top of page

Hasil pencarian

9810 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Gedung Grahadi Dulu dan Kini

    SEBAGAIMANA kota-kota besar lain, di Surabaya bertebaran bangunan bersejarah dari era kolonial yang sudah berstatus cagar budaya. Satu di antaranya Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo. Gedung Grahadi merupakan kantor Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak. Sepuluh hari lalu, situs bersejarah berusia 230 tahun itu nahas jadi sasaran pembakaran dan penjarahan dalam kerusuhan antara massa demonstran dan aparat. Kejadiannya bermula dari massa yang mendatangi Gedung Grahadi pada 30 Agustus 2025 malam. Mereka menuntut pembebasan sekitar 40 rekan mereka yang diciduk aparat sehari sebelumnya ketika menggelar aksi solidaritas mendiang pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan.

  • Barracuda Bukan untuk Melindas Warga Negara

    BARRACUDA merupakan kendaraan taktis (rantis) andalan Brimob sejak dua dekade silam. Sebagai unit kepolisian dengan tugas pengamanan khusus dan mobilitas tinggi, Brimob memerlukan rantis dalam operasionalnya. Untuk itulah, Irjen Pol. Silvanus Yulian Wenas, komandan Korps Brimob saat itu, menugaskan tim logistik Brimob untuk mengurusi pengadaan rantis modern guna membantu tugas-tugas operasi Brimob. Salah satu perwira logistik Brimob yang ditunjuk mengujicoba spesifikasi rantis Brimob yang baru itu ialah AKP Firdaus Wulanto. Dia ditugaskan ke Korea Selatan, yang industri kendaraan beratnya sudah lebih maju untuk level Asia. Menurut Firdaus, penugasan itu terjadi pada 2004, saat dirinya masih perwira staf ranmor-rantis logistik Korps Brimob. Setibanya di Seoul –ibu kota Korea Selatan, Firdaus dan timnya disambut musim dingin. “Dan di sana itu lagi musim salju. Pas bulan Desember. Orang-orang Merry Christmas, kita di sana kedinginan,” ujar Firdaus dalam testimoni pengalamannya, “Pemberi Nama Barracuda”, yang terkisah dalam Tour of Duty Brimob 1997: Perjalanan Tugas Personel Korps Brigade Mobil Lulusan Akpol Tahun 1997.

  • “My Way” Frank Sinatra dari Paul Anka

    PRANCIS Selatan pada 1967 menjadi tempat berlibur bagi Paul Anka. Di sanalah dia mendengarkan “Comme d'habitude” yang dinyanyikan penyanyi Perancis Claude François. Lagu yang terkesan melankolik itu tentang kesendirian dan kerinduan. “Saya pikir itu adalah lagu yang tidak bagus, tetapi ada sesuatu di dalamnya,” kenang Paul Anka di Telegraph.co.uk, 8 November 2007. Itu kenapa Paul Anka lalu mendatangi penguasa lagu itu dan dia pun memperoleh hak penerbitan lagu itu. Hanya saja, berkas hak penerbitan lagu itu pun kemudian mangkrak selama dua tahun di apartemennya.

  • Perpisahan Mar'ie Muhammad sebagai Menteri Keuangan

    MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati masuk daftar perombakan Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto kemarin. Meski baru 10 bulan bertugas dalam pemerintahan Prabowo, kinerja Sri Mulyani terus menuai sorotan negatif. Terutama mengenai pajak yang semakin mencekik sehingga mengakibatkan rumah pribadi Sri Mulyani di bilangan Bintaro dijarah massa beberapa waktu lalu. Posisi Sri Mulyani sebagai menteri keuangan kemudian digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadhewa. Sri Mulyani telah menjabat menteri keuangan di masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (2005-2010), berlanjut pada masa Joko Widodo (2014-2024). Di era kepresidenan Prabowo, Sri Mulyani kembali dipercaya menjadi menteri keuangan namun akhirnya diganti di tengah jalan. Berakhirnya kiprah Sri Mulyani terbilang mengecewakan karena ia tak sempat menyelesaikan purnatugasnya dengan gemilang. Suasana haru mewarnai perpisahan Sri Mulyani di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kepada jajaran Kemenkeu, Sri Mulyani berpesan agar mereka menjaga integritas dalam mengelola keuangan negara demi mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat. Tembang “Bahasa Kalbu” yang dilantunkan ribuan pegawai Kemenkeu mengiringi kepergian Sri Mulyani. Ketika hendak pamit meninggalkan gedung Kemenkeu, Sri Mulyani tampak menangis tersedu sedan.

