Hasil pencarian
9869 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Bangsawan Jawa Memilih KNIL
PADA masa pendudukan Jepang, para tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger) ditahan. Kendati jadi tawanan perang, mereka masih disuruh melakukan apel (upacara) tiap hari. Para perwira yang ditawan bahkan masih harus memimpin prajurit bawahannya untuk apel. Setidaknya itu dilakukan hingga tahun 1945. Masa penawanan membuat disiplin para prajurit menjadi longgar. Poerbo Soemitro, seorang tawanan bekas letnan satu KNIL dan masih keturunan bangsawan Jawa, ditugaskan memimpin apel pada suatu pagi. Keributan kecil terjadi karena seorang sersan KNIL datang terlambat sambil berceloteh tak jelas.
- Mantan KNIL yang Menolak Masuk TNI
KONFERENSI Meja Bundar di Den Haag, Belanda, juga membahas nasib anggota Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL), yang akan bubar pada pertengahan 1950 setelah pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949. Anggota KNIL diberi kesempatan masuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tawaran itu disambut gembira bahkan oleh orang-orang Indo. Namun, ada pula yang menolaknya. Anggota KNIL yang menolak tawaran itu ikut ke Negeri Belanda atau ditugaskan ke daerah koloni Belanda lain. Di antara mereka kemudian ada yang terlibat kekacauan pada paruh pertama tahun 1950, seperti Peristiwa Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung, Peristiwa Andi Azis di Makassar, Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon dan sekitarnya, kekacauan kecil di Balikpapan yang melibatkan Batalion Andjing NICA, dan penyerangan Bioskop Rex di Malang. Pelaku kerusuhan-kerusuhan itu adalah anggota KNIL dari Ambon. Golongan yang dikecewakan di awal revolusi kemerdekaan Indonesia.
- Romusha Jadi Serdadu KNIL
SEBUAH desa di utara rel kereta api, Bagelen, Purworejo, menjadi salah satu daerah asal romusha (pekerja paksa) untuk kepentingan militer Jepang. Kepala desanya, Menten, memilih siapa saja warganya yang akan diberangkatkan sebagai romusha ke luar daerah. Penunjukan itu sulit ditolak. Di antara warga yang terpilih terdapat seorang suami yang belum lama kawin. Tentu saja ia berat meninggalkan istri di masa sulit itu. Bahan pangan dan sandang sangat sukar didapat. Mau tak mau ia harus meninggalkan istrinya. Warga mencurigai Menten mendapat uang dari Jepang sebagai imbalan merekrut romusha. Beberapa tahun setelah pengiriman romusha, Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Menten menghilang dari desanya. Ia takut diamuk massa karena Jepang tak melindunginya lagi.
- Bekas KNIL di Jawa Timur Dikirim Perang
MAU tak mau anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus menerima kenyataan masuknya bekas tentara Koninklijk Nederlandsche Indische Leger (KNIL) ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Ini konsekuensi dari kesepakatan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949. Padahal, KNIL adalah lawan TNI pada masa revolusi kemerdekaan 1945–1949. Divisi I APRIS di Jawa Timur, sebelum bernama Brawijaya, juga menampung bekas KNIL. Buku Sam Karya Bhirawa Anoraga menyebut serah terima pasukan dari KNIL ke APRIS terjadi dari Maret hingga Juni 1950. Ketika masuk APRIS, bekas KNIL mendapat kenaikan pangkat setidaknya dua tingkat. Prajurit jadi Sersan, Kopral jadi Pembantu Letnan (Ajudan), dan Sersan jadi Letnan atau Kapten. Sementara anggota APRIS dari TNI malah mengalami penurunan pangkat. Bahkan, tidak sedikit anggota TNI yang tidak diterima di APRS.
