top of page

Hasil pencarian

9799 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Menembak Sejarah Glock

    PERANG Dunia II menyeret Gaston Glock ke medan perang. Pemuda Austria ini harus ikut wajib militer pada tahun-tahun terakhir perang. Dia masih begitu muda untuk menjadi serdadu, tapi negaranya yang terancam tentara Sekutu memaksanya berperang. “Aku terlalu muda kala itu: 15, 16 tahun, tapi kami telah mendapatkan beberapa pelatihan militer yang singkat,” tulis Paul M. Barret dalam Glock: The Rise of America’s Gun. Berhubung Jerman kalah dan dianggap penjahat perang, Glock berada di pihak yang tidak menguntungkan. Sehingga dia tak mau membanggakan keterlibatannya dalam Wehrmacht (Angkatan Darat Jerman).

  • Kuliner Kesukaan Der Führer

    RUANGAN makan tertutup di Führerbunker pada siang 30 April 1945 begitu hening. Hanya bunyi dentingan piring tersentuh garpu yang meramaikan suasana makan siang di masa mencekam itu. Diktator Jerman-Nazi Adolf Hitler (diperankan Bruno Ganz) menyantap pasta ravioli dengan saus tomat di hadapannya dengan lahap. Beberapa jam setelah pernikahannya dengan Eva Braun itu, Hitler makan siang ditemani koki pribadinya, Constanze Manziarly, yang duduk di hadapannya. Dua sekretaris Hitler, Traudl Junge dan Gerda Christian, turut menemani di samping Manziarly. Setelah menghabiskan kepingan ravioli terakhirnya, Hitler memecah keheningan dengan memuji Manziarly. “Terima kasih, makanan ini lezat, Nyonya Manziarly,” ujar Hitler. Setelah membersihkan bibirnya dengan lap makan, Hitler pun bangkit dari kursi dan menyalami ketiganya untuk memberi salam perpisahan.

  • Umpatan Serdadu Belanda di Danau Toba

    SEBAGAI upaya menyatukan seluruh Nusantara di bawah cengkeramannya, pemerintah kolonial Belanda bergerak menuju ke Tanah Batak. Pax Nederlandica demikian sebutan untuk misi penyatuan wilayah jajahan itu. Ekspedisi militer tersebut juga bertujuan untuk melindungi para zendeling, misionaris yang menyebarkan agama Kristen. Perlawanan datang dari Raja Batak Sisingamangaraja XII. Sejak Desember 1877, muncul desas-desus, “Si Singamangaraja akan datang dengan pasukan Acehnya untuk membunuh orang Eropa dan orang Kristen di kalangan penduduk,” tulis Walter Boar Sidjabat dalam Ahu Si Singamangaraja. Berita itu menggemparkan pemerintah kolonial dan juga penginjil Batakmission. Pada 1 Maret 1878, Residen Boyle mengirimkan sebanyak 250 tentara dari Sibolga ke Danau Toba. Pada 20 Maret 1878, tentara Belanda memasuki Lembah Silindung dan membakar beberapa kampung. Pangaloan, Sigompulon, dan Silindung dinyatakan menjadi wilayah taklukan Belanda. Tidak cukup dengan menguasai perkampungan padat penduduk, pasukan Belanda berniat menaklukkan seluruh negeri Batak di sepanjang kawasan Danau Toba.

  • Jenderal Jago Perang Belanda Meregang Nyawa di Pulau Dewata

    SEDARI remaja, pria kelahiran Maastricht, Belanda, 30 April 1797 ini sudah jadi tentara. Dia masih 17 tahun ketika terlibat dalam Perang Napoleon sebagai letnan dua di resimen ke-22 militer Prancis. Dia ada di sana sewaktu Napoleon kalah di Waterloo. Andreas Victor Michiels, nama pria itu, akhirnya memilih melanglang buana ribuan kilometer dari tanah kelahirannya. Pada 3 Juli 1817, dia sudah berada di Batavia. Dia menjadi letnan satu pada batalyon perintis tentara kolonial Hindia Belanda. Di perantauan, mula-mula Michiels terlibat dalam pertempuran di Palimanan dan Cirebon. Kiprahnya yang bagus membuatnya tak lama kemudian naik pangkat menjadi kapten dalam usia yang sangat muda.

