top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10063 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Dokter Latip-Ngalimah Orangtua Teladan Gadis Modern

    SCHOOL tot Opleiding voor Indische Artsen (STOVIA), yang masih sering disebut Sekolah Dokter Djawa, merupakan sekolah favorit keluarga priayi Jawa. Salah satu murid sekolah yang pernah dicap sekolah miskin oleh golongan atas itu adalah Latip dari Grobogan, Jawa Tengah. Latip lahir pada tahun 1885. Menurut buku Perkembangan Pendidikan Kedokteran di Waltevreden 1851-1926, setelah delapan tahun belajar di sekolah dokter itu, Latip dinyatakan sebagai dokter Hindia (Indisch Arts) pada Oktober 1908. Berhubung STOVIA sekolah kedinasan, maka Latip harus bekerja untuk pemerintah selama sekitar 14 tahun. “Bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda, setiap waktu harus siap untuk dipindahkan dari Batavia ke Bali, kemudian ke Medan. Akhirnya dia keluar dari dinas pemerintah Hindia Belanda, bergabung dengan perusahaan Belanda, Timah,” catat Hewawati Diah dkk. dalam Kembara Tiada Akhir.

  • Sopir Pernah Jadi Pekerjaan Mentereng

    HAMPIR setiap hari sekarang ini ada berita tentang sopir. Namun kebanyakan bernuansa negatif sebab para sopir diberitakan bernasib buruk. Mulai dari objek pemeresan aparat ataupun preman hingga ada yang menangis akibat barang-barang bawaan yang hendak dikirimnya dijarah masyarakat saat truk si sopir kecelakaan. Kondisi para sopir itu jelas berkebalikan dari kondisi sopir di masa lalu. Dulu, saat masih sedikit orang Indonesia bisa menyetir, profesi sopir punya prestise. Sopir tentu masuk seiring masuknya modernitas di Hindia Belanda (kini Indonesia). Istilah “sopir” sendiri berasal dari bahasa Perancis, yakni chauffeur. Istilah tersebut diserap orang Belanda lalu digunakan hingga ke Hindia. Istilah itu akhirnya dilafalkan sebagai supir atau sopir oleh orang Indonesia. Dalam bahasa Inggris sopir adalah driver. Semua orang bisa mendefinisikan sopir sebagai orang yang mengemudikan mobil. Kini sopir pun merangkap pemilik mobil. Namun, ini tidak berlaku di masa lalu.