- Katarsis Bekas KNIL yang Merindukan Tanah Kelahiran
WAJAHNYA kusam ditumbuhi jenggot rimbun tak terawat. Pakaiannya lusuh. Tidurnya pun tak pernah tenang. Moses (diperankan Alex Lekatompessy), lelaki itu, terbangun dengan keresahan. Orang-orang dalam mimpinya mulai menghilang seiring sayup-sayup terdengar lantunan lagu lawas yang memancing kerinduannya akan tanah kelahiran. Beta ingin mau pulang, ke Amboina e Pulang ke kampungku di Maluku Beta ingin mau pulang ke Amboina e Di tengah lautan, lautan teduh Orang-orang dalam mimpinya seakan nyata. Lantunan itu pun terus terngiang meski Moses mulai tersadarkan. Akan tetapi ingatan akan kampung halamannya tak datang sendirian. Stres, depresi, dan trauma mengikutinya dan mengkristal menjadi rasa sakit yang tak terperikan.
- Bekas KNIL Masuk APRIS di Jawa Tengah
SERAH terima pasukan terjadi di Jawa Tengah pada Juni 1950. Dalam acara yang berlangsung 15 menit itu, Indonesia diwakili Panglima Divisi III Kolonel Gatot Subroto. Sementara pihak Belanda diwakili Komandan Teritorial Belanda di Jawa Tengah Kolonel Van Zanten. Serah terima pasukan itu sebagai konsekuensi dari Konferensi Meja Bundar yang membuat Indonesia menerima bekas KNIL ke dalam APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat). Koran De Locomotief, 23 Juni 1950, menyebut dua kompi infanteri KNIL masuk ke dalam APRIS. Dua kompi itu dipimpin bekas Sersan Mayor KNIL De Jong, yang setelah masuk APRIS, menjadi Letnan Satu. Selain dua kompi infanteri itu, satu pasukan musik KNIL juga bergabung ke dalam APRIS. Kapelmeester (komandan pasukan musik), Sersan Mayor KNIL Atta Kwassie, mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Dua. Acara itu ditutup dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
- Bekas KNIL Masuk APRIS di Jawa Barat
BERDASARKAN isi Konferensi Meja Bundar, setelah penyerahan kedaulatan pada 27 Desember 1949, anggota tentara kolonial Koninklijk Nederlandsche Indische Leger (KNIL) diberikan pilihan: masuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), ikut ke Belanda, atau keluar dengan uang pesangon. Tak hanya KNIL, anggota tentara federal binaan KNIL, Veileigheids Batalyon (VB) alias batalyon keamanan federal, juga mendapat pilihan masuk APRIS. Hal ini berlaku pula di Jawa Barat. Di Jawa Barat dengan pusat militer Belanda di Bandung, terdapat banyak pasukan yang semasa revolusi kemerdekaan 1945–1949 berseberangan dengan Republik Indonesia. VB adalah unsur penting KNIL di Jawa Barat.
- Bekas KNIL Masuk APRIS di Sumatra Selatan
SETELAH tahun 1949, tentara Koninklijke Landmacht (Tentara Kerajaan Belanda) akan dipulangkan ke Negeri Belanda. Sementara itu, Koninklijke Nederlandsche Indische Leger (KNIL, Tentara Kerajaan Hindia Belanda) akan dibubarkan. Para personel KNIL di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatra Selatan, diberi pilihan:pensiun, ikut ke Belanda, atau masuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Sub Komando Sumatra Selatan (Subkoss) yang sebelumnya memiliki empat brigade diciutkan menjadi satu brigade. Brigade Sumatra Selatan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Bambang Utojo. Isu masuknya bekas KNIL ke APRIS di Sumatra Selatan membuat bekas pejuang kemerdekaan kecewa. “Jumlahnya saya kira 60 persen dari seluruh TNI yang bergerilya melawan musuh dalam Perang Kemerdekaan II (maksudnya Agresi Militer Belanda II 1948, red.),” kata Alamsjah Ratu Perwiranegara dalam Perjalanan Hidup Seorang Anak Yatim.
