top of page

Hasil pencarian

9952 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Handala, Simbol Perlawanan Palestina dalam Seni Jalanan

    HABIS kapal Madleen, terbitlah Handala. Tak kapok dengan apa yang menimpa Madleen bulan lalu, Gabungan lembaga kemanusiaan independen Freedom Flotilla Coalition (FFC) menjadwalkan akan memberangkatkan kapal Handala –yang membawa aneka bantuan kemanusiaan– dari Siracusa, Italia ke Jalur Gaza, Palestina, pada Minggu (13/7/2025). Pada 1 Juni lalu, FFC memberangkatkan kapal Madleen yang berlayar –dengan menggunakan bendera Inggris– dari Sisilia, Italia dengan membawa persediaan susu formula, 100 kilogram tepung, 250 kilogram beras, popok, barang keperluan wanita, hingga alat-alat kesehatan. Madleen berlayar dengan 11 kru dan aktivis, di antaranya anggota Parlemen Eropa Rima Hassan asal Prancis, aktivis kemanusiaan Thiago Avila dari Brasil, dan Greta Thunberg asal Swedia. Namun saat masih berlayar di perairan internasional dekat Siprus pada dini hari 9 Juni 2025, mereka dicegat Angkatan Laut (AL) Israel dan ke-11 aktivis itu diculik ke Israel. Setelah beberapa hari diinterogasi, mereka dikembalikan ke negara asal masing-masing. Meski tak senahas kapal bantuan kemanusiaan MV Mavi Marmara yang diberangkatkan lembaga HAM Türkiye, İHH, pada 2010 silam hingga menewaskan 10 orang dan melukai 12 lainnya, tetap saja misi Madleen menembus blokade Israel demi menyelamatkan dua juta populasi Gaza yang butuh bantuan kemanusiaan tak tercapai.

  • Ulos Ragi Hidup Simbol Kehidupan Paripurna Orang Batak

    DI kalangan suku Batak, kaum pria boleh jadi menempati posisi lebih dominan dalam struktur sosial. Pada setiap hajatan, entah itu pesta pernikahan, upacara perkabungan, atau parhata –orang yang memimpin jalannya prosesi adat– selalu diperankan oleh laki-laki yang dituakan. Namun, andai kata tidak ada perempuan yang menenun kain ulos, nicaya tradisi adat itu mati belaka. Sepenting itulah ulos, sebutan untuk kain tenun Batak, begitu pula peran perempuan penenunnya (partonun). Ulos dalam adat budaya Batak bukan sekadar sehelai kain tenun. Ia mengandung nilai keluhuran. Selain itu, penyematan ulos (mangulosi) kepada seseorang punya filosofi masing-masing. Tergantung jenis ulos apa yang dipakai dan kepada siapa ulos itu disematkan.

  • SIM untuk Kusir dan Tukang Becak

    Sebelum ada motor dan mobil di Hindia Belanda, alat transportasi yang digunakan adalah kereta kuda seperti dokar, delman, dan sado. Motor dan mobil hadir menjelang abad ke-20. Pada awal kemunculannya, pengendara mengemudikannya tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM). Baru pada awal tahun 1900 para pengemudi wajib memiliki SIM agar dapat berkendara di jalan umum. Selain wajib bagi pengendara mobil dan motor, SIM atau rijbewijs kemudian juga diberlakukan kepada para kusir kereta kuda. Aturan ini telah menjadi pembahasan hangat di Hindia Belanda, terlebih bertambahnya jumlah motor dan mobil, tak hanya membuat lalu lintas menjadi lebih ramai tetapi juga rawan kecelakaan. Surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad, 1 Maret 1938 memberitakan, aturan ini diberlakukan di Batavia sejak Februari 1938. Untuk mendapatkan SIM, selain membayar biaya administrasi, para kusir juga harus mengikuti tes keterampilan mengemudi.