  • Bali Sebelum Dikuasai Majapahit

    SEBELUM balatentara Majapahit pimpinan Mahapatih Gajah Mada datang, Bali telah diperintah oleh banyak raja. Mereka silih berganti memberi pengaruh yang kuat. Banyak perubahan yang dibawa oleh mereka, termasuk sistem pemerintahan yang sebelumnya tidak dikenal oleh rakyat Bali. Dinasti Marwadewa menjadi penguasa paling termasyhur di Bali. Keturunannya mampu mempertahankan kekuasaan selama lebih dari satu abad, hampir tanpa konflik internal. Tetapi jauh sebelum dinasti itu berkuasa, Bali telah membangun bentuk kenegaraan di bawah pimpinan Singha Mandawa. Singa Mandawa adalah sebuah kerajaan yang ada di wilayah Panglapuan. Pada eranya, seluruh rakyat Bali menyatakan tunduk dan menghamba. Walau kekuasaannya tidak terlalu lama, yakni hanya 60 tahun, tetapi pengaruhnya cukup besar.

  • Kebakaran Hutan Masa Majapahit

    KEBAKARAN hutan di musim kemarau bukan hanya terjadi di masa kini. Tapi juga terjadi di masa Jawa Kuno. Ada beberapa petunjuk yang bisa menggambarkan kebakaran hutan pada masa lalu. Salah satunya Prasasti Katiden II atau Prasasti Lumpang. Prasasti tembaga itu ditemukan di Desa Katiden, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada lereng timur Gunung Arjuna. Berdasarkan pembacaan ahli epigrafi Puslit Arkenas, Titi Surti Nastiti, prasasti itu berisi pengumuman resmi pengukuhan kembali perintah pejabat Majapahit yang meninggal di Krrtabhuwana. Dia adalah penguasa yang mengeluarkan Prasasti Katiden I (24 Maret/22 April 1392). Sementara penguasa yang mengukuhkan ulang tiga tahun kemudian adalah Sri Bhatara Parameswara. Pengumuman itu ditujukan kepada pancatanda yang berkuasa di Turen, dan pejabat lainnya seperti wedana, juru, dan buyut. Seruan juga ditujukan kepada penduduk di sebelah timur Gunung Kawi, baik yang berada di timur atau di barat sungai.

  • Masyarakat Tionghoa di Majapahit

    MASYARAKAT Tionghoa telah menjadi bagian dari penduduk Majapahit. Keberadaan mereka dibuktikan oleh arca terakota, prasasti, dan catatan Ma Huan, penerjemah resmi yang mendampingi Laksamana Cheng Ho. Pada 1412, Ma Huan menerima tugas pertama dari Dinasti Ming untuk menemani Cheng Ho berlayar ke banyak negeri. Ia mencatat petualangannya itu dalam Yingya Shenglan, yang terbit pada 1416. Dalam catatannya, Ma Huan menyebutkan bahwa penduduk di pantai utara, yaitu di kota-kota pelabuhan, seperti Gresik, Tuban, Surabaya, dan Canggu kebanyakan menjadi pedagang. Kawasan itu banyak dikunjungi oleh pedagang asing dari Arab, India, Asia Tenggara, dan Tiongkok. Di sana banyak orang Tiongkok dan Arab menetap dan berdagang.

  • Syekh Jumadil Kubra dan Orang Islam di Majapahit

    SEBUAH pusara dikenal sebagai Kubur Tunggal. Disebut begitu karena sebelum dibangun cungkup yang besar seperti sekarang, pusara itu terletak di dalam sebuah cungkup dan berdiri sendiri. Di sinilah konon Syekh Jumadil Kubra dimakamkan. Seorang syekh yang kepadanya semua wali Jawa dihubungkan. Pada nisannya terdapat kutipan ayat-ayat Al-Qur’an: "tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu" (Ali Imran: 185) dan "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati" (Al-Ambiya: 35). Kutipan lainnya berbunyi: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan" (Al-Ankabut: 37); "Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan" (Ar-Rahman: 26-27); dan "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa kecuali Allah" (Surat Al-Qasas: 88).