  • Mengelola Dana di Dunia Maya

    MASIH ingatkah dengan adagium yang berbunyi teknologi itu memudahkan kerja manusia? Ya, dengan teknologi, kerja manusia akan lebih cepat dan efisien. Demikian pula yang terjadi di dunia perbankan, teknologi diperlakukan maksimal untuk memuaskan nasabah. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan lembaga perbankan seperti BCA untuk memberikan layanan yang cepat dan praktis. BCA memiliki BCA mobile, aplikasi pada smartphone yang dapat kita gunakan untuk transaksi perbankan, baik mobile banking (m-BCA) maupun internet banking (KlikBCA versi smartphone ), kapan dan di manapun kita berada. Cukup dengan terhubung internet, urusan perbankan selesai dalam hitungan menit. Lahirnya Internet Banking Ketika layanan perbankan mulai menjadi kebutuhan, banyak orang bermimpi bisa mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke bank. Mimpi itu mulai menampakkan bentuknya pada awal 1980-an. Lembaga perbankan memberikan layanan perbankan jarak jauh melalui media elektronik dengan bantuan perangkat terminal, keyboard , dan TV (atau monitor). Istilah “online” kemudian menjadi populer pada akhir 1980-an karena orang bisa mengakses sistem perbankan menggunakan saluran telepon. Lalu, datanglah gelombang penggunaan internet yang melanda akhir 1990-an. Bank kemudian melirik layanan perbankan berbasis web. Stanford Federal Credit Union adalah lembaga keuangan pertama yang menawarkan layanan internet banking untuk nasabahnya pada Oktober 1994. Di Indonesia, internet juga mulai populer pada paruh kedua 1990-an. Karena pengguna internet masih terbatas, lembaga perbankan belum melirik sepenuhnya potensi teknologi informasi ini. Mereka baru sebatas membuat situs web untuk menyediakan informasi mengenai produk-produk perbankan, profil perusahaan, daftar alamat cabang, informasi saldo atau rekening koran. “Pelayanan bank di Indonesia, pada tahap awal ini, belum mengarah ke transfer dana melalui internet atau cyberbanking . Karena saat ini, bank tengah menjajaki hal-hal yang berkaitan terutama dengan masalah pengamanan data dan dana yang tersimpan," ujar Aloysius Widyatmo, kala itu technical support manager PT Metrodata Electronics, dikutip harian Kompas , 15 Februari 1996. Rencana pemanfaatan teknologi internet untuk layanan perbankan pun tertunda karena muncul krisis ekonomi. Ditambah, penetrasi internet di Indonesia juga berjalan lambat. BCA baru meluncurkan layanan internet banking pada Agustus 2000. Setelah melalui proses pengujian dan audit lengkap, layanan ini diluncurkan secara resmi Maret 2001 dengan nama KlikBCA. Namun layanan ini baru bisa diakses melalui personal computer (PC) yang memiliki atau terhubung jaringan internet. Agar nasabah tidak gagap menggunakannya, fitur pada KlikBCA dibuat sama persis seperti di mesin ATM. Melalui KlikBCA, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan seperti pembayaran e-commerce, pembelian tiket pesawat, pembelian saham, dan lain-lain. Mobile Banking Sementara itu perkembangan teknologi bergerak cepat. Pertumbuhan yang menjanjikan justru datang dari penggunaan ponsel. Inilah cikal-bakal kemunculan mobile banking , atau dikenal sebagai M-banking atau SMS Banking. Ketika teknologi ponsel masih terbatas, BCA melahirkan produk digital perbankan mobile banking  dengan nama m-BCA pada Oktober 2001. Semua fitur yang terdapat pada ATM BCA direplikasi ke layanan m-BCA. BCA adalah yang pertama meluncurkan mobile banking di Indonesia. BCA tahu layanan mobile akan menjadi kebutuhan masa depan. Setiap tahun pengguna internet maupun ponsel terus bertumbuh. Internet banking dan mobile banking semakin berkembang sesuai kebutuhan masyarakat modern. Melihat tren meningkatnya penetrasi internet dan penggunaan smartphone, BCA meluncurkan sebuah aplikasi bernama BCA mobile . Hanya dalam 15 hari setelah diluncurkan pada 12 Oktober 2011, aplikasi BCA mobile telah diunduh sekitar 17 ribu pengguna. Melalui layanan BCA mobile, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan, baik finansial maupun nonfinansial, lewat smartphone. Sesuai namanya, BCA mobile benar-benar  mobile  dan bisa digunakan di mana saja dan kapan saja, sepanjang tersambung dengan jaringan internet. Jadi, nasabah dibikin simpel, tidak perlu lagi pergi ke ATM atau kantor cabang BCA untuk melakukan transaksi. BCA Mobile Kini BCA mobile kini memiliki beragam fitur baru yang menarik dan bisa diandalkan. Ada fitur transfer Quick Response (QR) code yang bernama BCA QRku. Fitur QRku, diluncurkan akhir 2018, memungkinkan sesama nasabah BCA melakukan transfer tanpa harus menghafal nomor rekening, cukup dengan QR code yang bisa dipindai dengan smartphone . Fitur ini dapat dimanfaatkan oleh pengguna BCA mobile dan Sakuku agar lebih nyaman saat melakukan transfer dana. Cek selengkapnya di sini: bca.co.id . Kemudian disusul fitur BCA Keyboard yang memungkinkan nasabah chating sambil transaksi pada waktu bersamaan. Melalui BCA Keyboard, dikenalkan Februari 2019, nasabah dapat melakukan berbagai jenis transaksi seperti info saldo, mutasi rekening, transfer ke rekening BCA dan transfer ke virtual account BCA. Cara memperoleh BCA Keyboard cukup mudah yaitu dengan mengunduh atau memperbaharui aplikasi BCA mobile versi terbaru. Lalu melakukan aktivasi fitur BCA Keyboard pada aplikasi BCA mobile. Jangan lupa, nasabah harus menjadikan BCA keyboard sebagai keyboard utama di telepon pintar ( smartphone ). Setelah dua langkah ini rampung, nasabah sudah bisa mulai bertransaksi dengan menyentuh logo BCA pada bagian kiri bawah keyboard di smartphone . Cek selengkapnya disini: bca.co.id . Paling gres dari BCA mobile adalah fitur Buka Tabungan Baru. Dalam fitur buka tabungan di BCA mobile, diluncurkan April 2019, calon nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi BCA mobile di telepon seluler miliknya. Setelah itu, calon nasabah klik menu “Buka Rekening Baru”, lalu input data diri dan menyertakan foto e-KTP, foto tanda tangan, dan foto pribadi. Setelah memilih jenis tabungan dan cabang BCA, akan ada sesi video call dengan customer service BCA. Ikuti instruksi selanjutnya sampai selesai (jika berhasil akan dikirim email notifikasi berikut nomor rekeningnya). Jangan lupa melakukan setoran awal, bisa dilakukan melalui transfer (antar BCA /antarbank) atau setor tunai tanpa kartu di ATM BCA. Selengkapnya cek disini: bca.co.id . Teknologi akan terus berkembang. Dan BCA akan terus berinovasi meningkatkan layanan perbankan berbasis teknologi demi memberikan layanan perbankan yang maksimal bagi nasabahnya. Hal ini juga dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pemerintah dalam membangun  cash-less society . Kini, sejarah mencatat bahwa BCA menjadi salah satu bank yang inovatif dalam menjawab kebutuhan nasabah.*

