Hasil pencarian
Cari di situs ini
10064 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Lagi, Seruan Menolak Gelar Pahlawan Nasional Bagi Soeharto
GELAR pahlawan nasional bagi Presiden RI ke-2 Soeharto kian di ambang mata. Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyerahkan berkas 40 nama calon penerima gelar pahlawan nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Salah satu nama yang lolos seleksi adalah Soeharto —penguasa Orde Baru selama 32 tahun yang meninggalkan jejak kelam berupa pelanggaran berat HAM, praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta pembungkaman terhadap kebebasan sipil dan politik rakyat Indonesia.
- Membaca Catatan Kulinari
ORANG Romawi menyebut makanan pencuci mulut “bellaria”. Almond, anggur, kurma, manisan buah, dan kue kerap menjadi sajian penutup, seperti tertulis dalam Dictionary of Greek and Roman Antiquities karya William Smith (1870). Dalam salah satu buku resep masakan tertua Romawi, Apici Caeli de Re Coquinaria, bellaria merupakan bagian dari 478 resep masakan. Identitas penulis buku itu hingga kini masih menjadi perdebatan. Salah satu orang yang diasumsikan sebagai penulisnya adalah Marcus Gavius Apicius, seorang pencinta makanan bergaya hidup mewah pada masa pemerintahan Kaisar Agustus dan Tiberius. Walau identitas penulisnya belum pasti, sebagian besar peneliti menyepakati bahwa buku itu ditulis sekitar abad ke-3-4.
- Pesona Laba-Laba
PERUSAHAAN otomotif asal Jepang, Mazda, tak pernah mengira jika sistem ventilasi mobil menarik perhatian calon pembeli, juga sekawanan laba-laba yellow sac (Cheiracanthium inclusum). Pada awal Maret 2011, Mazda mengeluarkan pernyataan untuk menarik 65.000 unit Mazda6 dari pasar Amerika Utara dan Tengah dengan alasan keselamatan pengendara setelah 20 kasus sarang laba-laba yellow sac ditemukan dalam saluran ventilasinya.
- Yang Tercecer dari Pencurian Galeri Perhiasan Louvre
KRISIS politik di Prancis yang terjadi sejak Pemilu 2024 mencapai klimaksnya medio Oktober 2025. Di tengah kekacauan politik dan ekonomi, peristiwa pencurian bikin geger karena para pelakunya menggondol aneka perhiasan bersejarah dari Museum Louvre, Paris.
- Omar Sharif Aktor Arab Penghias Film-film Barat
SEORANG pria berlari meninggalkan peperangan. Kendati segerombolan tentara berkuda bayaran mengejarnya, dia berhasil sampai di sebuah lembah subur. Setelah memetik anggur dan memakannya, pria bernama Vogel (diperankan Omar Sharif) itu memasuki desa yang telah ditinggalkan warganya. Vogel akhirnya tertidur. Namun tidurnya terganggu oleh kedatangan tentara bayaran. Setelah warga desa kembali, Vogel yang merupakan guru dan dianggap filsuf itu menjadi penengah antara orang desa dengan tentara bayaran selama musim dingin. Begitulah penggalan adegan dalam film The Last Valley (1971) yang disutradarai James Clavell. Film itu berlatar pedesaan pegunungan Jerman abad ke-17.
- Njoto Sang Maestro
ISTANA Negara era kepresidenan Sukarno kerap kali menggelar pertunjukan hiburan. Biasanya acara ramah tamah seperti ini berlangsung setelah Presiden Sukarno menyampaikan pidato. Bung Karno ikut larut, bernyanyi bersama dan menari lenso, tanpa jarak dengan semua hadirin.
- Cerita di Balik Labu Kuning Ikon Halloween
DI penghujung bulan Oktober, dekorasi labu berwarna kuning yang diukir menyerupai wajah sedang tersenyum menghiasi berbagai sudut kafe maupun pusat perbelanjaan di Jakarta. Bersama ornamen lain seperti sarang laba-laba, topi penyihir, hingga hiasan bergambar hantu, labu kuning yang dikenal sebagai Jack O’ Lantern menjadi ikon perayaan Halloween.
- Akhir Riwayat Soebandrio
DI RUMAH tahanannya dalam kompleks blok Amal, Rumah Tahanan Militer Nirbaya, Soebandrio mempersilakan wartawan berkunjung untuk meliput dirinya. Saat itu, Soebandrio belum lama tinggal di Nirbaya, usai Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) menjatuhi vonis hukuman mati. Sejak persidangannya di Mahmilub pada akhir 1966, Soebandrio kerap menjadi buruan pemberitaan para kuli tinta. Tak seperti tahanan kebanyakan, Soebandrio acap mengumbar senyum ramah kepada awak media. Dia mengajak wartawan ke setiap sudut kamar tahanannya. Nirbaya sendiri bukan seperti penjara bagi tahanan kriminal. Soebandrio menempati paviliun berukuran 8,5 x 7 meter lengkap dengan kamar mandi di dalamnya. “Cukup luas buat saya. Saya merasa sangat senang di sini,” kata Soebandrio dalam majalah Selecta, No. 312, 1967.
- Masyumi Meradang
PEMILU 2019 sudah usai. Penghitungan sementara mengunggulkan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) sebagai pendulang suara nomor satu. Di urutan kedua, Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) bersaing ketat dengan Partai Golkar (Golongan Karya). Sementara PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Partai Nasdem (Nasionalis Demokrat) dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) masih saling mengganti posisi di urutan berikutnya.
- Pemerintah Kolonial Mengurus Kas Masjid yang Berlimpah
SETIAP Jumat, sebelum khatib berkhutbah, pengurus masjid-masjid di sejumlah wilayah Indonesia biasanya memaklumatkan penerimaan dan pengeluaran kasnya. Maklumat itu sebentuk tanggung jawab dan transparansi pengelolaan dana masjid yang diperoleh dari masyarakat. Kebiasaan ini bermula sejak masa kolonial.
- Pengelolaan Zakat Fitrah Masa Kolonial
PADA tiap pengujung bulan Ramadan, umat Islam mempunyai kewajiban menunaikan zakat fitrah. Bentuknya berupa makanan pokok dengan ukuran 2,5 kilogram atau uang dengan nilai yang sama sebesar makanan pokok tersebut. Umat Islam di Indonesia bisa menyerahkan zakat fitrah langsung kepada delapan golongan penerimanya (mustahik) atau melalui lembaga pengelola dan penyalur zakat pemerintah dan swasta. Tapi pada masa kolonial keadaannya berbeda. Pemerintah kolonial tak ikut campur dalam pengumpulan dan pengelolaannya.
- Siasat Buah Aren Kalahkan Surabaya
WINONGAN hanyalah sebuah kota kecamatan di wilayah kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang letaknya berada di sebelah tenggara Surabaya. Di kota kecil itulah pada 1614, pasukan Mataram yang dipimpin oleh Tumenggung Suratani, mendirikan pusat komandonya sekaligus mengordinasikan serangan Mataram ke daerah timur. Sejak 1614, mulai dari Winongan, balantentara Mataram terus merongrong kekuasaan Surabaya. Serangan demi serangan pun dilakukan ke berbagai wilayah kekuasaan Surabaya di pantai utara Jawa, mulai dari Tuban, Gresik dan terus merangsek ke jantung kekuasaan Surabaya.





















