Hasil pencarian
Cari di situs ini
10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Memori Kebon Kacang
RUMAH tua itu lengang. Di depannya, dekat sebuah warung rokok yang bersandar pada pagarnya, empat pemuda asyik bercengkerama; suara klaskon dan deru kendaraan yang tersendat saling bersahutan. Semburat cahaya langit nan jingga menerpanya, seperti usianya yang menginjak senja.
- Ketika Demam Roket Mewabah
PAKANEWON Sanden, Bantul, 24 Agustus 1963. Tak seperti biasanya, pantai selatan Yogyakarta ini dipadati pengunjung. Mereka bukan hendak berjemur, berenang, atau menikmati panorama pantai yang indah tapi bersiap menjadi saksi sejarah: peluncuran roket untuk kali pertama di Indonesia.
- Bagi-bagi Susu Gratis di Masa Lalu
SUSU hingga kini masih dianggap komoditas mewah. Maka wajar bila program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto sejak 6 Januari 2025 akhirnya tak lagi dilengkapi susu. Meski susu jadi bagian dari janji dalam kampanye, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengungkapkan susu tak wajib masuk dalam menu MBG karena pasokan susu belum merata di berbagai daerah. Pun Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, juga mengungkapkan alasan bahwa tidak adanya susu agar program MBG tak memicu meroketnya impor susu.
- Ragam Versi Kemunculan California Roll Sushi
PARA pencinta sushi tentu tak asing dengan California roll, salah satu menu sushi paling populer. Berbeda dengan sushi autentik yang berupa nasi cuka kepal yang disajikan dengan ikan maupun hasil laut lain dalam keadaan mentah; California roll berisi nasi, mentimun, daging kepiting (umumnya kepiting imitasi), alpukat, dan nori, dan termasuk dalam kategori sushi fusion.
- Goyang Lidah dengan Sejarah Carbonara
SEBUTIR telur, lada hitam, dan keju pecorino romano sudah disiapkan di atas meja. Berbatang-batang spaghetti kering juga dimasukkan ke dalam panci air mendidih, lalu di tungku kompor sebelahnya, Jamie Oliver memasukkan guanciale (daging pipi babi) ke dalam wajan. Yang kemudian membuat heboh warganet adalah, chef selebriti itu memasukkan satu bahan baku lain yang dianggap “haram” ada di hidangan carbonara buatannya itu: satu siung bawang putih.
- Demi Timor Timur, Uang Palsu Dimainkan
BANYAK orang mendadak heboh karena adanya kasus uang palsu yang dicetak di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar. Tak hanya produk uang palsunya yang amat mirip dengan uang asli sehingga kabarnya bisa beredar lewat mesin ATM, proses pembuatannya pun di luar kebiasaan. Produksi uang palsu tersebut dilakukan di sebuah institusi pendidikan dan sudah dilakukan dalam waktu tidak sebentar. Akibatnya, 17 orang ditetapkan menjadi tersangka dan proses pengadilannya masih berjalan hingga sekarang.
- Jejak Soemantri Brodjonegoro Diteruskan Anaknya
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementeriannya. Aksi itu diduga dipicu oleh sikap sang menteri yang dinilai kasar dan arogan. Satryo disebut suka pecat pegawai semena-mena hingga menggampar pekerja di rumah dinas. Beredar pula isu rencana mutasi besar-besaran oleh Menteri Satryo di kementeriannya dalam rangka penghematan anggaran negara. Namun belakangan, Satryo membantah tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
- Tujuh Petenis yang Berseragam Pasukan Zionis
KETENANGAN dan konsentrasi Lina Gushko pecah berantakan di tengah pertandingan penting petenis putri Israel itu saat melawan Naomi Osaka asal Jepang. Teriakan-teriakan anti-zionisme Israel yang bergema. Chant-chant seperti “Palestina Merdeka”, “Israel negara teroris”, dan “pembunuh bayi” terdengar cukup lantang berkat pengeras suara, membuatnya kalah straight-set, 4-6 dan 4-6.
- Jago Tempur Brimob di Awal Kemerdekaan
MESKIPUN hanya lulusan SMP, mantan guru bernama Imam Bachri memanfaatkan betul peluang yang ada di masa pendudukan Jepang dengan masuk ke sekolah polisi di Surabaya. Ketika lulus dari sekolah polisi itu pada 1945, pria kelahiran Mojokerto, 17 Februari 1921 itu dapat pangkat junsa-bucho yang setara sersan. Setelah Indonesia merdeka, Imam ikut Republik Indonesia sebagai bagian dari Polisi Istimewa. Pangkatnya naik menjadi Pembantu Inspektur Polisi kelas dua (kini setara Ajun Inspektur Polisi Dua/Aipda). Mula-mula, Imam ditugaskan di Surabaya di bawah Inspektur Moehammad Jasin. Di sana dia bersama Pembantu Inspektur lain seperti Mudjoko dan Soetjipto Danoekoesoemo. Ketika Inspektur Jasin menjadi kepala Polisi Istimewa Keresidenan Surabaya, Sotjipto menjadi kepala Polisi Istimewa Surabaya. Imam sendiri pada Oktober-November 1945 menjadi salah satu komandan satuan Polisi Istimewa di Surabaya.
- Mengabadikan Kenangan Lewat Foto Kematian
TAK ada yang lebih dirindukan daripada sesuatu yang tidak bisa lagi dimiliki, dan tidak ada kehilangan yang lebih terasa daripada yang disebabkan oleh kematian. Berkabung merupakan cara lazim mengekspresikan rasa kehilangan atas kematian orang yang dikasihi. Bagi mereka yang ditinggalkan, kematian pasangan, anggota keluarga atau teman dekat terasa lebih menyesakkan karena menciptakan kekosongan di tengah upaya melanjutkan hidup dan berusaha mengisinya dengan kenangan. Dalam kondisi seperti ini, foto adalah representasi dari apa yang tidak ada.
- Guru Ijai Ingin Kita Masuk Surga
DUA dekade silam, Ainur Rokhimah alias Inul Daratista mulai naik daun di pentas dangdut nasional berkat goyang “Ngebor”-nya. Selain langsung, goyangannya dapat dinikmati lewat VCD karena Youtube belum ada. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan serta Rhoma Irama dan musisi lain mengecamnya, Inul jadi lebih terkenal lagi. Ketika pentas di Kalimantan, Inul malah diundang untuk datang ke seorang kiai kharismatis di sana.
- Kisah Tukang Pos di Balik Kemunculan Alpukat Hass yang Mendunia
RUDOLPH Hass, seorang tukang pos, bersama istrinya, Elizabeth, tinggal di kawasan Wisconsin. Setelah dua tahun tinggal di sana, pasangan ini membeli rumah yang dikembangkan oleh Edwin G. Hart, seorang pengembang real estate yang memiliki ketertarikan besar terhadap buah alpukat. Ketika tiba di kediaman barunya di 426 West Street, La Habra Heights, California, pasangan Hass menemukan taman rumahnya telah ditumbuhi pohon alpukat.





