  • Dompet Cekak Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad

    SEBELUM lingkar luar Stadion Gelora Bung Karno seramai sekarang sebagai tempat joging, Mar'ie Muhammad telah rutin mengitari kompleks olahraga itu pada dekade 1980-an hingga 1990-an. Setiap sore, lelaki kurus tinggi berkacamata tebal itu menghabiskan waktu untuk joging di Senayan. Mar'ie dikenal sebagai pejabat dirjen pajak kemudian menteri keuangan pada Kabinet Pembangunan VI (1993—1998). Olahraga joging adalah caranya melepaskan diri dari stres dan tekanan tinggi sebagai pejabat tinggi negara di sektor keuangan. “Ternyata resep laki-laki yang pernah tinggal di daerah padat di bilangan Jakarta Selatan ketika menjadi dirjen [pajak] ini cukup murah yakni joging. Saban Minggu sore ia berjalan mengitari Stadion Utama Senayan, Jakarta, ditemani dua tiga rekannya, biasanya Mar'ie dengan penuh semangat dan menikmati betul olahraga murah meriah itu. Ia cuek saja berbaur dengan masyarakat umum yang juga melakukan olahraga di tempat itu,” demikian profil Mar'ie dalam Bali Post, 23 Agustus 1997.

  • Ducati dari Masa Lalu

    SELAIN melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) pada 20 Agustus 2025 lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyita sejumlah kendaraan mewah Wakil Meneri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel ‘Noel’ Ebenezer Gerungan. Wamenaker Noel diringkus KPK dalam OTT bersama 10 orang lain. Mereka lantas ditetapkan sebagai tersangka pada pada 22 Agustus 2025 atas kasus pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemenaker. Diringkusnya Noel, yang anggota kabinet dari Partai Gerindra, memancing keprihatinan Presiden Prabowo Subianto. “Di (gedung) MPR tanggal 15 Agustus, saya katakan kalaupun ada anggota Gerindra yang melanggar, saya tidak akan lindungi. Eh, beberapa hari kemudian ada anggota Gerindra. Tapi dia anggota, dia belum kader. Tapi tetap saya agak malu saya. Sebetulnya orangnya menarik. Mungkin dia khilaf. Apakah tidak ingat istri dan anaknya kalau tangannya diborgol pake baju oranye (baju tahanan, red.)? Saya kasihan tapi apa boleh buat,” cetus Prabowo di pembukaan Pameran Apkasi Otonomi Expo 2025 di Tangerang, 28 Agustus 2025.

  • Sebelas Pesepakbola Dunia di Layar Perak (Bagian II)

    CAK Jim sangat mengumbar prestisnya sebagai manajer yang mampu mengorbitkan artis papan atas. Sosok bule yang fasih logat Jawa Timur-an itu pada akhirnya ditangkap polisi justru lantaran ternyata seorang penipu yang dicari-cari. Karakter itu diperankan Timo Scheunemann, mantan pemain Persiba Balikpapan dan Tampine Rovers serta pelatih Persema Malang dan Persiba, dalam film drama-komedi Yowis Ben 2 yang tayang sejak 14 Maret 2019. Film itu merupakan satu dari tiga film yang pernah melibatkan pria berdarah Jerman kelahiran Kediri, 29 November 1973 itu. Sebelumnya, Timo pernah mentas di film Tendangan dari Langit (2010) sebagai dirinya sendiri (pelatih bola) dan Rudy Habibie (2016) sebagai pastur Gilbert. Timo bukan satu-satunya mantan pesepakbola di Indonesia yang banting setir ke dunia akting. Di akhir 1970-an, ada nama Muthia Datau, kiper cantik Buana Putri dan timnas putri Indonesia. “Ya kebetulan cocok ketika ada yang menawari main film, ya sudah (mulai membintangi film). Dulu pertamakali main film layar lebar judulnya Sepasang Merpati (1979). Terus lanjut ada Malu-Malu Kucing, Sirkuit Kemelut. Banyak kok, sekitar enam film,” ujarnya kepada Historia, medio Januari 2018.

  • Sebelas Pesepakbola Dunia di Layar Perak (Bagian I)

    RAUT muka Shahrukh Khan begitu sumringah. Senyum tersungging di bibirnya saat aktor kawakan Bollywood itu foto bareng playmaker Arsenal Mesut Özil, salah satu pesepakbola yang diidolakannya. Momen itu melengkapi kebahagiaannya setelah menyaksikan sendiri di Emirates Stadium Özil dkk. menang 2-0 atas Newcastle United di matchday ke-32 Premier League, Senin (1/4/2019). Shahrukh Khan datang ke Emirates Stadium atas undangan Özil. Selepas laga, foto bersama plus hadiah jersey bernomor punggung 10 Arsenal milik Özil pun jadi “oleh-oleh” terbaiknya. Shahrukh Khan tak lupa mengundang balik Özil dan pacarnya, Amine Gülşe, untuk mengunjungi negerinya “Sebuah malam yang menyenangkan selamat @Arsenal. Terima kasih @MesutOzil1088 & Amine Gülşe untuk keramahannya. Sampai ketemu di India,” kicaunya di akun Twitter-nya, @iamsrk, 1 April 2019. Bukan rahasia bahwa Shahrukh Khan menggilai sepakbola. Pada 2016, dia sempat dirumorkan berniat membeli sebuah klub di Kalkuta. Sebelum terjun jadi aktor pun, dia pernah merumput walau hanya sebagai amatiran antar-sekolah. Saat bersekolah di St. Columba’s, Shahrukh rutin bermain sampai terkena cedera punggung yang mengakhiri kiprahnya.

