top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Pengkhianatan VOC Terhadap Joncker

    SUKSES di ranah Minang, menjadikan nama Kapiten Sangaji alias Joncker populer di kalangan elite VOC. Sebagai bentuk penghormatan,pada 1 Januari 1665, Maskapai Perdagangan Hindia Timur itu mendapuk Sangadji menjadi kepala orang-orang Ambon di Batavia. Pamor Si Kapiten Maluku semakin mencorong. Seiring dengan ketenaran itu, “order” dari VOC pun membludak. Sangaji dan pasukannya kerap diberangkatkan ke berbagai palagan di belahan Nusantara seperti di Jambi, Palembang, Jawa Timur dan Banten. Salah satu operasi militer yang menjadikan bintang Sangadji semakin kinclong adalah saat ia berhasil memadamkan sekaligus menangkap Trunojoyo, seorang Madura yang melakukan pemberontakan besar terhadap kekuasaan Sultan Amangkurat II yang didukung oleh VOC.

  • Kapiten VOC Bernama Joncker

    DI kawasan Marunda, Jakarta Utara ada satu sudut tempat bernama Pejongkeran. Saat ini tempat tersebut dikenal sebagai Pelabuhan Alfa, tempat bongkar muat peti kemas dari kapal-kapal besar. Tak banyak orang tahu jika istilah “pejongkeran” berasal dari nama seorang “jagoan” bernama Kapiten Joncker, yang juga makamnya ada di kawasan itu. Siapa dia? Dalam catatan sejarah versi Belanda, nama Joncker (atau Jonker) memang ada disebutkan. Menurut sejarawan Belanda terkemuka yakni F. De Haan, nama itu memang tertulis dalam sebuah akte VOC bertahun 1664 sebagai Joncker Jouwa de Manipa. “Nama Manipa bisa jadi mengacu kepada tempat dia berasal yakni Pulai Manipa di Seram Barat, Maluku,” tulis De Haan dalam Oud Batavia.

  • Rumah-Rumah Bikinan VOC

    ORANG-orang Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) merebut Jaccatra pada 1619. Mereka mendirikan kota pelabuhan baru bernama Batavia di atas puing-puing Jaccatra. Batavia kota berbenteng, mirip dengan tipologi kota-kota di Eropa. Di dalam benteng, orang-orang VOC mendirikan aneka bangunan: kantor dagang atau pemerintahan, gudang penyimpanan, dan rumah. Kebanyakan bangunan tersebut mengambil model dari Negeri Belanda dan contoh-contoh bangunan peninggalan Portugis, rival VOC di Asia. “Pada zaman ini tipologi bangunan empat musim ditransplantasikan (atau diterapkan dengan paksa) di kawasan tropis yang memiliki temperatur tinggi, kelembapan tinggi, curah hujan tinggi, dan terpaan terik matahari jauh lebih lama,” catat Johannes Widodo dalam “Arsitektur Indonesia Modern: Transplantasi, Adaptasi, Akomodasi, dan Hibridisasi” termuat di Masa Lalu dalam Masa Kini Arsitektur Indonesia.

  • 25 Februari 1605: Portugis Menyerah Kepada VOC

    SETELAH bercokol selama kurang lebih seabad, pada 25 Februari 1605, Portugis dipaksa hengkang dari Maluku. Masa kuasa Portugis di kepulauan rempah-rempah itu berakhir setelah ditikung oleh kompeni dagang Belanda (VOC). Salah satu syarat waktu garnisun Portugis menyerah ialah bahwa ada jaminan kebebasan beragama. “Setelah beberapa bulan, perjanjian itu hanyalah huruf mati bagi orang Belanda,” tulis Antonio Pinto da Franca dalam Pengaruh Portugis di Indonesia. Kedatangan bangsa Portugis ke Maluku telah dimulai sejak 1512. Usai menaklukkan bandar perdagangan Malaka pada 1511, Alfonso de Albaquerque mengirimkan satu tim ekspedisi menuju pusat produksi rempah-rempah. Tibanya armada Portugis yang dipimpin Francisco Serrao di Ambon sekembalinya membeli pala di Hitu, menarik perhatian Sultan Ternate, Abu Lais. Abu Lais menawarkan Portugis untuk mendirikan benteng di Ternate. Sebagai imbalannya, cengkeh yang dihasilkan Ternate akan dijual hanya kepada Portugis. Portugis bersedia dan menyepakati pembelian cengkeh dengan harga tinggi.

  • Pengabdi VOC dari Ternate

    ABAD 17 merupakan era dominasi Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) di wilayah Ternate. Situasi tersebut terselenggara berkat dukungan militer dan finansial VOC kepada kesultanan itu sehingga mereka merasa percaya diri untuk berhadapan dengan pesaingnya, Kesultanan Tidore. Adalah Sultan Mandar (1675-1690) yang dapat berkuasa berkat intervensi VOC. Kendati dia dinilai bukan pemimpin yang populer dan memiliki karakter yang buruk, namun “pengabdiannya” kepada majikan Belandanya dikenal sangat maksimal. “Untuk membuktikan pengabdiannya, Sultan Mandar memberi kedua puteranya sesuai nama kota di Belanda: Amsterdam dan Rotterdam,” tulis M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2008.

