Hasil pencarian
Cari di situs ini
10069 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Tato dari Petrus Hingga Angelina Jolie
PADA masa Orde Baru, sebuah stigma tak mengenakkan diberikan kepada orang-orang bertato. Barangsiapa punya rajahan ditubuhnya dicap sebagai preman atau gali yang mengancam keamanan. Saat itu, awal 1980-an, kejahatan memang merajalela di mana-mana. Pemerintah kemudian mengambil tindakan kejam dengan menggunakan tangan para Petrus (penembak misterius) untuk menembak mati orang-orang yang dianggap atau dicurigai sebagai pengacau keamanan tanpa melalui prosedur hukum.
- Hindia Belanda dalam Kacamata Sastra
PEMBAHASAN tentang Hindia Belanda seringkali dikaitkan dengan sejarah kolonialisme Belanda di Nusantara. Sebutan ini juga digunakan untuk merujuk pada kehidupan masyarakat Indonesia di masa pra-kemerdekaan. Dalam kacamata politik maupun militer, Hindia Belanda menjadi bukti bagaimana sebuah negara mengatur dan mengeksploitasi bangsa lain. Di sisi lain, Hindia Belanda menjadi melting pot, tempat perpaduan berbagai budaya yang membentuk identitas baru. Hal ini terlihat dalam sastra Hindia Belanda yang tumbuh sejak abad ke-19.
- Giuseppe Garibaldi Menjelajah Segara
SETELAH belum lama ini mendatangkan kapal fregat terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-302 (6.270 ton), Indonesia berencana kembali memboyong kapal perang demi memperkuat kekuatan maritimnya. Tak tanggung-tanggung, yang sudah masuk keranjang belanja adalah kapal induk Giuseppe Garibaldi (14.000 ton) dari Italia. Meskipun kapal induknya bekas, tetap saja rencana itu bisa bikin heboh se-kawasan. Pasalnya, pada 1960-an negara-negara tetangga sempai ‘parno’ karena ALRI (kini TNI AL) punya kapal perang terbesar di belahan bumi selatan, KRI Irian-201 (16.640 ton), yang merupakan kapal penjelajah bekas dari Uni Soviet. Di sela menyambut kedatangan KRI Brawijaya –yang juga dibeli dari Italia– di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 September 2025 silam, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali silam menyatakan rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi masih dalam tahap pembicaraan dengan pihak pabrikan Fincantieri yang juga memproduksi KRI Brawijaya. Hingga saat ini belum diungkapkan berapa harga banderolnya, namun Kementerian Bappenas disebutkan sudah menyetujui pinjaman luar negeri hingga 450 juta dolar Amerika (setara Rp7,5 triliun).
- Dhalia dan Orang-orang Baru dari Banten
SEBAGIAN besar orang tentu sudah tidak asing dengan novel Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Sekali Peristiwa di Banten Selatan. Novel yang diterbitkan oleh Jawatan Penempatan Tenaga Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga pada 1958 itu merupakan hasil reportase dan wawancara singkat Pramoedya ketika mengunjungi wilayah Banten Selatan yang subur tetapi miskin di tahun 1957.
- John Mulholland, Pesulap Pertama CIA
PADA 29 Juni 1953, John Mulholland menulis surat pemberitahuan kepada para pelanggan majalah Sphinx, majalah sulap tertua dan paling bergengsi di Amerika Serikat. Isinya singkat: per 1 Juni 1953 majalah Sphinx akan ditutup, dengan alasan kesehatan dirinya.
- Ritual Seksualitas dalam Tradisi di Indonesia
SEKSUALITAS menjadi bagian dari setiap fase kehidupan manusia. Di sejumlah daerah di Indonesia, ada proses inisiasi bagi remaja lelaki maupun perempuan sebelum memasuki jenjang perkawinan. Ini menjadi bagian dari proses pendewasaan diri, yang punya makna religi atau berkaitan dengan dunia gaib.
