top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10077 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Ratna Asmara Jadi Nama Penghargaan FFI

    NAMA Ratna Asmara, sutradara perempuan pertama Indonesia menjadi salah satu nama penghargaan pada gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2022. Penghargaan Ratna Asmara diberikan untuk pemenang kategori Film Pilihan Penonton. Malam Anugerah Piala Citra FFI 2022 sendiri digelar pada Selasa, 22 November 2022. Penghargaan Ratna Asmara FFI 2022 kategori Film Pilihan Penonton diberikan kepada film Mencuri Raden Saleh. “Sebagai sutradara perempuan pertama di Indonesia, sosoknya menginspirasi banyak sineas saat ini. Ia menunjukkan bahwa di zaman apapun, perempuan berhak untuk bebas berkarya,” tulis akun Instagram resmi FFI, @festivalfilmind. Sebagai sutradara perempuan, nama Ratna Asmara memang cenderung dilupakan oleh insan perfilman. Ratna Asmara lahir dengan nama Suratna pada 1913 di Sawah Lunto, Sumatra Barat. Sejak bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS), Ratna telah memiliki bakat sandiwara.

  • Adolf Eichmann, Perwira Nazi Spesialis Yahudi

    SENDIRI dalam sepi meringkuk di penjara di Ramla, Israel, Adolf Eichmann hanya bisa pasrah. Malam itu, 31 Mei 1962, jadi malam terakhirnya. Takkan sempat ia melihat lagi matahari terbit saat berganti bulan pada 1 Juni lantaran dini hari itu ia akan menuju tiang gantung, sebagai gembong Nazi terakhir dan pertama yang diadili di Israel. Sebelumnya, Eichman ditangkap di Argentina. Ia dihadapkan ke muka pengadilan di Yerusalem, Israel. Ia divonis hukuman gantung pada 15 Desember 1961 atas sejumlah dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pengajuan banding hingga amnestinya kepada Presiden Israel Yitzak Ben-Zvi sejak Januari 1962 mentah semua. Setelah bertemu istrinya, Veronika Liebl, untuk kali terakhir, Eichmann menanti akhir hidupnya hanya ditemani pendeta Protestan asal Kanada, William Lovel Hull, dan Rafi Eitan, agen Mossad (Intel Israel) yang mengarsiteki penangkapan Eichmann di Argentina.

  • Antara Lenin dan Stalin (Bagian II)

    TIDAK selamanya seorang murid sejalan dengan gurunya. Seperti halnya Joseph Stalin dan Vladimir Lenin. Meskipun mengidolakan Lenin, Stalin seringkali berbeda pandangan dan kebijakan dengan mentornya itu. Stalin pertamakali mengenal Lenin via buku-buku berisi pemikirannya dan korespondensi keduanya pada medio 1903. Korespondensi dengan Lenin begitu berpengaruh secara mental pada Stalin dalam menjalani pengasingannya yang pertama di Siberia sepanjang Juli-September 1903. Namun baru pada Hari Natal 119 tahun silam Stalin pertama kali bertatap muka dengan sang mentor, di pertemuan akbar RSDLP (Partai Buruh Sosial-Demokratik Rusia) di Konferensi Tampere di Tammerfors, Finlandia yang dihelat 25-30 Desember 1905. Stalin hadir sebagai utusan RSDLP wilayah Georgia. “Pada pagi di Hari Natal, Lenin membuka secara resmi konferensinya di Balai Rakyat, markas milisi buruh Garda Merah Finlandia. Stalin begitu sabar menunggu untuk bersua langsung dengan pahlawannya yang punya dedikasi fanatik terhadap revolusi Marxis,” tulis Simon Sebag Montefiore dalam Young Stalin.

  • Bencana Kelaparan Jadi Senjata Perang di Leningrad hingga Gaza

    GENCATAN senjata jadi lema yang bikin alergi zionis Israel. Terlepas dari pembebasan Edan Alexander, tawanan berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika Serikat, pada Senin (12/5/2025), Israel masih membabi-buta membunuhi warga sipil Palestina dengan pembiaran oleh dunia internasional. Tidak hanya dengan senjata tapi juga dengan blokade yang mengakibatkan bencana kelaparan di Jalur Gaza. Setelah gencatan senjata selama dua bulan, sejak awal Maret silam Israel memblokade semua jalur –baik darat, laut, dan udara– bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza selama lebih dari 70 hari. Padahal, gudang-gudang logistik World Food Programme (WFP) dan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina UNRWA kian menipis stoknya, sementara ribuan truk bantuan kemanusiaan masih tertahan di perbatasan Mesir-Israel dan Yordania-Israel. Ancaman bencana kelaparan pun mengintai sekitar 2,1 juta populasi Gaza yang hampir setengahnya adalah anak-anak. Menukil laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) pada Senin (12/5/2025), sekitar 470 ribu dari 2,1 jiwa sudah masuk klasifikasi “Fase 5 – bencana” dan mengancam sekitar 71 ribu anak-anak dalam krisis kekurangan gizi akut.