  • Di Balik Pidato Presiden Sukarno

    GANIS Harsono terperangah dalam rasa kaget yang bukan alang kepalang. Di tengah riuh rendah massa yang memenuhi Istora Senayan siang itu, dia tak habis pikir, bagaimana bisa isi pidato Presiden Sukarno di depan peserta peringatan Konfrensi Asia Afrika ke-10 itu berbeda dengan isi copy naskah pidato yang tengah dia pegang. “Kok bisa terjadi seperti ini?” pikir Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI tersebut. Dalam perasaan tak menentu itu, Ganis lantas menengok ke arah kumpulan para wartawan. Benar saja perkiraannya, sambil memegang kertas copy naskah pidato tersebut, para kuli tinta itu terlihat bergumam dalam ketidakmengertian. Sebagian dari mereka, terlihat memandangnya, seolah meminta penjelasan tentang “kekacauan” ini. “Yang anda berikan pada saya lain, dan saya sudah bagi-bagikan kepada semua anggota pers” tiba-tiba sekretarisnya yang bernama Alex Alatas (kelak menjadi Menteri Luar Negeri di era pemerintahan Presiden Soeharto) berbisik kepadanya.

  • Cerita di Balik Lukisan Dramatis karya Pelukis Inggris

    LUKISAN tidak hanya menampilkan visual yang memanjakan mata, tetapi juga menyimpan beragam cerita yang menyentuh hati. Seperti lukisan Attachment karya Edwin Henry Landseer tahun 1829, yang tersimpan di Saint Louis Art Museum, Missouri, Amerika Serikat. Lukisan Attachment menggambarkan seorang pria tergeletak di antara bebatuan pegunungan, dan di sampingnya seekor anjing sedang menggaruk bagian dada pria tersebut, seolah ingin tahu apakah tuannya sedang tertidur atau telah tiada. Lukisan ini dianggap mahakarya Landseer yang menjadi contoh utama seni Romantisisme yang mengedepankan individualisme, imajinasi, dan ekspresi emosional mendalam. Lukisan itu terinspirasi dari puisi Walter Scott berjudul Helvellyn. Penyair Skotlandia itu mengisahkan kematian seniman muda dan kesetiaan anjingnya menjaga jasad sang tuan selama tiga bulan. Kisah tragis ini benar terjadi di dunia nyata. Scott mendengar ceritanya ketika mendaki Helvellyn bersama penyair William Wordsworth dan ahli kimia Sir Humphry Davy. “Wordsworth menceritakan kepada Walter Scott insiden yang terjadi di Helvellyn –penjagaan selama tiga bulan yang dilakukan anjing terrier bernama Foxie di samping jenazah tuannya, Charles Gough– ketika kedua penyair itu, ditemani Humphry Davy, berjalan bersama di Helvellyn pada 14 Agustus 1805, kurang dari sebulan setelah penemuan jenazah Gough. Scott menulis puisi berjudul Helvellyn untuk memperingati insiden tersebut, sementara Edwin Landseer mengambil tema yang sama untuk lukisannya, Attachment,” tulis James P. Carson dalam “Anthropomorphism, Personification, and Humanization in William Wordsworth’s Dog Poems,” termuat di Reading Literary Animals: Medieval to Modern. Gough dikenal sebagai pelukis cat air yang mengabadikan keindahan lembah-lembah pegunungan Wales, air terjun, dan hutan, ke atas kanvas. Menurut Peter Conradi dalam A Dictionary of Interesting and Important Dogs, dia pernah dikontrak oleh seniman lokal untuk menyalin gambar. Meski begitu, pelukis berusia 20 tahun itu tampaknya lebih terkenal karena kematiannya daripada pencapaiannya semasa hidup. Setelah kematiannya yang tragis, Gough dipuja sebagai martir aliran Romantisisme. Sedangkan anjing peliharaannya, Foxie, dihormati karena kesetiannya kepada tuannya yang telah meninggal. Seniman muda itu memulai pendakian pada April 1805. Kegemarannya melukis panorama alam menjadi faktor yang membuatnya