  • Inoue Gila karena Murni

    GERAKAN Aron pecah di Sumatra Timur pada masa pendudukan Jepang. Kapten Inoue Tetsuro, Kepala Kepolisian Deli-Serdang, diperintahkan untuk membasminya. Setelah mempelajari insiden-insiden gerakan Aron, pada 7 Agustus 1942 Inoue mendatangi rumah Iwan Siregar alias Iwan Siregar, Ketua Partai Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia) Sumatra Timur. Inoue disambut oleh seorang perempuan Indo bertubuh jangkung dan ramping. Perempuan bernama Murni itu kemudian memanggil Iwan. “Iwan yang segera muncul adalah pria yang sangat jelek, sangat bertolak belakang dengan istrinya yang cantik,” tulis Inoue Tetsuro dalam memoarnya “Bapa Jango: Bapa Djanggut” yang termuat dalam The Japanese Experience in Indonesia: Selected Memoirs of 1942–1945. Inoue membawa Iwan ke kantor polisi malam itu juga. Keesokan harinya, ia datang lagi menggeledah rumah Iwan untuk mencari dokumen yang diperlukan dan bertemu lagi dengan istri Iwan. Murni begitu tenang dan tampak bertanggung jawab atas rumah. Inoue pun kehilangan minat mencari dokumen karena dengan perempuan seperti itu, sepertinya tak ada dokumen penting yang akan didapat.

  • Indonesia Mendapatkan Uang dari Penyelundupan

    DI MASA-masa awal Indonesia merdeka, pemerintah menghadapi kesulitan akibat keterbatasan dana. Pemerintahan bekerja seadanya sehingga tidak mirip dengan pemerintahan yang selayaknya. “Kami tidak memiliki apa-apa. Tidak ada mesin ketik, alat kantor, pesawat terbang; satu-satunya peralatan radio yang dapat diselamatkan buatan tahun 1935. Kami juga tidak memiliki uang,” kata Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Uang Jepang masih dapat ditemukan, tetapi nilainya merosot. Pemerintah Indonesia kemudian mencetak Oeang Republik Indonesia (ORI) di Malang pada 1946. Menurut Sukarno, meski secara teori Indonesia telah memiliki uang sendiri, tetapi mutunya tidak bagus sehingga tidak diterima di luar negeri. “Kami tidak mempunyai apa-apa sebagai penjamin uang kertas itu...,” katanya.

  • Perang Jawa dalam Buku Karya Pelaku Sejarah

    PERANG Jawa berlangsung selama lima tahun (1825–1830). Kendati berhasil menangkap dan membuang Pangeran Diponegoro ke luar Jawa, perang ini menyebabkan kerugian besar bagi Belanda. Demi menumpas perlawanan Pangeran Diponegoro, pemerintah kolonial menghabiskan dana yang sangat besar bahkan nyaris membuat Belanda bangkrut. Besarnya kerugian yang harus ditanggung Belanda membuat pemerintah kolonial berupaya untuk mencegah perang ini terulang kembali. Di antaranya dengan memasukkan Pangeran Diponegoro dan keluarganya ke dalam daftar orang-orang berbahaya bagi keamanan dan ketertiban. Hal ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi mengenai sang pangeran di pengasingan maupun sepak terjangnya dalam mengobarkan Perang Jawa. Atas dasar ini, menurut sejarawan Inggris, Peter Carey, menyebarkan informasi mengenai Pangeran Diponegoro, termasuk membahas Babad Diponegoro yang ditulis sang pangeran saat diasingkan ke Manado, merupakan tindakan melawan pemerintah kolonial Belanda.

  • Pembunuhan di dalam Bus

    SALEH, berumur sekitar 38 tahun dan berasal dari Lubuk Sikaping, berada di dalam bus bersama istri dan anaknya. Ia dan keluarganya melakukan perjalanan dari Perak hendak mengunjungi ibunya yang sakit di Rau. Namun, selama perjalanan istri Saleh mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari penumpang lain. Penumpang lain di dalam bus di antaranya anak-anak yang baru lulus sekolah kedokteran hewan, seorang haji, dan seorang bidan. “Para siswa sangat berisik dalam perjalanan dan, bersama dengan sang haji, melakukan berbagai macam perbuatan yang tidak pantas kepada istri pelaku,” tulis Deli Courant, 15 Februari 1934. Perbuatan tidak menyenangkan itu berlangsung sejak Saleh dan keluarganya menaiki bus. De Sumatra Post, 24 Februari 1934, menyebut selama perjalanan dari Medan ke Sibolga, istri Saleh dilecehkan beberapa kali.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page