  • Sukarno Sahabat Warga Leningrad

    CUACA dingin tak menghalangi ribuan penduduk Leningrad untuk menyambut tamu agung. Akhir Agustus 1956 itu, penduduk tumpah ruah di mana-mana, di museum, jalan-jalan, hingga stasiun kereta api. Museum Antropologi dan Ethnografi Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet di kota itu mendapat pengunjung jauh lebih banyak dari hari-hari biasanya. Sejak beberapa hari sebelumnya, pihak museum memamerkan 1000-an barang berkaitan dengan Indonesia, mulai kekayaan alam dan budaya Indonesia hingga bukti-bukti perjuangan rakyatnya. Pers tak mau kalah. Artikel maupun feature tentang Indonesia, plus pemberitaan kunjungan Presiden Sukarno ke Moskow, mengisi halaman-halaman surat kabar setempat sejak beberapa hari.

  • Di Hadapan Lenin, Sneevliet Anjurkan Kerjasama dengan Islam

    DALAM kongres Komintern kedua yang diselenggarakan di Moskow dan Petrograd, Juli 1920, situasi negeri-negeri jajahan di Timur, termasuk Hindia Belanda, jadi salah satu agenda utama pembahasan. Henk Sneevliet dipilih untuk menjadi ketua komisinya. Pemilihan itu menurut Ruth McVey dalam Kemunculan Komunisme di Indonesia karena melihat tujuan wewenang yang diberikan kepada Sneevliet dari organisasi-organisasi di Hindia ketika dia diusir dari Hindia Belanda. Sedangkan menurut guru besar ilmu politik University of Waikato, Selandia Baru Dov Bing pemilihan Sneevliet karena dia dianggap berpengalaman hidup di negeri koloni seperti Hindia Belanda. “Dia tak hanya menguasai revolusi di negeri kolonial secara teoritis tapi juga punya pengalaman langsung dari tangan pertama tentang kekuatan dan kelemahan gerakan proletar di Hindia Belanda.” Bagi rekan-rekannya di Hindia Belanda, Sneevliet menjadi tumpuan untuk mewakili kepentingan partai di Komintern. Sneevliet, menurut McVey, semula bersikap ragu terhadap kerjasama semua golongan radikal di Hindia Belanda, terutama dari kalangan Islam. Namun setibanya di Belanda, dia berbalik arah dan menjadi pendukung kerjasama Islam dan komunis yang gigih karena melihat potensi kekuatan progresif dari Sarekat Islam.

  • Si Gundul dalam Memori

    PAGI 15 Agustus 2016 itu, pemain legendaris Jerman dan Borussia Dortmund (1982-1993) Lars Ricken baru saja menutup diskusi di hadapan 35 wartawan asing di sebuah lounge di Stadion Signal-Iduna Park. Momen itu langsung dimanfaatkan Indra Citra Sena, wartawan Tabloid Bola, untuk berfoto bareng sang legenda sambil memamerkan souvenir topi dan stiker berlogo Bola dan stiker Si Gundul. Pesanan kantor buat dokumentasi, katanya. Di pertengahan Agustus itu, hanya dua wartawan dari Indonesia yang diundang Bundesliga menyaksikan laga DFL Cup antara Borussia Dortmund vs Bayern Munich pada 14 Agustus dan tur ke Dortmund. Indra salah satunya. Pertemuan dengan Ricken dan beberapa petinggi Dortmund merupakan bagian dari tur. Selain diberikan kepada Ricken, maskot Si Gundul juga dihadiahkan Indra untuk Carsten Cramer, Chief Operating Officer BVB, badan hukum klub itu. “This is Si Gundul. The icon of our media,” cetus Indra menerangkan saat Ricken dan Cramer memerhatikan stiker Si Gundul. Keduanya menyambut dengan senyum hangat.

  • Larangan Perayaan Ulang Tahun Pejabat Orde Baru

    PERAYAAN ulang tahun di kalangan pejabat tinggi negara terasa berlebihan di tengah kondisi masyarakat yang semakin sulit. Barangkali tak banyak yang tahu, perayaan ulang tahun di kalangan pejabat negara sempat dilarang di masa Orde Baru. Pelarangan ini sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan pola hidup sederhana pada awal pemerintahan Presiden Soeharto. Selain itu, perbaikan perekonomian turut mempengaruhi sikap para pejabat dan petinggi negara. Mereka mulai memperlihatkan praktik hidup mewah dan foya-foya, baik dalam kehidupan pribadi maupun lembaga negara yang dipimpinannya. Instansi negara yang mempertontonkan kemewahan dalam pesta perayaannya adalah Pertamina. Perusahaan negara yang mengelola industri dan tambang minyak bumi ini dipimpin oleh Ibnu Sutowo. Sepanjang tahun 1970-1973, koran Indonesia Raya gencar memberitakan sepak terjang Ibnu Sutowo dalam mengelola Pertamina.

