoz.com, 27 Februari 2025.

  • Mengubah Hayabusa menjadi Garuda Tak Sekadar Meluruskan Sejarah

    PESAWAT dengan livery hijau disertai roundel di badannya dan insignia ekor “Merah-Putih” melesat di atas kumpulan awan sampai-sampai seekor gagak hitam terkesiap dibuatnya. “Bisa terbang juga nih pesawat...keren, kan?” celetuk sang pilot di kokpit pesawat tempur taktis bekas Jepang, Nakajima Ki-43 “Hayabusa”, dalam sebuah kartun menggelitik yang terselip di dalam buku Mengubah Hayabusa menjadi Garuda.

  • Teror Pesawat Zero di Pesisir Australia

    PAGI 3 Maret 1942 itu, rasa lelah pilot Kapten Ivan Smirnoff (beberapa sumber menuliskan “Smirnov”) berganti lega ketika pesawat Douglas DC-3-nya sudah mencapai ruang udara Broome di Australia Barat. Penerbangan sembilan jam pesawat milik maskapai KLM bernomor registrasi PK-AFV itu dari Bandung sarat bahaya. Empat kru dan delapan penumpang yang dibawa pesawat itu –plus sebuah berlian milik perusahaan perhiasan NV De Concurrent di Bandung– pun senang. Namun, ketika Smirnoff tengah bersiap mendaratkan pesawatnya di Bandara Broome sekira pukul 10 pagi itu, dari balik awan tetiba datang rentetan tembakan dari tiga pesawat tempur Mitsubishi A6M “Zero”. Kapten Smirnoff, veteran infantri dan pilot tempur Rusia di Perang Dunia I, pun tak bisa mengelak karena tembakannya datang dari posisi di atasnya. Mesin bagian kanan langsung terbakar. Smirnoff sendiri tertembak lengan dan pinggulnya meskipun dengan usaha ekstra keras dia mampu mendaratkan darurat pesawatnya di sebuah pantai. “Tetapi pesawat-pesawat Zero itu masih sempat menembaki DC-3 di bibir pantai ketika para penyintasnya sedang berusaha keluar dari pesawat yang akhirnya menewaskan empat orang,” tulis Nicholas Millman dalam A6M Zero-sen Aces 1940-42.

  • Adu Kuat Luftwaffe di Langit Spanyol hingga Inggris

    ANGGARAN lebih besar yang didapatkan membuat RLM (Reichsluftfahrtministerium) dan Luftwaffe menghadirkan matra udara yang ditakuti Eropa. Per 1935, Luftwaffe setidaknya sudah punya sekitar 20 ribu personel (penerbang, artileri anti-udara, korps sinyal) dan 1.800 alutsista udara yang terbagi ke dalam empat luftflotte.

  • Pembantaian di Atas Awan

    FAJAR belum menyingsing pagi 5 Maret 1905 itu ketika 68 awak Artileri Medan ke-28 selesai menyiapkan empat meriam gunung Vickers-Maxim kaliber 2,95 inci (75 mm) di jalur bukit timur Gunung Bud Dajo. Tak lama kemudian, Kapten Edward Fenton McGlachlin Jr. memberi aba-aba. Keempat moncong meriam itu pun memuntahkan peluru-pelurunya ke kawah Bud Dajo sebagai penanda dimulainya Pertempuran Bud Dajo I.

  • Jordi Cruyff di Bawah Bayang-bayang Sang Ayah

    SATU lagi orang Belanda hadir untuk mendongkrak persepakbolaan Indonesia. Bukan sebagai asisten pelatih apalagi pemain tim nasional (timnas), melainkan untuk mengisi jabatan penasihat teknis PSSI. Dialah Jordi Cruyff. Kendati tak seharum nama ayahnya yang bintang legendaris Belanda, Johan Cruyff, Jordi setidaknya pernah jadi andalan timnas Belanda di Euro 1996. Penunjukannya diumumkan PSSI pada Selasa (25/2/2025). Tugas Jordi tidak hanya menjadi konsultan pelatih kepala timnas Indonesia yang baru, Patrick Kluivert, namun juga perihal pembinaan sepakbola. Menurut PSSI, Jordi mengemban tugas untuk memberi masukan dan arahan bersama direktur teknik yang posisinya sampai ini masih kosong. Nantinya, bersama direktur teknik, Jordi akan fokus pada metodologi pelatihan, pengembangan akar rumput, jenjang karier pemain elite, dan pengembangan sistem teknis keseluruhan pembinaan.

  • No Other Land, Potret Nyata Pembersihan Etnis Sistematis di Palestina

    RAUNGAN sirine memecah keheningan Desa Masafer Yatta, Tepi Barat, Palestina pada suatu malam tahun 2019. Basel Adra dan ibunya terpaku sekaligus cemas di depan rumah melihat serdadu-serdadu Tentara Pendudukan Israel (IOF) di kejauhan.

  • Pelacur Asing Zaman Kolonial

    GELIAT pariwisata ternyata tak melulu kisah manis. Pihak Imigrasi RI bahkan keteteran mencegah turis asing yang terlibat prostitusi di Bali. “Niatnya, datang ke sini [Bali] untuk berwisata. Ternyata, sampai di sini, malah melihat peluang [prostitusi],” kata Kepala Divisi Imigrasi Bali Samuel Toba, dikutip detik travel, 9 Desember 2024.

  • Corak Militeristik dari Masa ke Masa

    SEPANJANG republik ini berdiri, retret jadi sejarah baru dalam agenda pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto bahkan dua kali mengadakan retret di Akademi Militer Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Pertama untuk menggembleng para anggota kabinetnya pada akhir Oktober 2024, lalu untuk para kepala daerah medio Februari 2025.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page