top of page

Hasil pencarian

9869 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • H.R. Dharsono, Jenderal Terpidana

    TANGGAL 8 Januari 1985, adalah hari yang nahas bagi Hartono Rekso Dharsono. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap jenderal terpidana itu. Putusan hakim mendakwa Dharsono bersama tokoh Muhammadiyah A.M. Fatwa terlibat komplotan Islam garis keras yang meledakan gedung BCA di Jakarta Kota. Jika Dharsono orang biasa tak jadi soal. Namun tuduhan itu dilayangkan kepada mantan panglima Kodam Siliwangi. Menurut catatan Atmadji Sumarkidjo dalam Jenderal M. Jusuf: Panglima Para Prajurit, Dharsono adalah satu-satunya perwira tinggi TNI berpangkat letnan jenderal yang pernah ditangkap oleh pemerintah dan dihukum dengan tuduhan subversi. Pada hari vonis akan dijatuhkan, suasananya tegang. Handai tolan dan simpatisan ramai mendatangi persidangan Dharsono. Diperkirakan yang hadir ribuan orang, memadati segenap tempat, baik di ruang persidangan maupun di luar gedung hingga jalanan. Karena kekhawatiran akan munculnya huru-hara, penjagaan dibuat ekstra ketat.

  • H.R. Dharsono, Akhir Tragis Mantan Loyalis

    HARU bercampur jengkel dalam kalbu Ali Sadikin ketika menghadiri pemakaman H.R. Dharsono. Bagaimana tidak, sebagai tokoh militer yang berjasa bagi negara, pemerintah hanya bersedia memakamkan Dharsono di Tempat Pemakaman Umum Sirna Raga, Bandung. Dharsono kehilangan haknya untuk dikebumikan di Taman Makam Pahlawan karena pernah dipenjara lebih dari setahun. Meski berasal dari matra berbeda, kondisi tersebut membuat Ali Sadikin berang. “Berbicara sebagai wakil keluarga, waktu itu Ali Sadikin menyatakan bahwa Dharsono ikut mendirikan Orde Baru dan sekarang ia dibunuh oleh Orde Baru. Belum selesai Sadikin berbicara, seseorang telah maju dan merenggut pengeras suara dari tangannnya,” tulis Aris Santoso dkk. dalam Hoegeng: Oase Menyejukkan di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa. Kemal Idris lebih geram lagi. Tatkala melepas kepergian terakhir sahabatnya itu, Kemal menggerutu. “Seperti menguburkan kucing saja,” kata Kemal seperti dikutip Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto.

  • Tangisan Hakim Kepada Terdakwa Eks Tjakrabirawa

    TOK.. Tok.. Tok! Hakim Ketua Letkol CKH Sunarko, SH mengetuk palu tanda vonis hukuman dijatuhkan. Kopda Hargijono si terdakwa utama dijatuhi hukuman mati. Pratu Idris dan Pratu Sulemi divonis penjara seumur hidup. Pratu Sardju, Pratu Sumardjo, Kopda Sumarno, Pratu Supandi, dan Pratu Sarindi masing-masing dihukum penjara 17 tahun. Pratu Amin Surono dijatuhi 6 tahun penjara. Sementara itu, Kopda Suwarso dibebaskan dari hukuman karena tak jelas terbukti kesalahannya. Kesembilan terdakwa tersebut merupakan eks anggota Resimen Tjakrabirawa yang terlibat langsung dalam Gerakan 30 September (G30S) 1965. Mereka ditugaskan menjemput Menteri Pertahanan Jenderal TNI Abdul Haris Nasution untuk dihadapkan kepada Presiden Sukarno.

  • L.N. Palar Melawan Nazi Hingga Berdiplomasi

    PEMERINTAH menetapkan Lambertus Nicodemus Palar bersama Tahi Bonar (TB) Simatupang dan KRT Radjiman Wedyodiningrat sebagai pahlawan nasional tahun 2013. Menurut sejarawan George McTurnan Kahin, jika ada orang yang dapat dianggap sebagai pengetua korps diplomatik Indonesia, Palar-lah orangnya. Dia diplomat yang mumpuni dan dihormati. Reputasinya yang cemerlang dalam berdiplomasi tidak lantas membuatnya tinggi hati. “Saat aku bertemu dengannya di Jakarta lima tahun lalu [1976], Palar masih terlihat sederhana, tulus dan lugas sama seperti saat aku bertemu untuk pertama kali dengannya tiga dekade lalu. Dia lebih suka dipanggil Nick daripada Mr. Ambassador atau Dr. Palar,” kenang George McTurnan Kahin dalam “In Memoriam: LN Palar,” dimuat jurnal Indonesia Volume 32, Oktober 1981.

