top of page

Hasil pencarian

9633 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Perselingkuhan Para Perwira

    SEBUAH kasus perselingkuhan menghebohkan Makassar pada akhir 2024 lalu. Sebab, pelakunya bukan semarang orang. Yang lelaki adalah Komandan Kodim 1408/Makassar Letnan Kolonel (Letkol) Lizardo Gumay, sedangkan yang perempuan drg. Irma Awalia binti Amin Syam.

  • Seputar Kanker yang Merongrong Sejak Dahulu Kala

    MEMPERINGATI Hari Kanker Sedunia yang jatuh hari ini, Selasa (4/2/2025), lembaga internasional Union for International Cancer Control (UICC) yang terafiliasi dengan WHO mendorong solidaritas bagi para pengidap kanker sekolong langit dengan tema “#UnitedByUnique”. UICC menggelorakan kampanye #UnitedByUnique untuk peringatan Hari Kanker Sedunia 2025-2027 dengan latar belakang dan pendekatan yang lebih personal. Kampanyenya mengeksplorasi dimensi-dimensi berbeda dan cara-cara baru demi membuat perbedaan di antara para pengidap kanker dan orang-orang di sekitarnya.

  • Ketika Pram Dipenjara Gegara Membela Etnis Tionghoa

    SEBUAH beleid yang diskriminatif dan rasialis pada akhir 1959 memicu gejolak di kalangan masyarakat Tionghoa. Beleid yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1959 (PP 10/1959) tentang Larangan Bagi Usaha Perdagangan Kecil dan Eceran yang  Bersifat Asing Diluar Ibu Kota Daerah Swatantra Tingkat I dan II serta Karesidenan yang ditetapkan pada masa awal Demokrasi Terpimpin, 16 November 1959.

  • Pramoedya Melancong ke Negeri Belanda

    PRAMOEDYA Ananta Toer suatu hari jalan-jalan menyusuri Taman Vondel di Kota Amsterdam. Di taman yang indah itu, Pram melihat banyak orang lalu-lalang menikmati udara hangat. Hari itu sedang musim panas. Pram sendiri sedang butuh tempat untuk merenung. Gara-gara mengidap sikap minder dalam dirinya, Pram susah bergaul dengan orang-orang Belanda.

  • Mimpi Pilkada Langsung

    TERLEPAS dari segala kekurangan selama pelaksanaannya, pilkada langsung adalah proses demokrasi yang penting bagi Indonesia. Jauh sebelum reformasi bergulir, gagasan pilkada langsung pernah dicanangkan. Ini terjadi ketika pemerintah menerbitkan Undang-Undang (UU) No. 1/1957 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah. UU ini dirumuskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilu 1955 dan mengacu pada Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950 yang berlaku saat itu.

  • Masa Belia Sang Pujangga

    PANDANGANNYA yang dibantu kacamata terpaku pada lembar kertas yang terselip di sebuah mesin tik tua. Kedua tangannya “melayang” di atas tuts-tuts mesin ketik yang bergantian ditekan jari-jemarinya. Serius. Begitulah penampilan Pramoedya Ananta Toer saat bekerja menyelesaikan naskah-naskah yang seolah tak pernah berhenti keluar dari kepalanya.

  • Pramoedya dan Samin

    SETELAH menyelesaikan perjalanan panjang dengan sebuah mobil berisi 12 orang, mereka turun di parkiran Pendopo Bupati Blora. Pakaian mereka, baik yang laki-laki maupun perempuan, semua hitam. Tak hanya tampil sederhana, mereka juga berlalu dengan sangat sopan. Selama menuju pendopo, mereka menyalami orang-orang yang menyambut. Mereka adalah pengikut Samin Surosentiko (1859-1914).

  • Pramoedya, Lekra, dan Lentera

    LEBIH dari dua tahun Pramoedya Ananta Toer dipenjara Belanda karena menyebarkan pamflet-pamflet dan majalah perlawanan di masa revolusi. Pram akhirnya keluar dari penjara Bukit Duri, Jakarta pada 3 Desember 1949. Usai menghirup udah bebas, sastrawan kelahiran Blora, 6 Februari 1925 itu kembali menata hidupnya.

  • Penulisan Sejarah Indonesia di Tangan Pram

    PRAMOEDYA Ananta Toer bukan orang asing dalam historiografi Indonesia. Di samping tenarnya karya-karya sastranya, Pram juga bersentuhan dengan penulisan sejarah Indonesia. Ia juga saksi sekaligus pelaku sejarah sejak masa revolusi kemerdekaan (1945-1949).

  • Tetralogi Buru, Roman Sejarah yang Lahir dari Balik Penjara Orba

    KERIUHAN terjadi di pusat kota kecil di Jawa Tengah, Blora, pada 6 Februari malam lalu. Orang-orang dari berbagai tempat “ tumplek-blek ” di Pendopo Bupati Blora. Bupati Arif Rohman juga hadir. Mereka semua hendak menonton bareng film Bumi Manusia  karya Hanung Bramantyo yang diputar sebagai bagian dari Festival Blora Seabad Pramoedya. “Kita nonton sampai jam 10,” kata Bupati Arief Rochman. Kemasan populer yang diusung Hanung membuat film Bumi Manusia  memikat banyak orang, termasuk kaum muda. Menjadikan Bumi Manusia  ditonton banyak orang.

  • Djamin Gintings Telat Naik Pangkat

    SEBAGAI istri yang peduli pada karier suami, Likas Tarigan prihatin menatap nasib suaminya, Djamin Gintings. Terhitung sejak 27 Desember 1956 hingga 4 Januari 1961, sudah lima tahun Djamin menjabat sebagai panglima Komando TT I/Bukit Barisan dengan pangkat kolonel. Usai meletakkan jabatan panglima di Sumatra Utara itu, Djamin mendapat tugas pendidikan di Staff College Military di Pakistan. Entah mengapa Likas merasa karier militer suaminya itu seolah mandek.

  • Pramoedya dan Perlawanan Pemuda

    “SEJARAH Indonesia adalah sejarah pemuda Indonesia, dari sejak Perhimpunan Indonesia di Belanda, Sumpah Pemuda, Revolusi Agustus 1945, sampai penggulingan diktator Soeharto. Banyak mereka menjadi korban. Hanya sayang mereka tidak melahirkan pemimpin,” kata Pramoedya Ananta Toer sebagaimana dicatat oleh adiknya, Koesalah Soebagyo Toer, dalam Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali .

bottom of page