- Remy Sylado dan KNIL
PADA abad-abad yang lalu, dari tanah Minahasa, pemuda bernama Jahezkiel alias Jez naik kapal ke Jawa. Ia hendak ke Magelang. Sebuah kota yang sedari dulu hingga sekarang tergolong kota tangsi. Sebelum Tentara Nasional Indonesia (TNI), dulunya tentara kolonial Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) juga bercokol di sana. Jez baru saja teekensoldij (mendaftar masuk) tentara. Jez punya mimpi seperti sebagian pemuda Ambon, Manado, dan Bagelen, yaitu menjadi serdadu kompeni, sebutan untuk KNIL. Ia tidak main-main. Ia tidak ingin sekadar jadi anggota KNIL biasa. Ia ingin menjadi anggota Korps Marechaussee te Voet (Marsose Jalan Kaki), satuan antigerilya dalam KNIL yang lahir di masa Perang Aceh. Pada akhirnya, Jez menjalani masa pelatihan Marsose. Ia punya kawan sesama serdadu di dalam barak. Di luar barak, ia jatuh cinta dan mengawini seorang perempuan Jawa. Sebagai Marsose, Jez dikirim ke Aceh untuk memerangi orang Aceh. Setelah sempat ditawan di sana, ia akhirnya kembali ke Magelang dan bertemu lagi dengan perempuan yang dicintainya.
- Dari Bekas KNIL ke Yonif 600
SULTAN Hamid II dkk. boleh saja tidak setuju dengan kedatangan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dari Jawa ke Kalimantan Barat. Namun, akhirnya TNI masuk juga ke Kalimantan dan Sultan Hamid II dkk. tak bisa berbuat apa-apa. Akhir Juni 1950, terbentuk dua batalyon baru di Kalimantan Barat. Batalyon A yang berasal dari batalyon Pagaruyung, Sumatra Barat, dipimpin Mayor Mustafa Kamal. Sementara Batalyon B isinya bermacam-macam. Menurut buku Tandjungpura Berdjuang Sedjarah Kodam XII/Tandjungpura, Kalimantan Barat, Batalyon B terdiri dari bekas tentara reguler dari Koninklijke Nederlandsche Indische Leger (KNIL) dan pasukan federal Veileigheids Batalyon (VB) Kalimantan Barat yang disponsori Belanda. Ditambah Kompi Pancasila dan pemuda lainnya yang baru dididik.
- Negara Setengah Hati Menyelesaikan Kasus Pembunuhan Munir
SAMPAI hari ini, kematian aktivis kemanusiaan Munir Said Thalib masih berselubung kabut misteri. Pada dekade 1990-an, Munir dikenal lantang menyuarakan keadilan bagi korban kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia rezim Orde Baru lewat lembaga swadaya KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan). Nyawa Munir dilenyapkan ketika ia hendak mengurusi studi doktoralnya dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam pada 7 September 2004. Kematian Munir dirancang secara sengaja dengan cara meracuninya lewat minuman yang dikonsumsi dalam perjalanan. Simpulan ini diperkuat hasil otopsi yang menemukan kandungan racun jenis arsenik pada tubuh Munir. Ketika kasus kematian Munir dibawa ke ranah hukum, pengadilan mendakwa Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot maskapai Garuda Indonesia, sebagai pelaku utama dengan hukuman 14 tahun penjara. Munir dan Pollycarpus yang sedang cuti diketahui berada dalam satu penerbangan ke Belanda dan sempat bercengkrama di sebuah kafe saat transit di Bandara Changi, Singapura. Pada saat itulah Pollycarpus diduga menuangkan racun ke dalam minuman Munir. Belakangan, Pollycarpus disebut-sebut sebagai agen intelijen atau setidaknya punya hubungan dengan seorang petinggi Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyimpulkan perannya sebagai kaki tangan pihak yang lebih tinggi.
- Asal-Usul Sunat
ADA banyak teori soal akar praktik sunat pada laki-laki. Ada pendapat kalau sunat lahir dari kebudayaan Mesir Kuno. Namun, teori terbaru menyebut sunat berasal dari kebudayaan Arab selatan dan sebagian Afrika. Selama ribuah tahun, menurut Ancient Origins, sunat paling sering digunakan sebagai ritual keagamaan, ritual kedewasaan, dan sebagai hukuman pada masa perang. D. Doyle dalam “Ritual Male Circumcicion: a Brief History”terbit dalam The Journal of the Royal College of Physicians of Edinburgh menjelaskan, sunat telah dipraktikkan di beberapa bagian Afrika seperti Mesir, kepulauan di Laut Selatan, Australia oleh suku Aborigin, dan oleh suku Inca, Aztec, Maya, juga orang-orang Yudaisme, dan Islam.





















