top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10078 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Suramnya Perbudakan Belanda di Suriname

    MENJELANG peringatan 150 tahun “Keti Koti”, penghapusan perbudakan di Suriname, Deputi Perdana Menteri cum Menteri Keuangan Belanda, Sigrid Kaag bertandang ke ibukota Paramaribo pekan ini. Agendanya berdiskusi dengan pemerintah Suriname sehubungan dengan rencana permintaan maaf resmi pemerintah Belanda terkait perbudakan di bekas jajahannya di Karibia: Suriname, Aruba, Curaçao, Bonaire, dan Sint Maarten. Rencana itu berangkat dari hasil laporan delegasi tim riset sejarah perbudakan Belanda yang dipimpin anggota legislatif Kiki Hagen usai mengunjungi negeri-negeri itu medio Agustus 2022. Tim tersebut meriset dampak-dampak apa saja yang ditimbulkan dari perbudakan masa lalu terhadap generasi saat ini sekaligus menentukan saran yang mesti dilakukan pemerintah kerajaan terkait aspek-aspek buruk dari warisan kolonial itu. Di sisi lain, Caribbean Reparations Commission (CRC) yang mewakili masyarakat Karibia sudah lama menuntut permintaan maaf dan kompensasi kepada para mantan kolonialis. Tidak hanya Belanda tapi juga Prancis, Spanyol, dan Portugal. Menanggapi rencana Belanda, CRC menuntut permintaan maaf datang langsung dari Perdana Menteri Mark Rutte dan Raja Willem-Alexander plus kompensasi.

  • Orang Sunda di Suriname

    BURUH kontrak atau contractarbeid membuat orang-orang Jawa meninggalkan tanah kelahirannya. Mereka dipekerjakan di perkebunan-perkebunan Belanda di Suriname. Di negeri bekas koloni Belanda yang merdeka pada 1975 itu etnis Jawa membentuk 14% dari seluruh populasi penduduk. Etnis Jawa hidup berdampingan dengan etnis lain seperti Afro Suriname, India, pribumi, Tionghoa, kulit putih, dan lain-lain. Orang-orang dari Hindia Belanda yang dikirim ke Suriname sebagian besar etnis Jawa. Namun, ada beberapa etnis lain yang turut dalam rombongan. Arsip Nasional Belanda (nationaalarchief.nl) dalam “Javaanse contractarbeiders in Suriname 1890–1930” menyebutkan, “Zij werden Javanen genoemd, ondanks dat ze niet allemaal uit Java kwamen…” (Mereka disebut orang Jawa, meskipun tidak semuanya berasal dari Jawa). Hein Vruggink dan Johan Sarmo dalam Surinaams-Javaans-Nederlands woordenboek mengutip Register Imigrasi 1983 Paramaribo, menguraikan komposisi etnis dari Hindia Belanda terdiri dari 90% Jawa, 5% Sunda, 0,5% Madura, dan sisanya etnis-etnis dari Batavia yang kurang jelas.

  • Mula Coachella

    DALAM ingar-bingarnya dunia musik dan gemerlapnya selebritas kini, segenap mata tertuju pada Coachella. Salah satu festival seni dan musik terbesar sekaligus salah satu yang paling cuan itu tahun ini diramaikan para headliner macam Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G. “Sebuah festival di satu venue tunggal di Empire Polo Club di Indio, California. Para produsernya terinspirasi festival-festival seperti Glastonbury. Para penampil dan tamu-tamunya bisa menikmati kerumunan (penonton) yang sopan sembari fokus pada bakat musikalitasnya. Sejak pertamakali digelar, Coachella secara konsisten jadi salah satu festival musik tahunan paling menguntungkan,” tulis Kevin L. Ferguson dan Melissa Lenos dalam Generation X: The Popular Culture that Defined the MTV Generation. Tahun ini Coachella edisi “HUT ke-25” dihelat selama 10 hari (10-19 April 2026). Hebatnya, tiket Coachella 2026 yang dibanderol dari 549-1.200 dolar AS sudah ludes terjual dalam pekan pertama pada September 2025 silam. Ajang ini menjadi glamor karena penontonnya bukan dari kalangan penggemar musik biasa namun juga para selebritas dunia.

