top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10052 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Teror di Negeri Matador

    PADA 17 Agustus 2017, para teroris kembali melancarkan aksi terror di Spanyol. Kali ini, para pejalan kaki di kawasan Las Ramblas, Barcelona yang menjadi sasaran. Russia Today melaporkan, Sebanyak 13 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka, ketika sebuah mobil van melaju kencang dan menabrak orang-orang yang tengah berjalan santai di trotoar. Diduga kuat, pelakunya adalah kelompok teroris ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Sejatinya, itu bukan kali pertama negara matador didera serangan teroris. Tercatat, sejumlah wilayah di sana sudah jadi sasaran teroris secara struktural sejak 1961: Serangan Kereta Api di San Sebastian RP Clarke dalam The Basque Insurgents: ETA 1952-1980 menyebutkan, ETA (Euskadi Ta Askatasuna), kelompok separatis Basque, sudah mencoba aksi terror mereka sejak 18 Juli 1961. Saat itu, mereka coba menggulingkan satu rangkaian kereta berisi para simpatisan pendukung Franco dan veteran Perang Sipil Spanyol di San Sebastian.

  • Child 44, Teror Pembunuhan Berantai di Rezim Stalin?

    SUATU hari di Moskow tahun 1953, Kapten Leo Demidov (diperankan Tom Hardy) berusaha menunggu dengan sabar di luar ruangan atasannya. Seraya menunggu, pikirannya melayang ke masa kecilnya yang penuh dinamika. Mulai dari masa dia lari dari panti asuhan semasa Holodomor (bencana kelaparan)hingga jadi pahlawan perang Uni Soviet yang mengibarkan bendera di atas Gedung Reichstag pada Perang Dunia II. Sebuah panggilan lantas membangunkan kesadaran Leo dari ingatan itu. Di hadapan Mayor Kuzmin (Vincent Cassel), atasannya di polisi rahasia dari Kementerian Keamanan Negara (MGB), Leo diberi tugas memburu dokter hewan bernama Anatoly Brodsky (Jason Clarke) yang menjadi mata-mata yang kerap memberi informasi kepada Kedutaan Inggris di Moskow. Bersama kedua rekan lamanya dari masa perang, Letnan Vasili Nikitin (Joel Kinnaman) dan Letnan Alexei Andreyev (Fares Fares), Demidov melacak dan menangkap Brodsky. Lewat investigasi brutal, Brodsky menyebut tujuh nama terduga mata-mata lain.Yang mengagetkan, salah satu nama terduganya adalah istri Leo, Raisa Demidova (Noomi Rapace).

  • Pembagian Minyak, Gula, dan Garam dalam Peringatan Hari Ibu

    GUNA memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tiap tanggal 22 Desember, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tahun ini menghelat acara nasional bertema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”. Dua sub-tema teratasnya berupa “Kewirausahaan Perempuan: Mempercepat Kesetaraan” serta “Perempuan dan Digital Economy”. Tema dan sub-tema tersebut merupakan kelanjutan dari Konferensi G20 Ministerial Conference on Women’s Empowerment di Bali pada 24-26 Agustus 2022. “Mendorong kewirausahaan perempuan yang menjadi salah satu tema dalam G20 MCWE tersebut diyakini mampu mempercepat pencapaian kesetaraan gender, serta mendorong kemandirian ekonomi,” demikian bunyi Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Ibu Ke-94 Tahun 2022. Ekonomi menjadi salah satu hal yang sangat melekat bagi pemberdayaan perempuan. Kemapanan ekonomi tentu membuat perempuan dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Hal ini bukan hanya menjadi perhatian di saat ini saja ketika wirausaha perempuan mengalami masa sulit akibat pandemi selama dua tahun. Di masa lalupun, hal itu sudah dilakukan.

