top of page

Hasil pencarian

Search this site

9962 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Baklava, Kudapan Pencuci Mulut Khas Turki

    BEBERAPA lembar adonan filo pastry yang tipis ditumpuk satu sama lain. Adonan pastry dibuat dari adonan tepung, air, minyak, cuka, dan kuning telur. Di antara lembaran itu diisi kacang-kacangan yang dicincang. Kacang pistachio, kenari, kacang tanah, atau kacang mede biasanya menjadi pilihan. Kalau bukan kacang-kacangan, bisa pula diisi dengan kurma, parutan kelapa, atau wijen. Sebagai pemanis, madu dan sirup gula disiram di atasnya. Lalu dipanggang untuk mendapatkan tekstur renyah adonan pastry tadi. Begitulah kira-kira proses membuat baklava. Rumit tetapi sebanding dengan rasanya yang renyah berpadu manis dan kacang yang gurih.

  • Joki dari Penunggang Kuda Pacuan ke Pengerjaan Tugas Orang Lain

    SEJAK beberapa hari terakhir jagat maya dibuat heboh oleh pembahasan mengenai joki tugas di dunia pendidikan. Jasa yang ditawarkan mulai dari membantu mengerjakan tugas pelajaran dari jenjang SMP, SMA, sampai perguruan tinggi, hingga menyusun tugas akhir seperti skripsi. Tak sedikit orang yang menggunakan joki, sebuah tindakan curang dan tidak bertanggung jawab. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, joki memiliki empat arti: penunggang kuda pacuan; pengatur lagu yang menangani mesin perekam lagu atau piringan hitam (di studio radio atau diskotek); orang yang mengerjakan ujian untuk orang lain dengan menyamar sebagai peserta ujian yang sebenarnya dan menerima imbalan uang; orang yang memberi layanan kepada pengemudi kendaraan yang bukan angkutan umum untuk memenuhi ketentuan jumlah penumpang (tiga orang) ketika melewati kawasan tertentu. Joki sebagai penunggang kuda telah dikenal sejak abad ke-19. Sebab, menurut wartawan dan sejarawan Alwi Shahab dalam Batavia Kota Banjir, pacuan kuda mulai dikenal di Hindia Belanda sejak masa pendudukan Inggris (1811–1816). Arena pacuan kuda salah satunya berada di Batavia, tepatnya di Lapangan Gambir (kini Monas).

  • Gelap Terang Listrik Pedesaan

    SETIAP senja, Desa Keseneng pada 1970-an seperti tak berpenghuni. Gelap dan sepi. Sebagian penduduk desa menggunakan lampu petromak yang berbahan bakar minyak tanah sebagai sarana penerangan di rumah. “Itu pun hanya dimiliki segelintir orang seperti perangkat desa. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan senthir (lampu minyak kelapa) untuk penerangan rumah,” ujar Basuki, 55 tahun, kepala dusun Keseneng, kepada Historia. Keseneng merupakan satu dari tiga dusun di Desa Keseneng; dua dusun lainnya adalah Tlawah dan Keseseh. Desa ini masuk dalam lingkungan Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal. Lokasinya terselip di lembah Gunung Ungaran dan berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. “Listrik baru masuk Keseneng, seingat saya, menjelang Pak Harto lengser,” ujar Basuki, yang telah 24 tahun menjadi kepala dusun. Setelah listrik masuk, perlahan desa ini melepaskan predikatnya sebagai desa tertinggal.

  • Menata Gas Kota

    DI dapurnya yang mungil, Ita Mutia sibuk memasak. Aroma bawang dan berbagai bahan makanan menguar memenuhi ruangan. Setelah rampung, ia mematikan kompor gas yang terhubung sebuah pipa panjang di dinding. Dari pipa itulah mengalir gas untuk memasak. “Sudah sejak tahun 2015 saya menggunakan jaringan gas ini. Sampai sekarang masih pakai,” kata Ita Mutia (60 tahun) kepada Historia.ID. “Kita bisa pakai gas kapan saja dan berapa saja tanpa harus mikir kalau habis bagaimana.” Ita menjelaskan, pipa yang menyalurkan gas dari pusat ditanam di bawah tanah, sementara di bagian rumah, pipa-pipa itu dipasang di sejumlah dinding menuju lokasi kompor. Harga pemasangan pipa awal menghabiskan biaya sekitar Rp5 juta. Jumlah ini disesuaikan panjang pipa gas yang akan dipasang ke arah dapur. Semakin panjang pipa yang dibutuhkan semakin mahal biayanya.