  • Satgultor 81 Musuh Teroris dari Cijantung

    RENTETAN teror mengatasnamakan agama menguar sepekan belakangan ini. Setelah aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, menyusul penyerangan markas polisi di Pekan Baru, Riau. Kebanyakan yang menjadi korban adalah warga sipil. Untuk mengatasinya, pemerintah sedang mempersiapkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab). Koopsusgab dibentuk pada 2015 di masa kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Meski hanya berjumlah 90 orang, Koopsusgab disebut-sebut sebagai unit pasukan antiteror paling mematikan. Personelnya berasal dari pasukan elite gabungan tiga matra: Satuan (Sat)-81 Gultor Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat, Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Angkatan Laut, dan Satuan Bravo (Satbravo) 90 Korps Pasukan Khas Angkatan Udara. Dari ketiganya, Sat-81 Gultor menjadi pasukan yang merintis operasi antiteror pertama di Indonesia. “Itulah inti pasukan pilihan diantara pasukan pilihan di Kopassus pada waktu itu,” kata Luhut Panjaitan, komandan pertama Sat-81 Gultor kepada Hendro Subroto dalam Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando. Ketika dipimpin oleh Luhut, Sat-81 Gultor masih bernama Detasemen 81/Antiteror. Bagaimana kisah pembentukannya?

  • Pangan Zaman Perang

    SEPULANG dari tur politik di Jawa Tengah pada 1933, Sukarno berlibur beberapa hari ke Pangalengan di selatan Bandung. Selama liburan, dia menulis risalah berjudul Mencapai Indonesia Merdeka. Sukarno berharap “moga-moga risalah ini banyak dibaca oleh Marhaen” karena risalah ini tentang imperialisme yang mengeruk kekayaan alam Indonesia dan menyengsarakan kaum Marhaen. “Di dalam zaman normal Kang Marhaen sudah ‘sekarang makan besok tidak’, di dalam zaman meleset (Malaise) sekarang ini menjadi lebih-lebih ngeri lagi, lebih-lebih memutuskan nyawa lagi, lebih-lebih megap-megap lagi,” kata Sukarno. Sukarno mengutip beberapa berita koran yang mewartakan penderitaan rakyat kecil di zaman Malaise. Ketiadaan makanan membuat mereka hendak menjual anak, gantung diri, mencuri ayam, sampai minta dibui agar bisa makan.

  • Revolusi Makanan Belum Selesai

    PADA 12 Juli 1964, Presiden Sukarno mengadakan jamuan makan dengan mengundang para menteri dan anggota Dewan Pertimbangan Agung di Istana Bogor. Semua makanan yang disajikan berbahan jagung. “Tidak sebutir beras pun disajikan. Itu momen canang revolusi makanan rakyat Indonesia,” kata Menteri Kesehatan Satrio yang hadir dalam jamuan tersebut. Sejak awal 1950-an, melalui sejumlah program, pemerintah berupaya menggenjot produksi padi tapi gagal. Bencana kelaparan pun mengintip. Peter Arnett, wartawan Associated Press, melaporkan adanya kasus kelaparan di Indramayu pada April 1962 yang tak dilaporkan pemerintah setempat karena takut disalahkan atas administrasi yang buruk. Dalam konferensi pers pada Desember 1963, Sukarno membantah laporan soal kelaparan. Dia pun mengusir dan mencekal Arnett masuk ke Indonesia. Namun, kabar soal kelaparan di sejumlah daerah terus muncul.

  • Lapo, Restorannya Orang Batak

    PUKUL tiga sore. Meski jam makan siang telah lewat, Lapo Siagian/br. Tobing yang berlokasi di Jalan Darat No. 17 Medan masih ramai pengunjung. Sebagian menyantap makanan, sebagian lainnya menanti pesanan. Di etalase, menu makanan seperti saksang babi, daging panggang babi, dan ikan mas arsik, daun ubi tumbuk, dan kue ombus-ombus tersaji rapi di tiap baskom. Meski terlihat sederhana, mereka sungguh menggugah selera. “Rasanya lembut kali, Bang. Empuk macam steak di restoran Eropa. Harganya pun terjangkau,” ujar Andre Jesayas (23), pegawai radiologi sebuah rumah sakit di kota Binjai yang tengah mencicip daging babi panggang, kepada Historia. “Dari semua penganan babi yang pernah kucoba di Medan, kayaknya di sinilah yang paling enak. Nagih awak (aku) dibuatnya, Bang.”

  • Kedai Cepat Saji Tertua di Dunia

    Di mana kedai cepat saji tertua di dunia? Mungkin jawabannya bisa ditelusuri di situs permukiman kuno, Pompeii. Para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah kedai makanan ringan kuno di Pompeii, sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Lukisan-lukisan berwarna-warni yang menghiasi kios itu telah bertahan hampir 2.000 tahun di bawah abu vulkanik dan batu apung. Hasil penelitian itu diumumkan Taman Arkeologi Pompeii Jumat (29/3). Mereka merilis beberapa gambar dari sebuah kios kuno atau termopolium yang masih terawat baik. “Para peneliti berpikir kios itu mungkin pernah menyajikan makanan panas,” tulis Katherine Hignett dalam Newsweek, Jumat (29/3). Terletak di persimpangan Vicolo delle Nozze d'Argento dan Vicolo dei Balconi, kios itu ditemukan selama penggalian di bagian Regio V di situs arkeologi. Telah ada sekira 80 termopolium yang ditemukan di Pompeii.

