top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Bung Karno di Negeri Tango

    LAGU "Indonesia Raya" berkumandang untuk pertama kalinya di Bandara Ezeiza, Buenos Aires, Argentina. Hari itu, Kamis malam, 21 Mei 1959, bertepatan dengan kunjungan perdana Presiden Sukarno ke Negeri Tango. Presiden Argentina Arturo Frondizi turut menyambut langsung kedatangan Bung Karno di bandara. Di balik sambutan yang meriah, Frondizi sejatinya menyimpan kekhawatiran. Buenos Aires saat itu tengah dilanda aksi unjuk rasa masyarakat kelas pekerja. “Demonstrasi pemogok, bom meledak, bom-bom gas air, dan bentrokan-bentrokan ikut sambut Bung Karno di Argentina,” lansir berita Harian Umum, 23 Mei 1959. Argentina menjadi negara kedua yang disambangi Bung Karno setelah Brazil, dalam lawatannya ke negara-negara Amerika Latin. Namun, keadaan sosial yang terjadi di Buenos Aires tidak semulus di Rio de Janeiro. Pemogokan besar-besaran kelompok buruh bank telah meresahkan negara itu sejak 14 April 1959.

  • Isyarat Patahnya Kekuasaan Soeharto

    SOEHARTO terpilih kembali menjadi presiden untuk ketujuh kalinya pada 10 Maret 1998. Sehari kemudian, setelah dia disumpah dalam Sidang Umum MPR, terjadi peristiwa yang mengejutkan. Harmoko, Ketua DPR/MPR, mengetukkan palu untuk menutup sidang, namun palu itu patah. Saat mengantar Soeharto menuju lift, Harmoko meminta maaf atas kejadian yang baru pertama kali dalam sejarah sidang DPR/MPR. “Mungkin palunya longgar,” kata Soeharto. Harmoko pun bertanya-tanya, ada apa gerangan. Dia merasa kejadian itu tidak kebetulan.

  • Tourney Negeri Jiran yang Dicontek FIFA

    TAK ada rotan, akar pun jadi. Pemeo itu mungkin paling pas untuk menggambarkan kondisi persepakbolaan tanah air yang batal menjadi host Piala Dunia U-20 tahun ini. Setelah batal, pecinta bola tanah air bisa terobati dengan penetapan Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahwa gelaran Piala Dunia U-17 yang mulanya akan dihelat di Peru digeser ke Indonesia. Pengumuman itu disampaikan usai rapat dewan FIFA di Zurich, Swiss pada 23 Juni 2023, berbarengan dengan penentuan sejumlah kalender kompetisi FIFA lainnya. Meski Indonesia statusnya menggantikan Peru, jadwal Piala Dunia U-17 edisi ke-19 itu tak berubah, yakni digulirkan pada 10 November-2 Desember 2023. “Dewan (FIFA) juga menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023, Kolombia sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita U-20 FIFA 2024, Republik Dominika sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita U-17 FIFA 2024, dan Uzbekistan sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2024 FIFA. Kerangka waktu untuk kompetisi-kompetisi di atas akan dikonfirmasi lagi dalam waktu dekat,” kata FIFA di laman resminya, 23 Juni 2023.

  • 21 Mei 1998: Reaksi Para Pemimpin Dunia terhadap Jatuhnya Rezim Soeharto

    HARI ini, 21 Mei 1998, gerakan reformasi mencapai klimaksnya dengan tumbangnya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Momen bersejarah tersebut menandai berakhirnya era otoriter dan dimulainya era Reformasi yang demokratis. Pada hari itu sekira pukul 9 pagi di ruang kredensial Istana Merdeka, Presiden Soeharto tampil sederhana dengan kemeja safari berlengan pendek ditemani Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Di hadapannya sudah menanti para wartawan domestik dan asing yang akan meliput sebuah momen penting. “Dalam acara singkat di ruang Kredential Istana Merdeka itu lebih banyak wartawan dari dalam dan luar negeri yang hadir ketimbang para pejabat tinggi. Di sana, nampak lima bekas menteri Kabinet Pembangunan VII, yaitu Menkeh Muladi, Menpen Alwi Dahlan, Mensesneg Saadillah Mursjid, Mensos Siti Hardiyanti Rukmana, dan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto,” tulis Parlementaria, No. 23 TH XXX, 16 September 1998.