mendaki Helvellyn. Pria penyendiri dan melankolis itu memilih jalur Striding Edge, salah satu jalur pendakian punggung gunung paling terkenal, memusingkan, dan berbahaya. “Namun Gough dikenal sebagai sosok yang suka mengambil risiko besar... Hal ini mungkin membantu menjelaskan mengapa dia mencoba pendakian berbahaya ke Helvellyn sendirian, tanpa pemandu,” tulis Conradi. Sementara itu, seorang sukarelawan setuju untuk menemani Gough, tetapi pada hari pendakian dia mengikuti kegiatan militer karena Inggris sedang berperang dengan Prancis dalam Pertempuran Trafalgar tahun 1805. Akibatnya, pelukis muda itu berangkat sendirian ditemani anjing peliharaannya, yang menurut sebagian orang, seekor spaniel sedangkan yang lain menyebut Irish terrier. Tiga bulan setelah Gough memulai pendakian, seorang penggembala mendengar gonggongan anjing di dekat Red Tarn. Di dekat anjing tersebut terdapat pakaian dan tulang belulang. Penggembala itu segera berlari mencari bantuan. Dia bersama beberapa orang yang sedang mendaki, mengumpulkan sisa-sisa tulang dan beberapa barang seperti peralatan memancing, topi yang terbelah dua, jam tangan, satu pensil perak, dua kaca Claude, dan cermin saku yang banyak digunakan pada masa kejayaan Romantisisme untuk membingkai pemandangan yang indah. Di situlah identitas Gough dapat diketahui, dan berdasarkan keadaan di lokasi kejadian, disimpulkan pelukis muda itu terjatuh dari punggung gunung yang berbahaya dan tewas akibat luka di kepala. “Di tengah kabut di gunung dekat Red Tarn di bawah Striding Edge, Gough tampaknya terpeselet dan jatuh hingga tewas. Jenazahnya baru ditemukan pada 20 Juli, ketika seorang gembala bernama George Harrison atau mungkin Willy Harrison, yang mendaki bukit-bukit tinggi pada musim menggembala domba, mendengar gonggongan seekor anjing. Di dekat sana, Harrison menemukan jenazah Gough yang tak berkepala, yang telah menjadi kerangka,” tulis Carson. Foxie berada di sana bersama anak anjing yang baru saja dilahirkannya di semak-semak dekat lokasi jatuhnya Gough. Foxie diduga hamil saat terjadi kecelakaan Gough. Kondisi anak anjing itu sangat memprihatinkan. Tubuhnya lemah dan mati tak lama setelah ditemukan. Penemuan jenazah Gough menjadi buah bibir di masyarakat. Kesetiaan Foxie menjadi topik utama. Berbagai surat kabar memberitakannya. Menurut Carson, meski sebagian besar laporan menyebutkan anjing peliharaan Gough nyaris kelaparan, ada satu surat kabar yang menggambarkan anjing tersebut “sangat gemuk”. Inilah yang memicu perdebatan di masyarakat. “Sebuah laporan di Carlisle Journal menuduh terrier telah ‘merobek kain-kain...dari tubuhnya dan memakannya hingga menjadi kerangka’. Namun, pernyataan ini ditentang oleh mereka yang membela ‘kehormatan dan kesetiaan sahabat berkaki empat’ dengan menyalahkan burung pemakan bangkai, khususnya gagak. Pembelaan yang berfokus pada narasi tentang kebajikan anjing mendorong pembangunan plakat peringatan untuk anjing terrier itu di Helvellyn pada Juni 1891,” tulis Carson. Terlepas dari bayang-bayang kanibalisme dalam penemuan jenazah Gough, kisah kematian pelukis muda dan kesetiaan anjing peliharaannya menjadi topik menarik yang terus diromantisasi, seperti dalam puisi karya Scott maupun lukisan Attachment karya Landseer. Keduanya menyampaikan kesan keagungan alam liar yang diwarnai dengan kenyataan suram tentang kematian, dan sebagai kontras dari itu semua, cinta dan kesetiaan seekor anjing kepada tuannya yang tak pernah pudar.*