  • Cerita Tank Renta

    KANAL Youtube Jenderal Andika Perkasa mengunggah video kunjungan panglima TNI tersebut ke Markas Komando Marinir Cilandak belum lama ini. Dalam video bertanggal 19 Februari 2022 itu, Jenderal Andika beraudiensi dengan pimpinan korps baret ungu. Kunjungan Andika memang bertujuan ingin mengetahui lebih jauh tentang organisasi Korps Marinir. Selain mendapat penjelasan tentang organisasi korps yang dulu bernama KKO itu, Andika juga berkeliling meninjau persenjataan yang ada di sana. Andika didampingi Komandan Marinir Mayjen (Mar.) Suhartono dan petinggi lain Marinir. Ketika melintas di hadapan deretan kendaraan tempur (ranpur) lapis baja, Andika tampak penasaran dengan sebuah tank yang membuatnya bertanya.

  • Di Balik Garangnya Tank M1 Abrams

    DEMI membendung operasi militer Rusia di Ukraina, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjanjikan pengiriman bantuan paket alutsista. Di dalamnya termasuk tank tempur berat M1 Abrams. Tank andal nan canggih ini diharapkan bisa jadi tulang punggung bantuan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dalam rangka membentuk dua batalyon tank. Batalyon berisi 88 unit tank itu akan diisi gabungan tank Leopard 2A6 dari Jerman dan PT-91 Twardy dari Polandia selain M1 Abrams sendiri. Ke-31 tank M1 Abrams yang akan dikirim itu diharapkan bisa berperan besar. Pasalnya, Rusia ditengarai akan melancarkan ofensif berskala besar pada musim semi 2023. Setelah berdiskusi dengan para pemimpin NATO medio Desember 2022 lalu dan dilanjutkan konsultasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Presiden Biden memberi lampu hijau pengiriman paket bantuan Ukraine Security Assistance Initiative (USAI). Selain 31 tank M1 Abrams, AS juga akan memberi pelatihan pada ratusan serdadu Ukraina, terutama yang akan mengawaki tank-tanknya.

  • Kisah Pengadang Tank di Tiananmen dari Balik Lensa

    TIGA kolom tank Type 59 terpaksa menyetop perjalanan di Jalan Chang’an Boulevard di pojok timur laut Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada hari itu, 5 Juni 1989. Gegaranya empat tank di kolom terdepan dihadang sesosok pemuda yang tengah menenteng kantong belanjaan. Sehari sebelumnya, tank-tank itu ikut meredam unjuk rasa besar-besaran di Lapangan Tiananmen sebagai klimaks dari prahara politik di China yang dipicu inflasi, korupsi, nepotisme, hingga pembunuhan sekretaris jenderal CCP atau Partai Komunis China yang pro-reformasi ekonomi, Hu Yaobang, pada April 1989. Namun unjuk rasa itu “dipadamkan” dengan tindakan-tindakan represif yang berujung pada tewasnya ribuan pengunjuk rasa hingga peristiwanya disebut sebagai Pembantaian Tiananmen atau Insiden Empat Juni. Situasi perlahan kondusif sehari setelahnya. Para wartawan asing pun mulai undur diri ke hotel masing-masing. Beberapa dari mereka kembali lagi ke balkon kamar untuk memotret dan memfilmkan penghadangan di atas.

  • Semangat Laskar Kere

    KETIKA menjadi juru kampanye Partai Demokrat di Magelang Jawa Tengah (16/3), ibu Ani Yudhoyono bertanya kepada massa, “Dadi sopo sing kere (jadi siapa yang sengsara)?” Anak-anak muda teriak serentak, “Saya...!” “Jangan begitu, nanti Allah marah,” kata ibu Ani. Para masa awal revolusi tahun 1945, sejumlah pelajar dan pemuda pejuang Solo dengan bangga menggunakan kata “kere” untuk kesatuannya: Laskar Kere. Mereka berasal dari Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Tinggi, Sekolah Guru Atas, dan Sekolah Teknik. Mereka terjun ke berbagai front melawan tentara Inggris (Gurkha) antara Solo dan Semarang seperti Salatiga, Bawen, Banyubiru, dan Ambarawa. Menurut buku Peranan Pelajar dalam Perang Kemerdekaan, setelah pertempuran di Susukan, kecamatan di Kabupaten Semarang, pasukan pelajar menggunakan nama Laskar Kere di bawah pimpinan Achmadi. Laskar Kere memperoleh perlengkapan keyker (keker) dengan tugas sebagai penyelidik di jembatan Sungai Tuntang.