  • Bertahan di Tanah Sultan

    MAGRIB, 24 Maret 1946, terdengar ledakan dinamit sebagai tanda pembumihangusan. Bandung memerah. Komandan Resimen VIII TRI dan pelindung Laswi, Omon Abdulrachman, memerintahkan agar Laswi segera mundur sampai melewati jembatan Dayeuh Kolot, sebelum jembatan dihancurkan. Pukul 22.00, semua anggota Laswi melewati Dayeuh Kolot dan lalu langsung menuju Ciparay. Di bawah MP3, Laswi mendapat tugas menangani dapur perjuangan di seluruh sektor Bandung. Anggota Laswi mulai disebar ke setiap kesatuan untuk melaksanakan tugas dapur umum dan palang merah. Pusat dapur umum tetap berada di Ciparay untuk mengurus para pejuang di garis depan Dayeuh Kolot. Empat brigade Laswi diperbantukan ke dalam Batalyon I sampai Batalyon V. “Saya diperbantukan di daerah Sapan di bawah Batalyon III yang dipimpin Ahmad Wiranatakusumah. Tahunya di Sapan banyak teman waktu SMP,” ujar Euis Sari’ah alias Saartje menyebut nama anak bupati Bandung Wiranatakusumah V, yang kemudian jadi kepala staf Kostrad dan wakil panglima II Komando Siaga Ganyang Malaysia.

  • Perempuan di Garis Depan

    SEORANG perempuan muda nan cantik, berseragam tentara, memakai topi pet dengan rambut berkepang dua, berdiri tegak di Jalan Viaduct, Bandung. Ia memegang senjata. Gestur tubuhnya terlihat seperti terperangah dan geram. Ekspresi wajahnya keras, tengadah menatap tajam jauh ke arah tenggara. Lekuk tubuhnya menonjol, memberikan citra feminin. “Ketika saya membuat patung Tentara Pelajar, para veteran Laswi meminta saya membuat patung yang menyimbolkan perjuangan mereka,” kata seniman serbabisa Sunaryo, yang mengerjakan patung itu. “Saya membayangkan bagaimana membuat sosok wanita yang berani berjuang tapi tetap mempertahankan sisi kewanitaannya.” Rekan kerjanya, Amrizal Salayan St. Parpatih bilang desain awal patung dibuat agak kurus dan berdiri tegak, lebih realistis tapi menonjolkan sisi psikologis. Para veteran Laswi protes, karena kurang estetis. Untuk merealisasikannya, para veteran Laswi menggalang dana, sementara pemerintah kota Bandung menyediakan lahan dan membebaskannya dari pajak. Monumen Laskar Wanita Indonesia (Laswi) ini terbuat dari perunggu setinggi sekitar tiga meter, berdiri tegak di atas pondasi setinggi dua meter.

  • Habis Gelap Terbitlah Sekolah

    DALAM surat-suratnya, RA Kartini meratapi buta huruf di kalangan perempuan karena tidak tersedianya peluang pendidikan bagi mereka. “Kami, gadis-gadis Jawa, tidak boleh memiliki cita-cita, karena kami hanya boleh mempunyai satu impian, dan itu adalah dipaksa menikah hari ini atau esok dengan pria yang dianggap patut oleh orangtua kami,” tulis Kartini dengan getir kepada Rosa Manuela Abendanon-Mandri, 8/9 Agustus 1901. Setelah Kartini meninggal pada 1904, perjuangannya untuk menyediakan pendidikan bagi perempuan dilanjutkan teman-teman Belandanya. Surat-surat Kartini antara 1899-1904 kepada teman-teman Belandanya, terutama Rosa Manuela Abendanon-Mandri, istri mantan direktur pendidikan, agama, dan industri Hindia Belanda Mr. Jacques Henry Abendanon, disunting secara selektif dan diterbitkan pada 1911 di Belanda dengan judul Door duisternis tot licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku tersebut meraih sukses besar di kalangan publik Belanda, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Indonesia, Melayu, Sunda, dan Jawa.

  • Kisah Coca-Cola di Bawah Panji Nazi

    DENGAN mendekap selimut dan mantel seadanya, sejumlah tawanan perang Jerman turun dengan hati-hati dari tangga kapal. Udara di Pelabuhan Hoboken, New Jersey, Amerika Serikat di awal Januari 1945 itu dingin dan bersalju. Roman muka muram para tawanan itu seketika berubah kala salah seorang di antara mereka melihat papan iklan di pelabuhan yang sangat familiar buat mereka. Dari kasak-kusuk satu tawanan yang kemudian menyebar, hampir semua takjub dan saling menunjuk ke reklame itu hingga membuat para penjaga keheranan. “Seorang penjaga berteriak memerintahkan para tawanan untuk tenang dan menuntut penjelasan. Seorang tawanan yang bisa berbahasa Inggris menguraikan, ‘kami terkejut. Bahwa kalian juga punya Coca-Cola di sini’,” tulis Mark Pendergrast dalam For God, Country and Coca-Cola: The Definitive History of the Great American Soft Drink and the Company That Makes It.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page