  • Dari Gas hingga Listrik

    SEBUAH berita singkat dimuat koran De Locomotief edisi 10 Oktober 1895. Isinya: Otto Samuel Knottnerus, direktur Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM), berlayar ke Hindia Belanda dengan kapal uap Gedé milik Rotterdam Lloyd. Tujuannya, “memeriksa pabrik-pabrik perusahaan di Batavia dan Surabaya. Knottnerus baru diangkat sebagai direktur NIGM setelah meninggalnya B.P. van IJsselstein yang sebelumnya memimpin perusahaan selama 15 tahun. Ia merasa perlu melakukan perjalanan ini untuk mencari tahu kenapa perusahaan sulit berkembang. Ia ingin melihat langsung perusahaan, kondisi pabrik-pabriknya, operasionalnya, sekaligus melakukan negosiasi dengan pemerintah setempat mengenai berbagai hal. Knottnerus juga datang ke Semarang untuk melakukan penyelidikan awal terkait rencana memasok gas. Setelah itu ia kembali ke Batavia. Knottnerus kemudian mengunjungi Buitenzorg (Bogor) bersama C.O. Heuvelink, perwakilan resmi NIGM di Hindia Belanda.

  • 17 Februari 1674: Tsunami Dahsyat Menerjang Ambon

    HARI ini dalam sejarah, 17 Februari 1674, gempa bumi mengguncang Ambon dan sekitarnya, disusul tsunami dari Laut Banda. Bencana alam ini menjadi gempa dan tsunami tertua di Indonesia yang tercatat dengan detail oleh seorang naturalis, Georg Everhard Rumphius (1627-1702), pada 1765. Selama hampir 50 tahun Rumphius tinggal di Ambon, di mana dia menikmati pekerjaannya sekaligus tragedi karena bencana alam itu. “Tanggal 17 Februari 1674, Sabtu malam, sekitar 07:30, di bawah bulan yang indah dan cuaca tenang, seluruh provinsi kami –yaitu Leytimor, Hitu, Nusatelo, Seram, Buro, Manipa, Amblau, Kelang, Bonoa, Honimoa, Nusalaut, Oma dan tempat-tempat lain yang berdekatan, meskipun terutama dua yang pertama disebutkan– menjadi sasaran guncangan mengerikan yang diyakini kebanyakan orang bahwa Hari Penghakiman telah datang,” tulis Rumphius dalam Amboina.

  • Ribut Sengketa Nama Miss Riboet

    PERTUNJUKAN panggung opera stamboel merupakan hiburan yang digemari penduduk Hindia Belanda sejak akhir abad ke-19. Mulanya berupa tiruan opera yang dijejali sisipan adegan hiburan. Cerita yang diangkat umumnya mengenai kehidupan raja-raja dengan pakaian gemerlapan, di mana sebagian dialog dengan nyanyian sebagaimana opera. Selain itu, tontonan panggung ini juga memiliki banyak babak yang diselingi adegan nyanyian, lawak, dan tari. “Walhasil, penonton rakyat jelata yang hidupnya susah dan oleh struktur tidak mungkin mengubah nasibnya, bisa menghayalkan kehidupan yang indah selama dua-tiga jam,” tulis Misbach Yusa Biran dalam Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa. Opera stamboel berawal dari seorang pemuda Indo bernama August Mahieu yang mendirikan perkumpulan Komedi Stamboel di Surabaya pada 1891. Maksud komedi di sini bukan terjemahan comedy yang bermakna cerita lucu, melainkan pertunjukan.

  • Ketika Ibukota Khmer Diserbu dan Dijarah Ayutthaya

    PUTRAJAYA, Malaysia jadi tuan rumah pembicaraan damai antara Kamboja dan Thailand. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim memediasi pembicaraan gencatan senjata antara PM Kamboja Hun Manet dan Plt. PM Thailand Phumtham Wechayachai pada Senin (28/7/2025). Pertemuan itu digelar pasca-konflik terbuka di perbatasan Kamboja-Thailand sejak 24 Juli 2025 lalu. Selain PM Anwar Ibrahim dan para pemimpin Thailand dan Kamboja, turut hadir perwakilan Kedutaan China dan Kedutaan Amerika Serikat. Mengutip rilis bersama di laman resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia, Senin (28/7/2025), pertemuan itu mencapai tiga kesepakatan. Pertama, kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat yang berlaku tepat pada Senin (28/7/2025) pukul 24.00 waktu setempat sebagai langkah vital memulihkan perdamaian dan keamanan kawasan. Kedua, kesepakatan digelarnya pertemuan informal para panglima kawasan (panglima Regional 1 Thailand dan panglima Regional 4 dan 5 Kamboja) pada Selasa (29/7/2025) pada pukul 7 pagi waktu setempat dengan disusul pertemuan para atase keamanan yang dimediasi Malaysia. Ketiga, kesepakatan menggelar pertemuan Komite Perbatasan Umum pada 4 Agustus 2025 yang akan digelar di Kamboja.