  • 8 Desember 1861: Manisnya Riwayat Pabrik Gula Tjolomadoe

    Mangkunegaran memiliki sumber pundi-pundi kekayaan untuk menopang perekonomiannya. Itu berkat keberadaan Suiker Fabriek Tjolomadoe atau Pabrik Gula (PG) Tjolomadoe, yang didirikan pada 8 Desember 1861. Memiliki arti “gunung madu”, PG Tjolomadoe terletak di Desa Malangjiwan, Kecamatan Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar. Pendirian PG Tjolomadoe diprakarsai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegara IV, adipati keempat Mangkunegaran yang memerintah tahun 1853-1881. Ide ini muncul setelah Mangkunegara IV melihat kenyataan banyak tanah lungguh (apanage), yang diberikan kepada anggota keluarga hingga pegawai kerajaan sebagai pengganti gaji, disewakan kepada para pengusaha perkebunan Eropa. Maka, ia berencana memanfaatkan tanah-tanah itu untuk industri perkebunan yang memberikan keuntungan bagi Praja dan rakyat Mangkunegaran. Mangkunegara IV kemudian memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak sewa tanah tersebut. Rencana itu mendapat protes keras dari penyewa tanah. Namun, Mangkunegaran bersikeras dengan rencananya. Selain itu Mangkunegaran menarik tanah-tanah lungguh dengan memberikan ganti rugi berupa tunjangan dalam bentuk uang. Langkah ini mendapat tanggapan positif dari Residen Surakarta Frederik Nicolaas Nieuwenhuijzen.

  • Carmel Budiardjo, dari Praha ke Gulag Indonesia

    KETIKA menghadiri Konferensi Pelajar Internasional di Praha pada 1946, Carmel Brickman bertemu dengan seorang pemuda Indonesia bernama Suripno. Perempuan asal Inggris itu lalu bersahabat dan melakukan perjalan ke Yugoslavia. Di sana, mereka bergabung dengan Brigade Pemuda Internasional dan turut serta membangun Youth Railway (Kereta Api Pemuda). Sayangnya, persahabatan mereka begitu singkat. “Saya tidak tahu pada saat itu bahwa dia adalah seorang pemimpin Partai Komunis. Beberapa tahun kemudian dia ditembak mati di Madiun, Jawa Timur, bersama sepuluh komunis terkemuka lainnya setelah bentrokan keras antara PKI dan tentara,” tulisnya dalam Surviving Indonesia’s Gulag. Selama di Praha, Carmel memang dekat dengan komunitas Asia, termasuk Indonesia. Hingga pada 1947 ketika diterima bekerja sekretariat International Union of Student (IUS) Praha, Carmel kembali dekat dengan pria Indonesia bernama Suwondo Budiardjo. Kala itu Suwondo sedang menempuh studi ilmu politik di Universitas Charles, Praha.

  • Bergulat dengan Sejarah Sumo

    PANDANGAN Donald Trump fokus tertuju pada tengah arena. Sesekali Presiden Amerika Serikat (AS) itu menangkap penjelasan koleganya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tentang apa yang ditatapnya dari kursi kehormatan Stadion Ryogoku Kokugikan, Tokyo, Minggu (26/5/2019). Trump begitu antusias memelototi laga sumo, olahraga nasional negeri sakura, di hari terakhir turnamen akbar sumo itu. Eksisnya “orang bule” di arena sumo terbilang langka. Apalagi di akhir pertandingan ia diberi kehormatan menyerahkan trofi pemenang kepada Asanoyama yang memenangi laga tadi. “Malam yang hebat dalam turnamen sumo. Kami membawakan trofi yang indah dan semoga bisa Anda miliki selama ratusan tahun. Untuk menghormati pencapaian luar biasa Anda, saya anugerahkan Trofi Presiden Amerika Serikat ini,” kata Trump kepada Asanoyama, dikutip The New York Times, Minggu (26/5/2019).

  • Presiden Jago Tinju, Gulat Hingga Jiu-Jitsu

    EMPAT bulan terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekuni olahraga tinju. Alasannya, demi menjaga stamina untuk meladeni berbagai jadwal padatnya. Yang pasti, Jokowi bukan pemimpin negara pertama yang getol bertinju untuk cari keringat. Jauh sebelum Jokowi, Presiden ke-26 Amerika Serikat Theodore “Teddy” Roosevelt Jr. sudah melakoninya. Dia dikenal sebagai presiden yang doyan olahraga tinju selain sejumlah olahraga kontak fisik lainnya. Roosevelt menggeluti beragam olahraga itu tak lepas dari pengalaman masa kecilnya yang kurang baik. Selain sakit-sakitan, terutama asma, Roosevelt memiliki postur tubuh yang “kurang baik”. Teman-temannya kerap mem-bully dia.

