top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • MMC vs DI/TII

    MERAPI Merbabu adalah dua gunung penting di Keresidenan Kedu, Jawa Tengah. Di kawasan pegunungan itulah gerombolan-gerombolan bersenjata bergerilya pada 1950-an, meski masa gerilya melawan tentara Belanda sudah selesai. Sejatinya terdapat pejuang yang dulu ikut melawan tentara Belanda dalam gerombolan itu. Gerombolan yang kerap merampoki desa-desa di sekitar Pegunungan Merapi-Merbabu itu lalu dikenal sebagai Merapi Merbabu Complex (MMC).

  • Mimpi-mimpi Swasembada Sapi

    OKTOBER 1966, kapal muat Waibalong yang mengangkut 800 sapi asal Indonesia tiba di Hong Kong. Sapi-sapi milik Persatuan Pedagang Hewan Nasional Indonesia itu adalah gelombang pertama ekspor Indonesia di awal Orde Baru. Jumlahnya memang tidak banyak, namun terus meningkat dari waktu ke waktu. Tercatat sejak itu sampai 1978, Indonesia sanggup menjadi eksportir sapi potong ke beberapa negara seperti Hong Kong dan Singapura.

  • Menyusuri Peradaban Venesia

    “APABILA kucari kata lain untuk ‘musik’,” sabda filsuf Jerman Friedrich Nietzsche, “tak pernah kutemukan kata lain kecuali ‘Venesia’.” Tokoh yang mendeklarasikan kematian Tuhan dalam “Also Sprach Zarathustra” itu takjub tak berkesudahan pada kecantikan tak terbandingkan dari kota di timur laut Italia itu.

  • Mengenang Batik Kenangan

    KAIN batik itu berbentuk persegi dan berukuran setengah meter. Motifnya unik. Gambar pesawar temput. Pasukan penerjun payung. Juga peta Jawa dan Sumatra. Tergores keterangan “Djogja 19-12-1948”, yang merupakan tanggal pendaratan pasukan bernama Parachutisten Compagnie (kompi penerjun) di Jawa.

  • Kontroversi Aborsi

    MENGANDUNG anak jadi pengalaman yang menyenangkan bagi Didi Nurida. Manajer pusat kecantikan di Surabaya ini sangat bersemangat kala berbicara soal itu. Didi hamil beberapa kali. Tapi hanya sekali yang berbuah anak. “Saya melahirkan anak pada 1985,” ujarnya. “Usai kelahiran itu, saya ke dukun beranak. Minta walik dadah. Jadi perut saya dipijat. Tujuannya mencegah kehamilan.”

  • Empat Sekawan dalam Penggranatan

    TIDAK butuh waktu lama buat Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya (KMKBDR) untuk menciduk para pelaku Peristiwa Cikini pada 30 November 1957. Presiden Sukarno selamat dari percobaan pertama pembunuhan itu, namun sepuluh orang tewas dan lebih dari seratus orang luka-luka. Tiga hari berselang dari kejadian, Komandan KMKBDR Mayor Dachyar melaporkan bahwa para pelaku yang berasal dari Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah dalam penahanan dan siap diadili. Siapa mereka sebenarnya?

  • Einstein Genius Pengubah Dunia

    SEORANG pemeriksa di sebuah kantor paten di Bern, Swiss, mengirimkan surat kepada kawannya. Dia memberitahu bahwa empat makalah baru yang dijanjikannya sudah selesai. Entah kenapa, dia tak mengabarkan akan membuat makalah kelima pada tahun itu juga. Mungkin makalah kelima, yang merupakan tambahan singkat atas makalah keempatnya tentang elektrodinamika benda bergerak, kurang penting. Padahal, “dari makalah itu muncullah rumus paling terkenal di antara semua rumus fisika: E = mc2,” tulis Walter Isaacson, penulis buku ini.

  • Dari Partai, Oleh Partai, Untuk Siapa?

    DALAM urusan pegang rahasia, Rowan Callick, penulis buku Party Time: Who Runs China and How, menyamakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dengan Freemasons. “Partai memegang rahasia serapat mungkin, sebagaimana yang dilakukan oleh Freemasons,” tulisnya. Rowan Callick pernah tinggal di Tiongkok dan bekerja sebagai koresponden Australian.

  • Cermin Retak Petak Sinkian

    PEPOHONAN. Semilir angin. Kicauan burung. Seperti oasis di tengah gurun, lapangan sepakbola Petak Sinkian di kelurahan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, memberi ketenangan di tengah kebisingan, kesegaran di tengah kepenatan, dan kenangan di tengah kekinian yang carut-marut.

  • Bersiasat di Zaman Normal

    SABTU pagi, 7 Januari 1978. Setelah berkumpul di Universitas Katolik Atmajaya, dengan menumpang empat metromini, sekitar 100 mahasiswa dari perwakilan sejumlah Dewan Mahasiswa bergerak ke Gedung DPR/MPR di Senayan. Setiba di sana, tentara Kodam V Jaya, lengkap dengan pasukan anti huru-hara, mengadang.

  • Juragan Tembakau dari Parakan

    MULUT Jalan Jumadi (dulu bernama Jalan Sebokarang) seakan membuka halaman dari buku tua. Dinding-dindingnya penuh mural. Sekitar seratus meter ke dalam, sebuah rumah tua berdiri kokoh dan menyimpan kisah kejayaan keluarga terpandang di Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kemegahan masa lalunya masih terlihat jelas pada pelataran luas berlantai lempengan batu kali yang kokoh. Untuk mencapai beranda, terdapat tiga anak tangga. Beranda itu memiliki langit-langit tinggi. Struktur kuda-kudanya berwarna cokelat manggis tampak megah dan kokoh. Penghuni rumah ini bisa dikenali dari aksen huruf di gerbang besi yang bertuliskan: “SKI”, singkatan dari Siek Kiem Ing. Siek Kiem Ing adalah salah satu juragan tembakau terkemuka di Jawa. Bersama saudara-saudaranya, yang juga memiliki rumah megah tak jauh dari situ, ia membangun dan meneguhkan kejayaan keluarga Siek dalam bidang perdagangan, khususnya tembakau. Kesuksesan itu kemudian dilanjutkan oleh keturunan mereka.

  • Melawan Belanda dengan Berenang di Kolam Renang Manggarai

    MELAWAN Belanda bisa tanpa senjata. Itulah yang dilakukan Mangombar Ferdinand Siregar, tokoh olahraga Indonesia, yang sejak kecil suka olahraga renang. Sepulang sekolah, ia dan teman-temannya dari kawasan Menteng Pulo biasa “balap renang” di kali Banjir Kanal atau Kali Keroncong, Manggarai, Jakarta.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page