  • KH Ahmad Sanusi, Ajengan dalam Arus Kemerdekaan

    SOSOK KH Ahmad Sanusi tak sekadar ajengan yang memimpin pondok pesantren. Bukan juga ahli tafsir bidang fikih, kalam, dan tasawuf semata dengan karya-karya yang acap jadi rujukan para ulama hingga kini. Kiai Sanusi juga figur penting di masa pergerakan yang tiada lelah menentang pemerintah kolonial Hindia Belanda hingga Jepang. Kiprah pentingnya itulah yang agaknya menjadi bahan pertimbangan Presiden Joko Widodo menetapkan KH Ahmad Sanusi sebagai pahlawan nasional dari Provinsi Jawa Barat. Bersama dengan empat tokoh lain, penganugerahan pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi dilakukan presiden di Istana Negara pada Senin, 7 November 2022. Penganugerahan tersebut jadi kehormatan tersendiri bagi warga Kota Sukabumi. Pasalnya, sudah sejak 2007 namanya diajukan Persatuan Umat Islam (PUI), Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Sukabumi.

  • Di Balik Ketidakhadiran Ahmad Subardjo dalam Proklamasi

    SEKIRA pukul 10.00 pagi tanggal 17 Agustus 1945, sekitar 1000 orang telah berkumpul di Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Meski masih dalam suasana tegang, mereka begitu antusias menyaksikan detik-detik pembacaan naskah proklamasi oleh Sukarno-Hatta. Para tokoh kunci perjuangan bangsa juga telah bersiap mengikuti upacara khidmat dan bersejarah itu. Namun di antara tokoh-tokoh yang hadir, sosok Ahmad Subardjo tidak terlihat. Padahal sebagai salah satu perancang naskah proklamasi, kehadirannya sangat dinanti. Dia juga diharapkan mendampingi Sukarno-Hatta dalam prosesi pembacaan teks kemerdekaan rancangannya tersebut. Sukarno yang tetap menginginkan kehadiran Ahmad Subardjo kemudian mengutus dua orang ke kediamannya. Ketika sampai, mereka mendapati menteri luar negeri pertama Indonesia itu tengah beristirahat di tempat tidurnya. Dia tampak kelelahan. Bahkan Ahmad Subardjo tidak terlihat akan bersiap untuk pergi kemanapun.

  • Lima Peristiwa Bersejarah di Rumah Ahmad Subardjo

    SEBUAH rumah bergaya lama hendak dijual di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Rumah dengan luas tanah 2.951 meter persegi dan luas bangunan 1.796 meter persegi itu adalah rumah bekas kediaman Menteri Luar Negeri RI yang pertama, Ahmad Subardjo. Harga jual rumah bersejarah itu ditaksir mencapai 400 miliar rupiah. Masyarakat pun bertanya-tanya tentang kebenaran kabar itu. Dilansir laman Kompas, salah seorang cucu Subardjo, Syahbudi, membenarkan kabar dijualnya rumah tersebut. Dia menyatakan bahwa rumah kakeknya itu merupakan aset pribadi, sehingga keluarga berhak untuk menjualnya. Syahbudi juga mengklaim sudah ada pihak yang membuat penawaran. “Memang Kemenlu pernah berkantor di sana, di rumah milik almarhum AS (Ahmad Subardjo), Menlu pertama RI. Bisa saya konfirmasi gedung itu bukan milik Kemenlu,” ujar Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah kepada Kompas, Senin (12/04/2021).

  • Safari Ahmad Subardjo di Uni Soviet

    PADA suatu pagi di bulan Oktober 1927, sebuah kapal penumpang berangkat dari kota pelabuhan Stettin menuju lautan Baltik, dengan tujuan akhir Leningrad di Uni Soviet. Hari itu udara begitu dingin, dan angin bertiup cukup kencang. Hawanya semakin menusuk kala kapal bergerak menuju tengah lautan. Gelombang besar silih berganti menghantam badan kapal, membuat isi di dalamnya berguncang dan menghadirkan kengerian bagi para penumpangnya. Pemandangan tersebut juga dirasa cukup menakutkan bagi Ahmad Subardjo, terlebih ketika banyak awak kapal menderita mabuk laut sewaktu sedang makan malam. Ahmad Subardjo sedang dalam perjalanan menuju Moskow. Dia dan kawannya, Sulaiman, mendapatkan undangan dari Pemerintah Uni Soviet untuk hadir mewakili Perhimpunan Indonesia dalam acara peringatan ulang tahun ke-10 Uni Soviet pada November 1927.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bottom of page