- Sel, Etik, dan Sains dalam Kasus Henrietta Lacks
MARY Kubicek, teknisi laboratorium Rumah Sakit John Hopkins pada 1951, tak pernah melihat jenazah dari dekat hingga ia mendapat tugas membantu seorang dokter melakukan otopsi. Untuk mengatasi kegelisahannya, Mary menghindari tatapan mata kosong jenazah perempuan di hadapannya dan mengalihkan pandangan ke organ tubuh lain. Pandangannya terantuk pada kuku jari kaki perempuan dengan cat kuku merah menyala. “Ketika saya melihat kuku jari kakinya, saya hampir pingsan. Saya berpikir, Oh jeez, ia adalah seseorang. Saya mulai membayangkan ia berada di kamar mandi memoles kukunya. Untuk kali pertama saya tersentak bahwa sel-sel yang selama ini kami kerjakan dan kirim ke berbagai tempat berasal dari seorang perempuan hidup. Tak pernah saya berpikir seperti itu sebelumnya,” tutur Mary kepada jurnalis Rebecca Skloot dalam buku The Immortal Life of Henrietta Lacks. Henrietta Lacks adalah seorang perempuan Amerika keturunan Afrika yang meninggal dunia akibat tumor leher rahim pada 4 Oktober 1951. Beberapa bulan sebelumnya, Henrietta menjalani operasi untuk menjinakkan tumor di rumah sakit yang sama. Tanpa meminta izin Henrietta, dokter yang mengoperasinya mengambil sampel jaringan sel tumor dan bagian rahimnya yang sehat. Kedua sampel segera dikirim kepada dr. George Gey, kepala laboratorium penelitian kultur jaringan. Dr. Gey, supervisor Mary, tengah melakukan ujicoba menumbuhkan kultur sel tubuh manusia untuk medium penelitian.
- Mengayuh Sejarah Becak
SEJARAH tak pernah bisa membunuh becak. Dari zaman Belanda hingga pemerintah Orde Baru, upaya menghapus becak tak pernah berhasil. Becak masih saja terlihat, bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta –sekalipun harus melaju di gang-gang sempit dengan risiko kena razia. Para abang tukang becak harus bertahan hidup dan mencari nafkah demi istri dan anak di rumah.
- Cape Verde, Si Hiu Biru yang Menggebrak Sejarah Piala Dunia
SUASANA Praia, ibukota Cape Verde di Pulau Santiago yang lazimnya tenang dan ritme kehidupan masyarakatnya begitu santai mendadak pecah dalam euforia pada 13 September 2025. Sekolah-sekolah dan perkantoran diliburkan seolah ada hari libur nasional karena segenap manusianya turun ke jalan. Mereka merayakan kebahagiaan tim nasionalnya ke Piala Dunia 2026.
- Memadu Perempuan dalam Budaya Jawa
DALAM budaya Jawa, perempuan ditempatkan dalam posisi tiyang wingking (subordinat), sebagai garwo (istri). Serat Wulang Putri, yang ditulis oleh Pakubuwono IV dalam aksara dan bahasa Jawa pada 1902, sebagai sebuah pedoman untuk mendidik para perempuan di kalangan keraton, menunjukkan betapa rendah posisi perempuan:
- Kaos, Chaos, Sejarah Tukar-Menukar Kaos Sepakbola
DI masa jayanya, Pele, legenda sepakbola asal Brasil, ibarat magnet. Aksi-aksinya di lapangan selalu memukau penonton maupun pemain lawan. Dengan lincah dia mengocek bola dan berkelit dari hadangan pemain lawan. Tapi, usai pertandingan, tak selalu mudah baginya untuk meninggalkan lapangan sebelum memberikan apa yang paling melekat pada dirinya: kaos. Di level liga, Pele selalu menjadi buruan para pemain lawan. Ketika merumput di klub New York Cosmos di Liga Sepakbola Amerika Utara, setelah bermain selama 18 musim di klub Santos, semua pemain ingin bertukar kaos dengan Pele. Saking banyaknya Cosmos harus memberikan kaos Pele kepada semua pemain lawan usai pertandingan. “Pele adalah daya tarik utama. Kadang-kadang kami harus membawa 25 sampai 30 kaos untuk setiap pertandingan. Jika tidak, kami tak akan pernah keluar dari stadion dalam keadaan hidup,” ujar Gordon Bradley, pelatih Cosmos pada 1971-1975 dan 1977, seperti dikutip fifa.com.
- Telenovela Sepakbola
SEBUAH mobil van berwarna putih selalu ngendon di lapangan parkir markas pemain Argentina, Herzogenaurach, saat tim tango berlatih untuk menghadapi Piala Dunia 2006. Mobil itu menarik perhatian banyak orang karena pada kedua sisinya terdapat grafiti berbahasa Jerman yang dibuat asal-asalan. Bentuk hurufnya buruk. Bunyinya bikin merinding: Der Papst ist Deutscher. Gott ist Argentinier-Diego X. Artinya: “Paus orang Jerman. Tuhan orang Argentina-Diego X”.





