  • Begitu Sulit Mendapatkan SIM

    SETIAP pengemudi wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) agar dapat mengendarai kendaraannya di jalanan. Untuk mendapatkan SIM, pengendara harus mengikuti tes tulis dan praktik berkendara. Namun, banyak pengendara yang gagal dalam tes praktik. Pemohon bisa mengulang tes praktik dua minggu kemudian. Kini, Polri mengizinkan pemohon mengulang tes praktik hari itu juga sampai berhasil. Pemberlakuan SIM bagi pengendara berkaitan dengan hadirnya sepeda motor dan mobil di Hindia Belanda menjelang abad ke-20. Pada masa itu, mobil dan motor belum dapat dibeli secara langsung, tetapi harus dipesan ke pabriknya di luar negeri. Dealer atau ruang pamer kendaraan (showroom) mulai muncul di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Dukut Imam Widodo dalam Hikajat Soerabaia Tempo Doeloe menyebut di Surabaya pada 1920-an mulai dibuka sejumlah tempat penjualan mobil maupun toko yang menyediakan suku cadang untuk kendaraan bermotor seperti N.V. Autohandel P. Bouman (Showroom & Verkoopafd.) di Tunjungan 85, dan Ford Sales & Service (N. V. Behn Meyer & Co. Handel Mij.) di Tunjungan 4a.

  • Liga Pemuda Pramuka

    GERAKAN kepanduan di Hindia Belanda, Nederlansche Padvinders Organisatie Vereeniging (NIPV) berdiri pada 1912. Empat tahun kemudian, Mangkunegara VII mendirikan Javaansche Padvinders Organisatie (JPO). “Maksudnya menjadi tempat pembibitan ketentaraan Mangkunegaran,” tulis AG Pringgodigdo dalam Ensiklopedi Umum. Setelah JPO, pada 1918 Muhammadiyah mendirikan Hizbul Wathon, nama semula Muhammadiyah Pandvinderij. Terutama di Semarang banyak kepanduan komunis berhubungan dengan PKI, yang anggotanya murid-murid sekolah Sarekat Islam (SI) Merah dan Sarekat Rakyat. Boedi Oetomo mendirikan Nationale Padvinderij pada 1921; Jong Java di Solo mendirikan Jong Java Padvinderij (1922), Jong Islamieten Bond di Jakarta mendirikan Nationaal Islamitische Padvinderij (1925), Jong Sumatranen Bond kemudian bernama Pemuda Sumatra membentuk Pandu Pemuda Sumatra (1926). SI mendirikan Sarekat Islam Afdeeling Padvinderij (1927), dan Algemeene Studieclub di Bandung mendirikan Nationaal Padvinderij Organisatie.

  • Kisah Alan Shearer di Arena

    UNTUK pertamakalinya Premier League atau Liga Inggris melahirkan Hall of Fame. Alan Shearer bersama Thierry Henry jadi dua pesepakbola legendaris pertama yang masuk jajaran kehormatan itu. Shearer dipilih langsung oleh pihak Premier League bukan tanpa alasan. Sepanjang karier profesionalnya pada 1988-2006, Shearer kondang sebagai sosok striker tengah klasik dan hingga saat ini pun namanya belum tergeser sebagai pengumpul gol terbanyak Liga Inggris dengan 260 gol. “Jika Anda melihat para pemain hebat di Liga Inggris, setiap pekan, setiap tahun –saya merasa sangat terhormat bisa ada di Hall of Fame. Yang saya inginkan sejak dulu hanya jadi pemain profesional. Sudah jadi mimpi saya memenangkan trofi, mencetak gol di St. James’s Park, mengenakan seragam Newcastle United bernomor sembilan dan itu fantastis. Saya menikmati setiap menitnya,” tutur Shearer, dilansir BBC, 26 April 2021. Newcastle United adalah klub idola yang diimpikan Shearer sejak dini. Butuh perjuangan berat melewati jalan berliku untuk mewujudkan mimpi itu. Walau trofi Liga Inggris didapatnya di klub lain, Shearer enggan melupakan mimpi masa kecilnya. Saking cintanya, ia sampai menolak pinangan klub Manchester United dan Real Madrid demi Newcastle.

  • Siapakah Sarinah?