  • Empat Tuan Rumah Piala Dunia U-20 yang Dianulir FIFA

    INDONESIA resmi dianulir FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang sejatinya sudah di depan mata. Timnas Indonesia U-20 pun otomatis batal mengenyam pengalaman bertanding dengan tim-tim dunia yang punya kelas di atasnya. Penolakan terhadap Timnas Israel U-20 dari berbagai pihak jadi pemicuanya. Sebelumnya pada Senin (26/3/2023), PSSI merilis pernyataan di laman resminya bahwa drawing atau pengundian fase grup yang mestinya dihelat di Bali pada Jumat (31/3/2023) dibatalkan oleh FIFA kendati tidak adanya pernyataan senada dari FIFA. Toh hingga Kamis (27/3/2023), delegasi FIFA masih melakoni inspeksi terakhir venue-venue Piala Dunia U-20. Selang tiga hari, yakni pada Rabu (29/3/2023), kabar buruk bak petir di siang bolong datang. Lewat laman resminya, FIFA menganulir Indonesia sebagai tuan rumah turnamen terbesar kedua FIFA yang sebelumnya terjadwal akan digulirkan pada 20 Mei-11 Juni 2023 tersebut.

  • FIFA Uncovered dan Tikus-tikus Berdasi Pejabat Sepakbola

    SESOSOK pemuda yang mengenakan guthra (penutup kepala khas Arab) itu terdiam sejenak di sebuah ruangan indoor berlatar hijau gelap. Ia menyeka air matanya saat menyinggung kontroversi momen penentuan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 12 tahun silam. Kebahagiaan Hassan al-Thawadi, sosok yang dimaksud, sekretaris jenderal (sekjen) Komite Penyelenggara Qatar 2022, itu tapi menghadirkan kegetiran tersendiri. “Saat terpilih, kami merasa senang. Tapi di satu sisi hal itu menimbulkan depresi tersendiri. Banyak yang mengecam. Bahkan konteksnya hampir seperti rasisme,” kata Al-Thawadi. Al-Thawadi hanya satu dari sekira 40 narasumber yang dihadirkan sutradara Daniel Gordon dalam film dokumenter bertajuk FIFA Uncovered. Sajian miniseri yang terbagi dalam empat episode ini menyingkap tabir skandal-skandal korupsi yang melibatkan para tikus berdasi di markas FIFA.

  • Standar Ganda FIFA terhadap Israel dan Rusia?

    DUNIA internasional ramai-ramai mengeroyok Rusia dengan sanksi gegara operasi militernya ke Ukraina sejak 24 Februari 2022. Tak hanya badan-badan keuangan yang menyita aset-aset pejabat dan pengusaha Rusia, dua penguasa sepakbola, UEFA dan FIFA, juga mengganjar larangan bagi Rusia tampil di berbagai ajang internasional dan regional. UEFA melarang Spartak Moskow melanjutkan kiprahnya di babak 16 besar Europa League, di mana mereka dijadwalkan melakoni laga home-away kontra RB Leipzig pada 11 Maret dan 17 Maret 2022. Adapun FIFA mencoret RFU (federasi sepakbola Rusia) dari laga playoff kualifikasi Piala Dunia 2022 yang akan dijalani Rusia pada 24 Maret 2022 berhadapan dengan Polandia. RFU menganggap hukuman itu tidak adil. Terlebih, hukuman itu berhulu pada tekanan rival-rival Rusia yang kemungkinan akan bersua Rusia di babak berikutnya, yakni Polandia, Swedia, dan Republik Ceko. RFU lantas mengajukan banding atas putusan UEFA dan FIFA ke CAS (Pengadilan Arbitrasi Olahraga di Lausanne, Swiss) pada 3 Maret 2022.

  • Wasit Berlisensi FIFA Pertama yang Terlupa

    SETAPAK demi setapak, Kosasih Kartadiredja melangkahkan kaki dengan bantuan kruk dari sebuah pangkalan ojek ke rumahnya yang berjarak sekira 200 meter. Di pangkalan ojek itulah sehari-hari wasit legendaris itu menghabiskan waktu masa senjanya dengan bercengkerama bersama tukang ojek. Siang itu, 12 Februari 2019, Kosasih menerima Historia di teras rumahnya di Cikole, Sukabumi. Setelah sang istri rampung menata cangkir-cangkir kopi di meja teras, Kosasih bersemangat membicarakan sepakbola Indonesia “zaman now”, yang amat berbeda dari masa ketika dia masih memimpin sejumlah pertandingan, baik di dalam maupun luar negeri di era 1970-an. Pun soal perwasitannya. “Wasit sekarang saya lihat kadang takut mengeluarkan kartu kuning atau merah. Takut mungkin tekanan tuan rumah atau penonton. Enggak boleh begitu! Wasit itu director of the game, pemimpin pertandingan,” ujarnya saat memulai perbincangan.