  • Operasi Pemberantasan Buta Gizi Masa Sukarno

    PRESIDEN Sukarno mencanangkan revolusi menu makan orang Indonesia di Istana Bogor pada 12 Juli 1964. Dia mengajak rakyat Indonesia menganekaragamkan menu makan di rumah masing-masing. Jangan hanya berpaku pada beras agar semua kebutuhan gizi untuk tubuh terpenuhi. Dia sering mengulang-ulang ajakan ini dalam kesempatan lainnya. “Tambahlah menu berasmu dengan jagung, dengan ubi, dan lain-lain. Jagung adalah makanan sehat, kacang adalah makanan sehat! Campur menumu, campur menumu! Saya sendiri sedikitnya seminggu sekali makan jagung, dan badanku, lihat, adalah sehat,” kata Sukarno. Menteri Kesehatan dr. Satrio bersemangat dengan ajakan revolusi menu ala Sukarno. Dia lekas menyusun langkah-langkah agar ajakan itu bisa dilaksanakan oleh rakyat. Menurutnya, satu hal penting untuk menopang revolusi menu ialah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi makanan.

  • Hulptroepen dalam Perang Jawa

    Selama Perang Jawa (1825-1830), Belanda mendapatkan bantuan pasukan (Hulptroepen) dari bangsawan-bangsawan lokal luar Jawa.

  • Tukang Sunat Anak Pejabat

    HANYA ada lima dokter bedah di Jawa pada awal 1940-an. Tiga orang dari Batavia, dua lainnya di Surabaya. Ini membuktikan keahlian dokter bedah saat itu masih begitu langka dan tentunya dibayar dengan harga mahal. Dokter bedah lumrahnya berperan penting dalam tindakan operasi pasien, baik itu operasi kecil maupun besar. “Ketika itu jumlah dokter umum masih sangat jarang, apalagi dokter spesialis. Kalau tidak salah, dokter ahli bedah hanya ada lima orang. Tiga dari Jakarta, termasuk saya, dua dari Surabaya,” tutur Soebandrio dalam Kesaksianku Tentang G30S. Soebandrio adalah salah satu dari lima dokter bedah di Jawa menjelang masa pendudukan Jepang. Anak kedua wedana Kepanjen, Malang ini menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Kedokteran atau Geneeskundige Hoogeschool te Batavia (GHS) di Salemba, Jakarta. GHS yang berdiri pada 1927 ini merupakan lanjutan dari Sekolah Dokter Jawa (STOVIA) yang telah berdiri sejak 1851. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, Soebandrio mengambil spesialis bedah perut.

  • Jejak Duta Besar Soebandrio dari London ke Moskow

    KOTA London terasa dingin hari itu, 1 November 1950. Setidaknya begitulah yang dirasakan Ganis Harsono yang baru saja tiba setelah perjalanan panjang dari Jakarta. Di gedung kedutaan Indonesia di Rutland Gate, Kensington, Ganis bersua dengan duta besar Indonesia untuk Inggris, sehubungan dengan penempatannya sebagai atase pers di kedutaan Indonesia. Seperti dinginnya udara London, Ganis mengenang pertemuan itu terasa kaku dan kurang bersahabat.

  • Pengarang Perempuan Indonesia dalam Sastra Hindia Belanda

    SASTRA Hindia Belanda tak hanya memberikan gambaran tentang sejarah kolonialisme dalam konteks politik dan militer, tetapi juga menjadi cerminan dari dampak penjajahan terhadap suatu bangsa melalui beragam kisah seputar kehidupan masyarakat di wilayah koloni. Salah satu isu yang menarik perhatian yaitu kesetaraan gender serta peran perempuan dalam kesusasteraan di masa itu.

  • Riwayat Lagu “Nina Bobo”

    LANTARAN bergabung ke dalam Angkatan Laut, Adolphe Guillaume Vorderman (1844-1902) bisa bepergian jauh. Tenaga bagian bagian medis itu bahkan bisa pergi ke Hindia Belanda (kini Indonesia). Sempat pulang ke Belanda, pada 1870 Vorderman berlayar kembali ke Hindia untuk bergabung dengan Departemen Kesehatan Sipil. Kapalnya singgah di Singapura, kota bandar koloni Kerajaan Inggris di Asia Tenggara. Ketika singgah itu, Vorderman sempat menghadiri ibadah perayaan di Gereja Katolik Roma Portugis San José, Singapura. Terdengar olehnya paduan suara gereja menyanyikan sebuah lagu yang melodinya sama persis dengan lagu “Nina Bobo”, yang waktu itu sudah populer di Hindia Belanda. Vorderman tahu lagu yang didengarnya itu teks bahasa latinnya sudah ada sejak zaman kuno, sebab gereja-gereja Katolik Portugis di Asia Tenggara memperkenalkan lagu itu.

  • Dokter dalam Daftar Kematian

    SOEMARNO Sosroatmodjo, dokter rumah sakit Kandangan, Kalimantan Selatan, mengambil cuti dengan berkunjung ke Banjarmasin. Bersama keluarganya, dia menginap di rumah R. Sosrodoro Djatikoesoemo, seorang dokter partikelir. Selagi duduk santai, datang seseorang menyampaikan surat kepada tuan rumah. Ternyata surat edaran permintaan sumbangan sebagai hadiah Natal untuk orang-orang Belanda yang menjadi interniran dan tawanan Jepang.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page