  • Sepuluh Fakta Tentang VOC yang Belum Banyak Diketahui Orang

    Pada 20 Maret 1602 enam perusahaan dagang menggabungkan diri, membentuk Verenigde Oostindie Compagnie (VOC). Tujuan utama penggabungan itu adalah memperkuat armada dagang Belanda menghadapi pesaingnya, Spanyol dan Portugis. Keduanya dianggap merintangi jalan Belanda menguasai jalur perdagangan, khususnya ke kepulauan rempah-rempah di Nusantara. Banyak hal yang belum diketahui publik mengenai bagaimana sebenarnya VOC bekerja dan menjalankan kegiatannya. Perusahaan dagang simbol kolonialisme dan imperialisme itu akhirnya mengalami kebangkrutan pada 1799 akibat korupsi yang kronis. Berikut 10 fakta sejarah di balik VOC yang jarang orang ketahui.

  • Soeyono Apes Setelah Kudatuli

    KABAR duka datang dari Letnan Jenderal TNI (Purn.) Soeyono Soetikno. Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI itu meninggal dunia pada hari Rabu, 31 Januari 2024 pukul 02.38 WIB di RS Eka Cibubur. Nama pria kelahiran Malang, 13 Maret 1943 itu mulai mencuat setelah peristiwa penyerengan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta, yang dikenal sebagai Kudatuli. Seumur-umur dalam hidupnya, 26 Juli 1996 adalah hari tersial dalam hidupnya. Hari itu, Letjen TNI Soeyono sedang berada di Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara. Dia ikut serta dalam perjalanan lintas Sulawesi bersama rombongan motor besar. Soeyono menunggang Harley Davidson kesayangannya. Namun, nahas menghampirinya.

  • 20 Maret 1602: VOC Didirikan

    PADA 20 Maret 1602, enam perusahaan dagang Belanda menggabungkan diri membentuk Verenigde Oostindie Compagnie (VOC atau Kongsi Dagang Hindia Timur). Penggabungan ini mengakhiri persaingan di antara perusahaan-perusahaan dagang Belanda. Juga membuat Belanda lebih siap menghadapi pesaingnya, Inggris, Portugis, dan Spanyol. VOC dipimpin suatu dewan pengelola atau majelis para pengurus yang terdiri dari 17 utusan dari enam kamar dagang yang sudah dilebur dalam VOC. Ketujuhbelas pemimpin itu dikenal dengan sebutan Heeren XVII (Heeren Zeventien) atau Dewan Tujuh Belas. Sementara itu untuk level manajerial ada 60 direktur yang terdiri dari 20 orang wakil dari Amsterdam, 12 wakil Zeeland dan tujuh wakil untuk empat kamar dagang kecil lainnya.

  • Gas Air Mata Awalnya untuk Perang

    DEMONSTRASI mahasiswa di depan Gedung DPR RI pecah Selasa, 24 September 2019 sore. Mahasiswa menuntut dibatalkannya RUU KUHP yang dinilai mengancam demokrasi. Selain itu demonstran juga menuntut DPR agar membatalkan RUU KPK serta mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Massa yang telah memenuhi jalan tol dalam kota disemprot dengan meriam air oleh aparat dari arah gerbang DPR. Karena tak kunjung mundur, aparat mulai menembakkan gas air mata. Sontak massa mundur ke berbagai arah. Menurut laporan kompas.com, sejumlah mahasiswa sesak napas dan pingsan karena gas air mata. Hingga malam hari, gas air mata masih terus digunakan aparat untuk membubarkan massa yang masih berada di sekitar lokasi hingga Stasiun Palmerah.

  • Jabir Ibnu Hayyan, Alkemis Penemu Air Keras

    KASUS penyiraman air keras kepada Novel Baswedan kembali ramai diperbincangkan setelah tuntutan ringan diberikan kepada dua terdakwa. Jaksa penuntut umum beralasan, tuntutan satu tahun penjara diberikan karena pelaku tidak sengaja menyiram air keras ke wajah dan melukai bola mata Novel Baswedan. Air keras merupakan larutan asam kuat yang jika mengenai kulit akan menimbulkan efek panas, nyeri hebat, hingga luka bakar. Larutan asam kuat yang termasuk dalam golongan air keras, antara lain asam sulfat, asam klorida, asam fosfat, dan asam nitrat. Beberapa cairan asam tersebut ditemukan antara abad ke-8 dan 9 oleh seorang alkemis bernama Jabir Ibnu Hayyan. Jabir kemudian mengembangkan cairan asam untuk melarutkan emas dan kegunaan lainnya.

  • Melihat Sajian Kuliner Firaun

    Berikut ini makanan yang tersaji di meja makan Firaun dan masyarakat Mesir Kuno.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page