  • Seteru Sang Guru

    HAJI Rasul risau. Pemimpin Sumatera Thawalib Padang Panjang itu tidak sependapat dengan komunisme. Dia berpandangan, komunis sebenarnya hendak menghilangkan agama dengan cara menunggangi agama. “Suatu hari pada 1923, Haji Rasul berdebat sengit dengan Datuak Batuah dan murid-murid Thawalib yang pro komunis. Perdebatan itu menghilangkan wibawa Inyiak Rasul di depan murid Thawalib,” kata Ketua Alumni Thawalib Padang Panjang, Yan Hiksas kepada Historia. Selepas itu, entah dari mana ujung pangkalnya, tiba-tiba beredar desas-desus bahwa Datuk Batuah dan Natar Zainuddin bersekongkol dengan para penghulu adat untuk memberontak terhadap pemerintah dan membunuh orang-orang Eropa, termasuk asisten residen Padang Panjang.

  • Kiai Kasan Besari, Guru Bagi Para Ulama dan Bangsawan

    BERKAT peran seorang santri bernama Kasan Besari, Pesantren Tegalsari, Ponorogo kemudian dikenal sebagai salah satu pemasok pemikir dan pemimpin negeri ini. Menurut Abdurrahman Wahid, sebagaimana dikutip Abdul Munir Mulkhan dalam Reinventing Indonesia, ada dua muara kepemimpinan nasional: kalau bukan dari raja-raja Jawa, ya dari Kiai Kasan Besari. Pesantren Tegalsari sendiri dibangun kakeknya, Mohamad Besari. Menurut penelusuran Claude Guillot dalam “Le rôle historique des perdikan ou villages francs: le cas de Tegalsari,” Archipel, Vol. 30, 1985, Mohamad Besari adalah santri sekaligus menantu Kiai Danapura di Setana, Ponorogo. Setelah Kiai Danapura wafat, perjuangan dakwah Islam diteruskan Mohammad Besari dengan membuka daerah yang kemudian dinamai Tegalsari. Mohamad Besari memberikan pengajian untuk santri dan keturunannya di rumahnya. Tapi, pengaruhnya masih terbatas di desa-desa sekitar. Baru pada masa Kiai Kasan Besari, Pesanten Tegalsari semakin luas pengaruhnya. Dia tenar sebagai ulama yang cerdas. Murid-muridnya datang dari berbagai daerah di Jawa.

  • Kiai Kasan Besari, Kakek Buyut Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto

    PADA akhir 1820, Kiai Kasan Besari mendapatkan pengakuan dari penghulu Surakarta sebagai kepala desa Tegalsari. Pada saat itulah dia mendapat pengakuan baik secara agama maupun politik. Namun, pernikahannya dengan Murtosiyah tak melahirkan putra yang meneruskan perjuangannya menyebarkan Islam. Sebagaimana para bangsawan keraton Kasunanan, putra-putra Kasan Besari dari jalur Murtosiyah ini mengabdi kepada pemerintahan Belanda. Salah satunya bernama Tjokronegoro. “Ia tidak menjadi kiai yang masyhur dan tidak memimpin sebuah pondok pesantren,” tulis Anhar Gonggong dalam HOS. Tjokroaminoto. Namun, saat Perang Jawa (De Java Oorlog) meletus, menurut Peter Carey dalam Kuasa Ramalan, Kiai Kasan Besari bersimpati terhadap Diponegoro, tapi tidak aktif memberi dukungan.

  • Tokoh Terlupakan Pendiri Sekolah Guru Bumiputera Pertama

    SELAIN Ki Hajar Dewantara, Indonesia memiliki tokoh-tokoh yang amat berjasa dalam dunia pendidikan. Mereka adalah Willem Iskander dan Mohammad Syafei. Sayang, keduanya kurang dikenal. Ki Hajar Dewantara dikenal luas sebagai tokoh pendidikan karena tanggal lahirnya, 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Menteri pendidikan pertama ini mendirikan sekolah Taman Siswa tahun 1922. Selain itu, semboyan yang diciptakannya, “Tut Wuri Handayani” (di belakang memberi dorongan) menjadi semboyan Kementerian Pendidikan. Lantas siapa Willem Iskander dan Mohammad Syafei? Banyak orang tak mengenal Willem Iskander dan Mohammad Syafei. Bahkan, menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Anies Baswedan banyak orang, terutama para pendidik, hanya mengenal tetapi tidak memahami Ki Hadjar Dewantara.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page