    RABU, 13 Agustus 1948. Musso tiba di Yogyakarta. Tokoh penting kaum komunis Indonesia itu lantas berkunjung ke Gedung Agung dan disambut hangat oleh Presiden Sukarno. Selain bernostalgia mengingat masa-masa kos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, mereka berdua juga terlibat pembicaraan serius mengenai jalannya revolusi Indonesia. Setelah hampir dua jam berbicara, Musso pamit. Sukarno menahannya sejenak. Dia lantas memberikan sebuah buku yang ditulisnya sendiri. Judulnya Sarinah. Menurut Fatmawati, Sukarno sengaja memberikan buku tersebut agar Musso paham bahwa Sukarno tidak setuju terhadap garis politik PKI saat itu. “Dalam buku Sarinah ada bab yang mengupas tugas rakyat dalam tahap-tahap revolusi yang berjudul: Kepada Bangsaku. Itu merupakan kritik terhadap politik PKI,” ungkap Fatmawati dalam Catatan Kecil Bersama Bung Karno Bagian I.

  • Jonosewojo Jadi Jenderal di Usia 24 Tahun

    PASUKAN Mayor Sabarudin Nasution dari Jawa Timur tiba di Markas Besar Tentara (MBT) di Yogyakarta. Panglima Besar Jenderal TNI Soedirman dan Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo sedang rapat. Sampai akhirnya Jenderal Mayor TNI Mohamad Mangundiprojo tiba dan didatangi Kapten Ali Umar, anak buah Sabarudin. “Angkat tangan!” todong Ali Umar. “Tidak mau!” tolak Mohamad. Kapten kepercayaan Sabarudin itu lalu menggebuk Mohamad. Anak buah Ali Umar lalu meringkus dan menginjak-injak sang jenderal. Rupanya pengawal MBT tidak berkutik melihat tindakan anak buah Sabarudin itu. Mohamad lalu dibawa dengan truk ke arah Jawa Timur. Ia hampir mati.

  • Orang Papua Jadi Jenderal

    MESKI ada tuntutan penghapusan Kodam, Presiden Joko Widodo malah membuat Papua memiliki dua Kodam. Kodam Cendrawasih untuk timur Papua dan Kodam Kasuari untuk bagian barat Papua. Para anggotanya tentu saja banyak yang berasal dari Papua. Orang Papua agak telat berkarier dalam militer modern Indonesia. Tak seperti orang Jawa, Manado, dan Ambon yang banyak menjadi tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL). Eksploitasi daratan Papua yang agak belakangan membuat orang Papua tidak banyak bersentuhan dengan pemerintah kolonial Belanda. Rekrutmen penting orang Papua menjadi anggota militer terjadi pada Perang Dunia II. Setelah Sekutu mendarat di Papua, dibentuklah Bataljon Papoea. Batalyon ini dibentuk oleh tentara Amerika, yang berpangkalan di sekitar Sentani dan Ifar. Salah satu anggota yang terkenal adalah Marthin Indey.

  • Kisah Chicken Kiev untuk Jenderal Moersjid

    SETELAH menandatangani surat penahanan yang diwarnai insiden “pulpen terbang”, Mayor Jenderal TNI Moersjid bergegas meninggalkan Markas Besar Angkatan Darat. Sebelum berangkat ke rumah tahanan, Moersjid meminta izin Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Umar Wirahadukusumah, perwira yang menyodorkan surat penahanan, untuk pulang ke rumah. Tujuannya mengambil pakaian dan pamitan dengan keluarga. Hari itu, 8 Desember 1969. Aktivitas di kediaman Moersjid justru sedang menyambut hari sukacita. Dua hari lagi adalah hari ulang tahun Moersjid. “Saat itu Ibu sedang mempersiapkan masakan untuk tanggal 10,” kata Siddharta, putra keempat Moersjid, kepada Historia.ID. Aneka masakan untuk hari raya keluarga itu disiapkan oleh Siti Rachma, sang nyonya rumah. Salah satu menu istimewa untuk hajatan tersebut adalah Chicken Kiev. Secara sederhana dia sama seperti ayam goreng mentega.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bottom of page