  • Kacang, Gula, dan Laki-laki dari Fukien

    NAMANYA Khoe Tjong Hok. Dalam kehampaan, setelah bercerai dari istrinya, ia pergi meninggalkan rumahnya di Semarang, Jawa Tengah. Meninggalkan ayahnya yang kaya, anaknya yang masih balita. Dengan berjalan kaki, ia memulai pengembaraan. Barangkali ia berjalan kaki melewati Ungaran lalu melintasi Sungai Tuntang. Dari sini jalan yang ditapakinya mirip dengan yang pernah dilalui penyair Prancis Arthur Rimbaud ketika dikirim ke kamp militernya di Salatiga. Sama seperti Rimbaud, langkah kakinya terhenti di Salatiga. Sebuah kelenteng tua menyambutnya. Ia menginap di sana. Tak seperti Rimbaud yang tak lebih dari dua minggu di Salatiga atau musafir lain yang hanya menginap barang dua atau tiga hari, ia ternyata tak pernah pulang. Khoe Tjong Hok menetap di kelenteng dan mengabdi sebagai juru kunci. Ia kemudian menikah dengan seorang gadis Jawa yang dicintainya dan dikaruniai lima anak. Tak hanya itu, ia melahirkan makanan kecil berbentuk prisma segitiga yang hingga saat ini dikenal sebagai makanan khas Salatiga: enting-enting gepuk.

  • Teknologi Gula dari Tiongkok

    DEMI kehidupan yang lebih baik, seorang tukang kayu meninggalkan Banten yang tengah berperang dengan Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC). Batavia, wilayah kekuasaan VOC, lebih menjanjikan. Dengan segera dia terlibat dalam pekerjaan pembangunan kota Batavia. Berkat hubungan baiknya dengan VOC, dia memperoleh kemudahan dalam berbagai usaha. Salah satunya penanaman tebu dan pendirian pabrik gula. Tukang kayu itu adalah Jan Con, imigran asal Tiongkok, pelopor industri gula di Batavia, yang dikonsentrasikan di wilayah Ommelanden (luar tembok kota). Wajar jika VOC menyokong Jan Con. Gula merupakan komoditas penting untuk pasar Eropa. Namun, VOC tak lagi bisa bergantung pada produksi gula di Formosa (Taiwan), wilayah koloni lainnya. Setelah terusir dari Formosa oleh Zheng Chenggong (Coxinga), loyalis Ming, VOC mendorong budidaya tebu dan produksi gula di Batavia yang baru didirikannya tahun 1619.

  • Manis Pahit Pabrik Gula Tjoekir

    PEMERINTAH menargetkan produksi gula konsumsi nasional sebesar 2,59 juta ton pada 2025. Langkah ini diambil guna mewujudkan swasembada gula dan menghentikan ketergantungan pada impor. Jawa Timur diandalkan sebagai pemasok utama dengan kontribusi mencapai 52% dari total produksi gula nasional. Namun, di balik optimisme itu, warisan industri gula peninggalan kolonial justru semakin sedikit. Banyak pabrik gula tutup, terbengkalai, dan bahkan lenyap tanpa sisa. Pabrik Gula (PG) Tjoekir yang terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang menjadi salah satu pengecualian. Berbeda dari banyak pabrik gula peninggalan kolonial yang berhenti beroperasi, Tjoekir masih aktif menggiling tebu hingga kini. Industri gula di Jombang mulai menggeliat setelah pemberlakukan Sistem Tanam Paksa pada 1830. Pabrik gula, atau di masa kolonial disebut Suikerfabriek (SF), yang berdiri paling awal ialah PG Djombang, didirikan tahun 1836. Menyusul kemudian beberapa pabrik gula lainnya, termasuk PG Tjoekir.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page