  • Bencana Gunung Api Menghantui Majapahit

    EENDAPAN lahar Gunung Kelud dari ratusan tahun lalu menjangkau 40 km lebih wilayah di sekitarnya. Tanah yang subur menjadi tandus. Candi, sarana kota, permukiman, semua porak poranda, terkubur material muntahan Sang Giri. Inilah yang terjadi pada pusat Kerajaan Majapahit di timur laut Kelud. "Ini yang mengubur peradaban, yang sekarang ditemukan di beberapa tempat, di antaranya Situs Kedaton di Jombang, Sumberbeji di Jombang, dan Kumitir di Trowulan," kata Amien Widodo, peneliti Departemen Teknik Geofisika ITS, dalam webinar "Bencana Alam dan Jejak Peradaban Abad 12-14 M" yang diadakan Teknik Geofisika ITS. Serat Pararaton mencatat bencana terjadi berkali-kali. Naskah yang ditulis pada masa akhir Majapahit itu menyebut gunung meletus pada 1233 Saka (1311), 1317 Saka (1395 M), 1343 Saka (1421 M), 1373 Saka (1451 M), 1384 Saka (1462 M), dan 1403 Saka (1481 M). Diikuti bencana lainnya, seperti gemuruh lahar dingin (guntur banyu pindah) pada 1256 Saka (1334 M) dan muncul Gunung Anyar (Baru) pada 1307 Saka (1385 M).

  • Hikayat Putri Cempa dan Islam di Majapahit

    PRABU Brawijaya bermimpi punya istri putri dari Negeri Champa. Paginya, setelah bangun dari tempat tidur, ia memanggil Kiai Patih dan memerintahkannya pergi ke Negeri Champa. Ia titipkan sepucuk surat untuk raja di Champa berisi lamaran untuk putrinya. Patih Gajah Mada berangkat naik kapal karena negeri itu terletak di seberang lautan. Perjalanan selamat sampai tujuan. Patih menghadap sang raja dan menyerahkan surat lamaran. Raja menerima lamaran itu. Putri Cempa dibawa ke Jawa. Mereka juga membawa gong Kiai Sekar Delima dan tandu Kiai Jebat Bedri. Rombongan selamat sampai di Majapahit. Sang putri dipertemukan dengan Prabu Brawijaya.

  • AS Kembalikan Benda Bersejarah Peninggalan Majapahit ke Indonesia

    JAKSA Wilayah Manhattan, Alvin L. Bragg Jr., mengumumkan pada Jumat (26/4), pengembalian 30 artefak kuno dari Kamboja dan Indonesia, yang dijarah maupun dijual secara ilegal oleh jaringan pedagang dan penyelundup artefak kuno Amerika. Melansir dari laman Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan, Bragg menyebut benda-benda bersejarah yang terdiri dari 27 artefak kuno dari Kamboja dan 3 dari Indonesia bernilai hampir US$3 juta. Barang-barang tersebut ditemukan setelah serangkaian investigasi yang tengah berlangsung terhadap jaringan perdagangan barang antik yang mengincar artefak-artefak kuno dari Asia Tenggara. Bragg menuding Subhash Kapoor, seorang pedagang seni Amerika, dan Nancy Wiener yang pernah terlibat kasus penyelundupan, berperan besar dalam aktivitas ilegal yang melibatkan puluhan artefak kuno dari Kamboja dan Indonesia ini.

  • Sihir Api Petir dari Meriam Majapahit

    BUKAN tanpa alasan tindakan Raja Kertanagara dari Singhasari yang memicu invasi bangsa Mongol ke Jawa, mengantarkan lahirnya Kerajaan Majapahit. Begitu Herald van der Linde menarik benang merahnya dalam bukunya, Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire. Majapahit, ungkap Herald, menguasai sebagian wilayah Asia Tenggara di abad ke-13 sampai awal abad ke-15. Pusatnya memang ada di Jawa tapi pengaruhnya begitu luas membentang dari Thailand selatan hingga area Filipina selatan. Kelahiran Majapahit bermula dari peperangan Singhasari dengan Kubilai Khan (Mongol) yang berniat menginvasinya. “Kertanagara menciptakan situasi untuk kebangkitan Majapahit. Ia memotong hidung duta China (Dinasti Yuan/Mongol, red.) yang diutus Kubilai Khan, orang paling berkuasa di dunia saat itu,” terang Herald dalam diskusi buku bertajuk “Majapahit: Nusantara’s Game of Thrones” di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta, Jumat (19/7/2024).

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page