  • Hegemoni Makanan Cepat Saji

    CITRA Iqliyah Darojah, mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, doyan makanan cepat saji (fast food). Ketika berkunjung ke Berlin, Jerman, dia penasaran menjajal menu cepat saji di sana. “Di KFC Berlin nggak ada menu paket nasi, gantinya kentang,” ujarnya. Selain itu, dia tak mendapatkan saus sambal seperti di Indonesia. Hanya ada saus tomat. Itu pun harus membayar ekstra per tetesnya. “Untung di tasku ada kecap pedas sachet-an. Selamet deh.” Bisnis waralaba gerai siap saji impor memang menjamur di Indonesia. Demi dilirik konsumen, mereka tak segan mengakomodasi kebiasaan makan orang Indonesia. Kentucky Fried Chicken (KFC), misalnya, menyediakan nasi dan menu pilihan semacam perkedel atau minuman teh. Hal yang sama dilakukan McDonald’s, yang menjual ayam goreng dan nasi.

  • McDonald’s Sarinah Akhirnya Punah

    HARI-hari belakangan ini media sosial diramaikan oleh berita tentang gerai McDonald’s (McD) di Gedung Sarinah, Jakarta. Gerai pertama McD di Indonesia itu tutup mulai 10 Mei 2020. Jutaan warga internet menanggapi penutupan ini sehingga membuatnya jadi salah satu trending topic di twitter. Mereka mengangkat kisah nostalgia, sentimental, dan kenangan personalnya dengan restoran waralaba ini. Sebagai gerai McD pertama di Indonesia, McD Sarinah memiliki cerita cukup menarik dan berliku. McD Sarinah kali pertama dibuka pada 1991. Ia sempat berganti nama menjadi Tony Jacks karena konflik internal pemilik pada 2009. Tapi nama ini hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, restoran ini kembali bernama McD.

  • Ironi Pendiri McDonald’s dalam The Founder

    SAMBIL menggendong mixer atau pengaduk otomatis milkshake nan berat, Ray Kroc (diperankan Michael Keaton) berusaha “menjahit” kata-katanya demi meyakinkan seorang pemilik restoran drive-in agar mau membeli alat dagangannya itu. Semua jurus bujuk rayunya sebagai salesman senior pun dikerahkannya. Sial, mixer bermerk White Castle-nya itu tak jua laku. Silat lidah Kroc menjajakan mixer itu mentah oleh beberapa pemilik restoran di Negara Bagian Illnois. Di medio 1951 itu, alat yang dijajakan Kroc belum familiar digunakan restoran-restoran drive-in. Alhasil Kroc selalu pulang dengan langkah gontai dan pikiran kusut. Namun, suatu hari, Kroc mendapat telepon dari Richard ‘Dick’ McDonald (Nick Offerman), pengusaha restoran cepat saji di San Bernardino, California. Di ujung telepon, Dick memesan enam mixer sekaligus minta diantarkan langsung ke tempatnya. Kroc sempat ragu, namun akhirnya ia pun mencoba peruntungannya membawa sendiri alat-alat itu. Tak disangka, perjalanan darat sejauh hampir dua ribu mil melewati lima negara bagian itu bakal mengubah masa depannya.

  • Ganefo dan Mimpi Besar Sukarno

    DENGAN antusias, sedari pagi publik Jakarta berbondong-bondong datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Mereka melalui Jalan Sudirman yang berhiaskan ratusan umbul-umbul dan bendera merah putih. Kendaraan berjejalan. Lautan manusia tak terhindarkan. Maklum, tiket masuknya gratis. Pukul tiga sore, stadion sudah dipenuhi 100.000 penonton. Di luar gerbang tak kalah ramai. Satu jam kemudian, Presiden Sukarno tiba menggunakan helikopter. Dimulailah rangkaian acara pembukaan pesta olahraga akbar The Games of the New Emerging Forces (Ganefo). Satu per satu kontingen tiap negara berparade, defile, sambil disambut riuh penonton. Lalu seorang atlet Indonesia, Harun Al-Rasjid, berlari membawa obor untuk menyalakan tungku api Ganefo. Api berkobar dibarengi pengerekkan bendera dan nyanyian himne Ganefo. Acara seremonial yang tidak asing namun bermakna besar bagi para peserta. Sukarno naik ke podium. Suasana tiba-tiba hening. Dengan satu kalimat singkat dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Prancis, ia menyatakan, “dengan ini, Ganefo I saya buka.”

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page