  • Guyonan ala Bung Karno dan Menteri Achmadi

    SEBANYAK 150 pasang pengantin baru dikawinkan secara holopis kuntulbaris alias massal di Ungaran, Semarang pada 1 Februari 1960. Hajatan akbar itu dihadiri Presiden Sukarno bersama rombongan menteri. Bung Karno datang untuk meresmikan dan memberi sambutan. Salah satu menteri yang ikut menyertai Presiden Sukarno adalah Achmadi Hadisoemarto. Achmadi menjabat sebagai Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa (Kopemada). Dia merupakan menteri termuda dalam Kabinet Kerja I. Usianya saat itu masih 33 tahun dan belum menikah. Presiden Sukarno rupanya sengaja mengajak Menteri Achmadi. Apa maksud di balik itu dinyatakan Sukarno ketika menyampaikan sambutan. Di tengah-tengah pidato, Bung Karno celetuk sambil menyebut nama Achmadi.

  • Kemeriahan Mambo Fesyen Show

    FENOMENA “Citayam Fesyen Week” sungguh menyita perhatian publik. Bermula dari kumpulan remaja pinggiran Jakarta yang suka nongkrong di Taman Dukuh Atas, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan. Mereka tampil nyentrik dalam balutan aneka gaya busana. Berlenggak-lenggok di atas zebra cross macam model sungguhan. Mereka kebanyakan datang dari Citayam, Bojong Gede, dan Depok -yang kemudian melahirkan istilah plesetan “SCBD” (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok). Bonge, Kurma, Roy dan Jeje Slebew adalah nama-nama yang mendadak tenar dari ajang tersebut. Setelah viral di media sosial, sejumlah tokoh publik terpikat mengunjungi Taman Dukuh Atas. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga selebritis seperti Paula Verhoeven dan Mayangsari. Belakangan, kawula muda Jakarta Selatan juga ikut-ikutan menjajal Citayam Fesyen Week. Kalau sekarang orang mengenal Citayam Fesyen Week, maka tempo dulu pernah populer pertunjukan busana “Mambo Night”. Acara ini diselenggarakan pada 5 Juni 1956, bertempat di Hotel Dharma Nirmala (kini Kompleks Bina Graha), Menteng, Jakarta Pusat. Seperti namanya, pertunjukan menampilkan galeri dan kontes busana Mambo produksi Firma H. Moh. Jasin Tambunan & Sons.

  • Pentas Terakhir Bobby Kennedy

    LANGIT Malibu, California, Amerika Serikat mendung di pagi 4 Juni 1968. Meski tak biasa, Senator Robert Kennedy, istrinya Ethel Skakel, dan keenam anaknya tak hirau. Mereka bersantai di kolam renang di rumah sutradara sekaligus produser film John Frankenheimer, menikmati hangatnya udara Samudera Pasifik. Bobby, panggilan akrab Robert Kennedy, butuh melepas penat. Sejak Maret 1968, Bobby keliling berbagai tempat untuk kampanye pemilu pendahuluan untuk meraih nominasi calon presiden dari Partai Demokrat. Hanya 14 negara bagian yang menghelat pemilu pendahuluan pada 1968. Ia sedang berjuang untuk menduduki kursi di Gedung Putih. Beberapa pihak tak suka dan risau oleh pencalonannya tetapi Bobby terus maju. Pendukungnya di mana-mana. Bobby ingin membawa perubahan bagi AS, yang menurutnya dalam bahaya. Platformnya antara lain keadilan ekonomi dan rasial, kebijakan luar negeri nonagresi, desentralisasi kekuasaan, dan perbaikan kehidupan sosial. Dialah yang meredakan kemarahan massa kulit hitam pascapembunuhan Martin Luther King Jr. Dalam pidatonya di Indianapolis pada 4 April 1968, ia berkata: “Apa yang kita butuhkan di AS bukanlah perpecahan, pun bukan kebencian, bukan pula kekerasan ataupun pelanggaran hukum. Tapi cinta dan kearifan, mengasihi satu sama lain, dan keadilan bagi mereka yang masih menderita di negeri ini, tak peduli mereka putih atau hitam.”

  • Midway, Adu Kekuatan Dua Armada

    SUDAH 77 tahun ia terkubur di dasar Samudera Pasifik tanpa ada yang mengusik. Namun pada 20 Oktober 2019 lalu, posisi bangkainya ditemukan oleh sekelompok arkeolog maritim. Ialah Akagi, kapal induk kebanggaan Angkatan Laut (Jepang) yang jadi kapal komando (flagship) dalam Pertempuran Midway, 4-7 Juni 1942. Mengutip CBS News, 21 Oktober 2019, bangkai kapal induk berbobot 42 ribu ton itu ditemukan di 2.100 kilometer barat laut Pearl Harbor, Hawaii. Meski bekas gempuran memenuhi segala sisi badannya, Akagi ditemukan terkubur dalam posisi tegak di kedalaman 5.490 meter. Adalah tim ekspedisi Vulcan Inc. dan Komando Sejarah dan Warisan AL Amerika yang menemukan Akagi menggunakan kapal riset Petrel. Dua hari sebelum Akagi ditemukan, Petrel juga menemukan bangkai Kaga, kapal induk AL Jepang lain yang turut karam di pertempuran yang sama.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page