Hasil pencarian
Cari di situs ini
10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Tio Tek Hong, Perintis Rekaman di Hindia Belanda
HARI Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret, diambil dari tanggal lahir Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya. Orang yang berjasa dalam merekam lagu kebangsaan itu adalah Tio Tek Hong. Pengusaha kelahiran Pasar Baru, Batavia, 7 Januari 1877 itu merupakan pengusaha yang dikenal sebagai perintis bisnis rekaman musik di Hindia Belanda.
- Uprising Memotret Kemelut Budak yang Menolak Tunduk
HAMPIR semua warga dari berbagai lapisan kelas di Hanseong (kini Seoul), ibukota Dinasti Joseon, terhenyak ketika suatu hari pada 1589 menyaksikan kepala-kepala yang terpenggal dan digantung di depan halaman Istana Gyeongbokgung. Tak terkecuali Cheon Yeong (diperankan Gang Dong-won), seorang nobi (budak) yang bekerja di bawah keluarga pejabat militer Yi Geuk-jo (Hong Seo-jun) dari kalangan yangban atau bangsawan.
- Presiden Bayangan Amerika Serikat
AMERIKA SERIKAT menggelar pemilihan presiden Selasa (5/11/2024) lalu. Berdasarkan hasil hitung cepat yang muncul di sejumlah media setelah pemungutan suara berlangsung, kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, berhasil mengungguli lawan-lawannya, salah satunya Kamala Harris yang maju dalam kontestasi pilpres Amerika di bawah sokongan Partai Demokrat. Berdasarkan hasil hitung cepat, Trump yang pernah menjabat sebagai presiden Amerika Serikat pada 2016-2020 sukses meraup lebih dari 70 juta suara populer vote dan 295 suara elektoral. Sementara Harris yang kini tengah menjabat sebagai wakil presiden Amerika Serikat mendampingi Joe Bidden, berada di posisi kedua dengan perolehan 226 suara elektoral dan meraup sekitar 69 juta popular vote.
- Jalan Sunyi Asvi Warman Adam Meluruskan Sejarah
SUDAH lebih dari empat dekade Prof. Asvi Warman Adam menggeluti riset sejarah. Karya-karyanya sering jadi rujukan, terutama jika sudah menyoal isu kontroversial Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Seiring masa purna baktinya di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asvi terus mengadvokasi pelurusan isu-isu Tionghoa dalam sejarah Indonesia.
- Menyibak Warisan Pangeran Diponegoro di Pameran Repatriasi
PANGERAN Diponegoro menjadi protagonis utama dalam Perang Jawa (1825-1830). Perang yang merepotkan dan menguras kas Belanda itu memiliki kompleksitas tersendiri karena menurut sejarawan Peter Carey dalam Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855, Pangeran Diponegoro menganggap dirinya tidak hanya seorang raja untuk masa tertentu tapi juga pemimpin rohani bagi raja-raja Jawa yang mempunyai banyak persamaan dengan peran para wali sejak abad ke-15.
- Susu Indonesia Kembali ke Zaman Penjajahan
DUKA sedang menyelimuti para peternak susu Indonesia. Sebab, pemerintah baru membatasi kuota produksi susu lokal masuk pabrik. Padahal, pemerintah katanya hendak membagi-bagikan susu gratis ke anak sekolah. Alhasil, puluhan ribu peternak sapi susu di Boyolali protes dengan mandi susu. Selain itu, ada pula peternak sapi susu yang ditagih pajak tak wajar hingga Rp671 juta.
- Dulu Tentara Kudeta di Medan
KOMANDO Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan yang membawahi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau sedang jadi berita. Sekelompok tentaranya pada 8 November 2024 mengganggu keselamatan warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang dengan menyerang desa tersebut. Akibatnya, tetua desa bernama Raden Barus kehilangan nyawa dan belasan warga lainnya terluka.
- Memburu Kapal Hantu
DI masa-masa awal Perang Dunia II, Inggris dihadapkan pada sebuah teka-teki yang berkaitan dengan nasib sejumlah pelautnya yang hilang secara misterius di lautan. Beberapa orang menganggap para pelaut itu tewas bersamaan dengan karamnya kapal yang mereka tumpangi. Namun, tak sedikit juga yang curiga bahwa awak kapal tersebut telah ditawan oleh Jerman.
- Protes Sukarno Soal Kemelut Surabaya Diabaikan Presiden Amerika
KENDATI pertempuran yang memakan korban ribuan jiwa terjadinya di Surabaya, bayangan penderitaan rakyat sangat memengaruhi nurani Presiden Sukarno di Jakarta. Setelah kawat-kawat protesnya terhadap para pemimpin Sekutu bertepuk sebelah tangan, Sukarno meluapkan amarahnya melalui corong-corong pers pada 12 November 1945 atau dua hari sejak Surabaya dibombardir Inggris.
- Sejarah Gereja dan Seni Kristiani
SETELAH pemerintah Belanda menggantikan VOC yang hancur, Raja William I menyatukan berbagai denominasi di Hindia menjadi satu organisasi bernama Indisch Kerk atau Gereja Protestan Hindia Belanda. Pada 1835, jemaat Indisch Kerk mulai membangun sebuah gereja yang kini berada di depan stasiun Gambir, Jakarta. Pembangunan rampung pada 1839 dan ditasbihkan dengan nama Willemskerk (Gereja William) sebelum diganti namanya jadi Immanuelkerk (Gereja Immanuel).
- Merekatkan Sejarah Lakban
VESTA Oral Stoudt merupakan satu di antara jutaan wanita Amerika Serikat yang berkontribusi pada upaya perang dengan bekerja di industri pertahanan atau pabrik komersial untuk menggantikan para pria yang sedang berperang. Meningkatnya semangat patriotisme penduduk Negeri Paman Sam seiring dengan masuknya Amerika ke dalam pusaran Perang Dunia II membuat para pria di negara itu berbondong-bondong mendaftarkan diri ke dinas militer untuk menjadi prajurit, dua di antaranya adalah putra Stoudt yang bertugas di angkatan laut.
- Letnan Rachmatsyah Rais Gugur Saat Merebut Tank Belanda
DI Kota Medan, sejumlah nama pejuang dijadikan nama jalan. Jl. Sisingamangaraja, misalnya, menjadi salah satu jalan protokol di mana terletak Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan. Berdekatan dengan Jl. Sisingamangaraja, ada Jl. Rachmadsyah yang menghubungakan Jl. Sisingamangaraja dengan Jl. Ismaliyah. Warga Medan pada umumnya lebih mengetahui sosok Sisingamangaraja yang telah menjadi pahlawan nasional ketimbang Rahmadsyah.





















